cover
Contact Name
Enik Nurlaili Afifah
Contact Email
eniknurlaili21@ugm.ac.id
Phone
+628112632106
Journal Mail Official
jip.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
Gedung A1.Lt.2 Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Jalan Flora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
ISSN : 01264214     EISSN : 25277162     DOI : https://doi.org/10.22146/ipas
Core Subject : Agriculture,
Ilmu Pertanian (Agricultural Science) with registered number ISSN 0126-4214 (print) ISSN 2527-7162 (online) is a scientific open access journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia). Ilmu Pertanian (Agricultural Science) provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of agricultural sciences with priority on science and plant technology (plantation, horticulture, and forestry), including aspects of postharvest and socioeconomic. Ilmu Pertanian (Agricultural Science) is published three times annually, April, August, and December.
Articles 539 Documents
Pengaruh Jenis Pupuk dan Tinggi Genangan Air Terhadap Perkembangan Populasi Wereng Batang Padi Cokelat pada Tanaman Padi Don H. Kadja
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6171

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan menggunakan kombinasi 2 faktor: jenis pupuk (kompos gulma siam dan pupuk konvensional), dan tingkatan pengairan (air tergenang terus-menerus (5 cm), air macak-macak (0 cm), dan intermitten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan dengan kompos gulma siam memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk konvensional. Perlakuan kompos dengan sistem pengairan macak-macak memberikan hasil yang terbaik pada semua perlakuan yang diberikan, walaupun menunjukkan perbedaan yang nyata hanya pada variabel berat basah tanaman (66 ± 4, 50 g), lama hidup nimfa dan imago Nilaparvata lugens. Lama hidup nimfa yang paling panjang terdapat pada perlakuan kompos macak (21,33 ± 3,21 hari), walaupun tidak berbeda secara nyata dengan perlakuan yang lain, namun berbeda secara nyata dengan perlakuan konve genang (14,67 ± 0,58 hari). Pada stadia imago lama hidup yang paling singkat adalah pada perlakuan kompos macak (9,33 ± 0,58 hari) dan yang paling panjang adalah pada perlakuan konve genang (14,67 ± 2,08 hari).Kata Kunci: Nilaparvata lugens, pupuk, tinggi genangan
Permintaan Gula Kristal Mentah Indonesia Rutte Indah Kurniasari, Dwidjono Hadi Darwanto, dan Sri Widodo
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gula kristal mentah impor dan memproyeksikan permintaan gula kristal mentah di masa yang akan datang. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode analisis regresi Ordinary Least Square (OLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gula kristal mentah impor. Selanjutnya digunakan analisis trend untuk mengetahui kecenderungan trend permintaan gula kristal mentah impor dimasa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan gula kristal mentah impor adalah produksi gula kristal putih Indonesia, konsumsi gula nasional dan harga gula kristal mentah dunia. Impor gula kristal mentah akan terus meningkat per tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah konsumsi gula nasional, selama Indonesia tidak berupaya untuk mulai memproduksi gula kristal mentahnya sendiri. Trend impor gula kristal mentah oleh Indonesia cenderung naik atau meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil analisis trend, dapat diperkirakan bahwa Indonesia pada tahun 2020 jumlah impor gula kristal mentahnya bisa mencapai 1.219.979 ton.Kata Kunci: Analisis Regresi, Tren Analisis, Gula Kristal Mentah Impor
Penggunaan Fungsi Pedotransfer untuk Memperkirakan Permeabilitas Tanah di Sumatera Selatan dan Riau Puspita Harum Maharani, Bambang Hendro Sunarminto, dan Eko Hanudin
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh di Sumatera Selatan dan Riau dari tekstur tanah, porositas dan kedalaman tengah profil. Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh merupakan salah satu parameter sifat fisik tanah untuk memprediksi pergerakan air di dalam tanah dan zat terlarut yang berada dalam air tanah. Sebagian besar data permeabilitas tanah yang dianalisis di laboratorium dianggap tidak praktis, membutuhkan banyak waktu dan biaya. Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh berhubungan erat dengan kandungan fraksi lempung,porositas dan kedalaman tengah horizon. Penelitian ini dilakukan menggunakan 78 set tanah dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan dan Pekanbaru Provinsi Riau pada Mei 2012 sampai juni 2013 dan dianalisis di laboratorium menggunakan alat permeameter. Hasil penelitian menunjukkan mendekati keberhasilan pada pendugaan nilai permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh dari data kandungan fraksi lempung, porositas dan kedalaman tengah horizon. Hasil yang diperoleh dari hubungan linier berganda pada data dengan R2 = 0,675. Persamaan regresi linier berganda Log Ks = -7,245 + 0,077 clay + 0,084 porositas - 0,011 kedalaman tengah horizon.Pada persamaan regresi Log Ks di dapatkan lempung merupakan fraksi penyusun tekstur tanah, porositas merupakan sifat fisika tanah yang menggambarkan struktur tanah dan kedalaman tengah pada tiap horizon tanah merupakan kedalaman horizon pada tiap lapisannya, dan permeabilitas tanah dinyatakan dalam satuan cm/jam. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kandungan clay memberikan hasil yang paling signifikan terhadap permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh dan faktor kandungan clay merupakan parameter yang paling efektif terhadap perhitungan permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh.Kata kunci : Permeabilitas tanah dalam keadaan jenuh, kandungan fraksi clay, porositas, kedalaman tengah profil
Keragaman dan Kelimpahan Musuh Alami Hama pada Habitat Padi yang Dimanipulasi dengan Tumbuhan Berbunga Nia Kurniawati
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6175

