cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PERTUMBUHAN ANAK SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI STUNTING UMUR 0-23 BULAN Samuel Samuel
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan anak sekolah dasar yang mengalami  stunting, umur 0-23 bulan.  Desain penelitian  cross sectional,  longitudinal, data awal dikumpulkan pada tahun 2009, data kedua dikumpulkan pada tahun  2018, dengan jumlah sampel 91 anak yang terdiri dari 34 anak  yang mengalami stunting umur 0-23 bulan  dan 57 anak yang tidak mengalami stunting umur 0-23 bulan. Data yang dikumpulkan berupa  panjang badan saat usia kurang dari 2 tahun dan data tinggi badan  saat usia sekolah. Uji statistic menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan proporsi gangguan pertumbuhan antara anak sekolah dasar yang memiliki riwayat stunting dengan yang tidak memiliki riwayat stunting (p0,05). Nilai Prevalensi Rasio (PR) 2,3 (95% CI= 1,0-5,2), yang berarti stunting yang terjadi pada usia di bawah dua tahun merupakan faktor risiko gangguan pertumbuhan anak sekolah dasar.
Tinjauan Keakuratan Kodefikasi Tindakan Kasus Bedah Pasien Rawat Inap Tahun 2017 Gugun Priyadi Tarjana
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.382

Abstract

Salah satu bagian rekam medis adalah koding, koding terbagi menjadi 2, yaitu koding diagnose dan koding tindakan. Koder bertanggungjawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan.[i] Koding tindakan harus tepat dan akurat untuk menghasilkan statistis yang berarti untuk perencanaan dan pengambilan keputusan.[ii] Keakurat kode tindakan pasien bedah pada rekam medis di rumah sakit sumber waras belum optimal. Dalam studi pendahuluan ditemukan 73,33% kode tindakan yang tidak tepat , dan 26,67% kode tindakan yang tepat.Jenis penelitiankuantitatif dengan pendekatan deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah Lembar Ringkasan Masuk dan Keluar Pasien Bedah Rawat Inap baik Umum maupun BPJS, Sampling Purposive, menggunakan rumus Slovin. Hasil Penelitian yang dilakukan dengan sampel 94 rekam medis kasus bedah ditemukan 43,6% kode tindakan akurat dan 56,4% kode tidak akurat. Kode akurat banyak ditemukan pada kasus bedah kandungan, bedah urologi dan bedah lainnya.  Sehingga koder lebih mudah untuk memberikan kode karena sudah hapal. Sedangkan kode tidak akurat banyak dijumpai pada kasus bedah orthopedic dan kasus lainnya dengan penyebab kesalahan paling banyak karena kesalahan kategori dan tidak spesifik. Beberapa factor ketidak akurat kode salah satunya adalah kesulitan koder dalam membaca tulisan dan singkatan yang dibuat oleh dokter.   
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS DI MTs PUI CIWEDUS TIMBANG KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 Fera Riswidautami Herwandar
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.466

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS DI MTS PUI CIWEDUS TIMBANG KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019  FERA RISWIDAUTAMI HERWANDARfebruari_rabu.fera88@yahoo.co.id  ABSTRAK Masa remaja dibedakan menjadi masa remaja awal usia 10–13 tahun, masa remaja tengah usia 14–16 tahun serta remaja akhir pada usia 17-19 tahun. Kesehatan yang paling utama pada masa remaja adalah kesehatan reproduksi. Perubahan yang menandakan bahwa remaja sudah memasuki tahap kematangan organ seksual yaitu dengan tumbuhnya organ seks sekunder.            Metode jenis penelitian ini menggunakan analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini 67 responden dengan menggunakan teknik pengambilan total sampling, pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen yang digunakan kuesioner, uji analisis yang digunakan Chi-Square.             Hasil analisis univariat, pengetahuan baik 24 responden 35,8%, pengetahuan cukup 33 responden 49,3%, pengetahuan kurang 10 responden 14,9%, sikap positif 49 responden 73,1%, sikap negatif 18 responden 26,9%. Sedangkan analisis bivariat, penelitian ini menunjukan terdaapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap remaja awal tentang perubahan fisik masa pubertas di MTs PUI Ciwedus Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tahun 2019 dengan nilai p value = 0,007.            Pada penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja awal terhadap perubahan fisik masa pubertas di MTs PUI Ciwedus Timbang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Saran bagi remaja awal untuk terus meningkatkan pengetahuan tentang pubertas baik melalui pelajaran dari sekolah maupun mencari informasi melalui internet, buku, ataupun sumber informasi lainnya.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN OSTEOARTRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANDAPHERANG Nina Rosdiana; Siti Ambar Asapia Hermawan
Media Informasi Vol 15, No 1 (2019): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v15i1.243

