cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi" : 12 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKARAYA Yuniarti Yuniarti
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.413

Abstract

Salah satu komplikasi yang sering ditemukan dirumah sakit adalah infeksi. Infeksi luka operasi merupakan infeksi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain usia, nutrisi, personal hygiene dan mobilisasi yang akan mempengaruhi lama dan biaya perawatan. Desain Penelitian yang akan dilakukan bersifat analytic dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui hubungan antara usia, status gizi pasien dan jenis insisi terhadap penyembuhan luka post sectio caesarea di RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Hasil statistik terdapat hubungan antara kondisi Kesembuhan Luka Post Sectio Caesaria terhadap Usia. Terdapat hubungan antara kondisi Kesembuhan Luka Post Sectio Caesaria terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT). Tidak terdapat hubungan antara kondisi Kesembuhan Luka Post Sectio Caesaria terhadap jenis insisi. Kepada seluruh pelayanan kesehatan khususnya bidan yang memberikan asuhan terhadap ibu post Sectio Caesara, untuk dapat meningkatkan kualitas asuhan nifas diantaranya dengan memberikan beberapa informasi melalui konseling mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea dan dapat dijadikan sebagai standar pelayanan terhadap ibu Post Sectio Caesarea.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DOKTER DENGAN KESESUIAN KODING DIAGNOSIS BERDASARKAN ICD-10 DI RSUD ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON Andi Suhenda; Bambang - Karmanto; Suhartini - -
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.558

Abstract

PENDAHULUAN Rekam medis yang tidak diisi dengan tepat dan lengkap akan mengakibatkan informasi yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Diagnosis harus sesuai dengan ICD-10 agar proses pengkodingan menjadi lebih mudah dan menghasilkan kode diagnosis yang tepat dan akurat. Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter tentang rekam medis dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD-10 di Unit Rawat Jalan RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon.METODE Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh dokter spesialis sebanyak 34 orang dan dokumen rekam medis Rawat Jalan sebanyak 1200 dokumen. Sampling pada dokter menggunakan teknik total sampling dan pada dokumen rekam medis menggunakan teknik accidental sampling. instrumen peneltian adalah kuesioner dan checklist. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-square.HASIL Pengetahuan responden tentang rekam medis tinggi (61,8%), dan sikap responden tentang rekam medis baik dan kurang baik sama (50%). Ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD sebanyak 1067 dokumen rekam medis (88,9%). Ketidaktepatan koding diagnosa berdasarkan ICD sebanyak 19 dokter (55,9%) dari 34 dokter. Pengetahuan dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD tidak berhubungan secara signifikan dengan p value = 0,601 dan nilai RP = 1. Sikap dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD tidak berhubungan secara signifikan dengan p value = 0,084 dan nilai RP = 0,18.SIMPULAN Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dokter tentang rekam medis dengan kesesuaian koding diagnosis berdasarkan ICD-10 di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Peneliti lain selanjutnya, agar memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi ketepatan koding diagnosis.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL Ageratum conyzoides (L.) L. dan Blumea balsamifera (L.) DC. DAN TOKSISITAS AKUT Yani Mulyani; Rahma Fatwia; Entris Sutrisno
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.377

Abstract

Di Indonesia Bandotan dan sembung secara tradisional telah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan efek antiinflamasi dari ekstrak etanol tanaman bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.) dan daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)  dengan dosis 200, 300 dan 400 mg/Kg BB yang ditinjau dari penurunan volume udem telapak kaki tikus yang diinduksi karagenan. Natrium diklofenak digunakan sebagai pembanding  dengan dosis 75 mg/70kgBB. Pengukuran volume udem dilakukan setiap 30 menit selama 6 jam setelah induksi karagenan. Dari semua variasi dosis pada penelitian ini, dosis efektif yang memiliki persentase inhibisi udem paling mendekati kontrol pembanding (90%) yaitu dosis bandotan 400 mg/kgBB yakni sebesar 78%. Berdasarkan hasil analisa statistik, data persentase inhibisi udem ekstrak etanol tanaman bandotan dari dosis 400mg/Kg BB menunjukkan perbedaan yang bermakna (ρ≤0,05) dengan kontrol positif. Pada tanaman dengan aktivitas antiinflamasi terbaik ini kemudian dilakukan uji toksisitas, hasilnya nilai LD50 berkisar antara 5001–15000, artinya ekstrak tanaman bandotan bersifat praktis tidak toksik.
PERTUMBUHAN ANAK SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI STUNTING UMUR 0-23 BULAN Samuel Samuel
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan anak sekolah dasar yang mengalami  stunting, umur 0-23 bulan.  Desain penelitian  cross sectional,  longitudinal, data awal dikumpulkan pada tahun 2009, data kedua dikumpulkan pada tahun  2018, dengan jumlah sampel 91 anak yang terdiri dari 34 anak  yang mengalami stunting umur 0-23 bulan  dan 57 anak yang tidak mengalami stunting umur 0-23 bulan. Data yang dikumpulkan berupa  panjang badan saat usia kurang dari 2 tahun dan data tinggi badan  saat usia sekolah. Uji statistic menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan proporsi gangguan pertumbuhan antara anak sekolah dasar yang memiliki riwayat stunting dengan yang tidak memiliki riwayat stunting (p0,05). Nilai Prevalensi Rasio (PR) 2,3 (95% CI= 1,0-5,2), yang berarti stunting yang terjadi pada usia di bawah dua tahun merupakan faktor risiko gangguan pertumbuhan anak sekolah dasar.
Tinjauan Keakuratan Kodefikasi Tindakan Kasus Bedah Pasien Rawat Inap Tahun 2017 Gugun Priyadi Tarjana
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.382

