cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DAN KAITANNYA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Irma Nuraeni; Helmi Diana
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.968 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.233

Abstract

Stunting pada balita merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada balita di Indonesia diantara masalah lainnya. Prevalensi stunting menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013 termasuk kategori tinggi yaitu sebesar 37.2%.Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dan kaitannya dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian observasional dengan desain case-control pada 105 pasangan ibu-balita stunting dan 105 non-stunting. Variabel karakteristik Ibu hamil diantaranya adalah: usia ibu pada saat hamil, umur kehamilan, jarak kelahiran, dan tinggi badan ibu. Data dianalisis secara statistik menggunakan chi square dan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan variabel usia ibu pada saat hamil, umur kehamilan, dan jarak kelahiran antara balita stunting dan non-stunting, sedangkan tinggi badan ibu secara signifikan merupakan faktor risiko stunting pada balita usia 0-59 bulan (p value = 0,000; α 0,05). Simpulan diketahui tinggi badan ibu 145 cm berisiko terjadinya stunting pada balita sebesar 5,712 kali dibandingkan dengan ibu dengan tinggi badan ≥ 145 cm. Perlu adanya upaya pencegahan peningkatan faktor risiko lainnya terhadap stunting disamping maternal faktor.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Keluarga terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien HDR di Kota Tasikmalaya Ridwan Kustiawan
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.897 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.31

Abstract

Videbeck (2008) mengatakan bahwa tanda negatif pada skizofrenia akan menetap lebih lama pada klien. Gejala negatif seringkali tidak disadari oleh pihak keluarga, karena dianggap tidak mengganggu. Salah satu tanda gejala negatif yang sering ditemukan adalah HDR. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan keluarga terhadap kemampuan keluarga merawat klien HDR di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dengan desain quasi eksperimen pendekatan pre post tes dengan  grup kontrol. Responden penelitian adalah keluarga dengan koping keluaga tidak efektif dalam merawat klien HDR, 50 keluarga dibagi 2 kelompok yaitu 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Kemampuan keluarga merawat klien HDR yang mendapatkan pendidikan kesehatan keluarga lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan keluarga. Disarankan pendidikan kesehatan keluarga digunakan sebagai terapi keluarga dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat klien dengan HDR.  
PENGARUH RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL HIPERTENSI Rika Rahim; Siti Saadah Mardiah; Sariestya Rismawati
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.479 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.107

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 24 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yaitu sebanyak 17 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi rendam kaki air hangat yaitu sistolik 144,7 mmHg, dan diastolik 92,9 mmHg. Rata-rata tekanan darah setelah diberikan terapi yaitu sistolik 129,4 mmHg, dan diastolik 87,6 mmHg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi tekanan darah sistolik sebesar 0,000 dan tekanan darah diastolik 0,003, (a 0,05), maka H0 ditolak berarti ada pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil trimester III. 
ANALISIS FAKTOR TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE Kiki Ambar Kurniasih; Supriani Supriani; Definingsih Yuliastuti
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.098 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.321

Abstract

Masyarakat melakukan swamedikasi untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan seperti diare. Data kasus diare di fasilitas kesehatan Provinsi Jawa Tengah sejumlah 924.926 dan jumlah yang baru tertangani 45,1%. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Jangrana Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap terhadap tindakan swamedikasi diare. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan survei yang bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan angket (kuesioner). Analisis data menggunakan metode analisis variansi tunggal dan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Jangrana memiliki tingkat pengetahuan terhadap tindakan swamedikasi diare dengan kategori baik yang ditunjukkan 221 responden (69,9%), cukup 69 responden (21,8%), dan kurang 26 (8,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa umur, pendidikan,  dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan terhadap tindakan swamedikasi diare, sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan terhadap tindakan swamedikasi diare.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DISMENORE DENGAN PERILAKU PERIKSA KE PELAYANAN KESEHATAN PADA SISWI SMA Fifi Fildzah Ghaisani; Pepi Hapitria
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.897 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.53