Abstract

Secara individual, pada usia diatas 50 tahun terjadi proses penuaan secara alamiah. Hal ini dapat menimbulkan masalah fisik, mental, sosial, ekonomi dan psikologis. Pada usia lanjut, mengalami penurunan pada sistem muskuloskeletal.  Penurunan sistem muskuloskeletal ini ditandai dengan adanya nyeri pada daerah persendian salah satunya osteoarthritis. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi terkuat untuk terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi lutut. Setengah dari berat badan seseorang bertumpu pada sendi lutut selama berjalan. Berat badan yang meningkat akan memperberat beban sendi lutut. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional randam sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh minimal 99 orang lansia yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks massa tubuh pada lansia hampir sebagian responden 48,5% memiliki indeks massa tubuh obesitas, kejadian osteoartritis lebih dari sebagian reponden 55,6% mengalami kejadian osteoartritis dan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian osteoartritis pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Handapherang Tahun 2019 karena nilai α ρ value (0,05 0,000) dan nilai chi square (χ2) hitung chi square (χ2) tabel (33,620 9,488). Saran diharapkan bagi lansia agar menjaga berat badan ideal supaya tidak mengalami kelebihan berat badan, baik dengan cara rutin berolah raga yaitu mengikuti kegiatan senam lansia di Posbindu, maupun melakukan diet yang seimbang dengan menghindari makanan cepat saji.
HUBUNGAN PH SALIVA DENGAN DMF-T PADA MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM DIII KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Tita Kartika Dewi; Emma Kamelia
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.21

Abstract

Proses terjadinya karies gigi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah adanya saliva. Saliva mempunyai derajat keasaman atau Power of Hydrogen (pH). pH saliva terbagi menjadi 2 kategori yaitu saliva asam dan saliva basa.  Saliva yang berperan dalam proses karies gigi adalah saliva yang termasuk kategori asam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pH saliva dengan DMF-T pada mahasiswa tingkat I Program DIII Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tahun 2014. Sampel penelitian berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH saliva tidak berhubungan dengan DMF-T pada mahasiswa tingkat I Program D III Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. 
KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BPJS BERDASARKAN FORMULARIUM NASIONAL DAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT DI RSD IDAMAN BANJARBARU Rahmayanti Fitriah
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.397

Abstract

Ketidaksesuaian peresepan obat BPJS berdasarkan Formularium Nasional dan Formularium Rumah Sakit sering terjadi. Hal ini menyebabkan adanya keluhan pasien, terutama pasien yang merupakan golongan masyarakat ke bawah atau kurang mampu, sedangkan bagi rumah sakit hal tersebut tentu akan mempengaruhi mutu pelayanan bagi pasien BPJS. Penelitian dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru untuk mengukur persentase kesesuaian resep dengan formularium nasional dan formularium rumah sakit. Jenis penelitian non eksperimental dan bersifat deskriptif evaluatif non analitik. Pendekatan pengambilan data secara retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh resep yang ditulis dokter poli penyakit dalam untuk pasien BPJS kecuali resep racikan pada bulan April sampai Juni 2018.  Data  diambil dengan teknik proporsional random sampling dengan tingkat kesalahan 10%, didapatkan sampel sebanyak 100 lembar resep. Analisis data menggunakan rumus persentase kesesuaian peresepan obat BPJS dengan formularium nasional dan formularium rumah sakit.  Hasil penelitian diperoleh kesesuaian peresepan obat BPJS  berdasarkan Formularium Nasional sebanyak 68 lembar resep atau 68,35%, dan yang tidak sesuai sebanyak 32 lembar resep atau 31,65%, kesesuaian peresepan obat BPJS berdasarkan Formularium Rumah Sakit sebanyak 87 lembar resep atau 86,11% dan yang tidak sesuai sebanyak 13 lembar resep atau 13,89%.
PENGARUH THERAPI PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA Ridwan Kustiawan
Media Informasi Vol 12, No 1 (2016):
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v12i1.1

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2007) menunjukkan penderita Diabetes Militus di Indonesia usia 65 sampai usia 74 tahun berjumlah 2,4 % dan  usia 75 tahun keatas berjumlah 2,2%. Sementara itu di Kota Tasikmalaya dalam satu tahun terakhir ini terdapat 547 orang lansia usia 60 tahun keatas yang teridentifikasi mempunyai penyakit  DM atau sekitar 0,7%. Tujuan penelitin ini untuk membuat penilaian terhadap gambaran kemampuan keluarga dalam merawat lansia diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah therapi psikoedukasi keluargaJenis penelitian yang  dilakukan adalah penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperiman,. Teknik Sampling yang digunakan adalah konsekutif sampling, yang terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor pada kelompok intervensi yang mendapatkan terapi Psikoedukasi keluargayaitu kemampuan kognitif sebelum perlakukan 7,90 setelah perlakukan menjadi 10,70 sedangkan kemampuan psikomotor sebelum perlakuan 11,20 menjadi 15,75. Sementara kelompok yang tidak dilakukan terapi psikoedukasi keluarga tidak terdapat peningkatan kemampuan dalam merawat lansia dengan DM tipe 2. Berdasarkan hasil tersebutmaka terapi psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien lansia dengan Diabetes militus tipe 2.
PENGEMBANGAN HAIR TONIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI DAN DAUN LIDAH MERTUA Gina Septiani A; Anny Victor Purba; Agung Eru W
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.170

