cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PENGARUH AUDIT INTERNAL TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA RUMAH SAKIT Wanalia Wulan; Komara Nur Ikhsan; Nina Rosdiana
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.353 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui audit internal pada rumah sakit, goodcorporate governance pada rumah sakit, pengaruh audit internal terhadap good corporate governance pada rumah sakit. Objek penelitian meliputi audit internal dan good corporate governance pada RSUD Kelas C Kabupaten Ciamis. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan survey. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan skala pengukuran interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh audit internal terhadap good corporate governance sebesar 0,913 atau sebesar 91,3%, dengan nilai t sebesar 6,447 dengan signifikansi 0,003.
KONSELING DENGAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN BER-KB PADA IBU HAMIL TERHADAP PILIHAN KONTRASEPSI POSTPARTUM DI KOTA PALANGKA RAYA Cia Aprilianti; Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.76 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i2.176

Abstract

AbstrakAlat Bantu Pengambilan Keputusan ber-KB (ABPK) digunakan  untuk memberikan informasi yang benar dan jelas mengenai kontrasepsi pasca persalinan sehingga ibu hamil dan suaminya mampu memahami kebutuhan akan hak reproduksinya dan mampu membuat keputusan untuk menggunakan kontrasepsi pasca persalinan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi pada ibu postpartum. Jenis penelitian  yang  digunakan  adalah  eksperimen  dengan rancangan  A Controlled  Trial.  Kelompok   intervensi mendapat konseling dengan ABPK dan kelompok kontrol mendapat konseling standar. Jumlah sampel sebanyak 142 ibu postpartum, diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik berganda. Berdasarkan jenis konseling (dengan ABPK dan tanpa ABPK) postpartum, pemilihan kontrasepsi hormonal pada konseling tanpa ABPK sebesar 62%. Odd memilih kontrasepsi hormonal pada responden dengan konseling tanpa ABPK 2,99 kali atau dapat dikatakan konseling tanpa ABPK memiliki risiko 2,99 kali (95% CI = 1,51-5,9) untuk memilih kontrasepsi hormonal. Hasil menunjukkan ada hubungan signifikan secara statistik antara konseling ABPK dengan pemilihan kontrasepsi postpartum. Usia, jumlah anak dan paritas terbukti  mempengaruhi  pemilihan jenis kontrasepsi pada ibu postpartum. Kata kunci: ABPK, Konseling, Keluarga Berencana
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA PEREMPUAN TENTANG KEKERASAN DALAM PACARAN, LAMANYA PACARAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEJADIAN KEKERASAN DALAM PACARAN DI SMAN 9 CIREBON TAHUN 2014 Nina Nirmaya Mariani; Yayu Indah Mentari
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.5 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.22

Abstract

Mayoritas remaja yang sedang berpacaran tidak menyadari bahwa dalam sebuah hubungan pacaran seringkali berisiko mengarah pada perlakuan buruk yang dilakukan oleh pasangan (dating violence). Tercatat dari 1994-2011 (Januari-Oktober), dating violence menempati posisi kedua (836 kasus) setelah KDRT yang ditangani oleh Rifka Annisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja perempuan, lamanya pacaran dan kecerdasan emosional dengan kejadian kekerasan dalam pacaran di SMAN 9 Cirebon Tahun 2014. Metode penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh siswi perempuan kelas X dan XI dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 162. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan mayoritas memiliki pengetahuan cukup sebanyak 62,3 %, memiliki lamanya pacaran 6 bulan sebanyak 56,2%, mayoritas memiliki kecerdasan rendah sebanyak 51,9%. Berdasarkan analisis bivariat menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan remaja perempuan (p value = 0,002) dan lamanya pacaran (p value = 0,000) dengan kejadian kekerasan dalam pacaran, tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional (p value = 0,750) dengan kejadian kekerasan dalam pacaran. Diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan tetap mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi termasuk materi kekerasan dalam pacaran.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MASYARAKAT MENGIKUTI PROGRAM POMP FILARIASIS Omay Rohmana; Badriah Badriah; Komarudin Komarudin
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.952 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.86

