cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Pengaruh Sektor Keuangan Bank Perkreditan Rakyat terhadap Perekonomian Regional Wilayah Sulawesi Supartoyo, Yesi Hendriani; Juanda, Bambang; Firdaus, Muhammad; Effendi, Jaenal
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i1.207

Abstract

Sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional dan memegang peranan penting dalam memicu pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh sektor keuangan dari Badan Perkreditan Rakyat terhadap Perekonomian Regional di wilayah Sulawesi. Metode analisis yang digunakan ialah Analisis Regresi Komponen Utama. Diperoleh hasil bahwa perkembangan sektor keuangan dari Bank Perkreditan Rakyat terhadap perekonomian regional di wilayah Sulawesi yang terdiri dari variabel sektor keuangan yaitu aset BPR, jumlah kredit yang disalurkan oleh BPR, Dana Pihak Ketiga BPR dan jumlah BPR berbadan hukum masing-masing mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi regional di wilayah Sulawesi secara positif dan signifikan. Jumlah BPR berbadan hukum memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap peningkatan perekonomian regional di wilayah Sulawesi. Oleh karenanya sebagai masukan saran atau rekomendasi maka Pemerintah daerah, otoritas moneter dan OJK dalam pelaksanaannya perlu bersinergi dengan kementerian, perbankan, lembaga domestik guna meningkatkan peran sektor keuangan dari BPR diantaranya berkaitan dengan pembentukan akumulasi modal fisik dan pemeratan persebaran kredit BPR yang berdampak terhadap pembangunan kewilayahan di wilayah Sulawesi.
ANALISIS IMPLEMENTASI CHECKAND BALANCE SYSTEM DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA Rumbia, Moh Firdaus; Junanto, Deny
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 13, No 2 (2009)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v13i2.75

Abstract

Check and balance system is exceptionally relevant in public finance management. It can assure that every institutions—legislative, executive, and auditive—whose involve in public finance management perform appropriately based on its role and function. This paper analyzes and compares the implementation of check and balances system in public finance management in Australia, Philippines and including Indonesia. The findings are employed to develop the system in Indonesia. Once it has been implemented, none of the institutions will abuse their power. Consequently the public budget will be more accountable and transparent for the benefit of the people.
Analisis Beban dan Konsumsi Listrik Rumah Tangga Indonesia : Menggunakan Indonesian Family Life Survey Azmi, Riza
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v18i2.150

Abstract

Kajian ini ingin menganalisis dampak perubahan kesejahteraan rumah tangga terhadap konsumsi dan beban listrik rumah tangga Indonesia. Dengan menggunakan data dari Indonesian Family Life Survey tahun 1993, 1997, 2000 dan 2007, kajian ini menemukan bahwa keluarga kaya cenderung memiliki beban belanja listrik lebih rendah daripada rumah tangga miskin. Kenaikan kesejahteraan rumah tangga, diukur dengan belanja makanan rumah tangga dalam sebulan dan gaji setahun, terbukti meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga secara substansial. Sementara itu, tarif listrik mengurangi permintaan konsumsi listrik rumah tangga, meskipun tarif listrik bukanlah variabel pokok yang ingin dikaji dalam penelitian ini.
The Impact of a Loss of Confidence in Emerging Market Economies to the World Economy: A Simulation with the G-Cubed Model Mansur, Alfan
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v1i2.148

Abstract

Risks in emerging market economies have considerably gone up as capital inflows have soared since the global financial crises in 2008. Once the advanced economies recover, especially in the US where its monetary stimulus ends, market expectations change. It may then potentially lead to sudden capital outflows from emerging economies which could lead to loss of confidence in the emerging market economies. To study the impacts of such event, this paper simulates with the G-Cubed Model. The results show that once financial shocks hit emerging market economies, it can produce critical real effects in the economic downturn which will last for a long period. The simulation also shows the strong interdependence between financial and real economies. In the emerging economies, expected future incomes and wealth fall, while the developed economies gain through the reallocation of investment. Another important channel of the shocks is through trade channel as most emerging market economies rely on imports for their production inputs.
Monthly ICP Projection Model Using Arima Method Handoko, Rudi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v18i1.37

