cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
TUMBUH KEMBANG ANAK USIA BALITA DI PUSAT PERAWATAN ANAK PUSPA SEHAT UNPAD Dinny Aprilia; Wiwi Mardiah; Afif Amir Amrullah
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.882 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.97

Abstract

Puspa Sehat UNPAD adalah tempat penitipan anak yang memberikan stimulasi sekaligus deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Namun deteksi dini belum dilakukan secara optimal, masih ada anak yang mengalami perkembangan meragukan, kemungkinan ada penyimpangan dan kurang gizi serta pemeriksaan perkembangan yang belum terjadwal. Oleh karena itu perlu diteliti tentang tumbuh kembang balita di Puspa Sehat UNPAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif, menggunakan metode teknik total sampling (n=50). Data dikumpulkan meliputi pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar kepala serta instrumen kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP) yang dikembangkan oleh Depkes RI. Data dianalisis menggunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan, hampir seluruh responden termasuk dalam kategori BB/U gizi baik, TB/U normal, lingkar kepala normal dan perkembangan yang sesuai 76,0%. meragukan 12,0% kemungkinan ada penyimpangan 12,0%. Pemeriksaan tumbuh kembang harus terus dipertahankan dan dilakukan dalam frekuensi yang lebih sering. Saran yang harus dilakukan untuk orangtua harus lebih ditingkatkan stimulasi yang sesuai usia anak, agar anak tumbuh dan berkembang se-optimal mungkin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERTOLONGAN PERSALINAN DENGAN SIKAP IBU DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN Nova Winda Setiati; Geovani Wati Darwati
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.365 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.242

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa penting yang senantiasa diingat dalam kehidupan wanita. Pemilihan tempat persalinan akan berdampak terhadap kesehatan ibu bersalin. Meskipun didukung oleh fasilitas dan tenaga kesehatan yang baik masih ditemukan persalinan oleh tenaga kesehatan di rumah, hal ini terjadi di Desa Sukaharja Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil dengan sikap yang di ambil dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Sukaharja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil pada bulan Maret-April 2018. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Penentuan besar sampel pada penelitian ini melalui perhitungan menggunakan rumus sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat dan pertolongan persalinan antara lain tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, sikap, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, jarak ke fasilitas kesehatan dan faktor usia. Saran yang dapat peneliti berikan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan ibu hamil dan ibu bersalin terutama dalam hal pemilihan tempat persalinan dan pertolongan persalinan yaitu   perlunya meningkatkan perhatian program-program pelayanan kesehatan melalui sosialisasi persalinan di fasilitas kesehatan.
KELUARGA DAPAT MEMOTIVASI MAHASISWA KEPERAWATAN BERHENTI MEROKOK Yanyan Bahtiar
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.163 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik; usia, pendidikan, riwayat merokok dengan tingkat motivasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah sampel populasi, berjumlah 50 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang sebelumnya dilakukan uji instrument. Hasil analisa menggambarkan bahwa sebagian besar responden berada pada tingkat III Prodi D3 Keperawatan sebanyak 33 orang (66%), lebih dari setengah responden berada pada kelompok usia ≥21 tahun, sebagian besar responden memiliki riwayat keluarga merokok sebanyak 30 orang (60%) dan motivasi responden paling banyak berada pada tingkat sedang yaitu 25 orang (50%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa berdasarkan uji statistik fisher’s exact antara tingkat pendidikan dengan motivasi tidak ada hubungan yang signifikan (r-value=0,077). Hasil uji chi-square antara kelompok usia dengan motivasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan (r-value= 0,090). Sedangkan hasil uji statistik fisher’s exact antara riwayat merokok dengan motivasi berhenti merokok menunjukkan ada hubungan yang signifikan (r-value= 0,001). Keinginan atau motivasi seseorang dalam merubah perilaku merokok dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya; faktor internal yang melekat dalam dirinya sendiri, dan faktor eksternal terutama lingkungan keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar penelitian selanjutnya yang melahirkan intervensi keperawatan untuk berhenti merokok.
AKURASI TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN DAN BAYI BARU LAHIR MENURUT JOHNSON THAUSACK DAN POSISI SEMI FOWLER Epa Hermawati; Atit Tajmiati; Etin Rohmatin
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.726 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.164

