cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PENGARUH PEMBUNGKUS TEMPE TERHADAP DAYA SIMPAN DAN SIFAT FISIK TEMPE Priyo Sulistiyono; Samuel Samuel; Mey Mey Mailani
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.508 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.18

Abstract

Tempe adalah salah satu makanan fermentasi tradisional Indonesia yang mengandung nutrisi yang cukup tinggi. Pengemasan berperan penting dalam pengendalian dari kontaminasi mikroorganisme terhadap produk bahan pangan. Penelitian ini mempelajari pengaruh jenis pembungkus plastik, daun pisang dan daun jati terhadap daya simpan dan sifat fisik tempe. Penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan (jenis pembungkus tempe). Perbedaan daya simpan dan sifat fisik antar perlakuan di uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukan jenis pembungkus tempe (plastik, daun pisang dan daun jati) mempengaruhi daya simpan dan sifat fisik tempe. Tempe dengan pembungkus plastik lebih cepat busuk, dibanding dibungkus daun jati dan daun pisang. Tempe dengan pembungkus daun pisang menunjukan persentase sifat fisik tertinggi. Ada pengaruh jenis pembungkus tempe terhadap daya simpan dan sifat fisik tempe.
USIA, PEKERJAAN, DAN JENIS PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN PROLAP UTERI DI POLIKLINIK OBGIN RSUD Dr. SOEKARDJO TASIKMALAYA Neni Nuraeni
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.388 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.94

Abstract

Angka kejadian penyakit kandungan saat ini masih tinggi termasuk kejadian prolap uteri. Banyak faktor yang menyebabkan kejadian ini antara lain usia, paritas, jenis persalinan, pekerjaan, riwayat penyakit sebelumnya yang bila tidak ditangani akan mengakibatkan uterus keluar di introitus vagina yang menyebabkan infeksi karena ulkus serviks, hemoroid akibat konstipasi, dan obstruksi saluran urine.Tujuan penelitian mengetahui hubungan usia, pekerjaan, dan jenis persalinan dengan kejadian prolap uteri. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien yang berkunjung ke poli klinik Obgin RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan mengambilan sampel menggunakan tehnik sampel consecutive sampling yang dilakukan selama 2 minggu sebanyak 44 orang. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor usia, pekerjaan dan jenis persalinan tidak ada hubungan dengan kejadian prolap uteri di poli Obgin RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dengan ρ value 0,05. Sebagai tenaga kesehatan harus memberikan informasi kepada masyarakat untuk menghindari faktor resiko kejadian prolap seperti obesitas, pekerjaan dengan mengangkat beban yang berat, ketika persalinan hindari mengedan yang berlebihan, dan batuk kronis.
Masalah Plasenta Serta Kehamilan Multiple Terhadap Kejadian BBLR Di RSUD Kota Tasikmalaya Lia Herliana; Mamat Purnama
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.901 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.240

Abstract

Bayi BBLR yang seringkali menjadikan beresiko tidak saja karena komplikasi neonatal yang dialami tetapi juga oleh faktor resiko lainnya (misal anomali bawaan yang dikaitkan dengan BBLR).  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya pada setiap tahunnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Hipotesis penelitian ada hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Manfaat penelitian memberikan dasar praktek berbasis bukti ilmiah (evidences based practice) kepada praktisi keperawatan, bahwa ada hubungan antara masalah plasenta dan kehamilan multiple dengan kejadian BBLR. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara masalah plasenta serta kehamilan multiple dengan kejadian BBLR di RSUD Kota Tasikmalaya dengan p value0,05 untuk semua variable.. Saran hendaknya perawat lebih meningkatkan pendidikan kesehatan pada masyarakat agar masyarakat lebih memahami tentang resiko terjadinya BBLR.
ANALISIS KEJADIAN BRONCHITIS PADA MASYARAKAT PEMECAH BATU LALOWARU KONAWE SELATAN Nirwana Nirwana; Erdiyanto Erdiyanto
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.965 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.41