Abstract

Salah satu bagian rekam medis adalah koding, koding terbagi menjadi 2, yaitu koding diagnose dan koding tindakan. Koder bertanggungjawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan.[i] Koding tindakan harus tepat dan akurat untuk menghasilkan statistis yang berarti untuk perencanaan dan pengambilan keputusan.[ii] Keakurat kode tindakan pasien bedah pada rekam medis di rumah sakit sumber waras belum optimal. Dalam studi pendahuluan ditemukan 73,33% kode tindakan yang tidak tepat , dan 26,67% kode tindakan yang tepat.Jenis penelitiankuantitatif dengan pendekatan deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah Lembar Ringkasan Masuk dan Keluar Pasien Bedah Rawat Inap baik Umum maupun BPJS, Sampling Purposive, menggunakan rumus Slovin. Hasil Penelitian yang dilakukan dengan sampel 94 rekam medis kasus bedah ditemukan 43,6% kode tindakan akurat dan 56,4% kode tidak akurat. Kode akurat banyak ditemukan pada kasus bedah kandungan, bedah urologi dan bedah lainnya.  Sehingga koder lebih mudah untuk memberikan kode karena sudah hapal. Sedangkan kode tidak akurat banyak dijumpai pada kasus bedah orthopedic dan kasus lainnya dengan penyebab kesalahan paling banyak karena kesalahan kategori dan tidak spesifik. Beberapa factor ketidak akurat kode salah satunya adalah kesulitan koder dalam membaca tulisan dan singkatan yang dibuat oleh dokter.   
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS DI MTs PUI CIWEDUS TIMBANG KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 Fera Riswidautami Herwandar
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.466

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS DI MTS PUI CIWEDUS TIMBANG KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019  FERA RISWIDAUTAMI HERWANDARfebruari_rabu.fera88@yahoo.co.id  ABSTRAK Masa remaja dibedakan menjadi masa remaja awal usia 10–13 tahun, masa remaja tengah usia 14–16 tahun serta remaja akhir pada usia 17-19 tahun. Kesehatan yang paling utama pada masa remaja adalah kesehatan reproduksi. Perubahan yang menandakan bahwa remaja sudah memasuki tahap kematangan organ seksual yaitu dengan tumbuhnya organ seks sekunder.            Metode jenis penelitian ini menggunakan analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini 67 responden dengan menggunakan teknik pengambilan total sampling, pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen yang digunakan kuesioner, uji analisis yang digunakan Chi-Square.             Hasil analisis univariat, pengetahuan baik 24 responden 35,8%, pengetahuan cukup 33 responden 49,3%, pengetahuan kurang 10 responden 14,9%, sikap positif 49 responden 73,1%, sikap negatif 18 responden 26,9%. Sedangkan analisis bivariat, penelitian ini menunjukan terdaapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap remaja awal tentang perubahan fisik masa pubertas di MTs PUI Ciwedus Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tahun 2019 dengan nilai p value = 0,007.            Pada penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja awal terhadap perubahan fisik masa pubertas di MTs PUI Ciwedus Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Saran bagi remaja awal untuk terus meningkatkan pengetahuan tentang pubertas baik melalui pelajaran dari sekolah maupun mencari informasi melalui internet, buku, ataupun sumber informasi lainnya.
KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BPJS BERDASARKAN FORMULARIUM NASIONAL DAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT DI RSD IDAMAN BANJARBARU Rahmayanti Fitriah
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.397

