cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Analisis Dampak Insentif Fiskal Penetapan Harga Gas Bagi Industri Domestik Terhadap Perekonomian: Pendekatan Model CGE Dinamis nugroho, anda; Amir, Hidayat
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i1.322

Abstract

AbstrakOptimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik terkendala oleh mahalnya harga gas yang sampai di tangan industri pengguna gas domestik. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan insentif fiskal berupa Perpres nomor 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis dampak dari insentif fiskal tersebut terhadap perekonomian nasional. Hasil simulasi dengan model Computable General Equilibrium (CGE) Fiskal Dinamis menunjukkan bahwa kebijakan penetapan harga gas bumi tertentu dapat meningkatkan kinerja perekonomian nasional. Hal tersebut ditandai dengan adanya peningkatan GDP pada kisaran 0,12% - 0,13% pada jangka menengah. Pada sisi industri, harga input gas yang lebih rendah akan memangkas biaya produksi sehingga membuat output industri menjadi lebih murah kompetitif. Industri yang mengalami peningkatan output antara lain industri besi baja, industri pupuk, industri keramik, industri kaca, industri barang-barang dari karet, industri pulp & kertas, dan industri makanan & minuman.AbstractExpensive domestic gas price has constrained the natural gas utilization by the domestic industry. To deal with this situation, the government has issued fiscal incentives of Presidential Regulation number 40 of 2016 on the Natural Gas Price Regulation. The purpose of this paper is to analyze the impact of the fiscal incentives to the economy. The Simulation result with Dynamic Fiscal CGE model shows that overall, the fiscal incentive will improve the performance of the national economy. The GDP increases in the range of 0.12% - 0.13% in the medium term. On the micro side, lower gas input prices will lower production costs, thus making industrial output cheaper and more competitive. The output of the following Industries are increasing: steel, fertilizer, ceramic, glass, rubber, pulp & paper, and food & beverage
THE IMPACT OF TAXES ON PRODUCTION ON INCOME DISTRIBUTION IN INDONESIA Dasa Nugraha, Kunta Wibawa
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v17i1.38

Abstract

The Indonesian economy has grown significantly since 2000, but income inequality has increased since 2001. One of the possible government tools to improve income inequality is through taxation. This paper evaluates taxes on production and their impact on income distribution using Scutella methods. The impact of taxes on production on household income distribution provides the measure for determining the tax burden for each household income groups. This method uses the National Socioeconomic Survey and the Input-Output Table for major data sources. The key finding is that taxes on production worsen income distribution and the form of this tax is regressive, especially for lower and middle income households. The other key finding is that the consumers of cigarettes have the highest burden of taxes on production. The results suggest that Indonesian taxes on production worsen income inequality and the higher effective tax rates do not mean the higher the burden of taxes on production for consumers.
FACTORS AFFECTING FINANCE COMPANIES Abimanyu, Yoopi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v14i1.76

Abstract

Perusahaan pembiayaan sebagai salah satu bentuk dari lembaga keuangan dipengaruhi oleh gerakan dari variabel moneter, yakni antara lain nilai tukar dan tingkat bunga pinjaman. Hipotesa dari tulisan singkat ini adalah bahwa kedua variabel moneter tersebut mampu mempengaruhi kinerja dari perusahaan pembiayaan, baik dari sisi aktiva maupun dari sisi pasiva. Data yang digunakan adalah data bulanan periode Desember 2006 sampai dengan Juni 2009. Analisa yang digunakan adalah pendekatan grafik (visual inspection) dan ekonometri, yakni Johansen Cointegration untuk hubungan jangka panjang dan Granger Causality untuk hubungan jangka pendek. Hasil analisa grafik menunjukkan bahwa dari sisi asset, total pembiayaan (termasuk komponennya yakni pembiayaan melalui consumer finance maupun leasing) tidak converge, baik dengan nilai tukar maupun tingkat bunga pinjaman. Hasil analisa ekonometri Johansen Cointegration juga menunjukkan bahwa total pembiayaan termasuk komponennya tidak memiliki hubungan jangka panjang dengan nilai tukar dan tingkat bunga pinjaman. Mereka tidak cointegrated. Analisa jangka pendek dengan menggunakan Granger Causality juga tidak menunjukkan pola keterkaitan antara variabel moneter dan komponen asset dari perusahaan pembiayaan. Dari sisi pasiva, pendekatan grafik ternyata menunjukkan bahwa total pinjaman (dan komponennya, yakni pinjaman dalam negeri dan luar negeri) nampaknya converge dengan nilai tukar maupun tingkat bunga pinjaman. Analisa formal dengan ekonometri menunjukkan bahwa total pinjaman dan komponennya weakly cointegrated dengan nilai tukar dan sepenuhnya cointegrated dengan tingkat bunga pinjaman. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kebijakan makroekonomi yang tepat (realisasi kebijakan sama dengan target kebijakan dimana tidak ada over excessive ataupun under excessive macropolicies) yang mampu menghasilkan nilai tukar yang stabil dan tingkat bunga yang relatif rendah, akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan pembiayaan dari sisi pasiva.
Analisis Pertumbuhan PDB, Penerimaan Pajak dan Insentif Pajak Bagi Industri Manufaktur Adriansyah, Benny Gunawan
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v18i1.151

