cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Political Economic Determinants of Growth Acceleration: A Korea-Indonesia Comparative Study Wardhana, Irwanda Wisnu
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i1.182

Abstract

This paper conducts an empirical and comparative analysis in political economy of growth acceleration determinants in Korea and Indonesia. It aims to reveal plausible explanations on Korean development success compared to Indonesia. This research provides an in-depth study parallel to a case study by using comparable variables. It examines five determinants namely initial conditions, quality of institutions, public policy innovations, socio-political circumstances, and access to external resources. The evidence exhibits Korea has better conditions in all determinants. Lesson learned from its development experiences could improve the effectiveness of the Korea official development aid.
THE ROLES OF BASIC INFRASTRUCTURE ON POVERTY ALLEVIATION IN INDONESIA Nugroho, Sidiq Suryo
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i1.19

Abstract

The effect of infrastructure on poverty has been studied many times by researchers, but investigation about the transmission channel of infrastructure's effect on poverty needed more investigation due to more specific policy compiling. The aim of this present study is to investigate the role of basic infrastructure to fight the poverty by depicting the relationship of lenght of road, electricity transmission, clean water distribution, number of health care center, and number of school in particular areas with the poverty rate in Indonesia. This present study uses simple regression method, using panel data from 26 province level for year 2000-2008 in Indonesia. The result of this study reveals that road, electricity transmission, number of health care center, and number of school have an impact on poverty rate through economic growth which is proxied by human development index (HDI), in the other words the relationship between infrastructure and poverty is indirect relationship. Thus, if the Indonesian government is serious about reducing poverty, then the policy should give more emphasis on the poor and provide them with those basic infrastructures; and also have to improve the accessibility of the infrastructures for the poor people although its effect is indirectly.
Dampak Pemilihan Kepala Daerah terhadap Alokasi Belanja Daerah Setiawan, Doddy; Setyorini, Eka
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.365

Abstract

This research aims at examining the effect of local election to regional head on the local government budget allocation. Sample of the study consists of local government election in Java Island at year 2015. The study expect that incumbent engage in budget manipulation at the election year. The result of the study shows that there is different in the donation expenditure, social assistance expenditure and investment expenditure between pre-election year and election year. There is increase in donation expenditure, regional head increase donation expenditure to increase his performance. However, the increase of donation expenditure through decrease in investment expenditure and social assistance expenditure. Further test shows that incumbent that running for election also use his discretion to decrease service and goods expenditure. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui adanya perbedaan alokasi belanja hibah, bantuan sosial, belanja barang jasa dan belanja modal dalam APBD pemerintah daerah pada saat pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah. Penelitian dilakukan pada 52 daerah Kabupaten/Kota di Pulau Jawa yang melaksanakan pemilukada pada tahun 2015. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yang menginformasikan tentang nilai minimum, nilai maksimum, rata – rata (mean) dan standar deviasi (standard deviation). Penelitian ini menggunakan uji-t untuk menguji perbedaan alokasi belanja pada daerah sebelum dan pada saat pemilukada, dengan cara melakukan Uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan alokasi belanja hibah, bantuan sosial dan belanja modal antara periode sebelum dan pada saat pemilukada. Hasil ini konsisten pada daerah yang dipimpin oleh petahana yang mengikuti pemilukada dan petahana yang tidak mengikuti pemilukada.
PENGARUH DEFISIT ANGGARAN TERHADAP DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN DI INDONESIA Nizar, Muhammad Afdi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v17i1.42

Abstract

This study aims to determine the effect of budget deficits on the current accounts deficit in Indonesia during 1990 - 2012. Based on quarterly time series data and using VAR model, the results of this study indicate that: (i) a positive effect of the budget deficit on the current account deficit. In the period 1990 - 2012 the effect of budget deficits is relatively small and rapid (one quarter), while in the period 1990-1997 budget deficits had greater influence with a longer duration (a semester) on current accounts deficit, and (ii) the results of this study confirm and in line with the twin deficit hypothesis. Therefore, the government should take concrete steps to reduce imports of oil (fuel). Because of fuel imports potentially add to the current accounts deficit and also the amount of fuel subsidies (and deficit) in the state budget
PHASING OUT KEROSENE SUBSIDY IN DEVELOPING COUNTRIES CASE STUDY OF INDIA AND INDONESIA Sujai, Mahpud
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v15i1.80

Abstract

Subsidy is one of the main problems that burden the budget in some developing countries. Indonesia and India have similarities in dealing with efforts to reduce energy subsidies, especially kerosene. This study aims to explain the impact of the kerosene subsidy to the state budget of India and Indonesia, to explore and propose the alternative solutions to solve the problems occurred in relation with the implementation of the kerosene subsidy in both countries and to elaborate the strategy made by the government of both countries in reducing kerosene subsidy. This study used qualitative methods to explore ways of collecting information through data analysis in various types of both primary and secondary. The analysis used in this research is descriptive analysis in which researchers performed interpretation of data. From the analysis conducted, both countries succeeded in reducing the burden of subsidies for kerosene with a variety of strategies fit with the characteristics of each country.
Analisis Potensi Penerimaan PPH dan PPN Pada Pelaksanaan Program KUR Sofia Arie Damayanty, Abdul Aziz, Hadi Setiawan,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v17i2.155

