MEDIA INFORMASI
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Articles
285 Documents
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP MUTU SIMPLISIA DAUN PULUTAN (Urena lobata L.)
Nizar Fahmi;
Irvan Herdiana;
Rani Rubiyanti
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.421 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v15i2.433
Pengeringan merupakan salah satu proses pasca panen yang berperan penting terhadap mutu simplisia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap mutu simplisia daun pulutan (Urena lobata L.). Metode penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode pengeringan sinar matahari langsung, metode pengeringan sinar matahari ditutupi kain hitam, metode oven dengan variasi suhu 45℃, 50℃, 60℃. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deksriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel untuk hasil pengamatan organoleptik, makroskopik dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil menunjukan bahwa metode pengeringan berpengaruh terhadap mutu simplisia daun pulutan. Pengeringan menggunakan oven dengan variasi suhu 45℃ dan 50℃ merupakan pengeringan yang baik karena didapat hasil warna daun hijau cerah, tidak berasa, bau khas daun pulutan, daun berbentuk menjari, tepi daun bergerigi, berbulu halus dibagian daun, rapuh saat digenggam, terdapat jaringan khas dan hasil KLT menunjukan adanya kandungan senyawa flavonoid.
FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP KEJADIAN STROKE ULANG
Yanti Cahyati;
Ida Rosdiana
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.411 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v13i1.75
Stroke ulang merupakan bahaya yang mengancam penderita stroke yang dapat berakibat fatal dan mengakibatkan kualitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya stroke ulang adalah karena pasien tidak mengendalikan factor resiko yang ada (Misbach Kalim, 2006).Faktor resiko yang diketahui bisa dijadikan dasar untuk mencegah terjadinya stroke berulang (Nurhadi, 2005). Pasien yang pernah mengalami stroke 30% kemungkinan akan mengalami stroke berulang apabila tidak bisa mengendalikan factor resiko stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang factor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stroke ulang pada pasien stroke di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, kadar kolesterol darah, kadar gula darah dan kebiasaan minum kopi dengan kejadian stroke ulang. Saran diberikan kepada perawat dan responden agar selalu memperhatikan factor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya stroke ulang.
PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANGTUA PENDERITA TUBERKULOSIS DALAM DETEKSI DINI TUBERKULOSIS PADA ANAK DIKECAMATAN RANCAEKEK
Mamay Humaeroh;
Wiwi Mardiah;
Fanny Adistie
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.044 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i2.212
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular. Penderita TB dewasa di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Rancaekek sebagian besar memiliki anak 0-14 tahun dan tinggal bersama. Deteksi dini salah satu upaya yang dapat orangtua lakukan dalam pengendalian TB anak. Faktor yang mendorong terlaksananya deteksi dini diantaranya adalah pengetahuan dan sikap. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap orangtua penderita TB dalam deteksi dini TB anak.Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel direkrut dari populasi seluruh pasien TB dewasa dengan teknik consecutive sampling menggunakan kriteria sampel orangtua penderita TB yang tinggal bersama anak 0-14 tahun dan sedang pengobatan, didapatkan dengan jumlah 78 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibuat dengan panduan dari Early Detection Of Tuberculosis dan Tuberkulosis Klinis.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan kategori pengetahuan baik (57,7%) dan sebagian besar responden dengan sikap mendukung (56,4%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orangtua penderita TB sudah mengetahui tentang deteksi dini dan bersikap mendukung, data dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman orangtua sebagian besar pernah mengikuti penyuluhan TB dan sudah fase pengobatan lanjutan, sehingga informasi yang di dapat lebih banyak. Namun,hasil penelitian ini belum mencakup seluruhnya orang tua penderita TB dengan kategori pengetahuan baik dan sikap mendukung terhadap deteksi dini TB anak. Diharapkan kepada petugas kesehatan dan para kader untuk meningkatkan program pendidikan kesehatan dengan memberikan pendidikan kesehatan lanjutan serta pemberian konseling.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN DENGAN POLA BUANG AIR BESAR PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN
Annisa Rahmah;
Ahmad Yamin;
Wiwi Mardiah
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.459 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v13i1.88
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan konsumsi makanan dengan pola BAB pada anak usia 6-12 tahun di SDN Raya Barat Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Total populasi anak usia 6-12 tahun di SDN Raya Barat sebanyak 1.021 anak, dengan jumlah responden sebanyak 100 anak, didapatkan melalui teknik stratified random sampling. Data diperoleh dengan teknik decomentary-historical menggunakan instrumen dekomentasi Food Record. Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan program nutrisurvey dan uji Chi-Square. Didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi makanan dengan pola BAB pada anak usia 6-12 tahun dengan 0,05. Walaupun demikian, kita dapat mengetahui bahwa hampir seluruh responden mengonsumsi serat kurang dari nilai cukup (20-31 g/hari) sebesar 99% (99 anak) dan frekuensi BAB kurang dari 4 kali dalam seminggu sebanyak 52% (52 anak). Penyuluhan tentang manfaat dan pengaruh konsumsi serat dan asupan cairan pada anak di sekolah oleh pihak sekolah yang bekerja sama dengan pihak puskesmas setempat kepada orang tua murid SDN Raya Barat Kota Bandung dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN DAN KESUKAAN DENGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA
Irma Nuraeni;
Naning Hadiningsih
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.828 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v15i1.236
Berdasarkan laporan riset kesehatan dasar nasional pada tahun 2007 dan 2013 menunjukkan masih tingginya proporsi perilaku konsumsi kurang buah dan atau sayur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketersediaan dan kesukaan dengan konsumsi buah dan sayur pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 108 Mahasiswa, dengan teknik proporsional stratified random sampling. Variabel konsumsi buah sayur diukur menggunakan Semi Kuantitatif Food Frequency Questionnare, sedangkan ketersediaan dan kesukaan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 61,1 % mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya mengonsumsi buah dan sayur sesuai anjuran (≥ 400 gram) dan sebanyak 38,9% belum sesuai anjuran (≥ 400 gram). Tidak adanya hubungan antara kesukaan dengan konsumsi buah dan sayur (p value = 0,05). Adanya hubungan antara ketersediaan dengan konsumsi buah dan sayur pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (p value = 0,00).