Abstract

Tujuan penelitian adalah melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat mengikuti program pemberian obat masal pencegahan (pomp) filariasis di Wilayah Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 42.167 orang dengan ukuran sampel sebanyak 240 orang. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Analisa data Analisa bivariate menggunakan chi square dan analisa multivariate dengan regresi logistik. Variable motivasi (p 0.006), derajat perubahan gaya hidup (p 0.049), nilai/keyakinan mengurangi ancaman sakit (0.000), pemahaman terhadap tingkah laku specific yang harus dilakukan (0.000), derajat kesukaran menerima dan melaksanakan instruksi (0.000), keyakinan terhadap terapi / instruksi (0.000), kekhawatiran terhadap efek samping obat (0.020), dan derajat kepuasan terhadap pelayanan kesehatan (0.022), memiliki nilai p dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan, bahwa variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap kepatuhan masyarakat mengikuti program POMP filariasis. Factor dominan yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat mengikuti program POMP filariasis adalah nilai/keyakinan mengurangi ancaman sakit dengan nilai Exp (B) paling tinggi, yaitu 4.251. Perencanaan dan alokasi anggaran, dan pelaksanaan kegiatan promosi / pendidikan kesehatan khususnya program POMP filariasis perlu dtingkatkan. Perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mencari metoda/pendekatan maupun media yang lebih efektif dalam pelaksanaan promosi dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat
PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU PADA BAYI Happy Marthalena Simanungkalit
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.647 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.234

Abstract

Pemberian pijat bayi, akan memberikan stimulasi pada kulitnya sehingga terjadi potensial aksi pada sistem saraf, yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusu pada bayi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi usia 1-6 bulan di PMB “E” Kota Palangka Raya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik yang digunakan yaitu Uji Manova. Hasil penelitian rata-rata frekuensi menyusu pada bayi sebelum dipijat adalah 7.3 kali per hari dan rata-rata frekuensi menyusu setelah dipijat adalah 11.6 menit. Sedangkan, rata-rata durasi menyusu pada bayi sebelum dipijat adalah 21.50 menit per hari dan rata-rata durasi menyusu setelah dipijat adalah 39.00 menit. Hasil uji statistik frekuensi menyusu menunjukkan nilai p= 0,000 karena 0,05 maka H0 ditolak. Hasil uji statistik durasi menyusu diperoleh nilai p=0.002, karena hasil uji yang diperoleh 0.05 maka H0 ditolak. Hasil uji multivariat ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen pada semua variabel dependen, nilai p-value menunjukkan 0,05. Ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan frekuensi dan durasi menyusu pada bayi usia 1-6 bulan di PMB E. Saran bagi petugas kesehatan agar menjadikan terapi pijat bayi sebagai terapi alternatif dalam mendukung ASI eksklusif. Bagi masyarakat khususnya ibu menyusui agar rutin untuk melakukan pijat bayi minimal 2 kali seminggu agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi karena durasi dan frekuensi menyusu meningkat. Bagi peneliti selanjutnya agar mengembangkan penelitian dengan menggunakan variabel produksi ASI yang belum diteliti terkait dengan pijat bayi dan menyusui.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN DIANTARA DUA WAKTU DIALISIS PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KOTA TASIKMALAYA Ida Rosdiana; Yanti Cahyati
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.928 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.33

Abstract

Penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, yang jika berada pada angka diatas 5% dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang serius. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah karena ketidakmampuan pasien dalam melakukan perawatan diri (self care), sehingga diperlukan suatu tindakan educative supportive keperawatan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan pengaruh edukasi terhadap penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Desain penelitian menggunakan metode quasi experiment, dengan rancangan pretest and post test group tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel 34 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden diberikan edukasi sebanyak 3 sesi dengan materi yang berbeda pada setiap sesinya dan dilakukan observasi berat badan selama dua minggu setelah sesi edukasi berakhir. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis antara sebelum dan setelah dilakukan edukasi (p-value = 0,0001). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan pemberian edukasi secara terprogram kepada pasien hemodialisis. 
TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN PENDERITA DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK RSUD CIAMIS Jajuk Kusumawaty; Lilis Lismayanti; Pipin Fitria
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.218 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.109

