cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018" : 5 Documents clear
SUPERVISI KLINIK DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PERAWAT DI RUMAH SAKIT Puspitasari, Nur Wahyu; Nurkholis, Nurkholis; Kusumawati, febriana Tri; Atmanto, Arif Puji; Zuhri, Mohammad; Sulistiyaningsih, Sulistiyaningsih; Diel, M. Martono; Elmonita, Yudhanoorsanti; Agustina, Clara; Dwidiyanti, Meidiana
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.804 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.12

Abstract

AbstrakPerawat memiliki berbagai kompetensi yang harus dikuasai dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Kompetensi perawat sangat luas, mencakup praktik profesional, etis, legal, peka budaya, pemberian asuhan, manajemen asuhan keperawatan, pengembangan kualitas personal dan profesional. Supervisi klinik menjadi syarat penting untuk memantau penerapan kompetensi perawat, sehingga dapat tercipta kinerja yang memuaskan. Kinerja perawat yang belum mencapai standar yang telah ditetapkan DEPKES RI, dapat mengakibatkan terjadinya tindakan – tindakan yang tidak sesuai SOP, kurang baiknya dalam pemberian pelayanan keperawatan, sehingga menimbulkan cedera, kerugian, bahkan komplain dari pasien dan masyarakat. Kejadian tersebut dapat menimbulkan penurunan kualitas pelayanan kesehatan dan penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesi perawat. Oleh karena itu perlu adanya solusi yang tepat untuk mempertahankan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi klinik terhadap peningkatan kompetensi perawat. Penelitian ini menggunakan metode sistematic review melalui pencairan database, scanning, dan screening 8 artikel dari 90 artikel yang didapat. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan pelayanan keperawatan, ditunjukkan dari peningkatan kompetensi perawat yang berpengaruh terhadap kinerja perawat. Kinerja perawat dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi kepatuhan dokumentasi keperawatan dan kepatuhan cuci tangan five moment. Sedangkan faktor eksternal meliputi penurunan burnout, peningkatan lingkungan kerja, dan penurunan risiko jatuh. Dari berbagai jurnal menunjukkan bahwa superfisi klinik dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perawat baik secara internal maupu eksternal. Banyaknya dampak positif supervisi klinik di rumah sakit dapat menjadi acuan agar supervisi klinik terus di lakukan di rumah sakit. Adanya supervisi klinik yang dilakukan dengan tepat diharapakan kegiatan asuhan keperawatan dapat terus ditingkankan sesuai kompetensi perawat. Kata kunci: Supervisi klinik, perawat, kompetensi perawat, kinerja perawat AbstractClinical supervision in nursing services as an efforts to improve nurse competency in hospitals. Nurses have various competencies that must be mastered in providing nursing care to patients. Nurses' competencies are very broad, covering professional, ethical, legal, cultural-sensitive practices, providing care, nursing care management, developing personal and professional qualities. Clinical supervision is an important requirement for monitoring the application of nurse competencies, so that satisfactory performance can be created. The performance of nurses who have not reached the standards set by the RI Ministry of Health, can result in actions that are not in accordance with the SOP, poor in providing nursing services, causing injury, loss, even complaints from patients and the public. These events can lead to a decrease in the quality of health services and a decrease in the level of public trust in the nursing profession. Therefore it is necessary to have the right solution to maintain service quality. This study aims to determine the effect of clinical supervision on improving nurse competency. This research uses sistematic review method through database disbursement, scanning, and screening 8 articles from 90 articles obtained. The results showed that there were differences in nursing services, indicated by an increase in nurses 'competencies which had an effect on nurses' performance. Nurse performance is influenced by internal factors which include compliance with nursing documentation and compliance with five-moment hand washing. While external factors include a decrease in burnout, an increase in the work environment, and a reduced risk of falling. From various journals, it was shown that clinical superfissions can have a positive impact on the performance of nurses both internally and externally. The many positive effects of clinical supervision in hospitals can be a reference for clinical supervision to continue at the hospital. The existence of clinical supervision carried out appropriately is expected that nursing care activities can continue to be increased according to nurses' competencies. Keywords: Clinical supervision, nurses, nurse competencies, nurse performance
PENGELOLAAN PASIEN HIV/AIDS Ardiyanti, Yulia; PH, Livana
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.489 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.168

