cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI" : 24 Documents clear
TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP METODE PEMBELAJARAN DI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Gustini, Sri; Budiarti, Yati; Rohmatin, Etin
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.437 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan pendidikan adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan pendidikan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan mahasiswa yang dinyatakan/ tersirat (Park, 2009).Dengan pelayanan pendidikan yang berkualitas diharapkan mahasiswa memperoleh kepuasan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Metode Pembelajaran di Jurusan Kebidanan Tasikmalaya Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap metode pembelajaran. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus frekuensi. Diperoleh jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa, tingkat kepuasan terhadap metode ceramah dengan kategori puas sebesar 71,1 persen, tingkat kepuasan terhadap metode tanya jawab dengan kategori puas sebesar 67,8 persen, tingkat kepuasan terhadap metode diskusi dengan kategori puas sebesar 71,2 persen, tingkat kepuasan terhadap metode demonstrasi dengan kategori puas sebesar 72,2 persen, tingkat kepuasan terhadap metode role play dengan kategori puas sebesar 72,2 persen, tingkat kepuasan terhadap metode praktik dengan kategori puas sebesar 76,7 persen, tingkat kepuasan terhadap metode tutorial dengan kategori puas sebesar 66,7 persen.
POTENSI PEMANFAATAN TANAMAN NANAS KERANG-BUAH JERUK NIPIS SEBAGAI PRODUK MINUMAN FUNGSIONAL DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI PASTEURISASI Sumarto, Sumarto; Aprianty, Deris
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.933 KB)

Abstract

Nanas Kerang merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak ditanam di Indonesia. Akan tetapi, secara ilmiah belum banyak penelitian di Indonesia yang menggali kandungan komponen bioaktif Nanas Kerang yang berpengaruh terhadap kesehatan dan pemanfaatannya menjadi produk pangan. Penelitian di luar negeri telah membuktikan bahwa Nanas Kerang bermanfaat dalam mencegah kanker. Untuk itu, perlu dilakukan pemanfaatan Nanas Kerang menjadi produk pangan fungsional agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang lebih luas. Pembuatan produk tersebut dapat dilakukan dengan aplikasi teknologi pasteurisasi yang sederhana dengan penambahan Jeruk Nipis untuk menurunan pH produk agar sesuai dengan standar proses pasteurisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan Rancangan Acak Kelompok. Variabel bebas penelitian adalah perbandingan Nanas Kerang dan Jeruk Nipis yaitu penambahan air perasan jeruk nipis 1,5%, 2,0%, 2,5%, dan 3,0%. Variabel terikatnya adalah mutu organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur/kekentalan) dan keasaman (pH) produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk minuman nanas kerang – jeruk nipis dapat dibuat dengan aplikasi teknologi pasteurisasi dengan suhu 80oC selama 15 menit dikarenakan produk yang dihasilkan memiliki pH 3-3,5. Penambahan air perasan jeruk nipis mempengaruhi tingkat kesukaan panelis terhadap minuman nanas kerang terutama pada parameter warna dan rasa. Perlakuan terbaik dari seluruh paramater adalah  penambahan air perasan jeruk nipis 3,0%. 
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Keluarga terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien HDR di Kota Tasikmalaya Kustiawan, Ridwan
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.897 KB)

Abstract

Videbeck (2008) mengatakan bahwa tanda negatif pada skizofrenia akan menetap lebih lama pada klien. Gejala negatif seringkali tidak disadari oleh pihak keluarga, karena dianggap tidak mengganggu. Salah satu tanda gejala negatif yang sering ditemukan adalah HDR. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan keluarga terhadap kemampuan keluarga merawat klien HDR di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dengan desain quasi eksperimen pendekatan pre post tes dengan  grup kontrol. Responden penelitian adalah keluarga dengan koping keluaga tidak efektif dalam merawat klien HDR, 50 keluarga dibagi 2 kelompok yaitu 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Kemampuan keluarga merawat klien HDR yang mendapatkan pendidikan kesehatan keluarga lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan keluarga. Disarankan pendidikan kesehatan keluarga digunakan sebagai terapi keluarga dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat klien dengan HDR.  
HUBUNGAN PERAN BIMBINGAN AKADEMIK, KECERDASAN INTELEKTUAL, DAN MINAT DENGAN PRESTASI BELAJAR Patimah, Siti
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.518 KB)