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian bronchitis pada pekerja pemecah batu di Wilayah Kerja Puskesmas Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan rancangan Case Control. Penelitian telah dilakukan selama 4 minggu, dari bulan Oktober sampai November 2015. Populasi penelitian adalah semua pekerja pemecah batu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan tahun 2015 dengan jumlah sampel 58 responden, terbagi menjadi 28 responden sampel kasus dan 28 responden sampel kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Data diolah menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara penggunaan alat pelindung diri (OR= 2,750) dan status gizi (OR= 3,178) terhadap kejadian bronchitis. Sedangkan lama paparan (OR= 4,636) mempunyai pengaruh terhadap kejadian bronchitis pada masyarakat pemecah batu di wilayah kerja Puskesmas Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan tahun 2015. Saran dalam penelitian ini adalah melakukan pemeriksaan secara periodik dan teratur untuk memantau kondisi kesehatan fisik dan meningkatkan pengetahuan pekerja pemecah batu, dalam meningkatkan upaya perlindungan diri terhadap penyakit akibat kerja yang mungkin saja terjadi secara berulang-ulang.
TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH IBU HAMIL HIPERTENSI TRIMESTER III Dorothy Asramila; Yulia Herliani; Nita Nurvita
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.325 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.162

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi di Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pretest-postest without control group. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil hipertensi trimester III, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 ibu hamil hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tekanan darah sistol sebelum dilakukan relaksasi nafas dalam yaitu 135,7 mmHg, sistol sesudah relaksasi nafas dalam yaitu 143 mmHg, dan rata-rata tekanan darah diastol sebelum relaksasi nafas dalam yaitu 90,7 mmHg, serta rata-rata diastol sesudah relaksasi nafas dalam yaitu 85,7 mmHg dengan nilai p value= 0,000 (p α), dengan α= 0,05. Terdapat pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan tekanan darah ibu hamil hipertensi trimester III di puskesmas kawalu kota Tasikmalaya. Relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil trimester III dengan hipertensi gestasional dan preeklamsi ringan.
EVALUASI KESESUAIAN OBAT DAN DOSIS ANTIHIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “X” KOTA TASIKMALAYA Nida Ahadiah; Nuri Handayani; Eddy Suhardiana
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.362 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.409

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Prevalensi hipertensi akan terus meningkat tajam, sehingga penggunaan obat yang rasional oleh pasien hipertensi perlu diperhatikan karena merupakan salah satu elemen penting dalam tercapainya kualitas kesehatan. Dalam pengobatannya, terapi penggunaan obat antihipertensi perlu dievaluasi untuk meningkatkan keberhasilan terapi. Tujuan penelitian untuk mengetahui evaluasi kesesuaian obat dan dosis antihipertensi di instalasi rawat jalan RS “X” Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif evaluatif dengan pengumpulan data secara prospektif dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data pasien dan profil penggunaan obat antihipertensi diperoleh melalui catatan medik pasien. Diperoleh sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 100 sampel. Semua data sampel kemudian diolah dan dianalisis untuk mengetahui kesesuaian obat dan dosis antihipertensi kemudian disesuaikan dengan rekomendasi dari JNC VIII. Hasil penelitian menunjukkan gambaran terapi antihipertensi terbanyak di instalasi rawat jalan RS “X” pada bulan Juni-Juli 2019 adalah amlodipine untuk terapi tunggal dan untuk terapi kombinasi adalah amlodipine dengan lisinopril. Pada evaluasi kesesuaian obat dan dosis antihipertensi terdapat ketidaksesuaian penggunaan obat yaitu, 5 kasus pada pasien hipertensi dengan DM sebesar 4,8%, 4 kasus pada pasien hipertensi dengan CKD sebesar 80% serta 2 kasus ketidaksesuaian dosis berupa dosis yang kurang dari dosis yang dianjurkan yaitu pada penggunaan obat lisinopril sebesar 1,3%.Kata kunci: hipertensi, kesesuaian obat dan dosis, obat antihipertensi
GAMBARAN RUANG PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP Hany Ardiani; Arief Tarmansyah Iman
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.164 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.58