Abstract

Penelitian lapangan secara terbatas telah dilakukan untuk mengetahui dampak keberadaan tumbuhan berbunga pada kelimpahan dan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami padi. Dua perlakuan, yaitu ditambah tumbuhan berbunga dan tanpa tumbuhan berbunga diaplikasikan di lahan penelitian Fakultas Pertanian UGM di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan berbunga meningkatkan keragaman artropoda termasuk serangga musuh alami secara signifikan, serta memberikan hasil padi yang cenderung lebih tinggi, di samping juga mampu menurunkan insiden serangan hama, misalnya penggerek batang padi.Kata Kunci : tumbuhan berbunga, musuh alami, keragaman, kelimpahan
Pengaruh Irradiasi Sinar Gammapada Pertumbuhan Kalusdan Tunas Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) Laela Sari, Agus Purwito, Didy Sopandie, Ragapadmi Purnamaningsih, dan Enny Sudarmanowa
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6176

Abstract

Tujuan utama pemuliaan tanaman adalah memperbaiki varietas yang sudah ada guna mendapatkan varietas yang lebih baik atau unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kisaran Lethal Dosis 20 (LD20) dan 50 (LD50) pada kalus gandum varietas Dewata yang diradiasi sinar gamma. Keberhasilan perlakuan irradiasi sinar gamma sangat ditentukan oleh sensitivitas genotipe tanaman. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juli-Desember 2011 di Laboratorium kultur BB-Biogen dan PATIR BATAN. Percobaan disusun secara faktorial dalam lingkungan Rancangan Acak Lengkap 1 x 4, dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah genotipe gandum Dewata. Faktor kedua adalah dosis irradiasi sinar gamma yaitu 0; 7,5; 15; 22,5; dan 30 Gy. Peubah yang diamati pertumbuhan kalus dan persentase tumbuh tunas. Data dianalisis menggunakan Program SAS 9.1. LD20 dan   LD50  ditentukan menggunakan Program Best Curve-fit Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis irradiasi berpengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan kalus gandum. Persentase hiduptunasmenurun sejalan dengankenaikan dosis irradiasi.Kelangsungan hiduptunasmenurun drastis bahkan tidak tumbuh sama sekali dan berwarna albino pada dosis 30 Gy. Persentase hidup tunas tertinggi pada dosis 15 Gy. Persentase tumbuh kalus tertinggi terdapat pada dosis 7,5 Gy. Semakin tinggi dosis iradiasi yang digunakan, maka persentase tunas yang tumbuh semakin sedikit atau daya regenerasi semakin rendah. Peningkatan keragaman genetik kalus gandum terdapat pada perlakuan irradiasi antara LD 20 dan LD 50 yaitu  dosis  iradiasi sinar gamma 15 – 22.5 Gy. Model dosis lethal terbaik untuk pertumbuhan kalus berbentuk kuadratik dengan persamaan Y =   86,28 – 6,47 x + 0,13 x2,   LD20 = 0,99 Gy dan LD50 = 6,41 Gy. Sedangkan untuk persentase kalus yang bertunas dan mampu bergenerasi mempunyai persamaan berdasarkan persentase tumbuh kalus Y = 100,28 – 0,87x - 0,05 x2, LD20 = 13,14 Gy dan LD50 = 24,00 Gy.Kata kunci: Gandum (Triticum aestivum), lethal dosis, irradiasi sinar gamma.
Pendugaan Komponen Ragam, Heritabilitas dan Korelasi Klon-Klon Harapan Ubijalar Berkadar Betakaroten Tinggi Wiwit Rahajeng dan St. A. Rahayuningsih
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6177

