cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SIRSAK DAN UJI BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS ATCC 31987 Irvan Herdiana; Siswa Setyahadi; Partomuan S
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.98

Abstract

Berbagai obat antibiotik telah banyak digunakan secara klinis untuk  pengobatan infeksi  yang disebabkan oleh bakteri gram positif maupun gram negatif. Namun obat antibiotik tersebut memiliki sejumlah efek samping, baik ringan maupun berat. Bakteri Streptococcus mutans adalah bakteri penyebab utama dalam pembentukan karies gigi. Bermanfaat sebagai pengobatan infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa dari fraksi etil asetat daun sirsak yang berperan sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987. Studi aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri dilakukan secara invitro dengan metode diameter daya hambat dengan mengukur diameter zona bening di sekitar disk pada media padat yang ditumbuhi bakteri menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun tumbuhan sirsak dari isolat Sub Fraksi F.7.IV memiliki aktivitas antibakteri melalui daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987 pada konsentrasi 40%, 20%, 10% dan 5% dengan kategori tidak aktif, Analisis data dan identifikasi senyawa dilakukan dengan LCMS dan FT-IR, terdapat campuran 3 senyawa yaitu; annopentocin C, annopentocin B dan annomuricin D-one.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DOKTER DENGAN KESESUIAN KODING DIAGNOSIS BERDASARKAN ICD-10 DI RSUD ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON Andi Suhenda; Bambang - Karmanto; Suhartini - -
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.558

Abstract

PENDAHULUAN Rekam medis yang tidak diisi dengan tepat dan lengkap akan mengakibatkan informasi yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Diagnosis harus sesuai dengan ICD-10 agar proses pengkodingan menjadi lebih mudah dan menghasilkan kode diagnosis yang tepat dan akurat. Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter tentang rekam medis dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD-10 di Unit Rawat Jalan RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon.METODE Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh dokter spesialis sebanyak 34 orang dan dokumen rekam medis Rawat Jalan sebanyak 1200 dokumen. Sampling pada dokter menggunakan teknik total sampling dan pada dokumen rekam medis menggunakan teknik accidental sampling. instrumen peneltian adalah kuesioner dan checklist. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-square.HASIL Pengetahuan responden tentang rekam medis tinggi (61,8%), dan sikap responden tentang rekam medis baik dan kurang baik sama (50%). Ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD sebanyak 1067 dokumen rekam medis (88,9%). Ketidaktepatan koding diagnosa berdasarkan ICD sebanyak 19 dokter (55,9%) dari 34 dokter. Pengetahuan dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD tidak berhubungan secara signifikan dengan p value = 0,601 dan nilai RP = 1. Sikap dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD tidak berhubungan secara signifikan dengan p value = 0,084 dan nilai RP = 0,18.SIMPULAN Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dokter tentang rekam medis dengan kesesuaian koding diagnosis berdasarkan ICD-10 di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Peneliti lain selanjutnya, agar memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi ketepatan koding diagnosis.
PENGETAHUAN RISIKO KEHAMILAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANC PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANJARAN KABUPATEN MAJALENGKA Puput Puspita Sari; Wiwin Mintarsih Purnama; Siti Patimah
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang risiko kehamilan dengan frekuensi kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Banjaran Kabupaten Majalengka tahun 2017.Metode yang digunakan adalah metode Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 ibu hamil yang datang ke Posyandu dengan usia kehamilan di trimester III.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar pengetahuan ibu hamil terhadap risiko kehamilan dikategorikan cukup yaitu sebesar 44.2% dan sebagian besar frekuensi kunjungan ANC sesuai standar yaitu sebesar 54.2%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang risiko kehamilan dengan frekuensi kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Banjaran Kabupaten Majalengka dengan p value sebesar 0,005.
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR Pepi Hapitria; Tuslianingsih Tuslianingsih
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara umur dan paritas ibu dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Majalengka Tahun 2014. Desain penelitian adalah analitik case study control dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah ibu bersalin. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu diambil dari buku laporan persalinan di RSUD Majalengka periode Tahun 2014. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan  95%. Hasil penelitian menunjukkan umur ibu bersalin tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan persalinan prematur  (p-value= 0,795),  begitu juga dengan paritas ibu bersalin tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan persalinan prematur ( p-value= 0,122). Dapat disimpulankan bahwa umur dan paritas pada ibu bersalin tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persalinan prematur.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS DAN PENGELUARAN LOKIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CILEMBANG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2015 Etin Rohmatin
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.9

