cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmukeperawatanjiwa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa
ISSN : -     EISSN : 26212978     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa [e-ISSN 2621-2978] is a means of developing and publishing scientific works for researchers, lecturers and practitioners of mental nursing published by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa is an electronic journal with an open access journal system published twice a year, namely in May and November. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa publishes articles within the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy, risk and disturbance groups. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus 2022" : 5 Documents clear
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Stres Kerja, dan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai Politeknik Transportasi Darat Bali Aswin Badarudin Atmajaya; I Made Sumada; Gede Wirata
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu instansi ditentukan oleh keberadaan manusia dan segala sumber dayanya. Baik kegiatan jasmani maupun rohani diindikasikan untuk kegiatan produksi dan merupakan salah satu aset terpenting yang memiliki peran strategis dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan suatu instansi. Dilatarbelakangi penurunan kinerja karyawan dan identifikasi beberapa permasalahan di lapangan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari kecerdasan emosional, stres kerja, serta komunikasi pada kinerja pegawai. Keterlibatkan responden sebanyak 78 orang menggunakan metode survei Skala Likert 5 poin diigunakan pada kuesioner sebagai alat analsis data. Objek penelitian ini adalah kecerdasan emosional, stres kerja, komunikasi, dan kinerja karyawan. Teori yang digunakan untuk mengukur kecerdasan emosional menggunakan Goleman, stres kerja menggunakan Oemar, komunikasi menggunakan Sukarja, dan kinerja menggunakan Mathis dan Jackson. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Pembuktian diterima atau tidaknya hipotesis memakai uji-t dan uji-F. Kinerja pegawai terbukti dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan komunikasi.
Tingkat Pengetahuan Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting Setianingsih Setianingsih; Siti Musyarofah; Livana PH; Novi Indrayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting menjadi permasalahan gizi kronis dalam prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Kabupaten Semarang termasuk dalam 100 kota/kabupaten prioritas untuk intervensi anak dengan stunting di Indonesia. Fokus utama dalam penanganan stunting adalah 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kader kesehatan berperan penting dalam upaya penanganan stunting sehingga diharapkan mempunyai pengetahuan yang baik dan motivasi yang tinggi dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan deskriptif survei. Sampel penelitian ini adalah kader Kesehatan didesa Kecamatan Banyubiru dan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan jumlah sampel 120 responden menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam kategori baik terkait managemen laktasi (74,2 %), namun dalam hal pengukuran antropometri dan gizi seimbang masih kurang yaitu 86,7 % (antropometri) dan 98,3 % (gizi seimbang). Pengetahuan kader tentang pencegahan stunting akan mempengaruhi kinerja kader dalam program pencegahan stunting, oleh karena itu para kader kesehatan perlu mendapatkan penguatan pengetahuan serta pendampingan.
Burnout Berhubungan dengan Kinerja Perawat Slamet Rahayu; Maria Komariah; Irman Somantri
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah burnout. Burnout merupakan sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja. Burnout ditandai dengan tiga dimensi yaitu exhaustion, cynicism dan reduced professional efficacy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung pada bulan Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit X di Bandar Lampung dengan sampel sebanyak 175 orang. Alat ukur burnout menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS), sedangkan kinerja diukur menggunakan kuesioner kinerja perawat yang dikembangkan oleh Nursalam. Uji validitas dilakukan pada 30 orang dengan hasil valid dan reliabel. Uji univariat menggunakan persentase dan uji bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam kategori tidak burnout dan kinerja baik. Ada hubungan antara burnout dengan kinerja perawat (p=0,000).
Upaya Pencegahan Depresi Pasca Persalinan Pada Wanita Postpartum Efri Widianti; Fitriani Rahayu; Natalia Nainggolan; Elysia Widyadhari
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i3.2004