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majenang sedang dalam persiapan untuk menghadapi akreditasi rumah sakit oleh lembaga KARS 2012. Unit rekam medis adalah unit yang berperan penting dalam akreditasi, khususnya pada bagian ruang penyimpanan (filing). Penelitian ini bertujan untuk mengetahui gambaran keadaan ruang penyimpanan dokumen rekam medis rawat inap sesuai dengan standar akreditasi 2012 dalam menghadapi akreditasi KARS di RSUD Majenang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam kepada petugas unit kerja rekam medis. Hasil penelitian diketahui : a. Kebijakan tentang standar akreditasi MKI.11, 12, dan 16 sudah ada tetapi belum disahkan dan masih berupa draft; b. Standar akreditasi MKI.11 pengembalian DRM lebih dari 2x24, sudah ada proses dan tindakan untuk pelanggar, tidak ada petugas filing, ruang penyimpanan pertama panas dengan suhu 29,90C; c. MKI.12 pemusnahan dokumen belum dilaksanakan; d. MKI.16 masih ditemukan DRM yang rusak, ruang penyimpanan selalu dikunci, sarana dan prasarana keamanan ruang penyimpanan masih kurang. Ruang penyimpanan masih perlu diperbaiki yaitu kebijakan Direktur revisi 2015 segera disahkan, adanya petugas khusus, penataan dan perbaikan, penyediaan ruang DRM in-aktif, kebersihan dilakukan dengan rutin, penambahan sarana dan prasana keamanan.
FAKTOR KELELAHAN PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT Faizal Miftah N; Rojali Rojali
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.877 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.173

Abstract

Rumah Sakit Harum Sisma Medika merupakan perusahaan di bawah pengelolaan PT. Sismadi Mancorpindo, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan antara lain rumah sakit, klinik, apotik, pendidikan paramedik, konsultan namajemen rumah sakit dan bidang kesehatan lainnya. Rumah Sakit Harum Sisma Medika tergabung dalam Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI no. Reg. 10 A.130070), serta memenuhi standar Akreditasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 29 (61,7%) perawat rawat inap Rumah Sakit Harum Sisma Medika mengalami tingkat kelelahan sedang. Dari hasil penelitian terkait dengan faktor internal diperoleh bahwa sebagian besar; berusia 20-30 tahun, berjenis kelamin perempuan, sudah bekerja 5 tahun. Waktu tidur dimalam hari 8 jam. Hasil uji statistik chi-square yang didapatkan bahwa faktor eksternal (durasi kerja, shif kerja) dan faktor internal (usia, jenis kelamin, masa kerja, waktu tidur) tidak ada hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan. Sedangkan faktor yang memiliki hubungan dengan tingkat kelelahan hanya dari foktor eksternal (waktu istirahat).
PENGARUH TERAPI HIPNOSIS TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Yanyan Bahtiar; Betty Suprapti
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.123 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.13

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman global dan serius sehingga perlu berbagai upaya untuk menanggulanginya secara dini. Teknik relaksasi hipnosis merupakan salah satu tindakan keperawatan yang diduga bisa mengendalikan kadar gula darah pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis terhadap kadar gula darah pasien DM tipe 2. Besaran sampel sebanyak 20 kelompok intervensi dan 20 kontrol. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan uji-t dan paried-t. Dalam kondisi hipnosis, stres dapat teratasi dengan sugesti positif sehingga secara tidak langsung hipofisis dapat dikendalikan. Dengan pengendalian hipofisis maka fungsi vital tubuh dapat terkontrol, peningkatan metabolism akibat stress dapat tercegah sehingga peningkatan kadar gula darahnya dapat terkendali. Setelah diberikan dua kali perlakuan terapi hypnosis pada kelompok intervensi, terjadi penurunan rerata kadar gula darah sebesar 33,6mg/L. Secara statistic terdapat perbedaan rata-rata kadar gula darah sebelum dan setelah terapi hipnosis pada kelompok intervensi (r=0,000). Sedangkan pada uji beda antara kelompok intervensi dengan kontrol secara statistic tidak terdapat perbedaan yang signifikan (r=0,642). Walaupun demikian rerata kadar gula darah kelompok intervensi setelah terapi hipnosis mempunyai selisih lebih tinggi dari kelompok kontrol. Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan intervensi terapi hipnosis pada penderita DM selain terapi obat dan diet. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP SUAMI DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI Etin Rohmatin; Sariestya Rismawati
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.399 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.85

Abstract

Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap suami dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri di Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya tahun 2016. Jenis Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan crossectional. Analisis yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunkan analisis univariat dan bivariat. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah Uji Chi-square. Diperoleh jumlah responden sebanyak 26 suami, hasil univariat responden paling banyak terdapat pada kelompok umur  36-40 tahun (27%), pekerjaan buruh/tani 50%, pendidikan SMP yaitu sebanyak 11 orang (42%), tingkat pengetahuan baik (65%). Hasil uji statistik chi-square tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, umur, pekerjaan, penghasilan dan pengetahuan dengan pengambilan sikap suami dalam menghadapi kegawatdaruratan obstertri.