Abstract

Indonesian crude oil price assumption, or commonly abbreviated as ICP plays an important role in the management of state finances. This paper aims to make an ICP projection model monthly. This paper uses econometric methods time series Box-Jenkin or ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). After following the Box-Jenkin methodology, estimation results indicate that the best model to forecast the monthly ICP is ARIMA (1,2,1). Results projection ARIMA (1,2,1) with a static method is more accurate than the dynamic method with a deviation of only 0.8%. If using the static method outlook for ICP in 2014 will be in the range of US$106/bareI - US$108/barel. Policy recommendations related to the price of oil is to determine the Indonesian crude oil price assumption (ICP) suggested using ARIMA (1,2,1). The oil price models have important implications in the management of state finances, namely the ARIMA model can help establish the assumption of ICP and help respond in the event of oil price fluctuations.
KEBIJAKAN INSENTIF PAJAK PENGHASILAN BAGI UMKM DI DIY: REALISASI DAN RELEVANSINYA DENGAN PRINSIP KESAMAAN DALAM PERPAJAKAN Hasan, Dahliana; Nugroho, Adrianto Dwi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v14i2.65

Abstract

The tax incentive indirectly provided for micro, small and medium enterprises as laid down in Article 31E of the Income Tax Act is indicated of being discriminative, as the incentive will only be provided for Resident Corporate Taxpayer. Moreover, the policy is also considered ineffective, as many micro, small, and medium enterprises in Indonesia are roughly consisted of Individual Taxpayers. Therefore, there is a need for conducting a further study on the policy and perhaps formulating a better tax incentive policy for micro, small and medium enterprises in the future.This research aims at analyzing and providing an elaborative description on whether or not the tax incentive laid down in Article 31E of the Income Tax Act has violated the principle of equality in taxation, in which taxpayers being in the same circumstances shall be treated the same, and taxpayers not being in the same circumstances shall not be treated the same. Moreover, the research also aims at reviewing the implementation of the policy in Yogyakarta, Bantu!, and Sleman regencies within the 2009 Fiscal year. Based on the results of the above research, this research will attempt at formulating a better tax incentive policy for micro, small and medium enterprises in the future.The results show that even though the policy specifically targeted at Resident Corporate Taxpayers, it nevertheless upholds the principle of equality in taxation. Moreover, the implementation of the policy in three regencies in D1 Yogyakarta Province may not be evaluated yet, as the 2009 Fiscal Year has not ended, and taxpayers would only have to submit their tax files on April 2010 at the latest Lastly, in the future, the Government and the House of Representatives shall be able to formulate a better tax incentive policy for micro, small and medium enterprises by, among others, targeting the policy at such enterprises carried on by Resident or Nonresident Individual Taxpayers.
Penerapan Earmarking Cukai Hasil Tembakau di Indonesia: Regulasi dan Konsep Ideal Sitepu, Eddy Mayor Putra
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.200

Abstract

Konsumsi rokok telah menyebabkan kematian atas setengah dari konsumennya (WHO, 2016), sehingga perlu tindakan dalam skala luas untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Di Indonesia, kebijakan earmarking telah diterapkan sejak 2008, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: tujuan kebijakan earmarking melalui DBH CHT; proporsi alokasi DBH CHT untuk pemerintah daerah; dan dasar alokasi DBH CHT yang tepat. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis komparatif dengan membandingkan berbagai alternatif dasar alokasi yang dapat digunakan untuk pengalokasian DBH CHT. Berdasarkan hasil penelitian, tujuan dari kebijakan DBH CHT harus dirancang ulang untuk mengakomodasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mengatasi eksternalitas negatif akibat merokok. Selanjutnya, tingkat redistribusi harus diubah dari tingkat kabupaten/kota menjadi tingkat provinsi untuk meningkatkan lingkup kebijakan dan ruang lingkup tindakan. Terakhir, dasar alokasi harus didesain ulang karena dasar alokasi saat ini akan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi rokok daripada mengendalikannya.
The Effectiveness of Control Policy of Subsidized Fuel Consumption in Java-Bali Djunedi, Praptono
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 18, No 3 (2014)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v18i3.28