Abstract

Ubijalar berkadar betakaroten tinggi mempunyai peranan penting dalam program diversifikasi dan ketahanan pangan. Informasi mengenai komponen ragam, heritabilitas, korelasi, dan path analisis diantara karakter kuantitatif dengan hasil umbi penting untuk mendukung program seleksi dalam pengembangan varietas ubijalar berkadar beta karoten tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengestimasi ragam genetik, heritabilitas, korelasi, dan path analisis pada karakter agronomi untuk menentukan kriteria seleksi klon-klon ubijalar berkadar betakaroten tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April—Agustus 2013, di Srengat, Blitar. Bahan yang digunakan adalah 26 klon ubijalar berkadar beta karotin tinggi. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semua karakter mempunyai nilai heritabilitas arti luas yang tinggi kecuali jumlah umbi perplot. Ragam genetik yang luas ditunjukkan oleh semua karakter yang diamati. Berdasarkan nilai heritabilitas, ragam genetik, korelasi, dan path analisis karakter yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi klon-klon ubijalar berkadar betakaroten tinggi pada penelitian ini adalah bobot umbi per plot.Kata kunci: ubijalar, komponen ragam, heritabilitas, korelasi, path analisis
Induksi Partenokarpi Pada Tiga Genotipe Tomat Dengan GA3 Anak Agung Adnyesuari, Rudi Hari Murti, dan Suyadi Mitrowihardjo
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6504

Abstract

Buah tomat pertenokarpi (tanpa biji) sangat sesuai sebagai bahan utama dalam industri pengolahan tomat agar efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek penyemprotan (konsentrasi-frekuensi) GA3 terhadap partenokarpi dan karakteristik buah tomat. Penelitian dilaksanakan dengan perlakuan penyemprotan GA3 yaitu  ppm (K0), 20 ppm sekali semprot (K1), 30 ppm sekali semprot (K2), 20 ppm tiga kali semprot (K3) dan 30 ppm tiga kali semprot (K4), pada Gamato 3 (V1), ‘Kaliurang 206’ (V2) dan ‘Intan’ (V3). Larutan GA3 disemprotkan pada tandan bunga satu hari sebelum bunga pertama mekar pada setiap tandan. GA3 disemprotkan selang tiga hari sekali untuk tiga kali penyemprotan. Perlakuan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok. Data dianalisis dengan analisis varian model kontras orthogonal dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan perangkat lunak SAS 9.1.  Hasil penelitian menunjukkan penurunan jumlah biji per buah dipengaruhi oleh genotipe. Gamato 3 merupakan genotipe yang paling responsif dengan menghasilkan biji/buah mendekati nol. Penyemprotan GA3 20 ppm tiga kali telah mencukupi untuk menghasilkan buah tanpa biji pada Gamato 3. Penyemprotan GA330 ppm tiga kali meningkatan kadar PTT namun cenderung menurunan ukuran dan kekerasan buah.Kata kunci : GA3, jumlah biji, padatan terlarut total, partenokarpi, tomat
Pengaruh Giberelin Terhadap Karakter Morfologi dan Hasil Buah Partenokarpi pada Tujuh Genotipe Tomat (Solanum lycopersicum L.) Agus Budi Setiawan; Rudi Hari Murti; Aziz Purwantoro
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.6521

