cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
ANALISIS BIAYA EFEKTIF TERAPI SKABIES PERMETRIN 5% DAN SALEP 2-4 Nuri Handayani; Lingga Ikaditya
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.787 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.432

Abstract

Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabiei infection. The World Health Organization (WHO) estimates that the world incidence is 0.2-24%, Indonesia has a high prevalence of scabies, at any age. Research Objectives: The object of this study is to compare the cost-effectiveness of permethrin 5% with Unguentum 2-4 in patients with scabies.  Research Type : The research type of this study is Cost-Effectiveness Analysis, the population in this study were students who diagnosed with scabies in Miftahul Huda Islamic boarding school. The sample recruited were 21 patients. Research Results: The analysis of Average Cost Effectiveness (ACER) and Additional Cost Effectiveness Ratio (ICER) performedand show the use of Unguentum 2-4 is more effective than Permethrin 5%. The score of ACER Unguentum 2-4 is 521,978, while Permethrin 5% is 841,837. ICER value is Rp. 5,000 for an increase of 1 unit effectivity of Permethrin 5%toUnguentum 24. Keywords: Permethrin 5%, Unguentum 2-4, ACER, ICER   
GAMBARAN PELAPORAN INTERNAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Ria Nur Abqoria; Imas Masturoh
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.074 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.57

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui penyebab keterlambatan pelaporan internal di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini 2 orang petugas pelaporan rekam medis, 1 orang petugas PPE (Perencanaan Pelaporan dan Evaluasi), 2 orang petugas tata usaha ruangan dan 1 orang kepala rekam medis. Hasil penelitian diperoleh 5 tema utama, menjelaskan bahwa jenis laporan internal rumah sakit yaitu laporan pengunjung, laporan morbiditas pasien rawat inap, rawat jalan, sensus harian pasien rawat inap, rawat jalan. Penyebab keterlambatan pelaporan yaitu fasilitas yang belum memadai dan tingginya beban kerja petugas. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini yaitu mengembangkan system informasi berbasis komputer yang dapat membantu pengolahan data dengan memberikan kemudahan dan keakuratan informasi serta kebijakan tertulis tentang sanksi yang tegas bagi petugas yang terlambat melaporkan
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, STATUS GIZI TERHADAP PPRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TASIKMALAYA Deris Aprianty
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.375 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.11

Abstract

Selama 2 dekade terakhir, ukuran paling popular memulai kemajuan pembangunan SDM ialah dengan Human Development Index  (HDI) yang dikembangkan oleh UNDP. HDI merupakan gambaran keadaan manusia ditinjau dari aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Dalam Human Development Report 2001, selain HDI dimunculkan indeks baru yaituTechnology Achievement Index (TAI). Indeks baru ini untuk menunjukkan kemajuan teknologi SDM yang berkualitas tinggi diperlukan untuk memanfaatkan dan mengembangkan kemajuan teknologi yang sedang terjadi. (Khomsan, 2012). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan gizi, protein dan status gizi terhadap prestasi belajar mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Studi epidemiologi observasi menggunakan desain cross sectional, menggunakan analisis kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa. Data yang dikumpulkan adalah data karakteristik responden, data konsumsi dengan formulir recall 24 jam dan pengukuran status gizi. Hasil penelitian menggambarkan asupan energi yang baik sebesar 85%, asupan protein yang baik sebesar 80%, status gizi baik 63% dan mahasiswa berprestasi sebesar 44%. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status gizi, asupan protein dengan status gizi dan status gizi dengan prestasi belajar pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energy, asupan protein dan status gizi dengan prestasi belajar pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN ASUPAN ZAT GIZI ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12 – 23 BULAN Samuel Samuel; Hertanto W. Subagio; Suhartono Suhartono
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.154 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.84

