MEDIA INFORMASI
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Articles
285 Documents
GAMBARAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE DI RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA
Yanti Cahyati
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.639 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i2.216
Pengkajian status kemampuan fungsional pasien stroke sangat penting dilakukan untuk memberikan intervensi sedini mungkin sehingga resiko kecacatan paska stroke dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kemampuan fungsional pasien stroke. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana pengukuran variabelnya dilakukan satu kali. Variabelnya yaitu umur, jenis kelamin, jenis stroke, admission time, penyakit penyerta, frekuensi serangan, sisi hemiparese dan kemampuan fungsional. Peneliti melakukan penilaian status fungsional pasien stroke menggunakan Bartel Index pada saat hari ke-2 pasien di rawat di rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan pasien stroke rata-rata berusia 54,5 tahun, jenis kelamin sebagian besar laki-laki 65.3%. Responden sebagian besar didiagnosis stroke iskemik sebanyak 69,2%, datang ke rumah sakit lebih dari 6 jam setelah serangan sebanyak 76,9%. Sebagian besar responden 82.7% memiliki penyakit penyerta dan sebagian besar datang ke rumah sakit dengan serangan stroke pertama kali yaitu sebanyak 78.8%. Sebagian besar responden mengalami hemiparese sisi sebelah kiri sebanyak 59.6%. Sebagian besar responden terkategori dalam ketergantungan sebagian yaitu sebanyak 71.15%. Saran penelitian ini adalah perlunya pengkajian mendalam tentang status fungsional pasien stroke sebagai upaya untuk mencegah ketergantungan total pasien paska stroke dan perlu penerapan intervensi yang tepat untuk mencegah terjadinya ketergatungan total.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG BEDAH RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Elgiana Ayu Noviari;
Dwi Dahlia Susanti
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.029 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v11i1.27
Berdasarkan penelitian Nuryani (2014) pada triwulan I tahun 2013 diketahui bahwa ketidaklengkapan dokumentasi asuhan keperawatan mencapai 70,5%. Hal ini akan berdampak pada keakuratan isi rekam medis serta aspek legal rekam medis. Penelitian kualitatif fenomenologi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang bedah RSUD dr.Soekardjo Tasikmalaya. Informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan metode purposif. Enam informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah perawat ruang rawat inap bedah RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Data diperoleh melalui wawancara yang mendalam. Wawancara direkam dengan menggunakan handphone dan selanjutnya dibuat transkrip wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik Miels and Huberman sehingga diperoleh tiga tema. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dokumentasi asuhan keperawatan dilakukan dari mulai pasien itu datang lalu dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya dilakukan dokumentasi asuhan keperawatan. Kendala yang dihadapi dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan diantaranya adalah kurangnya SDM, tingginya beban kerja, pengetahuan perawat tentang dokumentasi yang dikatakan lengkap serta motivasi dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan. Adanya audit, peninjauan kembali terhadap dokumen rekam medis dan pemberian motivasi kerja pada perawat menjadi sebuah solusi untuk meminimalisir ketidaklengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi terhadap rekam medis untuk meminimalisir ketidaklengkapan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan agar mutu pelayanan kesehatan dapat meningkat.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SORGUM DAN PENAMBAHAN TEPUNG WORTEL TERHADAP DAYA TERIMA MI BASAH
Tri Kusuma Agung;
Ima Karimah;
Yona Yunita Alviona
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.217 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v13i2.102
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh variasi substitusi tepung terigu dengan tepung sorgum, dan pengaruh variasi penambahan tepung wortel pada pembuatan mi basah terhadap daya terima konsumen. Jenis penelitian adalah eksperimen murni. Tahapan pertama memberikan variasi perlakuan substitusi tepung sorgum A (20%), B (30%), C (40%), dan D(50%). Tahapan kedua memberikan variasi perlakuan penambahan tepung wortel A atau kontrol (0%), B (10%), C (20%), D (30%), dan E (40%). Sifat fisik dinilai dengan membandingkan mi hasil subtitusi tepung sorgum dengan mi yang ada di pasaran. Sifat organoleptik dinilai dengan menggunakan uji hedonik melibatkan 46 panelis konsumen. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal Walllis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Formula substitusi tepung sorgum yang terbaik adalah sebesar 40% menghasilkan sifat fisik yang hampir sama dengan mi di pasaran. Penambahan tepung wortel 10% merupakan perlakuan yang paling disukai oleh konsumen. Penambahan tepung sorghum yang semakin tinggi menyebabkan warna mi menjadi putih agak gelap dan muncul bintik hitam, aroma khas mi, rasa sedikit sepat, dan tekstur kurang kenyal dan mudah putus. Penambahan tepung wortel yang semakin tinggi menyebabkan warna mi menjadi kemerahan, aroma mi menjadi khas wortel, rasa menjadi agak sepat, tekstur menjadi kurang kenyal.