Abstract

Giberelin merupakan zat pengatur tumbuh yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan buah tomat. Buah partenokarpi dapat diinduksi dengan menggunakan giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan respon tujuh genotipe tomat terhadap GA3 terkait karakter fruit set, ukuran, dan hasil buah tomat. Penelitian ini dilakukan di Green House UPTD Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, UGM mulai bulan Oktober 2014 hingga Februari 2015. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 7 genotipe x 2 konsentrasi GA3 yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 blok. Kluster bunga dengan bunga pertama fase 12 yang tidak dikastrasi disemprot GA3 dengan interval 3 hari sekali sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B78 merupakan genotipe yang responsif terhadap GA3dengan ditandai dengan peningkatan jumlah lokul menjadi 6 (lokul/buah) danmengalami penurunan fruit set sebesar 81,96% serta ukuran buah yang menurun secara nyata dibandingkan dengan buah berbiji. Genotipe yang tanggap terhadap aplikasi GA3 untuk menginduksi buah partenokarpi dengan hasil dan ukuran buah yang bagus adalah Gamato 1 ditandai dengan penurunan bobot buah per tandan yang relatif kecil yaitu 28,38% serta buah partenokarpi yang dihasilkan memiliki ukuran panjang dan diameter buah yang masih jauh lebih besar (41,68 mm dan 46,11 mm) dibandingkan genotipe lainnya. Buah partenokarpi A65, Gamato 3, A175, Gamato 5 dan Kaliurang 206 mengalami penurunan ukuran (panjang, diameter, dan ketebalan daging buah) serta penurunan hasil buah tomat dibandingkan dengan buah berbiji.
Studi Keragaman Genetik Dua Puluh Galur Inbred Jagung Manis Generasi S7 Purwito Djoko Yuwono; Rudi Hari Murti; Panjisakti Basunanda
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 3 (2015): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.7919

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi keragaman genetik dua puluh galur inbred jagung manis populasi S7.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keragaman genetik dua puluh galur inbred, heritabilitas dalam arti luas, korelasi genetik dan analisis lintasan, dan jarak genetik antar galur inbred jagung manis. Percobaan lapangan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan perlakuan dua puluh galur inbred dan tiga ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA, korelasi genetik, dan analisis klaster. Koefisien keragaman genetik yang diperoleh mengindikasikan adanya keragaman genetik antar galur yang diuji. Heritabilitas menunjukkan nilai yang tinggi pada semua variabel kecuali jumlah baris biji. Karakter panjang tongkol dan diameter tongkol memiliki korelasi dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap bobot tongkol. Analisis klaster menghasilkan tiga kelompok pada nilai koefisien similarity 70%. Kelompok yang memiliki koefisien similarity paling rendah memiliki jarak genetik terjauh dan dianjurkan sebagai tetua untuk pembuatan hibrida dengan heterosis tinggi.
Seleksi Varietas Partisipatif Terhadap Galur-Galur Elit Padi Gogo di Lahan Petani Aris Hairmansis
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2015): August
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.8600

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan program pemuliaan adalah diadopsinya varietas unggul oleh petani. Meskipun pemulia memiliki kemampuan untuk memilih varietas-varietas terbaik, selera petani terhadap varietas unggul dapat berbeda dan sangat beragam antar daerah. Program seleksi varietas partisipatif (participatory varietal selection=PVS) dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi seleksi yang dilakukan pemulia dengan melibatkan petani sebagai pengguna akhir produk pemuliaan dalam proses seleksi. Dua kegiatan seleksi varietas partisipatif dilakukan pada musim hujan 2012-2013 di dua sentra padi gogo yakni Cianjur (Jawa Barat) dan Kebumen (Jawa Tengah). Sepuluh galur harapan padi gogo dan empat varietas unggul pembanding digunakan dalam kegiatan PVS. Masing-masing galur atau varietas ditanam oleh seorang petani kooperator dengan luas tanam 2000 m2 sampai 2500 m2. Budidaya padi dilakukan oleh petani berdasarkan paket rekomendasi dari peneliti. Seleksi dilakukan pada saat menjelang panen dengan melibatkan sebanyak 20 sampai 22 orang petani di masing-masing lokasi. Hasil PVS menunjukkan keragaman preferensi petani di dalam dan antar daerah. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya kesesuaian antar nilai preferensi varietas hasil seleksi petani dengan nilai penerimaan fenotipe oleh pemulia. Namun demikian tidak semua genotipe dengan nilai preferensi yang tinggi menghasilkan gabah yang tinggi, mengindikasikan bahwa komponen hasil bukan satu-satunya penentu preferensi petani dalam mengadopsi varietas unggul. Dampak dari pelaksanaan PVS terhadap adopsi varietas unggul, peningkatan keragaman genetik di lapang dan sarana penyebaran benih informal didiskusikan dalam tulisan ini.