Abstract

Mahasiswa dalam perkuliahan selalu menemukan masalah baik akademik ataupun non akademik, sehingga diperlukan bimbingan dosen agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik. Kesuksesan akademik dapat dilihat dari indek prestasi, tapi pencapaiannya dipengaruhi faktor internal (minat, intelegensi) dan ekternal (faktor lingkungan). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran dosen pembimbing akademik, tingkat kecerdasan intelektual dan minat mahasiswa dengan prestasi belajar. Metoda penelitian analitik korelasi dengan pendekatan potong lintang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling, dengan subjek penelitian adalah 100 orang mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di Program Studi D III dan D IV Kebidanan Tasikmalaya pada bulan Desember 2014 – Februari 2015. Uji statistik menggunakan Rank Spearman untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil penelitian ditemukan peran pembimbing akademik kurang (44%), tingkat kecerdasan intelektual (47%)  dan minat tinggi (82%). Hasil analisis bivariabel ditemukan terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan dengan prestasi (p 0,005) dengan keeratan korelasi rendah (rs 0,278), terdapat hubungan antara minat dengan prestasi mahasiswa (p 0,018) dengan keeratan korelasi rendah (rs -.237), dan tidak terdapat hubungan antara peran pembimbing akademik dengan prestasi mahasiswa  (p 0,142) dengan keeratan korelasi sangat rendah (rs 0,148). Kesimpulan penelitian bahwa tingkat kecerdasan intelektual dan minat berhubungan dengan prestasi belajar mahasiswa, sedangkan peran pembimbing akademik tidak berhubungan dengan prestasi belajar mahasiswa.   
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN DIANTARA DUA WAKTU DIALISIS PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KOTA TASIKMALAYA Rosdiana, Ida; Cahyati, Yanti
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.928 KB)

Abstract

Penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, yang jika berada pada angka diatas 5% dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang serius. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakmampuan pasien dalam melakukan perawatan diri (self care), sehingga diperlukan suatu tindakan educative supportive keperawatan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan pengaruh edukasi terhadap penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Desain penelitian menggunakan metode quasi experiment, dengan rancangan pretest and post test group tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel 34 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden diberikan edukasi sebanyak 3 sesi dengan materi yang berbeda pada setiap sesinya dan dilakukan observasi berat badan selama dua minggu setelah sesi edukasi berakhir. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis antara sebelum dan setelah dilakukan edukasi (p-value = 0,0001). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan pemberian edukasi secara terprogram kepada pasien hemodialisis. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG BEDAH RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Noviari, Elgiana Ayu; Susanti, Dwi Dahlia
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.029 KB)

Abstract

Berdasarkan penelitian Nuryani (2014) pada triwulan I tahun 2013 diketahui bahwa ketidaklengkapan dokumentasi asuhan keperawatan mencapai 70,5%. Hal ini akan berdampak pada keakuratan isi rekam medis serta aspek legal rekam medis. Penelitian kualitatif fenomenologi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang bedah RSUD dr.Soekardjo Tasikmalaya. Informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan metode purposif. Enam informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah perawat ruang rawat inap bedah RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Data diperoleh melalui wawancara yang mendalam. Wawancara direkam dengan menggunakan handphone dan selanjutnya dibuat transkrip wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik Miels and Huberman sehingga diperoleh tiga tema. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dokumentasi asuhan keperawatan dilakukan dari mulai pasien itu datang lalu dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya dilakukan dokumentasi asuhan keperawatan. Kendala yang dihadapi dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan diantaranya adalah kurangnya SDM, tingginya beban kerja, pengetahuan perawat tentang dokumentasi yang dikatakan lengkap serta motivasi dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan. Adanya audit, peninjauan kembali terhadap dokumen rekam medis dan pemberian motivasi kerja pada perawat menjadi sebuah solusi untuk meminimalisir ketidaklengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi terhadap rekam medis untuk meminimalisir ketidaklengkapan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan agar mutu pelayanan kesehatan dapat meningkat. 
TINGKAT KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH SELAMA PRAKTIK DAN SEBELUM UJIAN PRAKTIK DI LABORATORIUM PADA MAHASISWA TINGKAT 1 PROGRAM STUDI KEPERAWATAN TASIKMALAYA Februanti, Sofia; Hartono, Dudi
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.394 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa keperawatan adalah ujian praktik di laboratorium. Namun, hal ini dapat menyebabkan kecemasan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan ujian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan dan hasil pengukuran tekanan darah mahasiswa tingkat I Program Studi Keperawatan Tasikmalaya selama praktik di laboratorium dan sebelum melaksanakan ujian praktik KDM di laboratorium. Desain yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel 80 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TD systole mahasiswa selama praktik KDM adalah 110.23 s.d. 116.27, diastole mahasiswa selama praktik KDM adalah 73.07 s.d. 76.68. Systole mahasiswa sebelum ujian praktik KDM adalah 114.06 s.d. 119.44, diastole mahasiswa sebelum ujian praktik KDM adalah 74.37 s.d. 78.63. Tingkat kecemasan selama praktik KDM di laboratorium berada pada tingkat kecemasan berat sebanyak 58 orang (72.5 %). Tingkat kecemasan sebelum ujian praktik KDM di laboratorium berada pada tingkat kecemasan berat sebanyak 67 orang (83.75 %). 
PENGEMBANGAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH MIE REBON BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL REBON DAN MOCAF SERTA UJI ORGANOLEPTIK Estuti, Wiwit; Kunaepah, Uun; Hendarman, Hendi
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.697 KB)