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus dan pengeluaran lokia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan atau rancangan pra eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Puskesmas Cilembang yang melahirkan bulan September-November Tahun 2015 yaitu 32 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 ibu nifas yang diintervensi senam nifas yang mengalami involusi uterus normal yaitu 24 orang (75%), pengeluaran lokia normal yaitu 23 orang (71,9%). Hasil uji statistik dengan menngunakan  chi-square senam nifas terhadap involusi uterus r = 0,005 lebih kecil dari 0,05 dan terhadap pengeluaran lokia r = 0,013 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus dan pengeluaran lokia.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL Ageratum conyzoides (L.) L. dan Blumea balsamifera (L.) DC. DAN TOKSISITAS AKUT Yani Mulyani; Rahma Fatwia; Entris Sutrisno
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.377

Abstract

Di Indonesia Bandotan dan sembung secara tradisional telah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan efek antiinflamasi dari ekstrak etanol tanaman bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.) dan daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)  dengan dosis 200, 300 dan 400 mg/Kg BB yang ditinjau dari penurunan volume udem telapak kaki tikus yang diinduksi karagenan. Natrium diklofenak digunakan sebagai pembanding  dengan dosis 75 mg/70kgBB. Pengukuran volume udem dilakukan setiap 30 menit selama 6 jam setelah induksi karagenan. Dari semua variasi dosis pada penelitian ini, dosis efektif yang memiliki persentase inhibisi udem paling mendekati kontrol pembanding (90%) yaitu dosis bandotan 400 mg/kgBB yakni sebesar 78%. Berdasarkan hasil analisa statistik, data persentase inhibisi udem ekstrak etanol tanaman bandotan dari dosis 400mg/Kg BB menunjukkan perbedaan yang bermakna (ρ≤0,05) dengan kontrol positif. Pada tanaman dengan aktivitas antiinflamasi terbaik ini kemudian dilakukan uji toksisitas, hasilnya nilai LD50 berkisar antara 5001–15000, artinya ekstrak tanaman bandotan bersifat praktis tidak toksik.
OPTIMALISASI FORMULASI BROWN RICE NOODLE DENGAN APLIKASI PROGRAM LINIER Sholichin Sholichin; Muhammad Supli Effendi; Yusep Ikrawan
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v14i2.217

Abstract

Mi merupakan produk yang popular karena disukai dan cara penyajiannya mudah dan cepat, namun bahan baku berupa gandum masih harus impor, sehingga perlu upaya substitusi bahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalkan formulasi Brown Rice Noodle dengan aplikasi program linier. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 5 faktor formulasi yaitu F1 (tepung brown rice 44,9% dan tapioka 0%), F2 (tepung brown rice 42,1% dan tapioka 2,8%), F3 (tepung brown rice 39,3% dan tapioka 5,6%), F4 (tepung brown rice 36,5% dan tapioka 8,4%), dan F5 (tepung brown rice 33,7% dan tapioka 11,2%). Hasil penelitian berdasarkan uji fisik brown rice noodle diketahui bahwa F5 memiliki karakteristik adonan yang paling mudah dibentuk menjadi mi, dan memiliki karakteristik mi kering yang paling baik dari segi bentuk maupun tekstur. Selain itu, F5 memiliki daya serap air tertinggi (138,5%) dan cooking loss(17,3%). Hasil uji organoleptik brown rice noodle secara keseluruhan, produk terbaik adalah F5 (nilai rerata 3,975). Adapun hasil uji kimia brown rice noodle diperoleh bahwa semua formula telah memenuhi standar mutu I mi kering dengan kadar protein minimal 11% dan kadar air maksimal 8%, kecuali F2 memiliki kadar air sedikit lebih tinggi (8,26%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEIKUTSERTAAN VAKSINASI MR (Measles Rubella) DI KELURAHAN MARGABAKTI TAHUN 2019 Nio Oktopianti; Diah Nurlita; Nuri Handayani
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.235

