cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PENGETAHUAN, PENGELUARAN DAN KONSUMSI SAYUR-BUAH PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Agus Bachtiar; Sumarto Sumarto; Ima Karimah; Irma Nuraeni
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.934 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.16

Abstract

Indonesia negara dengan keanekaragaman jenis buah dan sayuran tropis, namun jumlah yang dikonsumsi per kapita lebih sedikit dibandingkan dengan di wilayah iklim sedang (Williams et al., 1993). Laporan Riskesdas 2007 dan 2013 menunjukkan masih tingginya proporsi rerata nasional perilaku konsumsi kurang sayur dan atau buah pada penduduk umur 10 tahun, yaitu sebesar 93,5% dan 93,6% (Depkes, 2008: Kemenkes, 2013). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, pengeluaran dan konsumsi sayur-buah pada mahasiswaGizi dan non-Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Metode penelitian  adalah deskriptif–analitik. Subjek penelitian sebanyak 41 orang mahasiswa Gizi dan 35 orang mahasiswa non-Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya pada bulan Desember 2015. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan pengisian kuesioner. Kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan sayur buah mahasiswa Gizi dan non-Gizi tergolong kategori sedang. Pengetahuan sayur dan buah mahasiswa Gizi lebih baik daripada non-Gizi. Rerata pengeluaran untuk konsumsi sayurdanbuahpada mahasiswa Gizi lebih rendah daripada non-Gizi. Rerata jumlah total konsumsi sayur dan buah lebih tinggi pada mahasiswa Gizi daripada non-Gizi, namun beberapa masih belum sesuai anjuran dari segi jumlah maupun frekuensinya. 
DESCRIPTION OF POTASSIUM, NATRIUM AND NUTRITION AL STATUS IN ADULTS YOUNG HYPERTENSION PATIENS Marianawati Saragih
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.548

Abstract

Objective: to determine the description of potassium intake, sodium and nutritional status in young adults with hypertension. Method: using descriptive observational research design with survey approach. The variables measured in this study were sodium intake, potassium intake, nutritional status. Results: Potassium intake obtained in patients with hypertension was classified as less category, namely 71.8%. Sodium intake in patients with hypertension is mostly classified as lacking at 66.7%. The nutritional status of hypertensive patients in this study was 78.1% classified as obese. The conclusion of this study is that hypertension sufferers have begun to limit daily salt intake, but the nutritional status is still excessive, so there is a need for coaching from the local health center for weight management. Suggestions or recommendations in the form of potassium intake are still low so it is necessary to provide guidance regarding the intake of potassium, sodium in food. Thus the diet of hypertension sufferers will be more regular. Keywords: Potassium intake, hypertension, sodium, nutritional status
Health Education Tentang Vulva Hygiene Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Dalam Pencegahan Keputihan Di SMA Islam Terpadu Al-Kaffah Binjai Tahun 2018 Nurrahmaton Nurrahmaton; Sri Juliani
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.449

Abstract

Latar Belakang : Keputihan adalah salah satu kesehatan reproduksi yang dialami remaja wanita. Banyak remaja tidak mengetahui tentang keputihan, keputihan  terjadi dikarenakanpraktik hygiene yang buruk, untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri, peneliti memberi pendidikan kesehatan tentang vulva hygiene dalam pencegahan keputihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh health education tentang vulva hygiene terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan keputihan di SMA Al-Kaffah Binjai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakandesign pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test pot-test design. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah remaja putri SMA Al-Kaffah Binjai yang diperoleh melaui stratified random sampling berjumlah 85 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: penelitian menunjukkan pengetahuan remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai rata-rata 53,85 terjadi peningkatan menjadi 82,06 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil yang sama  menunjukkan sikap remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata 68,24 terjadi peningkatan menjadi 77,05 setelah diberikan pendidikan kesehatan.  Hasil uji statistic didapatkan nilai p=0,000 (0,05). Kesimpulan:penelitian ini adapengaruh health education tentang vulva hygiene terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan keputihan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN MEMBAWA KARTU IDENTITAS BEROBAT (KIB) DI KLINIK GREENCARE Muhamad Yusron Hafidh; Wulan Fitri Anggraeni; Leni Herfiyanti
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.698