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan perilaku periksa ke pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan ialah analitik dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel secara total sampling. Sampel yang digunakan adalah remaja putri/siswi SMA Negeri 1 Indramayu yang sudah menstruasi dan bersedia menjadi responden penelitian, sebanyak 44 siswi. Data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square, tingkat kesalahan 5%. Didapatkan hasil tingkat pengetahuan remaja putri dengan kategori baik sebanyak 14 siswi (31,8%), cukup 22 siswi (50%) dan kurang sebanyak 8 siswi (18,2%). Sedangkan untuk hasil perilaku dengan kategori baik sebanyak 25 siswi (56,8%) dan tidak baik sebanyak 19 siswi (43,2%). Hasil uji statistik chi square dengan p-value 0,049 (≤ α), maka terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan perilaku periksa ke pelayanan kesehatan pada siswi di SMA Negeri 1 Indramayu Kabupaten Indramayu. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan agar terbentuknya perilaku periksa ke pelayanan kesehatan dengan selain mengadakan penelitian dapat pula mengadakan penyuluhan
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN KEHILANGAN GIGI TETAP DENGAN MINAT PEMAKAIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN Anie Kristiani
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.04 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.79

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien kehilangan gigi tetap dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan di Poliklinik Gigi RSUD Kota Tasikmalaya tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang melakukan pencabutan gigi di RSUD Kota Tasikmalaya periode Pebruari 2013 sebanyak 112 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental dengan jumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan umur pasien kehilangan gigi tetap di Poliklinik Gigi RSUD Kota Tasikmalaya sebagian besar pada kategori umur 36-45 sebanyak 22 orang (55,9%), jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebanyak 21 orang (61,8%), pendidikan tinggi sebanyak 17 orang (50%), jenis pekerjaan terbanyak pada kategori pekerjaan memerlukan penampilan sebanyak 26 orang (76,5%), sosial ekonomi pasien terbanyak pada kategori pendapatan tinggi sebanyak 20 orang (58,8%), ada hubungan umur dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan nilai signifikan p value sebesar 0,007 0,05, ada hubungan jenis kelamin minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan nilai signifikan p value sebesar 0,012 0,05, ada hubungan pendidikan dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan di dengan nilai  signifikan p value sebesar 0,0001 0,05 dan ada hubungan jenis pekerjaan dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan nilai  signifikan p value sebesar 0,0001 0,05 dan ada hubungan sosial ekonomi dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan nilai signifikan p value sebesar 0,004 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan karakeristik pasien (umur, jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, sosial ekonomi) yang kehilangan gigi tetap dengan minat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan di Poliklinik Gigi RSUD Kota Tasikmalaya tahun 2013.
PENGARUH POSISI MERANGKAK TERHADAP LAMANYA PROSES PERSALINAN KALA II DI BPM BIDAN N KECAMATAN SAMBONGPARI KOTA TASIKMALAYA Wulan Puspita Sari; Atit Tadjmiati; Etin Rohmatin
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.773 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i2.215

Abstract

Angka Kematian Ibu di Indonesia mulai menjadi sorotan terkait sulitnya mencapai target Millennium Development Goals menurunkan Angka Kematian Ibu tahun 2015 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan tahun 2016 berdegenerasi menjadi Sustainable Development Goals Upaya terobosan saat ini sedang dilaksanakan yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi. Salah satunya posisi persalinan untuk mengurangi rasa sakit pada saat bersalin dan dapat mempercepat proses persalinan. Hasil studi pendahuluan terdapat 18 ibu bersalin pada bulan Juli - Agustus tahun 2016, masalah yang timbul pada kala II terbanyak kelelahan dan kelainan his. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh posisi persalinan merangkak terhadap lamanya proses persalinan pada kala II. Pre-eksperimen dengan Static Group Comparison. Populasi semua ibu bersalin primipara 30 orang, teknik sampel Purposive Sampling, Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p value sebesar 0,016, jika dibandingkan dengan nilai a (0,05), maka H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh posisi persalinan merangkak terhadap lama persalinan kala II pada ibu bersalin di BPM Bidan N Kecamatan Sambongpari Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa posisi merangkak memberikan pengaruh terhadap lama persalinan kala II.
HUBUNGAN PERAN BIMBINGAN AKADEMIK, KECERDASAN INTELEKTUAL, DAN MINAT DENGAN PRESTASI BELAJAR Siti Patimah
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.518 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.26