Abstract

AbstrakPerawat pelaksana merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan pasien HIV/AIDS untuk mewujudkan pelayanan keperawatan yang bermutu dan profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolan pasien HIV/AIDS di RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian dengan sampel 58 orang ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan uji normalitas data hasil penelitian menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan pasien HIV/AIDS oleh perawat pelaksana di RSUD dr. H. Soewondo Kendal sebagian besar berada pada kriteria baik yaitu sebanyak 53,4%. Perlu ditingkatkan pengetahuan perawat tentang Universal Precaution dan pengendalian penyakit infeksi  serta lebih meningkatkan rasa caring pada pasien dari pasien HIV/AIDS. Kata kunci: HIV/AIDS, pengelolaan pasien AbstractThe management of HIV / AIDS patients. Advocation nurses are the key to success in the management of HIV / AIDS patients to realize quality and professional nursing services. The purpose of this study was to determine the description of the management of HIV / AIDS patients in RSUD dr. H. Soewondo Kendal. The study with a sample of 58 people used a descriptive design with a cross sectional approach and the normality test of the results of the study using the Kolmogorov Smirnov test. The results of the study showed that the management of HIV / AIDS patients by implementing nurses in RSUD dr. H. Soewondo Kendal is mostly in good criteria, namely 53.4%. Nurses need to improve their knowledge about Universal Precaution and control of infectious diseases and further increase the sense of caring in patients from HIV / AIDS patients. Keywords: HIV/AIDS, Management of patients
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN ORANG TUA ANAK DOWN SYNDROME Saputra, Hartawan; Wakhid, Abdul; Choiriyyah, Zumrotul
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.387 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.41

Abstract

AbstrakAnak down syndrome merupakan kondisi yang amat sangat tidak diharapkan oleh orang tua. Pada umumnya orang tua mengalami sedih, stres, perasaan bersalah, sakit hati tidak dapat menerima kenyataan, dan lain sebagainya. Dukungan sosial sangat diperlukan untuk memberikan dukungan perawatan dan penerimaan diri orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan orang tua anak down syndrome di SLB Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua anak down syndrome di SLB Kabupaten Semarang. Sampel sebesar 49 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian dukungan sosial dan penerimaan orang tua diukur dengan kuesioner. Analisis data menggunakan chi square (α= 0,05). Gambaran dukungan sosial orang tua anak down syndrome di SLB Kabupaten Semarang dalam kategori baik sebanyak 38 orang (77,6%). Gambaran penerimaan orang tua anak down syndrome di SLB Kabupaten Semarang dalam kategori baik sebanyak 41 orang (83,7%). Ada hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan orang tua anak down syndrome di SLB Kabupaten Semarang (p=0,000). Diharapkan keluarga, teman atau kerabat dan masyarakat memberikan dukungan sosial baik dari dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan penghargaan untuk orang tua anak down syndrome di SLB Kabupaten Semarang. Kata kunci: Dukungan Sosial, penerimaan diri, down syndrome AbstractThe correlation between social support and parent’s acceptance of down syndrome children. Down syndrome children is a condition that is extremely not expected by the parents. Generally, parents will experience sadness, stress, guilt, hurt can not accept reality, and others. One of the factors that affect the acceptance of parents is social support. This study aimed to analyzed the correlation between social support and parent’s acceptance of down syndrome children at SLB Semarang Regency. This study was descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study were parents of down syndrome children at SLB Semarang Regency. Sample of 49 people with total sampling technique. The research instrument of social support and acceptance of parents were measured with a questionnaire. Data analysis used chi square (α = 0.05). The description of social support of down syndrome children at SLB Semarang Regency is in good category as many as 38 people (77.6%). The description of of parents acceptance of children with down syndrome at SLB Semarang Regency is in good category as many as 41 people (83.7%).  There is a correlation between social support and parent acceptance of children with down syndrome at SLB Semarang. Regency (p = 0.000). It is expected that family, friends or relatives and the community provide social support in from of emotional support, instrumental support, information support, and award support to the parents of children with down syndrome at SLB Semarang Regency. Keywords: Social support, self-acceptance, down syndrome
PENGALAMAN PERAWAT TENTANG CARING BERBASIS TEKNOLOGI PADA PASIEN KRITIS DI INTENSIVE CARE UNIT Anggraeni, Lina; Ismail, Suhartini
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.781 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.68

