cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Penundaan Pemotongan Tali Pusat (Delayed Cord Clamping /DCC) 6 Jam Terhadap Bayi Baru Lahir Di BPM Bidan S Desa Bayuning Kecamatan Kadugede Tahun 2019 evi soviyati
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.464

Abstract

Penundaan Pemotongan Tali Pusat (Delayed Cord Clamping /DCC) 6 Jam Terhadap Bayi Baru Lahir Di BPM Bidan S Desa Bayuning Kecamatan Kadugede Tahun 2019 Evie Soviyati1 ,Toto Sutarto Gani Utari2,Fikri Umami31Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan, 2 Universitas Pasundan Bandung,3Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuninganemail  : eviesofia73@gmail.com/ganiutari29@gmail.com/fikri_umami92@gmail.com Delayed Cord Cutting (Delayed Cord Clamping / DCC) 6 Hours Against Newborns at BPM Midwife S Bayuning Village Kadugede District in 2019ABSTRAKPenundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dapat berpengaruh pada bayi baru lahir karena oksigenasi bayi melalui plasenta masih berjalan dan darah masih ditransfusikan ke bayi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan pengaruh metode pemotongan talipusat segera setelah lahir dan Delayed Cord Clamping (DCC) 6 jam terhadap kadar hemoglobin bayi baru lahir. Jenis penelitian Quasi experiment, rancangan penelitian the post test-onlyncontrol group design dan teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan 15 sampel dari masing-masing kelompok. Analisis data menggunakan mann-whitney U test.Analisis univariat, sampel yang dilakukan metode penjepitan pemotongan talipusat segera setelah lahir paling banyak terdapat pada kadar hemoglobin kategorik normal (100%), penelitian sampel yang dilakukan metode Delayed Cord Clamping (DCC) paling banyak terdapat pada kadar hemoglobin kategorik normal (80%) dan kategorik tinggi (20%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemotongan tali pusat segera setelah lahir dan metode Delayed Cord clamping (DCC) 6 jam dengan kejadian peningkatan kadar Hemoglobin lebih tinggi terdapat pada kelompok metode DCC (Delayed Cord Clamping) (p=0,002). Bagi tenaga kesehatan diharapkan hasil penelitian ini dapat di jadikan gambaran tentang manfaat metode Delayed Cord Clamping (DCC) terhadap kadar hemoglobin dalam upaya pencegahan anemia pada bayi baru lahir. Kata kunci       : Metode, Kadar Hemoglobin, DCC (Delayed Cord Clamping). ABSTRACTDelay of clamping and cutting of the umbilical cord can affect newborns because the oxygenation of the baby through the placenta is still running and blood is still being transfused to the baby. The purpose of this study was to determine the difference in the effect of the method of cutting the talipusat immediately after birth and a 6 hour Delayed Cord Clamping (DCC) newborn hemoglobin. This type of research is Quasi experiment, the post test-only control group design research design and non-probability sampling techniques with 15 samples from each group. Data analysis using mann-whitney U test. Univariate analysis, samples that were carried out by the method of clamping the talipusat cutting immediately after birth were mostly found in normal categorical hemoglobin levels (100%), sample studies conducted by Delayed Cord Clamping (DCC) method were mostly found in normal categorical hemoglobin levels (80%) and high category (20%) The results showed that there was a relationship between cord cutting shortly after birth and the 6-hour Delayed Cord clamping (DCC) method with an increased incidence of higher hemoglobin levels in the DCC (Delayed Cord Clamping) group (p = 0.002). For health workers, it is expected that the results of this study can be made an overview of the benefits of the Delayed Cord Clamping (DCC) method for hemoglobin levels in efforts to prevent anemia in newborns.Keywords: Method, Hemoglobin Level, DCC (Delayed Cord Clamping). 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI DESA RAJADATU KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA Etin Rohmatin; Lies Indra Pernanti Sunarya
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.857

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi umumnya berakar dari kurangnya informasi, pemahaman, dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Salah satu kasus yang banyak terjadi pada remaja ada Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Di Desa Rajadatu Kecamatan Cineam kasus kehamilan tidak diinginkan sebanyak 7 orang dimana 4 kasus terjadi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja di Desa Rajadatu Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami kehamilan tidak diinginkan di Desa Rajadatu Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 4 orang dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah perilaku seksual berisiko, tingkat pendapatan keluarga, pola asuh orang tua, sikap remaja terhadap seksualitas. 
EVALUASI SISTEM INFORMASI PENDATAAN KADER (SIPENDEKAR) DENGAN METODE HOT FIT DI POSYANDU KECAMATAN PEKALIPAN Gugun Priyadi Tarjana
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.537