Abstract

Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang mempunyai dampak negatif terhadap fisik maupun psikologis. Dampak psikologis yang terjadi yaitu kecemasan yang merupakan gangguan mental emosional. Biasanya respon terhadap kenyataan, ancaman kehilangan dan kesakitan dalam bentuk manifestasi suasana cemas berkepanjangan yang, menetap atau timbul sewaktu-waktu, timbul pula gambaran diri yang buruk dan merasa   kehilangan harapan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan dan tingkat kecemasan pada klien yang menderita diabetes mellitus. Desain penelitian     menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua klien diabetes mellitus yang datang ke Poliklinik RSUD Ciamis periode 18 – 23 Mei 2015. Teknik sampling menggunakan total populasi sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan klien penderita diabetes mellitus sebagian besar berpendidikan dasar (SD – SMP) sebanyak 14 orang (46,7%), dan tingkat kecemasan klien penderita diabetes mellitus sebagian besar pada kecemasan sedang sebanyak 13 orang (43,3%). Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku. Pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diketahuinya.
PPENGARUH PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA Sofia Mawaddah
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.044 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.385

Abstract

Anemia pada remaja dapat menyebabkan keterlambatan pertembuhn fisik, gangguan perilaku serta emosional. Beberapa faktor penyebab anemia yaitu rendahnya asupan zat besi dan zat gizi lainnya seperti vitamin A,C,Folat, Riboplafin dab B12. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen, dengan pendekatan One group pretest-postettest design. Teknik sampel dengan Consecutive sampling sebanyak 35 sample remaja putri dengan variabel independen sari kurma, variabel dependen kadar hemoglobin, dan variabel luar usia, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua dan kebiasaan sarapan pagi. Analisis univariat menggunakan distribusi, frenkuesi, dan persentasi. Analisa bivariat menggunakan uji paired sample t-test. Hasil uji paired sample t-test menunjukan ada pengaruh sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMPN 11 Palangka Raya dengan p-Value= 0,00. Sari kurma dapat digunakan sebagai salah satu alternative pilihan untuk meningkatkan kadar Hb pada remaja puteri.Kata Kunci : Anemia, Hemoglobin, Sari kurma, Remaja putri
PENGGUNAAN CHITOSAN DAN SODIUM TRI POLIPHOSPAT PADA JAJANAN BAKSO Uun Kunaepah; Anis Abdul Muis; Ayu Yuliani S
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.611 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.54

Abstract

Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan BTP chitosan dan STTP dalam pemanfaatan bahan pangan lokal Ikan Tunul pada pembuatan bakso sebagai alternatif makanan jajanan anak sekolah. Desain penelitian adalah eksperimental yang dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan bahan, formulasi, pelaksanaan, pengujian mutu organoleptik, kekenyalan dan nilai gizi bakso ikan tunul. Penilaian suka terhadap rasa  bakso ikan tunul sebanyak 38,3% dengan penambahan Chitosan dan 33,3% dengan penambahan STPP. Penilaian suka terhadap warna bakso ikan tunul sebanyak 45 % dengan penambahan Chitosan dan 53,3% dengan penambahan STPP. Penilaian suka terhadap aroma bakso ikan tunul sebanyak 15% dengan penambahan Chitosan dan 25% dengan penambahan STPP. Penilaian suka terhadap tekstur bakso ikan tunul sebanyak 43,3% dengan penambahan Chitosan dan 45% dengan penambahan STPP. Penilaian suka terhadap penampilan bakso ikan tunul sebanyak 46,7% dengan penambahan Chitosan dan 30% dengan penambahan STPP. Hasil uji menggambarkan bahwa anak-anak dapat menerima bakso yang terbuat dari ikan tunul yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan. Bakso ikan tunul dapat ditambahkan pada beberapa macam makanan jajanan lainnya.
SIFAT ORGANOLEPTIK, KADAR KALSIUM, KADAR PROTEIN,DAN SIFAT FISIK MP-ASI BUBUR INSTAN BAYI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN PEPETEK Ayu Amalia Tresna Dewi; Sumarto Sumarto; Uun Kunaepah
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.377 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan produk bubur instan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi usia 6-24 bulan dan secara organoleptik dapat disukai, serta dapat dijadikan alternatif pilihan MP-ASI. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak kelompok (RAK). Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis agak terlatih berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan formulir uji hedonik yang kemudian diolah menggunakan uji Anova, dan dilakukan uji lanjut dengan Duncan. Kadar protein dan kalsium produk bubur instan terbaik diperoleh melalui uji laboratorium dan diolah menggunakan metode deskriptif. Hasil uji statistik Anova menunjukkan produk bubur instan bayi dengan substitusi tepung ikan pepetek 50% merupakan produk terbaik terhadap parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan masing-masing nilai p = 0,000 (p0,05). Kadar protein pada produk bubur instan bayi dengan substitusi tepung ikan pepetek terbaik adalah 21,89% dan kadar kalsium 185,19 mg/100g.