Page 5 of 54 | Total Record : 539


Filter by Year

1969 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): December Vol 10, No 2 (2025): August Vol 10, No 1 (2025): April Vol 9, No 3 (2024): December Vol 9, No 2 (2024): August Vol 9, No 1 (2024): April Vol 8, No 3 (2023): December Vol 8, No 2 (2023): August Vol 8, No 1 (2023): April Vol 7, No 3 (2022): December Vol 7, No 3 (2022): December (In Press) Vol 7, No 2 (2022): August Vol 7, No 1 (2022): April Vol 6, No 3 (2021): December Vol 6, No 2 (2021): August Vol 6, No 1 (2021): April Vol 5, No 3 (2020): December Vol 5, No 2 (2020): August Vol 5, No 1 (2020): April Vol 4, No 3 (2019): December Vol 4, No 2 (2019): August Vol 4, No 1 (2019): April Vol 3, No 3 (2018): December Vol 3, No 2 (2018): August Vol 3, No 1 (2018): April Vol 2, No 3 (2017): December Vol 2, No 2 (2017): August Vol 2, No 1 (2017): April Vol 1, No 3 (2016): December Vol 1, No 2 (2016): August Vol 1, No 1 (2016): April Vol 18, No 3 (2015): December Vol 18, No 2 (2015): August Vol 18, No 1 (2015): April Vol 17, No 1 (2014): Juni Vol 16, No 2 (2013): Desember Vol 16, No 1 (2013): Juni Vol 15, No 2 (2012): Desember Vol 15, No 1 (2008): Juni Vol 14, No 2 (2007): Desember Vol 14, No 1 (2007): Juni Vol 13, No 2 (2006): September Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 2 (2005): Desember Vol 12, No 1 (2005): Juni Vol 11, No 2 (2004): Desember Vol 11, No 1 (2004): Juni Vol 10, No 2 (2003): Desember Vol 10, No 1 (2003): Juni Vol 9, No 2 (2002): November Vol 9, No 1 (2002): Juni Vol 8, No 2 (2001): November Vol 8, No 1 (2001): Juni Vol 7, No 2 (2000): November Vol 7, No 1 (2000): Juli Vol 6, No 2 (1998): September Vol 5, No 4 (1994): September Vol 5, No 3 (1993): September Vol 5, No 2 (1992): September Vol 5, No 1 (1992): April Vol 4, No 8 (1992): Februari Vol 4, No 7 (1991): September Vol 4, No 6 (1991): Juli Vol 4, No 5 (1989): Februari Vol 4, No 4 (1987): Februari Vol 4, No 3 (1986): Juli Vol 4, No 2 (1986): April Vol 4, No 1 (1986): Februari Vol 3, No 8 (1984): Juli Vol 3, No 7 (1984): April Vol 3, No 6 (1984): Februari Vol 3, No 5 (1982): Desember Vol 3, No 4 (1981): Desember Vol 3, No 3 (1981): Oktober Vol 3, No 2 (1981): Agustus Vol 3, No 1 (1981): Juni Vol 2, No 8 (1980): Oktober Vol 2, No 7 (1980): Juni Vol 2, No 6 (1979): Mei Vol 2, No 5 (1978): Desember Vol 2, No 4 (1978): Juli Vol 2, No 3 (1977): Desember Vol 2, No 2 (1977): Juni Vol 2, No 1 (1976): Desember Vol 1, No 8 (1976): Desember Vol 1, No 7 (1973): Mei Vol 1, No 6 (1972): Juni Vol 1, No 5 (1970): Juni Vol 1, No 1-2 (1969): Agustus-Desember Vol 1, No 4 (1969): Desember Vol 1, No 3 (1969): Mei More Issue