Abstract

Mahasiswa dalam perkuliahan selalu menemukan masalah baik akademik ataupun non akademik, sehingga diperlukan bimbingan dosen agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik. Kesuksesan akademik dapat dilihat dari indek prestasi, tapi pencapaiannya dipengaruhi faktor internal (minat, intelegensi) dan ekternal (faktor lingkungan). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran dosen pembimbing akademik, tingkat kecerdasan intelektual dan minat mahasiswa dengan prestasi belajar. Metoda penelitian analitik korelasi dengan pendekatan potong lintang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling, dengan subjek penelitian adalah 100 orang mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di Program Studi D III dan D IV Kebidanan Tasikmalaya pada bulan Desember 2014 – Februari 2015. Uji statistik menggunakan Rank Spearman untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil penelitian ditemukan peran pembimbing akademik kurang (44%), tingkat kecerdasan intelektual (47%)  dan minat tinggi (82%). Hasil analisis bivariabel ditemukan terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan dengan prestasi (p 0,005) dengan keeratan korelasi rendah (rs 0,278), terdapat hubungan antara minat dengan prestasi mahasiswa (p 0,018) dengan keeratan korelasi rendah (rs -.237), dan tidak terdapat hubungan antara peran pembimbing akademik dengan prestasi mahasiswa  (p 0,142) dengan keeratan korelasi sangat rendah (rs 0,148). Kesimpulan penelitian bahwa tingkat kecerdasan intelektual dan minat berhubungan dengan prestasi belajar mahasiswa, sedangkan peran pembimbing akademik tidak berhubungan dengan prestasi belajar mahasiswa.   
PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN BPJS DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN Widya Cahya Permata; Ida Sugiarti
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.71 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.101

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meninjau prosedur pelaksanaan penerimaan pasien baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di pendaftaran rawat jalan. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kwalitatif phenomology dan data yang dikumpulkan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 pasien baru dari prosedur pendaftaran BPJS ada 3 prosedur tidak konsisten dengan standar prosedur operasional, yaitu prosedur nomor 6, 93% konsisten, nomor 7, konsisten 10% dan nomor 8 konsisten hanya 14%. Pendidikan perekam medis terdiri dari SMA 9, SMP 3, D3 Rekam medis 7, D1 Manajemen Rumah Sakit 1, dan S1 teknik elektro 1. Pasien tidak membawa persyaratan lengkap, dalam satu hari komputer dan aplikasi SIMRS terganggu dengan periode yang tidak pasti waktu. SOP pendaftaran rawat jalan baru telah tersedia untuk BPJS, tetapi belum dilaksanakan sepenuhnya. Sumber daya manusia yang cukup dalam kuantitas tapi tidak tepat jika dilihat dari pendidikan terakhir. Fasilitas infrastruktur di pendaftaran rawat jalan perlu ditingkatkan pada antrian mesin dan komputer pendaftaran, dan penambahan mesin antrian. SIMRS aplikasi terhubung ke setiap unit pelayanan tapi kadang-kadang jaringan error.
PERTUMBUHAN ANAK SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI STUNTING UMUR 0-23 BULAN Samuel Samuel; Asep Riyana
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.923 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.374

Abstract

ABSTRAKNegara berkembang seperti Indonesia menghadapi permasalahan gizi ganda berupa masalah kekurangan dan kelebihan gizi. Hal  ini tidak hanya terjadi di daerah perkotaan tetapi juga di pedesaan. Dari  permasalahan kekurangan gizi, terdapat masalah yang sangat penting  yaitu stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, stunting di Indonesia prevalensi pada umur 0-23 bulan sebesar 29,9%. Penelitian ini bertujuan menganalisis riwayat kejadian stunting, yang terjadi di umur 0-23 bulan sebagai faktor risiko gangguan pertumbuhan pada anak sekolah dasar. Desain penelitian cohort retrospective, dimana anak yang memiliki riwayat stunting sebagai faktor risiko dan gangguan pertumbuhan pada anak sekolah dasar sebagai faktor efek. Hasil penelitian  menunjukkan  ada perbedaan proporsi gangguan pertumbuhan antara anak sekolah dasar yang memiliki  riwayat  stunting dengan yang tidak memiliki  riwayat  stunting (p0,05). Risiko Relatif (RR) 2,3 (95% CI= 1,0-5,2), yang berarti stunting yang terjadi pada usia di bawah dua tahun merupakan faktor risiko gangguan pertumbuhan anak sekolah dasar. Kata kunci :  Pertumbuhan, Anak, Sekolah Dasar, Stunting