DIARE DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN
Yanita Listianasari
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.608 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i1.159
Diare adalah suatu keadaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari tiga kali sehari yang disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dengan/tanpa darah dan /tanpa lendir. Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0–6 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 0-6 bulan yang terdaftar dan hadir pada saat posyandu di poskesdes wilayah kerja Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 70 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah dengan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden adalah ibu dengan kelompok umur 19-30 tahun, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga dan pengetahuan tentang diare baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6. Penyuluhan tentang ASI sebaiknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif kepada bayinya.
PENGARUH PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG TERHADAP KEPUASAN PASIEN
Aminuddin Aminuddin
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.149 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i2.48
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan perencanaan pulang terhadap kepuasan pasien di ruang Flamboyan dan Seroja RSUD Undata Palu. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan pra eksperimental. Jumlah sampel 10 orang masing-masing 5 pasien di ruang Falmboyan sebagai kelompok intervensi dan 5 pasien di ruang Seroja sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien pada kelompok intervensi mengatakan puas sebanyak 5 orang responden (100%), sedangkan pada kelompok kontrol responden mengatakan cukup puas 4 orang (80%) dan yang mengatakan puas 1 orang (20%). Pada uji t tes untuk dua sampel kecil tidak saling berhubungan diperoleh nilai to=7,264 dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikans 5%, nilai ttabel= 2,11. Nilai tolebih besar dari pada nilai ttabel , maka terdapat perbedaan kepuasan pasien yang dilakukan perencanaan pulang antara kelompok intervensi dengan kontrol. Disarankan bagi pihak RSUD Undata Palu agar pelaksanaan perencanaan pulang dapat diterapkan pada setiap ruang perawatan untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan yang diberikan.
FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI DALAM PEMANFAATAN POSBINDU
Nina Sumarni;
Witdiawati Witdiawati
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.492 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i1.169
Meningkatnya umur harapan hidup penduduk berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut. Pemeliharaan kesehatan bagi lansia dilakukan dengan berbagai upaya, diantaranya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan keluarga dan masyarakat setempat. Posbindu Cendrawasih merupakan satu-satunya posbindu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cipanas Garut, dengan jumlah lansia 126 orang. Cakupan pelayanan posbindu di Puskesmas Cipanas Garut masih rendah (30,2%) dari target 70%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang berkontribusi dalam pemanfaatan posbindu di Posbindu Cendrawasih Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Ukuran sampel yang digunakan adalah sampel populasi yaitu 126 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabititasnya. Analisa penelitian dilakukan sampai analisa univariat. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar pengetahuan lansia dalam kategori kurang (50,78%), lansia bersikap negatif (62,78%), dukungan keluarga yang rendah (66,67%). Tindakan atau perilaku manusia dibentuk oleh keturunan, lingkungan dan pengetahuan. Sikap yang terbentuk tidak dapat diubah begitu saja karena sangat erat kaitanya dengan faktor dalam dan luar individu. Dukungan keluarga merupakan faktor penguat untuk terjadinya perilaku kesehatan. Puskesmas perlu melakukan pendidikan kesehatan yang berkesinambungan mengenai pentingnya posbindu sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lansia
HUBUNGAN PENDAMPINGAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA PRASEKOLAH SELAMAPEMBERIAN TINDAKAN INVASIF INJEKSIINTRAVENA DI RUANG IGD RSUD ARJAWINANGUN
Ayu Yuliani Sekriptini
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (572.728 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i1.8
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan orang tua dengan tingkat kooperatif anak usia prasekolah (3-6) tahun selama pemberian tindakan invasif injeksi intravena di ruang IGD RSUD Arjawinangun. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 anak dengan teknik pengambilan sampling menggunakan consecutive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih banyak didampingi oleh orang tuanya 20 (66,3%) responden dari 30 responden yang diteliti. Ditemukan hubungan antara pendampingan orang tua dengan tingkat kooperatif anak (p value 0,050). Usia anak berhubungan dengan tingkat kooperatif anak (r hitung 0,569, ρ-value 0,001), dan ditemukan hubungan antara pengalaman hospitalisasi sebelumnya dengan tingkat kooperatif anak (p value 0,023). Tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kooperatif anak (p value 0,705).Pendampingan orang tua, usia, dan pengalaman hospitalisasi merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kooperatif anak Faktor dominan yang mempengaruhi tingkat kooperatif anak ialah usia (p value 0,001). Rekomendasi dari penelitian ini ialah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel dan variabel yang lebih besar terhadap tingkat kooperatif anak yang dirawat di ruang anak dengan menggunakan metode eksperimen.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS MELALUI TEHNIK KONSERVASI ENERGI