Abstract

AbstrakICU merupakan suatu unit dengan pasien yang menerima perawatan intensif dan monitoring yang ketat. Untuk itu, diperlukan perawat yang terlatih secara khusus dengan menggunakan teknik yang canggih dan dapat memenuhi kebutuhan dasar dari pasien. Dengan membangun keseimbangan antara aspek perawatan pasien dan teknologi, perawat akan dapat memberikan perawatan yang lebih efisien dengan kualitas yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman perawat tentang caring berbasis teknologi pada pasien kritis di intensive care unit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Penelitian dilakukan di Himpunan Perawat Critical Care Jawa Tengah. Partisipan penelitian sebanyak 10 perawat yang ditentukan dengan metode purpose sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada partisipan selama 40-60 menit sesuai dengan pedoman wawancara yang telah disusun sebelum penelitian. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema yaitu kompetensi penggunaan teknologi menjadi bagian dari caring yang harus dimiliki perawat, keseimbangan perilaku caring dan kompetensi teknologi perawat di ruang pelayanan kritis, serta maleficient dan beneficient. Perawat ICU harus berperilaku caring yang ditunjukkan dengan memiliki kompetensi yang tinggi pada penggunaan teknologi agar terciptanya perawatan yang lebih baik untuk pasien kritis. Kata kunci: Caring berbasis teknologi, perawat ICU, pasien kritis, intensive care unit AbstractThe nurses’ experiences of technology-based caring in critical patients in the intensive care unit. Intensive Care Unit (ICU) is a unit in which patients receive intensive care and strict monitoring. For this reason, nurses who are specifically trained to use sophisticated techniques and able to meet the basic needs of patients are needed. By developing a balance between the aspects of patient care and technology, nurses will be able to provide more efficient care with higher quality. This study aimed to describe the nurses’ experiences of technology-based caring in critical patients in the intensive care unit. This study was qualitative research with a descriptive phenomenological approach conducted at the Critical Care Nurse Association of Central Java. The participants were ten nurses selected by using purposive sampling technique. The data were collected through in-depth interviews with the participants for 40-60 minutes based on the prepared interview guidelines. The collected data were analyzed using the Colaizzi method.  The results showed three themes that technological competence to be part of the caring that nurses must have, the balance between nurses’ caring behaviors and technological competence in the critical area, then, maleficient and beneficient. Nurses should behave caring which is shown by having high competence using of technology to provide better care for critical patients. Keywords: Caring based on technology, critical nurse, critical patient, intensive care unit
DUKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT TERHADAP KONSEP DIRI SISWA TUNAGRAHITA Kelen, Magdalena Praharani; Pasaribu, Jesika
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.659 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i2.49

Abstract

AbstrakKeluarga dan masyarakat belum paham mengenai kecacatan yang dialami oleh siswa tunagrahita sehingga terdapat stigma bahwa siswa tunagrahita sebagai orang cacat yang tidak bisa mandiri dan memiliki kemampuan intelektual rendah. Stigma tersebut dapat mempengaruhi persepsi siswa tunagrahita terhadap  konsep diri mereka sehingga cenderung negatif. Penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain deskriptif korelasi bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dan masyarakat terhadap konsep diri siswa tunagrahita di SLBN Kupang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita di SLBN Kupang.  Sampel diperoleh secara accidental sampling sebanyak 84 responden. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner konsep diri, dukungan keluarga  dan dukungan masyarakat. Hasil penelitian ditemukan terdapat konsep diri positif 52,4%, dukungan keluarga 52,4%  dan dukungan masyarakat (53,6 ). Hipotesis di uji menggunakan uji Chi-square; sbb: tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan orang tua terhadap konsep diri (p value = 0,197) dan tidak ada hubungan bermana antara dukungan masyarakat terhadap konsep diri (p value = 0,389). Hasil penelitian menunjukkan perlunya dukungan keluarga dan masyarakat agar penyandang tunagrahita tetap memiliki konsep diri yang positif. Kata kunci: Tunagrahita, konsep diri, dukungan keluarga, dukungan masyarakat AbstractThe relationship of Family and Sosial Support with self-concept of intellectual disability students’s. In common, families and communities do not understand well the disability experienced by intellectual disability students. This arises a stigma that intellectual disability students are disabled people who cannot be independent and have low intellectual abilities. This stigma may affect the perception of intellectual disability students on their self-concept that tend to be negative.The purpose of this study was  to determine  the relationship of Family and Sosial Support with self-concept of intellectual disability students’s in SLBN Kupang NTT 2016. This research method was non-experimental quantitative research with descriptive correlation design. The population in this study were all intellectual disability students in SLBN Kupang. The sample was obtained by accidental sampling of 84 respondents. Data collection is done through filling out self-concept questionnaires, family support and community support. The results of the study found 52.4% positive self-concept, 52.4% family support and social support (53.6). The hypothesis was tested using the Chi-square test: there is no significant relationship between parental support for self-concept (p value = 0.197) and no significant relationship between community support for self-concept (p value = 0.389). The results of the study indicate the need for family and social support to improve  positive self-concept of intellectual disability students . Keywords: Intellectual disability, self-concept, family support, social support

Page 1 of 1 | Total Record : 5