Abstract

Campak dan Rubella merupakan penyakit menular melalui saluran nafas, disebabkan oleh virus campak dan Rubella. Meningkatnya penderita campak dan rubella salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu menjadikan vaksinasi ini dianggap tidak penting. Incidence Rate Campak tahun 2015-2017 naik dari 3,2 menjadi 5,6 per 100.000 penduduk. Dalam kurun waktu2015-2017 terjadi KLB Rubella dan pada tahun 2017 paling sering yaitu 79 kali. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap keikutsertaan Vaksinasi MR berdasarkan karakteristik, tingkat pengetahuan, dan keikutsertaan vaksinasi MR di Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional, dengan teknik Quota Sampling sebanyak 96 orang. Analisis data univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pendidikan terbanyak yaitu SMA, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, dan lingkungan sosial budaya yaitu dari tenaga kesehatan. Berdasarkan tingkat pengetahuan sebagian besar pada kategori pengetahuan cukup sebesar 45,8%, ikut serta vaksinasi MR sebesar 56,3%, dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan keikutsertaan vaksinasi MR dengan p value (0,0010,05). Kesimpulan penelitian adalah Ibu hendaknya berupaya meningkatkan pengetahuannya mengenai vaksinasi MR, seputar keamanan dan tujuan dari vaksinasi MR dengan mencari infomasi melalui Petugas Kesehatan dan media sosial.
DIARE DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN Marianawati Saragih
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.174

Abstract

Diare adalah suatu keadaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari tiga kali sehari yang disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dengan/tanpa darah dan /tanpa lendir. Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0–6 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 0-6 bulan yang terdaftar dan hadir pada saat posyandu di poskesdes wilayah kerja Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 70 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah dengan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden adalah ibu dengan kelompok umur 19-30 tahun, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga dan pengetahuan tentang diare baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6.  Penyuluhan tentang ASI sebaiknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif kepada bayinya.
PENGARUH HAFI GYM TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE ISKEMIK Hanief Firmansyah; Indah Wulandari; Eka Ernawati
Media Informasi Vol 12, No 2 (2016): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Hafi Gym terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke iskemik. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan dua kelompok. Sampel penelitian ini adalah pasien stroke yang dirawat di bangsal rawat inap sejumlah 32 orang menggunakan tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan uji t independet dalam uji statistiknya. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kekuatan otot tangan dan kaki sebelum dan setelah intervensi. Kekuatan otot tangan pada kelompok intervensi meningkat dari 2,94 menjadi 4,00 sedangkan pada kelompok kontrol dari 2,63 menjadi 3,25. Kekuatan otot kaki pada kelompok kontrol reratanya berubah dari 3,06 menjadi 3,44 sedangkan pada kelompok intervensi rerata kekuatan otot dari 3,38 menjadi 4,46. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh senam stroke terhadap peningkatan kekuatan otot tangan (p value 0,039) dan terhadap kekuatan otot kaki (p value 0,000). Jika latihan kekuatan otot disertakan dalam terapi paska akut stroke iskemik, kekuatan otot akan meningkat secara signifikan. Karena itu perlu peran perawat dalam melakukan promosi pelaksanaan senam stroke pada pasien stroke iskemik sehingga akan mengurangi risiko deformitas atau ketergantungan akibat kelemahan paska stroke.