Nieniek Ratianingsih;
Farial Nurhayati
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.405 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v13i1.74
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tehnik konservasi energi terhadap kualitas hidup pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Teknik konservasi energi dapat diberikan pada pasien PPOK dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas pernafasan, mengurangi kecemasan dan stress dan kualitas hidup dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metoda kuasi eksperimental dengan pendekatan pre test – post test control group design. Responden penelitian ini berjumlah 60 orang, untuk kelompok intervensi 30 orang untuk kelompok kontrol 30 orang responden. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,014 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup kelompok intervensi dengan kualitas hidup kelompok kontrol setelah dilakukan penerapan teknik konservasi energy. Dengan melaksanakan 6 prinsip dalam tehnik konservasi energi maka pasien dapat melaksanakan aktifitas dengan lebih terencana dan usaha minimal sehingga energi yang digunakan lebih efisien. Perawat agar menerapkan tehnik konservasi energi sebagai suatu program terstruktur dari intervensi keperawatan bagi pasien PPOK.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASUPAN NUTRISI DI DESA PAWINDAN KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS
Ana SamiatulMilah
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.386 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i2.211
Pengetahuan nutrisi merupakan pengetahuan tentang hubungan konsumsi makanan dengan kesehatan tubuh. Ibu hamil dengan pengetahuan nutrisi baik diharapkan dapat memilih asupan makanan yang nilai gizinya dapat memenuhi tubuhnya yang bernilai nutrisi baik dan seimbang bagi dirinya sendiri beserta janin dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang asupan nutrisi di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif. Pada penelitian ini populasinya adalah ibu hamil di Desa Pawindan sebanyak 40 orang dengan teknik sampling secara sengaja dan disproporsional (purposive and unproportional sampling). Jadi sampel yang akan di teliti sebanyak 40 orang. Nutrisi di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, diketahui bahwa sebagian besar dari responden 47,5% atau sebanyak 19 orang dengan tingkat pengetahuan baik. Pengetahuan tentang asupan nutrisi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi pangan. Diharapkan masyarakat khususnya ibu-ibu agar lebih mengerti dan memperhatikan kecukupan nutrisi agar selalu dalam kondisi status nutrisi baik dan terjaga kualitas kesehatan.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT MANGGIS KELAS SUPER TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KADAR ANTOSIANIN NASTAR MANGGIS
Nisa Khotimatun Najah;
Tri Kusuma Agung Puruhita;
Dina Setiawati
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.106 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i1.20
Manggis adalah buah berkhasiat dan banyak tumbuh di Indonesia. Kulit buah manggis belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai limbah. Manggis memiliki beberapa kelas, diantaranya adalah kelas super dan kelas 1. Pemanfaatan kulit manggis menjadi tepung kulit manggis dapat mengurangi pencemaran terhadap lingkungan, selain itu memiliki kandungan antosianin yang tinggi bermanfaat sebagai antioksidan dan pewarna pada makanan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan tepung kulit manggis terhadap sifat organoleptic dan kadar antosianin pada pembuatan kue nastar manggis. Jenis penelitian adalah eksperimental murni. Sebagai bahan baku digunakan manggis kelas super dengan kadar antosianin pada tepung kulit manggis 0,125 mg/g. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dan 4 variasi perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung kulit manggis yaitu A (100%:0%), B (90%:10%), C (80%:20%) dan D (70%:30%). Nastar dengan perlakuan B, C, dan D merupakan sampel yang paling mendekati control dan masih disukai dari hasil uji organoleptik. Kadar antosianin tertinggi pada perlakuan D yaitu 0,00784 mg/g. Organoleptik diuji dengan metode hedonic, analisis statistik menggunakan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Penambahan persentase tepung kulit manggis menyebabkan warna nastar semakin coklat dan gelap, tekstur semakin keras, rasa nastar semakin sepat, serta kadar antosinin semakin tinggi.