Abstract

Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi anak sekolah dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Kandungan zat gizi makanan jajanan bervariasi, tergantung bahan pembuatnya. Pembuatan makanan jajanan perlu memperhatikan kandungan gizi yang mencukupi sesuai anjuran pedoman PMT-AS dan perlu pengolahan higienis. Selain itu perlu adanya variasi dan peningkatan nilai gizi terutama protein bagi anak-anak usia sekolah untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga diperlukan adanya upaya penganekaragaman pembuatan makanan jajanan yang lebih bervariasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi, salah satunya adalah tepung mocaf dan rebon. Penelitian ini bersifat eksperimental eksploratif yang dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan bahan, formulasi, percobaan pengolahan dan pengujian organoleptik. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret–November 2014. Bahan-bahan yang digunakan yaitu tepung terigu, tepung mocaf, rebon diperoleh dari pasar tradisional di Kota Cirebon. Sementara itu juga digunakan alat-alat untuk mengolah dan uji organoleptik. Selanjutnya percobaan pengolahan mengikuti bagan alir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan produk terbaik adalah mie rebon 2 dengan formulasi tepung terigu 80%, tepung mocaf 20%, dan rebon 10%.  Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membuat mie dalam bentuk mie kering agar daya simpan mie lebih lama dan produk tersebut dapat dijadikan alternatif cemilan sehat bagi anak sekolah.
Evaluasi Kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Brebes Menuju Badan Layanan Umum Daerah Purwaningrum, Sri Nani
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.37 KB)

Abstract

Paradigma rumah sakit mengalami perubahan dan merupakan badan usaha yang mempunyai banyak unit bisnis strategis, sehingga membutuhkan konsep manajemen yang tepat. Rumah sakit pemerintah mulai bertransformasi menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), dimana hal ini menjadi prioritas berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Brebes. Badan Layanan Umum (BLU) alternatif solusi untuk mengadopsi sistem baru pengelolaan keuangan transparan, akuntabel dan mandiri yang muaranya pada kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan RSUD Brebes, dukungan Pemerintah Daerah dan Legislatif, serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi kesiapan RSUD Brebes menuju BLUD. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah pelaksanaan pengelolaan keuangan di RSUD Brebes. Informan penelitian diklasifikasikan menjadi dua yaitu stakeholder internal dan eksternal RSUD Brebes yang berjumlah 12 orang. Setelah dilakukan indepth interview, dilanjutkan membuat transkrip dan mereduksi hasil wawancara. Selanjutnya interpretasi hasil reduksi untuk mengidentifikasi kesiapan RSUD Brebes menuju BLUD. Hasil identifikasi dokumen persyaratan administratif diperoleh sebesar 93,65, masuk kategori status BLUD Penuh dengan kriteria memuaskan dan layak ditetapkan menjadi PPK-BLUD. Persyaratan menuju PPK-BLUD sudah dipersiapkan oleh RSUD Brebes, Pemda dan Legislatif sangat mendukung terhadap kesiapan RSUD Brebes menuju BLUD.
HUBUNGAN RIWAYAT MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KEPERAWATAN TASIKMALAYA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Bahtiar, Yanyan; Badriah, Siti; Hidayat, Asep A.S.
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.758 KB)

Abstract

Rokok telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Meskipun banyak diperlihatkan propaganda bahaya merokok bagi kesehatan, sampai bahaya kematian, tetapi perilaku merokok sulit dilepaskan, termasuk oleh mahasiswa keperawatan. Banyak faktor yang melatarbelakangi seorang mahasiswa berperilaku merokok, salah satunya berasal dari pengaruh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat merokok keluarga dengan perilaku merokok mahasiswa Keperawatan Tasikmalaya Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Disain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan crossexional study. Sampel penelitian sebesar 42 responden dengan menggunakan teknik purposif sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan uji alternatif fisher. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh keluarga mahasiswa mempunyai riwayat merokok (85,7%), tetapi secara statistik variabel riwayat merokok keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku merokok mahasiswa Keperawatan Tasikmalaya (ρ=0,665). Masa remaja dari mahasiswa merupakan masa pencarian identitas dan mulai ingin mencoba-coba sesuatu hal yang baru termasuk merokok. Orang tua kadang tidak menyadari bahwa setiap batang rokok yang dihisap tidak luput dari perhatian anaknya. Pengelola kampus dan keluarga diharapkan dapat bekerja sama dalam perubahan perilaku merokok dari mahasiswa. Penelitian ini bisa dijadikan data dasar penelitian selanjutkan yang mengarah pada intervensi untuk mengatasi perilaku merokok.

Page 1 of 3 | Total Record : 24