Abstract

Sistem Informasi Pencatatan Kader (SIPendekar) diharapkan mampu menunjang kelancaran pencatatan kegiatan Posyandu oleh kader di Kecamatan Pekalipan sehingga dapat mempermudah dan mempelancar laporan kader ke PKK Kecamatan ataupun ke Puskesmas Jagastaru.Untuk mengetahui permasalahan Sistem Informasi Pencatatan Kader tersebut perlu dilakukan evaluasi dengan pendekatan Human, Organization, Technology dan Net Benefit ( HOT fit Model ). Jenis Penelitian adalah deskriptif kualitatif.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK, JENIS KELASI BESI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP KELASI BESI PADA PENYANDANG THALASSEMIA USIA REMAJA CHARACTERISTIC RELATIONSHIP, TYPES OF IRON CLASSES WITH COMPLIANCE WITH IRON CHELATION IN ADOLESCENT THALASSEMIC Dini Mariani
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.661

Abstract

 ABSTRAKThalassemia  dikenal  sebagai penyakit genetik dialami seumur hidup yang akan membawa banyak masalah bagi penyandangnya baik sebagai dampak dari proses penyakitnya itu sendiri atau pun karena dari pengobatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendapatkan gambaran karakteristik  , jenis dan kepatuhan terhadap kelasi besi pada penyandang thalassemia usia remaja di Tasikmalaya. Dalam pemilihan responden, peneliti menggunakan total  sampling, yaitu peneliti memilih responden berdasarkan pada pertimbangan penelitian yang memenuhi kriteria yaitu seluruh penyandang thalassemia usia remaja yaitu sebanyak 73. Hasil pada penelitian ini ditemukan rata-rata usia responden adalah 14,5  tahun, Hb pratransfusi rata-rata 6,75 g/dl dengan rata-rata frekuensi  15,8 kali dalam setahun. Adapun rata-rata hb pratransfusi pasca intervensi sebesar 7,02 g/dl. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 40 orang (53,3%). Tingkat pendidikan reponden mayoritas SMP, yaitu sebanyak 35 orang (47,9%). Tingkat pendidikan ibu  mayoritas berpendidikan SD, yaitu 25 orang (34,2%).  Tingkat pendidikan ayah mayoritas adalah SD sebanyak 29 orang (39,7%). Sebagian besar responden menggunakan jenis kelasi jenis Deferiprone sebanyak 60 orang (82,2%) dengan tingkat kepatuhan obat sebanyak 39 0rang (40%) tidak patuh. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin ( Pv=0,76), pendidikan responden (Pv=0,218) dan pendikan ayah (Pv=0,268) dengan kepatuhan terhadap obat kelasi besi. Terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan kepatuhan terhadap kelasi besi ( Pv= 0,042). Perlu adanya penelitian lebih lanjut faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan terhadap kelasi besi pada penyandang Thalassemia dan perlu adanya penelitian tentang intervensi yang akan meningkatkan kepatuhan terhadap kelasi besi. KATA KUNCI: Karakteristik, Kelasi besi , Thalassemia ABSTRACTThalassemia is known as a lifelong genetic disease that will bring many problems to the sufferer either as a result of the disease process itself or because of its treatment. This study used a quantitative descriptive approach, namely to obtain a description of the characteristics, types and adherence to iron chelation in adolescent thalassemia sufferers in Tasikmalaya. In selecting respondents, the researcher used total sampling, namely the researcher chose respondents based on research considerations that met the criteria, namely all people with thalassemia in their teens, namely 73. The results in this study found that the average age of the respondents was 14.5 years, the average pre-transfusion Hb. an average of 6.75 g / dl with an average frequency of 15.8 times a year. The mean pre-transfusion hb after intervention was 7.02 g / dl. The majority of respondents were female with a total of 40 people (53.3%). The majority of respondents' education level is junior high school, namely as many as 35 people (47.9%). The majority of mothers have primary school education, namely 25 people (34.2%). The majority of fathers' education level is elementary school as many as 29 people (39.7%). Most of the respondents used the Deferiprone chelation type as many as 60 people (82.2%) with a drug adherence level of 39 people (40%) who did not comply. There is no relationship between gender (Pv = 0.76), respondent's education (Pv = 0.218) and father's education (Pv = 0.268) and adherence to iron chelation drug. There is a relationship between maternal education and adherence to iron chelation (Pv = 0.042). There is a need for further research on other factors that influence adherence to iron chelation in people with thalassemia and there is a need for research on interventions that will increase adherence to iron chelation. KEY WORDS: Characteristics, Iron chelation, Thalassemia
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN STROKE ISKHEMIK DI RUANG NEUROLOGI RSUD dr. SOEKARDJO TASIKMALAYA Novi Indriani; Syaukia Adini; Asep AS Hidayat
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.489