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh sediaan kombinasi ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dan daun lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) dalam bentuk sediaan tonik rambut. Sediaan uji dibuat dengan mengkombinasikan kedua ekstrak pada konsentrasi 5% dengan perbandingan ekstrak daun pandan wangi dan daun lidah mertua 1:1, 2:3 dan 3:2. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan daun lidah mertua dengan kombinasi 3:2 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang paling baik dan selanjutnya dibuat sediaan tonik rambut. Dalam pengujian aktivitas pertumbuhan rambut ini sediaan tonik ekstrak kombinasi 3:2 dibandingkan dengan basis tonik rambut, kontrol normal dan minoxidil 5%. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa tonik rambut mempunyai aktivitas yang tidak berbeda dengan kontrol positif pada minggu ke 3 dan ke 4. Uji stabiitas secara fisik dilakukan selama 3 bulan pada suhu 2±2 0C, 25±2 0C dan 40±2 0C. Uji iritasi akut dermal diketahui bahwa ekstrak tunggal daun pandan wangi dan daun lidah mertua masing-masing indeks iritan ringan (0,5-1,9), sedangkan ekstrak, sediaan tonik dan basis tonik mempunyai indeks iritasi sangat ringan (0,0-0,04). Hasil uji cemaran mikroba dengan Metode Angka Lempeng Total memenuhi persyaratan sediaan kosmetik koloni 105.
SEFT MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Gita Nur Fitri; Lilis Lismayanti; Nina Pamela Sari
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.82

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimenpre-test dan post test two group design untuk menganalisis hasil eksperimen yang menggunakan intervensi sebelum dan sesudah pada dua kelompok. Populasi semua pasien lansia yang berumur antara 60-74 tahun yang mengalami hipertensi esensial di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya sebanyak 48 orang dengan jumlah sampel 30 orang, 15 orang lansia laki-laki dan 15 orang lansia perempuan. Alat pengumpul data dengan sphygmomanometer digital  dan buku panduan terapi SEFT. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T dependen dan independen.Hasil penelitian tidak ada perbedaan tekanan sistolik sebelum dan sesudah terapi SEFT pada kelompok lansia laki-laki dan kelompok lansia perempuan dengan p-value 0,385 namun ada perbedaan pada tekanan diastolik sesudah terapi SEFT pada kelompok lansia laki-laki dan kelompok lansia perempuan dengan p-value 0,035. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, disarankan bagi responden yang memiliki faktor risiko sebaiknya dilakukan terapi SEFT pada faktor risikonya terlebih dahulu sebelum melakukan SEFT pada hipertensinya.
PENGEMBANGAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH MIE REBON BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL REBON DAN MOCAF SERTA UJI ORGANOLEPTIK Wiwit Estuti; Uun Kunaepah; Hendi Hendarman
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.28

Abstract

Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi anak sekolah dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Kandungan zat gizi makanan jajanan bervariasi, tergantung bahan pembuatnya. Pembuatan makanan jajanan perlu memperhatikan kandungan gizi yang mencukupi sesuai anjuran pedoman PMT-AS dan perlu pengolahan higienis. Selain itu perlu adanya variasi dan peningkatan nilai gizi terutama protein bagi anak-anak usia sekolah untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga diperlukan adanya upaya penganekaragaman pembuatan makanan jajanan yang lebih bervariasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi, salah satunya adalah tepung mocaf dan rebon. Penelitian ini bersifat eksperimental eksploratif yang dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan bahan, formulasi, percobaan pengolahan dan pengujian organoleptik. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret–November 2014. Bahan-bahan yang digunakan yaitu tepung terigu, tepung mocaf, rebon diperoleh dari pasar tradisional di Kota Cirebon. Sementara itu juga digunakan alat-alat untuk mengolah dan uji organoleptik. Selanjutnya percobaan pengolahan mengikuti bagan alir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan produk terbaik adalah mie rebon 2 dengan formulasi tepung terigu 80%, tepung mocaf 20%, dan rebon 10%.  Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membuat mie dalam bentuk mie kering agar daya simpan mie lebih lama dan produk tersebut dapat dijadikan alternatif cemilan sehat bagi anak sekolah.