Abstract

Prevalensi stunting pada anak cenderung meningkat, baik tingkat nasional dan beberapa kabupaten/kota. Stunting yang terjadi pada usia di bawah dua tahun (baduta) akan berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi dan asupan zat gizi energi, protein, vitamin C, kalsium dan phosphor. Desain penelitian cross sectional, subjek penelitian anak usia 12-23 bulan, yang lahir dengan berat badan normal, berjumlah 90 orang. Status stunting diperoleh dari data, panjang badan menurut umur, rerata asupan dari data recall 1x24 jam selama 2 hari berselang. Analisis data menggunakan uji independent t-test dan mann-whitney test dengan signifikansi p0,05. Hasil penelitian; menunjukkan pola konsumsi anak tidak stunting lebih lengkap daripada anak stunting. Ada perbedaan asupan energi (p=0,015) rerata asupan energi anak  stunting lebih rendah 313,6 kilo. Asupan protein (p=0,001) anak stunting lebih rendah 10,8g dari tidak stunting. Vitamin C (p=0,047), kalsium (p=0,001) dan fosfor (p=0,002), menunjukan adanya perbedaan. Anak tidak stunting susunan menunya lebih lengkap dari anak stunting. Ada perbedaan asupan energi, protein, vitamin C, kalsium dan fosfor antara anak stunting dan tidak stunting.
ANALISIS SENTIMEN PADA TWITTER TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI INDONESIA DENGAN NAIVE BAYES CLASSIFIER Oke Dwiraswati; Kemal Nazaruddin Siregar
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.74 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.232

Abstract

 Saat ini, masih ditemukan perilaku yang salah dalam penggunaan antibiotik sehingga menjadi risiko terjadinya resistensi. WHO mencatat angka kematian akibat resistensi antibiotik sampai tahun 2014 sekitar 700.000 orang/tahun dan pada 2050 diperkirakan 10 juta jiwa/tahun. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang tepat.  Untuk mengetahui opini masyarakat tentang penggunaan antibiotik dengan cepat dapat dilakukan analisis sentimen dari media sosial. Melalui media sosial salah satunya Twitter, masyarakat memberikan beragam opini, sehingga dapat dibuat analisis sentimen terhadap penggunaan antibiotik di Indonesia yang diklasifikasikan menjadi 2 kelas yaitu positif dan negatif. Tujuan penelitian ini merancang sistem untuk analisis sentimen terhadap penggunaan antibiotik dari Twitter menggunakan metode pengklasifikasian berbasis machine learning, yaitu Naive Bayes Classifier. Dilakukan serangkaian tahapan yaitu pengumpulan data dari Twitter, preprocessing, proses klasifikasi dengan algoritma Naive Bayes Classifier, dan evaluasi performa. Dari hasil uji dengan 10-fold cross validation diperoleh nilai rata-rata akurasi 84% dengan rincian precission 88%, recall 81% dan f-measure 84%  dengan jumlah 200 tweet (100 negatif,100 positif) dibagi ke dalam data latih:data uji = 9:1. Disimpulkan bahwa metode Naive Bayes Classifier dapat diterapkan untuk melakukan analisis sentimen terhadap penggunaan antibiotik di Indonesia. Hasil analisis digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi kampanye penggunaan antibiotik yang tepat.
TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP METODE PEMBELAJARAN DI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Sri Gustini; Yati Budiarti; Etin Rohmatin
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.437 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.30

Abstract

Kualitas pelayanan pendidikan adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan pendidikan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan mahasiswa yang dinyatakan/ tersirat (Park, 2009).Dengan pelayanan pendidikan yang berkualitas diharapkan mahasiswa memperoleh kepuasan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Metode Pembelajaran di Jurusan Kebidanan Tasikmalaya Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap metode pembelajaran. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus frekuensi. Diperoleh jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa, tingkat kepuasan terhadap metode ceramah dengan kategori puas sebesar 71,1 persen, tingkat kepuasan terhadap metode tanya jawab dengan kategori puas sebesar 67,8 persen, tingkat kepuasan terhadap metode diskusi dengan kategori puas sebesar 71,2 persen, tingkat kepuasan terhadap metode demonstrasi dengan kategori puas sebesar 72,2 persen, tingkat kepuasan terhadap metode role play dengan kategori puas sebesar 72,2 persen, tingkat kepuasan terhadap metode praktik dengan kategori puas sebesar 76,7 persen, tingkat kepuasan terhadap metode tutorial dengan kategori puas sebesar 66,7 persen.
Arus Puncak Ekspirasi Pada pasien PPOK Endrian Mulyady; Justitia Waluyo; Revin Mardianti
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.158 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.106