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM, salah satunya dengan mengadakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejak tahun 2007, yang ditujukan bagi UMKM yang dianggap memiliki usaha yang feasible namum belum/tidak bankable. Untuk mendukung program tersebut Pemerintah mengalokasikan anggaran dalam bentuk Penanaman Modal Negara (PMN) maupun dalam bentuk pemberin Imbal Jasa Penjaminan (IJP) kepada perusahaan penjamin kredit yang ditunjuk, yaitu PT Askrindo dan Perum Jamkrindo. Selam ini pemerintah hanya fokus pada pengendalian risiko fiskal yang mungkin terjad untuk menghindari default yang akan menggerus nilah IJP dan PMN yang telah ditanamkan. Pemerintah belum pernah mengkaji potensi penerimaan negara yang dihasilkan oleh aktivitas ekonomi yang dibiayai oleh program KUR itu sendiri. Artikel ini bertujuan mensimulasikan perhitungan potens Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai(PPN) dari aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh penerima KUR Mikro dan KUR Ritel. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat total potensi peningkatan penerimaan PPh dan PPN sebesar Rp13,77 triliun untuk tahun 2013. Hal ini menunjukkan bahwa program ini selain memiliki risiko fiskal berupa meningkatnya belanja pemerintah untuk pemberian PMN dan IJP, namun di sisi lain juga berpotensi meningkatkan value dari aktivitas ekonomi UMKM yang akan menghasilkan peneriman negara dari PPh dan PPN.
ANALISIS FISIBILITAS PENGENAAN CUKAI ATAS MINUMAN BERPEMANIS (SUGAR-SWEETENED BEVERAGES) Ardiansyah, Benny Gunawan
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v1i3.291

Abstract

The increasing of overweight and obesity prevalence took place around the world, including Indonesia. The World Health Organization (WHO) suggested that all countries had to apply fiscal policies and influence the consumption patterns. One of the manufacturing product, that should be controlled for its consumption, is a sugar-sweetened beverage (SSB). This study tried to analyze the imposing of excise on SSB using the qualitative methods. The results indicated that the imposition of excise on SSB was urgent. Any objection and resistance, for economic or technical and administration reason, seems to be easily contolled so it could be applied soon. The levy excise on SBB will avoid some public health problems in the future and Indonesia won’t loose any momentum in utilizing demographic bonuses.
THE PROSPECT OF INDONESIA CHINA ECONOMIC RELATION Kemu, Suparman Zen
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 14, No 3 (2010)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v14i3.70

Abstract

Perkembangan hubungan ekonomi Indonesia China merupakan phenomena yang menarik untuk disimak, karena dua Negara ini merupakan Negara dengan jumlah penduduk yang besar, dan sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam (SDA), daya beli yang meningkat, dan meningkatnya daya saing sebagai Negara tujuan FDI. Beberapa kelemahan Indonesia antara lain buruknya kondisi investasi terutama berkaitan dengan buruknya kondisi infrastruktur (khususnya listrik), birokrasi yang cendrung korup, adanya resistensi dari sekelompok masyarakat terhadap kepemilikan asing, dan juga ekspor yang sangat bergantung pada komoditi primer. China disisi lain, sedang mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi diiringi terjadinya peningkatan kebutuhannya akan barang impor termasuk dari Indonesia, sedang menggiatkan FDI ke luar negeri termasuk ke Indonesia, bersama Indonesia merupakan anggota ASEAN+3yang saling mengetahui kekurangan dan kehebatan masing-masing. Kalau beberapa kelebihan tadi bisa disinergikan, dan terhadap beberapa kelemahan yang ada dilakukan perbaikan, maka hubungan ekonomi Indonesia China ke depan akan dapat meningkat dengan lebih pesat
Menimbang Berbagai Alternatif Penyesuaian Harga Bahan Bakar Minyak Premium dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Verina J. Wargadalam, Anda Nugroho, Hidayat Amir,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i3.145

Abstract

Kajian ini menyimulasikan dampak berbagai alternatif penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis premium, dengan tujuan untuk mendapatkan pilihan alternatif yang paling baik bagi perekonomian. Dua set simulasi masing-masing dengan tujuh alternatif penyesuaian harga yang dianalisis dengan menggunakan Model INDOCEEC, sebuah model keseimbangan umum dinamik yang didesain dengan fokus untuk analisis dampak kebijakan energi. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga premium secara kuartalan melalui mekanisme subsidi tetap dengan penyesuaian harga dan dikombinasikan dengan kebijakan pemberian bantuan langsung tunai bagi rumah tangga miskin dapat menjadi pilihan kebijakan yang paling layak untuk dipertimbangkan.
China Economic Development and its Impact on the Indonesian Economy Abimanyu, Yoopi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v1i1.273

Abstract

Ekonomi China terus bertumbuh selama tiga decade ini.  Analisa kwalitatif menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2014, 2015, dan 2016, tetap tinggi meskipun ekonomi dunia terus melemah. Karena besarnya peran China dalam perdagangan internasional Indonesia, pertumbuhan ekonomi China sangat penting bagi ekonomi Indonesia. Dengan hipotesa bahwa pertumbuhan ekonomi China akan memiliki dampak positif terhadap ekspor Indonesia ke China, analisa kwantitatif dengan menggunakan two stages least squares antara China Produk Domestik Bruto per kapita dengan ekspor Indonesia ke China menunjukkan bahwa kenaikan China Produk Domestik Bruto per kapita sebesar satu persen saja akan mendorong naiknya ekspor Indonesia ke China sebesar 2,43 persen

Page 11 of 15 | Total Record : 143