Evaluasi Kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Brebes Menuju Badan Layanan Umum Daerah
Sri Nani Purwaningrum
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.37 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v11i1.35
Paradigma rumah sakit mengalami perubahan dan merupakan badan usaha yang mempunyai banyak unit bisnis strategis, sehingga membutuhkan konsep manajemen yang tepat. Rumah sakit pemerintah mulai bertransformasi menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), dimana hal ini menjadi prioritas berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Brebes. Badan Layanan Umum (BLU) alternatif solusi untuk mengadopsi sistem baru pengelolaan keuangan transparan, akuntabel dan mandiri yang muaranya pada kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan RSUD Brebes, dukungan Pemerintah Daerah dan Legislatif, serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi kesiapan RSUD Brebes menuju BLUD. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah pelaksanaan pengelolaan keuangan di RSUD Brebes. Informan penelitian diklasifikasikan menjadi dua yaitu stakeholder internal dan eksternal RSUD Brebes yang berjumlah 12 orang. Setelah dilakukan indepth interview, dilanjutkan membuat transkrip dan mereduksi hasil wawancara. Selanjutnya interpretasi hasil reduksi untuk mengidentifikasi kesiapan RSUD Brebes menuju BLUD. Hasil identifikasi dokumen persyaratan administratif diperoleh sebesar 93,65, masuk kategori status BLUD Penuh dengan kriteria memuaskan dan layak ditetapkan menjadi PPK-BLUD. Persyaratan menuju PPK-BLUD sudah dipersiapkan oleh RSUD Brebes, Pemda dan Legislatif sangat mendukung terhadap kesiapan RSUD Brebes menuju BLUD.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA
Iwan Shalahuddin;
Udin Rosidin
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.603 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i1.160
Hemodialisis digunakan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialisis waktu singkat. Menurut Indonesian Renal Registry 2011, pasien GGK yang menjalani hemodialisa berjumlah 22.304 jiwa. Masalah besar yang berkontribusi pada kegagalan hemodialisis adalah masalah kepatuhan klien. Banyak faktor yang menyebabkan kepatuhan yang berdampak pada kegagalan klien dalam mengikuti program terapi gagal ginjal, meliputi faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, lamanya, pengetahuan, kebiasaan merokok, motivasi, akses pelayanan kesehatan, peran persepsi pasien terhadap pelayanan perawat dan dukungan keluarga. Data tahun 2014 di RSUD dr. Slamet Garut dari 66 orang pasien yang menjalani hemodialisis ada 34 orang yang patuh dan ada 32 orang yang tidak patuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Slamet Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan rumus persentase dan analisa bivariat menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukan Sig. (2-tailed) adalah 0,003 (ρ 0,05) berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penulis menyarankan untuk membuat kelompok atau perkumpulan pasien hemodialisa dan membuat rencana tindak lanjut berupa kartu pengingat yang dilakukan setelah post hemodialisa untuk mengingatkan jadwal selanjutnya dalam memaksimalkan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN POLA MAKAN SEBAGAI FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS
Alfeus Manuntung
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/bmi.v15i2.393
Diabetes Melitus merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat peningkatan kadar gula darah yang disebabkan oleh kekurangan insulin. Pola makan yang kurang baik merupakan salah satu pemicu utama tingginya prevalensi penyakit Diabetes Melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan pola makan terkait faktor risiko Diabetes Melitus pada mahasiswa Jurusan Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, digunakan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara dua variabel. Sampel pada penelitian ini yaitu 62 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square (crosstabs). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pola makan dengan nilai p-Value 0,03 atau 0,05 dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pola makan responden dengan nilai p-Value 0,663 atau p0,05. Dengan demikian pengetahuan yang baik tidak menjamin seseorang tersebut memiliki pola makan yang sesuai. Peneliti lain dapat mengembangkan penelitian ini, yaitu dengan menambahkan variabel lain baik faktor intrinsik maupun ekstrinsik dan memperluas subyek penelitian, serta melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pola makan dengan mengukur food intake atau asupan gizinya perhari.