Abstract

Pendahuluan Persalinan dapat menimbulkan terjadinya perubahan fisiologis maupun psikologis. Salah satu perubahan psikologis yang terjadi adalah depresi pasca persalinan (DPP). Dalam hal ini, upaya pencegahan sangat perlu dilakukan agar wanita postpartum dapat terhindar dari kondisi DPP Tujuan untuk membahas upaya-upaya pencegahan DPP pada wanita postpartum Metode Desain yang digunakan adalah Scoping Review berdasarkan pada basis data elektronik di internet, yaitu Google Scholar dan Pubmed, dengan kriteria inklusi free full-text, 10 tahun terakhir, desain penelitian RCT atau quasi eksperimental dengan jumlah sampel minimal 30 serta berbahasa Inggris dan Indonesia Hasil dan Pembahasan Beberapa intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah DPP diantaranya adalah Spiritual Management of Relaxation Therapy (SMARTER), Moderate Physical Activity in an Aquatic Environment, aplikasi IMD, konseling, metode effleurage, dan metode exercise juga wellness Simpulan dan Rekomendasi Intervensi-intervensi tersebut terbukti efektif dalam mencegah atau mengurangi DPP. Selanjutnya, dapat dilakukan penelitian yang membandingkan tingkat efektivitas dari intervensi-intervensi di atas
Tingkat Resiliensi Dengan Kualitas Hidup Pasien Tb Paru Yang Menjalani Rawat Jalan Suksi Riani
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i3.2003

Abstract

ABSTRAK Pasien TB paru kebanyakan tidak teratur dalam berobat karena tidak adekuatnya motivasi terhadap kepatuhan berobat, sehingga pasien harus mampu bertahan dan menyesuaikan diri meskipun berada dalam keadaan yang sulit. Proses penyesuaian diri dalam bertahan terhadap keadaan tersebut disebut resiliensi. Fenomena yang terjadi pada pasien TB paru cenderung mengalami penurunan resiliensi karena merasa cemas penyakitnya menular pada orang lain, sikap pasif, merasa rendah diri dan penerimaan diri rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien TB Paru yang menjalani rawat jalan. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan menggunakan alat ukur Brief Resilience Scale (BRS) untuk mengukur resiliensi dan alat ukur Short Form–36 (SF-36) untuk mengukur kualitas hidup. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan anatara variabel yaitu uji korelasi gamma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia lebih dari 60 tahun, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan SMA, dan mayoritas tidak bekerja. Mayoritas pasien memiliki tingkat resiliensi kurang (48%) dan kualitas hidup kategori sedang (45,3%). Hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan yang tinggi antara tingkat resiliensi dengan kualitas hidup pada pasien TB paru. Sebaiknya perawat mampu mengkaji tingkat resiliensi pasien sebagai dasar dalam memberikan intervensi keperawatan agar pasien dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci: resiliensi; kualitas hidup; TB paru ABSTRACT Pulmonary TB patients are mostly irregular in taking treatment because of inadequate motivation for adherence to treatment, so patients must be able to survive and adapt even when they are in difficult circumstances. The process of self-adjustment in surviving these circumstances is called resilience. The phenomenon that occurs in pulmonary TB patients tends to experience a decrease in resilience because they feel worried that their disease will spread to others, passivity, feel inferior and have low self-acceptance. The purpose of this study was to determine the relationship between resilience and the quality of life of pulmonary TB patients undergoing outpatient care. The research method used was cross sectional using the Brief Resilience Scale (BRS) to measure resilience and the Short Form–36 (SF-36) to measure quality of life. The statistical test used to determine the relationship between variables is the gamma correlation test. The results of this study indicated that the majority of patients were over 60 years old, female, high school education level, and the majority did not work. The majority of patients have less resilience (48%) and moderate quality of life (45.3%). The results of data analysis showed that there was a high relationship between the level of resilience and quality of life in pulmonary TB patients. Nurses should be able to assess the patient's resilience level as a basis for providing nursing interventions so that patients can improve their quality of life. Keywords: resilience, quality of life, TB paru

Page 1 of 1 | Total Record : 5