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui akurasi hasil taksiran berat badan janin menurut Johnson Thausack dengan berat badan bayi baru lahir menggunakan posisi semi fowler. Rancangan penelitian menggunakan rancangan eksperimen dengan pre-eksperimen design, dengan pendekatan one-shot case study. Populasinya adalah semua ibu inpartu kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Tasikmalaya pada bulan Januari – Maret 2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purpossive sampling yang berjumlah 36 orang. Sebelumnya dilakukan uji normalitas data dan hasilnya data berdistribusi normal dengan p value 0,288 (p0,05). Analisa data yang digunakan adalah uji pearson. Hasil penelitian diperoleh nilai r=0,074 (p0,05), hal ini menyatakan tidak terdapat perbedaan antara taksiran berat badan janin rumus johnson thausack dengan berat badan bayi lahir menggunakan posisi semi fowler. Taksiran berat badan janin merupakan salah satu tugas yang penting bagi bidan maupun praktisi lainnya untuk dapat memprediksi salah satu kesulitan persalinan yang akan dialami oleh ibu hamil.
AKTIVITAS JALAN KAKI SETIAP HARI & 3 KALI PERMINGGU PADA PENDERITA DM DI CIREBON Omay Rohmana; Ati Siti Rochayati; Eyet Hidayat
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.422

Abstract

ABSTRAKSFaktor risiko penyakit tidak menular termasuk diabetes, 26.1% akibat kurang aktifitas fisik. American College of Sports Medicine (ACSM), aktivitas berjalan kaki direkomendasikan  dilakukan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan, mengetahui  pengaruh aktifitas fisik jalan kaki 30 menit setiap hari dibanding 60 menit 3 kali per minggu  terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe 2. Desain penelitian adalah eksperimen, pretest-postest intervention,  responden penderita DM tipe 2 sebanyak 32 orang (16 orang/kelompok perlakuan), dan analisis data  Independent Sample T Test Paired T Test. Hasil penelitian, terjadi penurunan kadar gula kadar  rata-rata 9 mg/dl pada latihan  jalan kaki 30 menit setiap hari (5 kali) perminggu dan rata-rata 48 mg/dl pada latihan  jalan kaki 60 menit 3 kali perminggu. Latihan jalan kaki 60 menit 3 kali perminggu, berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah (α = 0,024 0,05),  terdapat perbedaan bermakna antara perlakuan aktifitas fisik  jalan kaki 30 menit setiap hari dibanding perlakuan aktifitas jalan kaki 60 menit 3 kali perminggu (α = 0,033 0,05). Disarankan pemberdayaan masyarakat dalam melaksanakan jalan kaki secara rutin dan teratur  selama 60 menit 3 kali perminggu karena  baik sebagai upaya menangani penderita DM tipe 2 secara non-farmakologis. Kata Kunci : jalan kaki, kadar gula darah 
ANALISIS KETERSEDIAAN TENAGA KESEHATAN DALAM CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PUSKESMAS Mustara Mustara; Sri Nani Purwaningrum
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.881 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i2.179

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pemerintah daerah. Indikasinyadapat dilihat dari capaian indikator standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Pada penelitian akan diteliti hubungan jenisdan jumlah tenaga kesehatan dengan capaian indikator standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan data sekunderserta dianalisis menggunakan uji fisher. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara jenis dan jumlah tenaga kesehatan dengan capaian indikator standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Kata Kunci: Indikator, Standar Pelayanan Minimal, Ketenagaan ABSTRACTHealth services is an obligation that must be carried out by the local government. The indication can be seen from the achievement of indicators of the minimum standard of health services. The research will examine the relationship of types and number of health workers with the achievement of indicators of the minimum standard of health services. This study used a cross sectional design with secondary data and analyzed using Fisher test. The results of the study show that there is a relationship between the type and number of health workers with the achievement of a minimum indicator of health service standards. Keyword: Indicator, Minimum Service Standards, Workforce
TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PENDIDIKAN DI JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN CIREBON POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TASIKMALAYA Pepi Hapitria; Elit Pebryatie; Yevi Dwi Ariyanti
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.234 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.23