Abstract

Ketidaksesuaian peresepan obat BPJS berdasarkan Formularium Nasional dan Formularium Rumah Sakit sering terjadi. Hal ini menyebabkan adanya keluhan pasien, terutama pasien yang merupakan golongan masyarakat ke bawah atau kurang mampu, sedangkan bagi rumah sakit hal tersebut tentu akan mempengaruhi mutu pelayanan bagi pasien BPJS. Penelitian dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru untuk mengukur persentase kesesuaian resep dengan formularium nasional dan formularium rumah sakit. Jenis penelitian non eksperimental dan bersifat deskriptif evaluatif non analitik. Pendekatan pengambilan data secara retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh resep yang ditulis dokter poli penyakit dalam untuk pasien BPJS kecuali resep racikan pada bulan April sampai Juni 2018.  Data  diambil dengan teknik proporsional random sampling dengan tingkat kesalahan 10%, didapatkan sampel sebanyak 100 lembar resep. Analisis data menggunakan rumus persentase kesesuaian peresepan obat BPJS dengan formularium nasional dan formularium rumah sakit.  Hasil penelitian diperoleh kesesuaian peresepan obat BPJS  berdasarkan Formularium Nasional sebanyak 68 lembar resep atau 68,35%, dan yang tidak sesuai sebanyak 32 lembar resep atau 31,65%, kesesuaian peresepan obat BPJS berdasarkan Formularium Rumah Sakit sebanyak 87 lembar resep atau 86,11% dan yang tidak sesuai sebanyak 13 lembar resep atau 13,89%.
HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN PERILAKU EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Dewi Aryanti
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.514

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator dalam kesehatan dan sangat berkaitan dengan kondisi obesitas. Obesitas sangat berkaitan dengan  intake makanan yang berlebih  akibat pengaruh emosi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara  tingkat kebugaran jasmani dengan  perilaku emotional eating.  Sampel penelitian sebanyak 68  mahasiswa obesitas  di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (17 laki-laki dan 51 perempuan) dilakukan pengukuran  kebugaran jasmani serta perilaku emotional eating.      Kebugaran jasmani diukur dengan metode Balke dan  perilaku emotional eating diukur dengan quisionair  self report Garaulet.  Hubungan  antar variabel diukur dengan uji Spearman Rho. Hasilnya,  sebanyak   100% responden  memiliki tingkat kebugaran jasmani yang sangat kurang dengan rerata VO2 Max 28,09  ml/Kg/menit dengan standar deviasi 3,89  ml/Kg/menit .  Selanjutnya, responden menunjukkan  perilaku emotional eating dengan proporsi emotional eating tinggi  8,8%; emotional eating 73,5%; emotional eating rendah  14,7%; dan tidak emotional eating  sebanyak  2,9%. Setelah dilakukan uji statistik Spearman Rho, variabel tingkat kebugaran jasmani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku emotional eating (p value=0,745) dengan tingkat korelasi yang rendah (-0,040) dan bersifat negatif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan  tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani dengan perilaku emotional eating dan ada kemungkinan berkorelasi dengan variabel antara yang lain, seperti konsep diri dan status obesitas.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DALAM MEDIA MUELLER HINTON AGAR (MHA) Amalia Desty Nofita
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.355

Abstract

Infeksi yaitu invasi dan pembiakan mikroorganisme di jaringan tubuh, secara  klinis tidak tampak atau timbul cedera selular lokal akibat kompetisi metabolisme, toksin, replikasi intrasel, atau respon antigen-antibodi. Salah satu bakteri yang dapat  menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus.  Bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu tumbuhan yang mempunyai efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri dari ekstrak etanolik bawang merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Metode ektraksi bawang merah yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanolik bawang merah menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80. Hasil perhitungan efektivitas antibakteri ekstrak etanolik bawang merah konsentrasi 60%, 70% dan 80% secara berturut-turut adalah 39,11% ; 41,91% dan 45,82%, sehingga tergolong masih kurang efektif karena efektivitas antibakterinya kurang dari 50%.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRIK DENGAN DIARE AKUT DI RUANG RAWAT INAP ANAK Moch Bahtiar Anshory
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.407

Abstract

Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari. Sebanyak 40-60% peresepan antibiotik di Indonesia tidak tepat indikasi, dimana pasien sebenarnya tidak mengalami infeksi akibat bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko resistensi dan menyebabkan peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik dengan diare akut di ruang rawat inap RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan Modul Penggunaan Obat Rasional untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak diare akut. Hasil penelitian ini menunjukan pasien yang paling banyak menderita diare akut adalah jenis kelamin laki-laki 31 orang (54,39%), penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cefotaxim (66,66%) dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah injeksi (72,62%).Kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik dengan diare akut berdasarkan kriteria tepat indikasi (98,2%), tepat obat (98,2%), tepat dosis (93%), tepat pasien (100%), tepat waktu pemberian (98,2%) dan tepat cara pemberian (100%).

Page 1 of 2 | Total Record : 12