Abstract

Korelasi positif antara pertumbuhan PDB dan pertumbuhan penerimaan pajak tidak berarti bahwa percepatan pertumbuhan akan sama. Salah satu dugaan rendahnya tax ratio Indonesia adalah pertumbuhan penerimaan pajak lebih lambat dibandingkan pertumbuhan PDB. Selain itu, Indonesia juga menghadapi trend penurunan kinerja industri manufaktur, sehingga penelitian juga melakukan analisis pemberian insentif pajak sektor industri manufaktur. Pendekatan kuantitatif dengan melakukan pengembangan model matematika dan dekomposisi data-data yang berhubungan dengan struktur PDB dan industri, termasuk tax burden. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak di Indonesia bersifat fluktuatif terhadap pertumbuhan PDB. Pada tahun 2005, 2007,2008 dan 2011 pertumbuhan penerimaan pajak di Indonesia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan PDB sedangkan tahun 2006,2009, dan 2010. Sementara itu, sebagian besar pertumbuhan penerimaan pajak sektor industri manufaktur lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan PDB. Fasilitas insentif bagi sektor industri manufaktur tidak berhubungan dengan variabel-variabel yang seharusnya diperhitungkan yaitu share terhadap PDB, nilai tambah bruto, penyerapan tenaga kerjadan jumlah pelaku usaha. Untuk itu, insentif pajak direkomendasikan untuk diarahkan langsung kepada tujuan yang ingin dicapai.
Pembangunan Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Indonesia Buhaerah, Pihri
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v1i2.203

Abstract

AbstractThis paper examines empirically the linkage of financial development and economic growth in Indonesia by using time series analysis for the period of 2001Q4-2016Q2. To achieve the objective of this study, data was collected from secondary sources and employed various time series econometric procedures such as Dickey Fuller-Generalized Least Square (DF-GLS) test, Granger Causality test, Engle Granger-Augmented Dickey Fuller (EG-ADF) cointegration test, and Error-Correction Method (ECM). The cointegration test shows that there is a long run relationship cointegrated between selected financial development indicators and economic growth. Surprisingly, in the short run, total credit to the private non-financial sector has a negative effect on economic growth in Indonesia. Furthermore,Granger causality test based on error-correction model indicates that only money market rate, stock prices, and total credit to households have a causal relationship with economic growth.  AbstrakMakalah ini membahas secara empiris pertautan antara pembangunan keuangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan analisis runtun waktu untuk periode 2001Q4-2016Q2. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, data yang dikumpulkan berasal dari dari  beragam sumber data  sekunder dan melibatkan berbagai prosedur ekonometrika runtun waktu seperti Dickey Fuller-Generalized Least Square (DF-GLS), uji Kausalitas Granger, uji kointegrasi Engle Granger-Augmented Dickey Fuller (EG-ADF), dan error-Correction Method (ECM). Hasil uji kointegrasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan jangka panjang antara indikator pembangunan keuangan yang terpilih dan pertumbuhan ekonomi. Yang mengejutkan, dalam jangka pendek, total kredit ke sektor swasta non-keuangan memiliki efek negatif pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selanjutnya, uji kausalitas Granger berdasarkan model koreksi kesalahan menunjukkan bahwa hanya suku bunga pasar uang, harga saham, dan jumlah kredit untuk rumah tangga yang memiliki hubungan kausalitas dengan pertumbuhan ekonomi.
DAMPAK PEREKONOMIAN GLOBAL TERHADAP KONDISI MAKROEKONOMI INDONESIA Nurhidajat, R.
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v14i2.66

Abstract

The purpose of this paper is to provide an analysis of relationship between global economy represented by US economy and Indonesia's economy by quarterly data. In this paper, domestic variables are Gross Domestic product (GDP), intersest rate, composite price index and exchange rate. Meanwhile, The global variables used are Gross Domestic product (GDP), intersest rate, and composite price index. Struktural VAR is employed to test these relationship. The quarterly data are between 1999 through 2008. The result of this reseach is Indonesia as a small open economy is influenced by global economy. The Government of Indonesia should give more attention to US GDP as the most influent variable of international variables.
Kelayakan Stimulus Modal Pada Bank Milik Negara Nasir, Mohamad
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i2.140