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan hambatan aliran udara khususnya udara ekspirasi dan bersifat progresif lambat. Arus Puncak Ekspirasi (APE) adalah metode sederhana, noninvasif, dan ekonomis untuk mengetahui kecepatan dan kekuatan dari ekspirasi, dengan satuan liter permenit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kelamin, usia dan tinggi badan pada penderita PPOK di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ciamis. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, populasi adalah penderita PPOK di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ciamis. Teknik sampling yaitu accidental sampling diperoleh 30 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa arus puncak ekspirasi pada penderita PPOK semuanya pada kategori zona merah sebanyak 30 orang (100%) dengan rincian jenis kelamin sebagian besar penderita PPOK adalah laki-laki yaitu sebanyak 17 orang (56,7%), Usia sebagian besar penderita PPOK adalah usia 53-65 tahun sebanyak 12 orang (40%), tinggi badan penderita PPOK berkategori 151-160 cm sebanyak 18 orang (60%). Pasien yang terkena PPOK adalah penyakit progresif. Apakah jenis kelamin, usia dan tinggi badan tidak mempengaruhi Arus Puncak Ekspirasi (APE).
PENGARUH PIJAT TERHADAP TINGKAT KESULITAN MAKAN BALITA USIA 1 TAHUN Happy Marthalena Simanungkalit
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.674 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.360

Abstract

Nafsu makan yang baik perlu di bentuk sejak dini agar tidak timbul gangguan makan di kemudian hari. Balita yang pola makannya terganggu berdampak terhadap kesehatan balita sehingga mudah terserang penyakit. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan cara melakukan pijat pada balita tersebut. Pijat padabalita merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada balita. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar balita. Jika pijat  dilakukan secara teratur akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi otak.Mengetahui Pengaruh Pijat Terhadap Tingkat kesulitan makan balita umur 1 tahun di Puskesmas Baamang II Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan rancangan metode one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2019. Populasi studi penelitian ini adalah balita di Wilayah Kerja Puskesmas Baamang II. Sampel dengan jumlah 15 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Setelah dilakukan analisa bivariat dengan statistik uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value= 0,000 0,05, dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan pada tingkat kesulitan makan balita sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan, dimana nafsu makan balita sebanyak 15 responden (100%) sebelum dilakukan pemijatan mengalami kesulitan makan. Setelah dilakukan pemijatan, dari 15 responden yang tidak sulit makan sebanyak 13 responden (86,7%) dan yang tetap sulit makan sebanyak 2 responden (13,3%) dengan rata-rata (mean rank) adalah 7.  Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pijat terhadap peningkatan nafsu makan balita usia 1 tahun. Ada pengaruh pijat terhadap peningkatan nafsu makan balita usia 1 tahun   Kata Kunci : Pijat, Tingkat Kesulitan Makan, balita  
PENGARUH PENDEKATAN PERSONAL BERBASIS KARAKTER TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN Siti Patimah; Yati Budiarti
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.364 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.51

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendekatan personal berbasis karakter terhadap kepuasan kerja di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji beda. Diperoleh jumlah responden penelitian sebanyak 28 orang. Rata-rata nilai awal kepuasan kerja karyawan adalah 184 dengan standar deviasi 41,664. Dan pada nilai akhir, rata-rata kepuasan kerja karyawan adalah 241 dengan standar deviasi 13,700. Terlihat perbedaan mean antara nilai awal dan nilai akhir sebesar 57, hasil uji statistik t-test didapatkan nilai p 0,000, maka dapat disimpulkan ada pengaruh pendekatan personal berbasis karakter terhadap kepuasan kerja karyawan di jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
PARTISIPASI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE Taamu Taamu; Sitti Rachmi M; Dali Dali
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.653 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh perilaku keluarga terhadap partisipasi keluarga dalam melakukan pencegahan penyakit diare pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian adalah Kota Kendari. Populasi adalah keluarga yang memiliki anak balita. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden memiliki partisipasi yang baik terhadap pencegahan penyakit Diare, dimana dari 71 responden terdapat 43 responden (60,56%) memiliki partisipasi pada ketegori baik, 23 responden (32,39%) memiliki partisipasi pada kategori cukup, dan hanya 5 responden (7,05%) yang berada pada kategori kurang. Perilaku keluarga berpengaruh terhadap partisipasi keluarga dengan signifikan sebesar 0.036  (5%). nilai R sebesar 0,249 dan Nilai R square sebesar 0,062. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku keluarga terhadap partisipasi keluarga dalam melakukan pencegahan penyakit diare pada balita di wilayah kerja puskesmas mokoau kota Kendari tahun 2017