Abstract

Tujuannya penelitian ini mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan di Program Studi Kebidanan Cirebon Tahun 2014.Jenis penelitian ini deskriptif  dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan metodologinya adalah crossectional. Sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling dan subjek penelitian adalah mahasiswa yang aktif di semester ganjil dan telah melewati satu semester penuh saat pengambilan data, dengan jumlah 149 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan model SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar persepsi mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan adalah cukup yaitu 53.4 %, sebagian besar  harapan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan adalah sangat tinggi yaitu 98.7 % dan kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan sebagian besar ada pada kategori tidak puas sebanyak 99.2 %. Persepsi mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan sebagian besar cukup. Harapan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan sebagian besar  adalah sangat tinggi. Kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan di Prodi Kebidanan Cirebon sebagian besar ada pada kategori tidak puas. Saran Meningkatkan pelayanan pendidikian dari semua dimensi.
KEPATUHAN MINUM OBAT DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA Dian Yuniar; Sumirah Budi Pertami
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.552 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga terhadap kambuh dan tidak kambuh pada pasien rawat jalan skizofrenia . Penelitian ini adalah penelitian analitik pendekatan cross sectional dilaksanakan di Ruang Rawat Jalan dan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara Kota Kendari. Jumlah responden 73 dari 311 penderita skizofrenia, diambil dengan metode aksidental sampling data diolah secara univariat dan bivariat  berdasarkan hasil Uji chi Square variabel kepatuhan minum obat diperoleh nilai p = 0,001 dan dukungan keluarga p = 0,003 artinya Kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, berhubungan terhadap kambuh dan tidak kambuh pada pasien rawat jalan skizofrenia. kesimpulan penelitian bahwa pendekatan psikososial dalam menangani kekambuhan pada pasien rawat jalan skizofrenia, seperti terapi keluarga, psikoterapi individual, pelatihan keterampilan sosial dan perlakuan komunitas disarankan untuk menurunkan angka kekambuhan pasien skizofrenia.
UJI TERATOGENISITAS INFUSA DAUN SELEDRI PADA TIKUS BETINA GALUR WISTAR Seny Samrotul F; Muharram Priatna; Yedy Purwandi S
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.469 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.165

Abstract

Seledri merupakan tanaman obat yang secara luas digunakan oleh masyarakat untuk penanganan penyakit hipertensi. Akan tetapi sampai saat ini efek teratogenisitas dari tanaman ini masih belum diketahui., tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek teratogenisitas infusa daun seledri. Hewan uji dibagi dalam lima kelompok yaitu kontrol negatif (aquades), kontrol positif (kaptopril 0,45mg/200g BB Tikus), uji 1 (infusa daun seledri 0,09g/200g BB tikus), uji 2 (infusa daun seledri 0,18g/200g BB tikus) dan uji 3 (infusa daun seledri 0,36g/200g BB tikus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun seledri (Apium graveolens L.) dosis 1, 2 dan 3 tidak menimbulkan efek teratogenik atau malformasi pada janin, tetapi dosis 1 dan 3 mengakibatkan peningkatan kematian pada janin secara signifikan (p0,05). Selain itu, dosis 3 dapat menurunkan jumlah total janin dan berat badan janin secara signifikan (p0,05) dengan kemungkinan melalui mekanisme yang sama dengan kaptopril. Berdasarkan hal tersebut, infusa daun seledri tidak direkomendasikan sebagai antihipertensi pada wanita hamil
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Ridwan Kustiawan; Peni Cahyati; Siti Badriah
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.937 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.4

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.