Abstract

Kondisi akses kredit Indonesia kurang optimal dan saat ini membutuhkan dana pembangunan infrastruktur yang sangat besar. Hal ini memunculkan gagasan untuk memberikan stimulus PMN pada bank BUMN (Bank Mandiri, BRI, dan BNI) agar dapat mengumpulkan dana pihak ketiga dalam jumlah yang besar. Ditengah keterbatasan APBN, studi kelayakan perlu dilakukan untuk mengukur ketepatan stimulus tersebut. Dengan menggunakan analisi deskriptif, dan kinerja penyaluran kredit, kinerja keuangan, dan kinerja leverage, paper menunjukan bahwa gagasan PMN pada bank BUMN layak untuk dilakukan, khususnya pada Bank Mandiri dan BRI. Hal ini terlihat dari : 1) pencapaian penyaluran kredit yang besar secara nominal, serta tingkat LDR yang sehat dan kompetitif bila dibandingkan dengan BCA, 2) kinerja keuangan yang baik sebagaimana terlihat dari pencapaian keuntungan yang besar dan dukungan modal yang kuat, dan 3) kinerja leverage lebih baik dibandingkan dengan BCA. Dengan asumsi PMN Rp3 triliun, diperkirakan bank BUMN mampu mengumpulkan dana pihak ketiga sebesar Rp39,45 triliun dalam bentuk kewajiban dan Rp2,09 triliun dalam bentuk ekuitas baru. Selanjutnya, paper ini merekomendasikan 1) implementasi gagasan dengan mengalokasi PMN pada Bank Mandiri dan atau BRI, 2) mendorong bank BUMN untuk memperbaiki kinerja efisiensi, 3) menyusun indikator kinerja utama para manajemen bank BUMN, dan 3) mengarahkan penyaluran dana untuk pembangunan infrastruktur yang berisiko rendah.
Transmisi BI Rate sebagai Instrumen untuk Mencapai Sasaran Kebijakan Moneter Syahrir Ika, Suparman Zen Kemu,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i3.208

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat lebih rinci transmisi penetapan BI rate terhadap perubahan SBI, PUAB, bunga deposito, bunga kredit, jumlah M1 & M2 dan kondisi ekonomi makro yakni inflasi, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan keseimbangan neraca pembayaran. Pemahaman terhadap transmisi ini akan memberikan gambaran keseluruhan dari kebijakan moneter yang bersifat makro dan kebijakan mikro, di tatanan perbankan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif, analisis menggunakan tabel, grafik, gambar serta Eviews sebagai perangkat kuantitatif. Kerangka berfikir tulisan ini adalah transmisi kebijakan moneter mulai dari BI rate menjadi Sertifikat BI (SBI), PUAB, Bunga Deposito, Bunga Kredit, spread (interest margin) perbankan, inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter berupa penetapan BI rate oleh Bank Indonesia merupakan kebijakan dengan sasaran berjenjang mulai dari sasaran operasional, sasaran antara dan sasaran akhir. Hasil dari kebijakan memerlukan lag yang lamanya sesuai dengan kategori sasaran, untuk itu perlu dilihat sasaran BI rate sesuai dengan jenjangnya. Kalau tidak, maka akan terjadi misleading penilaian terhadap keberhasilan penetapan BIrate yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
The Model of Property Tax assessment based on Straight Line Distance and Distance of Travel; Case Study in the West ofBogor City Hartoyo, harry; S. Damanhur, Didin; Saefuddin, Asep; triguna, gunadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v18i1.29

Abstract

The purpose of this study is to find out what factors that affect the land prices, as well as researching the straight line distance or the distance of travel to public facilities stronnger to influence the land prices. The results of this study are necessary to improve the method of determination of the assessment (the value of tax object used by Indonesia's property tax or Nilai Jual Obyek Pajak called NJOP) used in collection all property taxes in the city ofBogor. The data used in this study was 41 vacant lot in area ofBogor Barat, which has been traded throughout the last six months in 2013. Analysis tool used is the Ordinary Least Square (OLS) regression applied to the models of the hedonic price regression (Hedonic Price Method/HPM). Results of the study was the second model uses the distances of travel to public facilities has adjusted R2 of 0.815, is higher than the first model that uses the straight line distance with an adjusted R2 of 0.803, as well as assessment (NJOP) regression to land prices by 0.682. In the second model, five independent variables that affect the land prices are the distances to education facilities, health facilities, security facilities, terminal facilities, and characteristics of the area surrounding the location of the object of research. Adjustment of the determination of the assessment (NJOP), is expected to increase accuracy and fairness, as well as increasing the property tax revenue that results are needed to expand public utilities in the city ofBogor.
KETAHANAN SEKTOR KEUANGAN DAN SHADOWBANKING: ANALISA TERHADAP INDUSTRI PEMBIAYAAN DI INDONESIA Adriyanto, Adriyanto
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v16i3.57

Abstract

The failure of supervision instrument on shadow banking practice in the US has triggered financial collapse and spread accross sovereignities. The G20 has asked FSB to undertake in depth analysis of shadow banking progress along with needed recommendations to overcome the weaknesses. This paper attempts to analyze the shadow banking practice in Indonesia particularly in the consumer finance industry by using the flow of fund analysis recommended by FSB and several relevant financial ratios. The size of credit intermediation in this industry only accounts for 3% of GDP compared to bank credit accounting for 30% of GDP in 2011, however the credit growth in finance industry has superseded banking sector. The consumer finance industry are dominantly reliant on bank lending and bond which reduces the susceptibility of market shock. The asset securitization is not common in this industry. The financial sector authority has imposed strick regulation on this industry to ensure industry's financial health. Despite industry's ability to meet those requirements, the high dependency on debt for operation has raised concern for stronger equity increase. Further, the expansive credit intermediation in this industry can bring liquidity problem which requires further regulation.