Abstract

Kartu Identitas Berobat (KIB) adalah alat petunjuk dokumen rekam medis yang memuat nomor rekam medis pasien dan identitas pasien serta merupakan sarana penunjang pada pelayanan kesehatan terutama pada bagian tempat pendaftaran pasien.Kartu ini harus dibawa ketika pasien mau berobat supaya memudahkan petugas dalam menemukan dokumen rekam medis pasien tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien membawa kartu identitas berobat (KIB) di klinik greencare.Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Populasi penelitian adalah semua pasien yang berobat di klinik greencare.jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan dari hasil observasi dengan metode wawancara.Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa 18 responden (60%) tidak patuh membawa KIB, 15 responden (50%) berjenis kelamin laki-laki, 17 responden (56,7%) berumur 35 tahun, 13 responden (43,3%) berpendidikan rendah. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara usia (p =value0,004 ) dan pendidikan (p=value 0,016) dengan kepatuhan pasien membawa kartu identitas berobat, tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=value 0,456) dengan kepatuhan pasien membawa kartu identitas berobat. Bagi klinik greencare, diharapkan dapat memberi masukan mengenai kartu identitas berobat (KIB).
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MENGGUNAKAN MEDIA FILM PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH DI PUSKESMAS SITOPENG KOTA CIREBON TAHUN 2019EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MENGGUNAKAN MEDIA FILM PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH DI PUSKESMAS SITOPENG KOTA CIREBON TAHUN 2019 ELFI - ELFI; RINELA - PADMAWATI
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.497

Abstract

PROVISION OF REPRODUCTIVE HEALTH EDUCATION USING MOVIES AMONG SCHOOL DROP OUT ADOLESCENTS IN SITOPENG HEALTH CENTER OF CIREBON CITY IN 2019 ABSTRACT  Background: Adolescent reproductive health is a health promotion program that involves the adolescents’ reproductive systems, functions and processes. Adolescents are a potential group that needs serious attention. In addition, the proportion of the population of adolescents shows a fairly large number.Objective: To determine the effect of adolescent knowledge about reproductive health using movies among school drop outs in Sitopeng Health Center of Cirebon City in 2019.Methods: This quasi experimental study used a quantitative approach. Data were collected by conducting pre-tests and post-tests for 7 consecutive days regarding adolescent knowledge about reproductive health.Results: The mean pretest result score of the subjects’ knowledge about reproductive health was 4.03 with a standard deviation of 1.47 and a score range of 1-6. The mean knowledge from posttest to the 7th day increased. Friedman test statistic results revealed that there was an increase in the score of knowledge until the 7th day with a pvalue of 0.001. From the results of Wilcoxon Signed Rank Test analysis, it can be concluded that after intervention, the most significant increase in the knowledge scores between pretest and posttest was in day 4, 5, 6 and 7.Recommendation: Health center is advised to form adolescent classes to increase knowledge about reproductive health and use short movies in providing reproductive health education. Keywords: movies, reproductive health.
PEMBUATAN NUGGET IKAN KUNIRAN (Upeneus Sulphureus) SEBAGAI DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LOKAL BAGI BALITA GIZI KURANG Sulasyi Setyaningsih; Dian Ratnasari
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis uji organoleptik dan mengetahui kandungan zat gizi lemak, karbohidrat dan protein pada nugget ikan kuniran untuk dikonsumsi oleh balita gizi kurang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Brebes pada bulan September 2020. Desain penelitian menggunakan desain eksperimental. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor (konsentrasi tepung tapioka), 3 macam formulasi, 3 kali ulangan. Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dan dianalisis statistik dengan uji sidik ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Produk nugget yang terpilih adalah nugget ikan kuniran (F3) yang dibuat dengan kandungan tepung tapioka 60 gram/100 gram ikan kuniran. Karakteristik organoleptik nugget ikan kuniran (F3) agak keras, agak kenyal dengan aroma dan rasa khas ikan yang lemah. Nugget ikan kuniran (F3)  memiliki kadar air sebesar  59.21 %, kadar abu 1.55%, kadar protein 9.65%, dan kadar lemak 1.87 %.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT MANGGA (Mangifera indica L. Var arumanis) TERHADAP Staphylococcus aureus Oktaviani Sekar Melati; Asep Abdul Rahman; Rani Rubiyanti
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.460

Abstract

Mangga arumanis (Mangifera indica L. Var arumanis) merupakan salah satu tanaman dengan varietas yang banyak tumbuh di Indonesia dan termasuk buah yang memberikan kontribusi ke lima terhadap produksi buah nasional. Sampai saat ini kulit buah hanya menjadi bahan limbah serta belum banyak penelitian yang berpusat pada kulit buah mangga. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab terjadinya berbagai infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari ekstrak etanol kulit buah mangga arumanis terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Simplisia kulit buah mangga arumanis diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan didapat rendemen sebesar 19,58%. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian bahwa ekstrak kulit buah mangga arumanis pada konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20%; 40% dan 60% mempunyai aktivitas antibakteri dengan diamater zona hambat berturut-turut sebesar 3,15 ± 0,27 mm; 4,50 ± 0,36 mm; 5,77 ± 0,54 mm; 6,20 ± 0,87 mm; 8,25 ± 0,57 mm dan 9,69 ± 1,89 mm. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah mangga arumanis berpotensi sebagai antibakteri.
GAMBARAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS ELECTRONIC LEARNING SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN CIREBON Pepi Hapitria; Gita Ningtias
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.699