Abstract

It has been more than three decades that the government provided subsidized fuel. The cheap fuel price leads to consumption of the fuel increase. Although the government has implemented some policies, subsidy on fuel remains hike in the budget. Therefore, by issuing MEMR Regulation on Control of Fuel Consumption, the government implement control policy of subsidized fuel consumption on official vehicles and others. The goals of the policy are to control of the subsidy through reducing the use of low-quality fuel (RON 88). Refer to the above illustration, this paper aims to describe the effectiveness of the policy and to propose policy recommendations to be effective. To measure effectiveness of the policy, this paper uses paired t test. The tool to know whether a significant difference on subsidized and non subsidized fuel sales between before and after the policy implemented. Based on the results, it can be concluded that the policy is not effective. To be effective, it is proposed as follows (1) there is adequate fuel cost allocation for each official vehicle, (2) optimization of the vehicle’s benefit, (3) the policy needs strong monitoring system, and (4) there is sanction for those who violate the policy.
INDONESIA JAPAN ECONOMIC RELATIONS: (INVESTMENT AND TRADE) Kemu, Suparman Zen
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 14, No 4 (2010)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v14i4.56

Abstract

Pra krisis ekonomi 1998, Indonesia merupakan Negara urutan ketiga dalam tujuan investasi langsung Jepang (FDIJ, dibawah China dan Amerika Serikat Namun, paska krisis ekonomi 1998 tersebut, posisi Indonesia turun ke ranking kedelapan dan telah dilewati oleh India, Thailand, Vietnam, Rusia, dan Brazil. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini adalah: kondisi infrastruktur yang buruk di dalam negeri terutama masalah perlistrikan, kurangnya kepastian hukum, adanya pajak berganda, fluktuasi nilai tukar rupiah yang terlampau tajam, dan lemahnya hubungan antar industri (linkage) . Dalam perdagangan luar negeri Jepang merupakan partner dagang terbesar Indonesia. Pada tahun 2007, total perdagangan Indonesia Jepang mencapai nilai USD 23,6, merupakan yang terbesar di ASEAN dibandingkan perdagangan Negara anggota ASEAN lainnya terhadap Jepang. Namun jenis ekspor Indonesia ke Jepang di dominasi oleh komoditi dasar seperti minyak bumi, gas, bahan tambang, dan produk kayu. Sementara ekspor Negara anggota ASEAN yang lain ke Jepang seperti Singapura, Thailand dan Malaysia didominasi produk manufaktur berupa komponen yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi. Gejala lainnya adalah bahwa ada tendensi peningkatan nilai perdagangan Indonesia dengan dua Negara Asia Timur yaitu China dan Korea. Hal ini positif bagi Indonesia namun kurang baik bagi kelanjutan hubungan ekonomi Indonesia Jepang. Berbagai masalah ini perlu dibicarakan secara lebih serius oleh kedua Negara agar nilai perdagangan dan investasi Indonesia Jepang dapat lebih meningkat lagi.
ANALISIS KEBIJAKAN PENDANAAN PENJAMINAN SIMPANAN INDONESIA Setiawan, Sigit
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 13, No 1 (2009)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v13i1.89

Abstract

Sistem penjaminan simpanan merupakan bagian tak terpisahkan dari jaring pengaman keuangan (financial safety nef) suatu negara. Sistem ini dibentuk oleh berbagai kebijakan kunci yang salah satunya adalah kebijakan pendanaan penjaminan simpanan. Dalam tulisan ini dikaji kebijakan pendanaan yang berlaku saat ini, alternatif kebijakan lain, kelebihan dan kekurangan masing-masing kebijakan, serta rekomendasi guna menutup kelemahan kebijakan pendanaan penjaminan simpanan yang digunakan saat ini. Dari sisi kebijakan tingkat premi, tingkat premi yang diterapkan oleh sistem penjaminan simpanan Indonesia saat ini tergolong moderat (tingkat premi saat ini 0,1 persen per semester atau 0,2 persen per tahun), karena berada di tengah-tengah rentang premi penjaminan kelompok negara-negara di dunia dalam kelas pendapatan yang sama dengan Indonesia. Tingkat premi tersebut cukup kondusif bagi perbankan Indonesia karena turut andil dalam memberikan cukup ruang bagi perbankan untuk memperbaiki tingkat kesehatan pasca krisis (NPL) dan memupuk modal dari laba (pendapatan bunga bersih) yang diperoleh untuk pengembangan usahanya. Guna memenuhi kepastian hukum dan sebagai antisipasi bila di masa depan cadangan penjaminan kurang dari target 2,5 persen atau tidak mencukupi, LPS perlu segera mendorong pemerintah untuk menerbitkan peraturan pelaksanaan di bawah UU yang mengatur mekanisme penyediaan bantuan pinjaman pemerintah dalam kondisi tidak memadainya atau tidak mencukupinya cadangan penjaminan.

Page 10 of 15 | Total Record : 143