PARTISIPASI MAHASISWA TERHADAP LINGKUNGAN FISIK KAMPUS
Narwati Narwati;
Rusmiati Rusmiati;
Rachmaniyah Rachmaniyah
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.178 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v12i2.56
Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran partisipasi mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus Politeknik Kesehatan Surabaya. Metode penelitian bersifat deskriptif untuk memperoleh gambaran partisipasi mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh civitas akademik Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya dan Jurusan Gizi yang masih aktif, sejumlah 389 siswa. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling, sehingga jumlah sampel diperoleh sebanyak 98 siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan teknik observasi menggunakamn formulir pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan 59 orang (60,2%) mahasiswa bersikap cukup baik terhadap kebersihan lingkungan. Kebersihan 9 ruang kelas kampus (56,25%) dikategorikan kurang bersih dan kondisi ruang kantor 8 komponen (50%) dikategorikan kurang bersih. Bentuk partisipasi mahasiswa 54 (55,1%) dikategorikan cukup aktif. Hal ini dikarenakan rutinitas pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih setiap 2 minggu sekali. Disimpulkan bahwa partisipasi mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus cukup baik. Namun perlu dilakukan pemahaman, motivasi dan evaluasi program agar dapat ditindaklanjuti di masa yang akan datang
METODE BREAST CARE MENINGKATKAN VOLUME ASI PADA IBU NIFAS
Yuniarti Yuniarti
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.381 KB)
|
DOI: 10.37160/bmi.v14i2.180
The Effectiveness Of Breast Care For The Increased Volume Of Breast Milk on Postpartum Mothers In Independent Practice Midwives Of Palangka Raya City. Background the coverage of exclusive breastfeeding in infants in Central Kalimantan Province by 2015 was 27.58% lower than the national target of breastfeeding at 80%. One of the causes of exclusive breastfeeding is low milk production. There are some things that inhibit the occurrence of breastfeeding volume exposure in non-current mothers, including low knowledge of mothers in breast care, lack of counseling services on how breast care from health workers and lack of mother's desire to do breast care. Research Objectives this study aims to determine the effect of breast care on the expenditure of breast milk volume on postpartum mothers in IPM Palangka Raya. Method using pre experimental with pre-test and post-test one group design total of 31 postpartum mothers the evaluation is done in the day 7 (pre test), the day 14 (post test) by using measure cup to calculated breastmilk production then analysis using paired t-test. Result of research Based on paired t-test there is effectivity of Breast care to the expenditure of breast milk volume with value P = 0.000 (P 0.05). Conclusion There is a significant relationship to the expenditure of breast care volume on postpartum mothers.Keywords: Breast care, breast milk volume, postpartum mother. Abstrak: Pengaruh Breast Care Terhadap Peningkatan Volume ASI Pada Ibu Nifas Di Praktek Mandiri Bidan Kota Palangka Raya. Latar Belakang Cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif pada bayi di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2015 mencapai 27.58%, lebih rendah dibandingkan target nasional pemberian ASI yaitu 80%. Salah satu yang menjadi penyebab ASI eksklusif tidak diberikan adalah rendahnya produksi ASI. Ada beberapa hal yang menghambat terjadinya pengeluaran ASI pada ibu nifas diantaranya rendahnya pengetahuan ibu dalam melakukan breast care, kurangnya pelayanan konseling tentang cara perawatan payudara dari petugas kesehatan, serta kurangnya keinginan ibu untuk melakukan breast care. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh breast care terhadap pengeluaran volume ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan (PMB) di Kota Palangka Raya. Metode Jenis Penelitian ini adalah pre experimental (pra eksperimen) dengan model rancangan one group pre-test post-test, Sebanyak 31 ibu nifas di ukur jumlah produksi ASI pada hari ke 7 pasca persalinan sebelum dilakukan breast care dan pada hari ke 14 setelah dilakukan breast care selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan paired t-test. Hasil penelitian berdasarkan analisis data terdapat efektivitas Breast care terhadap pengeluaran volume ASI dengan nilai P=0.000 (P0.05). Kesimpulan Ada pengaruh yang signifikan terhadap pegeluaran volume ASI pada ibu nifas yang diberikan breast care. Kata kunci: Breast care, volume ASI, ibu nifas.