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui gambaran pengelolaan pembelajaran berbasis electronic learning selama pandemi COVID-19 pada Program Studi DIII Kebidanan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif  yang di peroleh melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Gambaran pengelolaan Electronic Learning  yang dilaksanakan pada tahap perencanaan diawali dengan rapat kerja dilanjutkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran secara tersirat telah mengacu pada model blended learning dengan prinsip pembelajaran Student Centre Learning. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari pembukaan, inti dan penutupan yang dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Evaluasi  yang digunakan adalah evaluasi formatif dan sumatif melalui pelaksanaan UTS-UAS teori dan praktik. Program Studi D III Kebidanan  Cirebon melaksanakan pengelolaan e-learning berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan  Tinggi melalui perencanaan yang akurat, pelaksanaan yang berkualitas dan evaluasi secara berkseinambungan.Kata Kunci : Pengelolaan, pembelajaran, electronic learning, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi.Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui gambaran pengelolaan pembelajaran berbasis electronic learning selama pandemi COVID-19 pada Program Studi DIII Kebidanan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif  yang di peroleh melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Gambaran pengelolaan Electronic Learning  yang dilaksanakan pada tahap perencanaan diawali dengan rapat kerja dilanjutkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran secara tersirat telah mengacu pada model blended learning dengan prinsip pembelajaran Student Centre Learning. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari pembukaan, inti dan penutupan yang dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Evaluasi  yang digunakan adalah evaluasi formatif dan sumatif melalui pelaksanaan UTS-UAS teori dan praktik. Program Studi D III Kebidanan  Cirebon melaksanakan pengelolaan e-learning berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan  Tinggi melalui perencanaan yang akurat, pelaksanaan yang berkualitas dan evaluasi secara berkseinambungan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK Allium cepa L. TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DALAM MEDIA MUELLER HINTON AGAR Amalia Desty Nofita; Wahyunita Yulia Sari; Siti Mutripah; Supriani Supriani
Media Informasi Vol 16, No 2 (2020): Vol 16 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i2.518

Abstract

Infeksi yaitu invasi dan pembiakan mikroorganisme di jaringan tubuh, secara klinis tidak tampak atau timbul cedera selular lokal akibat kompetisi metabolisme, toksin, replikasi intrasel, atau respon antigen-antibodi. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus. Bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu tumbuhan yang mempunyai efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri dari ekstrak etanolik bawang merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Metode ektraksi bawang merah yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanolik bawang merah menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80. Hasil perhitungan efektivitas antibakteri ekstrak etanolik bawang merah konsentrasi 60%, 70% dan 80% secara berturut-turut adalah 39,11% ; 41,91% dan 45,82%, sehingga tergolong masih kurang efektif karena efektivitas antibakterinya kurang dari 50%.
ANALISIS SEGMENTASI PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA Eka Deta Lestari; Andi Suhenda
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.634

Abstract

Latar Belakang : Sebagai pengguna jasa layanan kesehatan, pasien memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dibutuhkan segmentasi pasien agar dapat menemukan strategi dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik agar mutu rumah sakit meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis segmentasi pasien rawat jalan di RSUD Singaparna Medika Citrautama.Metode Penelitian : kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah data rekam medis pasien rawat jalan bulan Februari 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 376 data. Metode pengumpulan data menggunakan observasi serta analisis univariat.Hasil Penelitian : Segmentasi geografis tertinggi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya (85,4%), Segmentasi demografis tertinggi usia 18-35 tahun (31,6%) dan jenis kelamin perempuan (56,6%), segmentasi psikografis tertinggi kunjungan poliklinik IGD (31,6%) dan cara pembayaran asuransi (82,7%), segmentasi perilaku tertinggi kunjungan pasien lama (66%).Kesimpulan : Peluang pemasaran  rumah sakit dapat menjadikan kabupaten Garut sebagai target, meningkatkan kerjasama dengan pihak asuransi, melakukan evaluasi terhadap media promosi dan strategi. Diharapkan rumah sakit dapat melakukan segmentasi secara berkala untuk menetapkan target dan meningkatkan pelayanan pasien.