Abstract

Penyakit stroke merupakan suatu penyakit dengan gangguan fungsional pada otak yaitu berupa kelumpuhan saraf atau dikenal dengan istilah defisit neurologi akibat adanya hambatan aliran darah ke otak. Gangguan tidur pada penderita stroke dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk tergantung dari defisit neurologi yang ditimbulkan. Penderita pasca stroke non hemoragik atau iskhemik banyak yang tidak hanya mengalami kelumpuhan tetapi juga mengalami gangguan kognitif, gangguan komunikasi dan gangguan lapang pandang.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada pasien stroke iskhemik di ruang neurologi RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.Metode yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang.Uji statistik yang digunakan adalah Kolmogorov-Smirnov karena tidak memenuhi syarat untuk dilakukan uji Chi Square.Hasil uji statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukan nilai p 0,05 yaitu 1,000.Kesimpulan tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi kognitif pasien stroke iskhemik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSUD SMCKABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Etin Rohmatin
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.858

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 35%. Prevalensi KPD di Indonesia berkisar 4,4 –7,6% dari seluruh kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Bersalin di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara faktor umur dengan kejadian KPD dengan p-value0,044, tidak terdapat  hubungan antara paritas dengan kejadian KPD denganp-value0,829, terdapat hubungan antara Gemelli dengan Kejadian KPD dengan p-value0,030,  terdapat hubungan malpresentasi dengan kejadian KPD dengan p-value0,036, dan tidak terdapat  hubungan antara hidramnion dengan Kejadian KPD denganp-value0,088. Kesimpulan dari penelitian adalah yang berhubungan dengan kejadian Ketuban pecah dini pada ibu besalin adalah  umur, gemelli dan malpresentasi.
Pengaruh Mengunyah Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Terhadap Pembentukan Plak dan Derajat Keasaman Saliva pada Anak Usia 8-10 Tahun SITI AMALIYAH HAQIQI
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.544

Abstract

Mengunyah buah nanas dapat menurunkan indeks plak dan meningkatkan derajat keasaman saliva pada anak usia 8-10 tahun
KEBUTUHAN TENAGA PELAPORAN DENGAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA PADA MASA COVID-19 DI RUMAH SAKIT “X” Widia Nurrul Irsani; Sali Setiatin; Aris Susanto
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.687

Abstract

Perekam medis merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan kinerja unit kerja rekam medis. Menentukan jumlah sumber daya manusia yang tepat harus berdasarkan perhitungan yang sistematis. Perhitungan yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sumber daya manusia salah satunya adalah dengan metode analisis beban kerja. Pandemi COVID-19 menuntut fasilitas pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit untuk melakukan pelaporan terkait kejadian COVID-19, yang mana hal tersebut telah menambah beban kerja perekam medis di bagian pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebutuhan tenaga pelaporan unit kerja rekam medis di Rumah Sakit “X” pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan beberapa masalah, antara lain : 1) Ketidaksesuaian jumlah tenaga pelaporan berdasarkan hasil perhitungan dengan metode analisis beban kerja, 2) Terdapat beberapa laporan yang tertunda untuk dikerjakan karena sebagian tenaga pelaporan melakukan pekerjaan rangkap di bagian lain. Adapun saran yang diberikan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1) Menambah tenaga pelaporan sebanyak 1 orang, 2) Melakukan pemerataan pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
GAMBARAN PELAKSANAAN KOMPETENSI BIDAN TASIKMALAYA TAHUN 2019 uly artha silalahi
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.493

Abstract

Kompetensi bidan merupakan kemampuan yang harus di miliki seorang bidan meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan pelayanan Kebidanan. Untuk mendapatkan kemampuan bidan yang memiliki kwalifikasi yang sama diadakan uji kompetensi yang mulai dilaksanakan  tahun 2013 (IBI, 2016) dengan harapan standar kompetansi lulusan dapat memenuhi standar kompetansi kerja.  Namun jumlah bidan yang meningkat tidak diimbangi dengan penurunan AKI dan AKB yang merupakan salah satu tolak ukur dari kinerja bidan. Tujuan pene;itian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kompetensi bidan di Puskesmas, PONED, Komunitas di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2019            Penelitian kualitatif yang merupakan paradigma almiah bersumber pada pandangan fenomenalogis dengan pendekatan deskriptif.  Adapun subjek penelitian adalah bidan yang bekerja di Kota dan Kabupaten dengan karakteristik: Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan SIPB, Minimal masa kerja 10 tahun, Pendidikan minimal D III Kebidanan, Aktif dalam melakukan tugas dan peran, Bekerja di pusat pelayanan, Bekerja di tempat terpencil.  Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung kepada bidan dan observasi ke lapangan. Di dapatkan hasil penelitian pelaksanaan kompetensi bidan di Puskesmas sesuai Standar Kompetensi Bidan Indonesia (SKBI) baik aspek legal,  Komunikasi efektif, Landasan ilmiah praktik bidan, keterbatasan dalam pemanfaatan hasil penelitian. Keterampilan klinis bidan masih belum melakukan keterampilan klinis secara keseluruhan dalam asuhan sesuai siklus daur kehidupan wanita. Promosi kesehatan cukup baik namun media yang digunakan masih terbatas, di PONED responden belum menghargai hak dan privasi klien aspek legal. Komunikasi efektif, Landasan ilmiah praktik bidan, Promkes,  Manajemen dan kepemimpinan sudah sesuai SKBI, namun pengembangan karir bidan keterbatasan dalam pemanfaatan hasil penelitian belum secara maksimal, Keterampilan klinis masih terbatas pelayanan kegawatdaruratan, asuhan fisiologis masih terbatas. Begitupun yang dilakukan kedua responden sudah cukup baik namun media yang digunakan masih terbatas. Di PMB Aspek legal,  Komunikasi, Landasan ilmiah praktik bidan dan Keterampilan klinis sudah dilakukan oleh kedua responden secara keseluruhan dalam pemaparan secara lengkap dan sesuai siklus kehidupan wanita, pengembangan karir profesional bidan sudah tampak berkembang. namun masih nampak keterbatasan dalam pemanfaatan hasil penelitian.   begitupun Promkes,  Manajemen dan kepemimpinan sudah sangat menonjol dan memuaskan klien.Simpulan yang didapatkan hampir sebagian besar kompetensi bidan sudan sesuai dengan SKBI, namun dalam memberikan asuhan kebidanan masih terbatas dalam siklus kehidupan wanita.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKARAYA Yuniarti Yuniarti
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.413

Abstract

Salah satu komplikasi yang sering ditemukan dirumah sakit adalah infeksi. Infeksi luka operasi merupakan infeksi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain usia, nutrisi, personal hygiene dan mobilisasi yang akan mempengaruhi lama dan biaya perawatan. Desain Penelitian yang akan dilakukan bersifat analytic dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui hubungan antara usia, status gizi pasien dan jenis insisi terhadap penyembuhan luka post sectio caesarea di RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Hasil statistik terdapat hubungan antara kondisi Kesembuhan Luka Post Sectio Caesaria terhadap Usia. Terdapat hubungan antara kondisi Kesembuhan Luka Post Sectio Caesaria terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT). Tidak terdapat hubungan antara kondisi Kesembuhan Luka Post Sectio Caesaria terhadap jenis insisi. Kepada seluruh pelayanan kesehatan khususnya bidan yang memberikan asuhan terhadap ibu post Sectio Caesara, untuk dapat meningkatkan kualitas asuhan nifas diantaranya dengan memberikan beberapa informasi melalui konseling mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea dan dapat dijadikan sebagai standar pelayanan terhadap ibu Post Sectio Caesarea.