Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022"
:
12 Documents
clear
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA PANDEMI COVID 19 DI STIKES BAITURAHIM JAMBI
Fithriyani;
Suryenti , Vevi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.999 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1048
Corona Virus atau dikenal dengan COVID-19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara didunia. COVID-19 dilaporkan cukup menular dengan tingkat kematian yang relative tinggi dan dilaporkan terus meningkat. Angka pasien positif COVID-19 yang terus bertambah di Indonesia membuat satuan pendidikan mengikuti aturan pemerintah untuk pelaksanaan perkuliahan secara daring yang merupakan kebijakan nasional sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring selama masa pendemi covid 2019 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturahim jambi. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik deskriptif. Teknik pengambilan Sampel yaitu purposive sampling kepada mahasiswa program studi S1keperawatan. Keaktifan dan kesiapan mahasiswa mengikuti perkuliahan daring 49,5% setuju dengan perkuliahan daring , media yang paling banyak digunakan selama perkuliahan daring yaitu youtube sebanyak 37,8 %, media pembelajaran yang efektif selama perkuliahan daring menggunakan aplikasi zoom yaitu 37,1%, gaya belajar visual yang diminati, model komunikasi 2 arah yaitu 54,5% seperti video conference (zoom) dan efektifitas perkuliahan daring kurang puas yaitu 32,2% dan puas 31,5%. Persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring selama masa pendemi covid sebagian besar baik , walaupun dengan berbagai kendala selama perkuliahan daring. Dibutuhkan peran perguruan tinggi menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan perkuliahan daring di masa pendemi.
Perbandingan Edukasi Kesehatan Metode Video dan Lefleat Terhadap Pengetahuan Seks Bebas pada Remaja
Tampubolon, Masrina Munawarah;
Widiyono, Widiyono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.763 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1087
Jumlah kehamilan dan melahirkan pada remaja masih meningkat setiap tahunnya. Sekitar 11% kelahiran bayi lahir dari ibu remaja di negara berkembang. Kejadian ini dilatarbelakangi oleh perilaku seks pranikah. Dorongan seksual dan rasa ingin tahu yang besar tentang seksualitas membuat remaja mencari informasi melalui apa saja. Informasi yang benar tentang seks menjadi hal yang penting diberikan pada remaja agar tidak terjerumus pada perilaku seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas edukasi menggunakan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang seks bebas pada remaja. Jenis penelitian adalah eksperimental semu menggunakan rancangan Two Group Pre-Test – Post-Test dengan teknik random sampling. Responden adalah 60 remaja di Karang Taruna Desa Banaran yang dibagi menjadi dua kelompok. Penelitian menggunakan uji statistik Independent t-test diperoleh nilai signifikansi (p value) sebesar 0,000 < 0,05. Hassil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektifitas pemberian pendidikan kesehatan antara media video dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan seks bebas pada remaja. Media audiovisual dianggap lebih menarik dibandingkan dengan media leafleat. Pendidikan kesehatan yang menyasar kepada para remaja sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menstimulasi remaja untuk fokus dan memperhatikan materi yang disampaikan.
Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun)
Kartika, Tika;
Mutiudin, Ade Iwan;
Marlina, Lina
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.302 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1160
Penggunaan gadget melebihi batas waktu yang disarankan pada anak dapat menyebabkan sebuah ketergantungan, ketika dalam menggunakan gadget terlalu lama mengakibatkan anak kurang berinteraksi dan kurang beradaptasi yang nantinya akan menghambat perkembangan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial pada anak usia dini (4-6 tahun). Metode penelitian ini adalah deskriftif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan istrumen penelitian melalui pengisian kuisioner. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang melalui teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa data menggunakan metode uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar sekitar 18 anak (51,4%) intensitas penggunaan gadget tinggi dengan perkembangan sosial yang kurang sebanyak 16 anak (45,7%). Hasil analisis didapatkan hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial pada anak usia dini (4-6 tahun) dengan nilai p value 0,000 yang lebih kecil daripada nilai α : 0,05 (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini erat hubungannya antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial, diharapkan orangtua mampu mengontrol penggunaan gadget pada anak dengan memberikan batasan waktu dan mengalihkan kebiasaan anak dengan membiarkan anak beradaptasi dengan lingkungannya. Kata Kunci : Penggunaan Gadget, Perkembangan Sosial Anak, Usia Dini 1-4 tahun
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL: APLIKASI TIK TOK DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA
Manurung, Basaria;
Lita1, Lita;
Roza Adila, Dian
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.857 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1163
Penggunaan media sosial salah satunya aplikasi Tik Tok yang sedang marak digunakan oleh anak remaja dengan menampilkan video pendek yang di sediakan dengan fitur-fitur yang menarik pada aplikasi Tik Tok seperti tarian, gaya bebas, video goyang dua jari dan lain sebagainya, sehingga membuat remaja sangat menyukai aplikasi ini untuk mengekspresikan diri pada aplikasi Tik Tok tersebut. Tingginya penggunaan aplikasi Tik Tok bisa menyebabkan terjadinya kejadian Cyberbullying pada kalangan remaja dengan memberikan komentar buruk di kolom komentar yang disediakan oleh aplikasi yang memberikan dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial: aplikasi tik tok terhadap cyberbullying pada remaja. Jenis penelitian kuantitatif dengan deskrispi korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 120 orang dengan teknik snowball sampling dan consecutive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji korelasi uji Chi-square didapat Pvalue= 0.427 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna mengenaipenggunaan media sosial : aplikasi Tik Tok terhadap cyberbullying pada remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai cyberbullying pada media sosial guna menurunkan angka kejadian cyberbullying pada remaja.
The intervention of Pronation Position on Oxygen Saturation in COVID-19 Patients: A Literature Review: INTERVENSI POSISI PRONASI TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN COVID-19 : Literature Review
Sakila Indah Mawarni;
Fahrun Nur Rasyid;
Fadhlur Rahman, Ahmad
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.199 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1184
Abstrak Pendahuluan: Pasien kritis covid-19 biasanya ditandai dengan gagal napas akut yang berdampak pada oksigenasi, salah satunya adalah penurunan oksigen. tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap saturasi oksigen (spo2) pada pasien covid-19. Metode: penelitian ini berdasarkan kajian pustaka atau structured literature review dengan rentang waktu 5 tahun terakhir (2016-2021). sumber database yang digunakan antara lain google scholar, pubmed, science direct, dan springerlink dengan terjaring 212 artikel jurnal dan 8 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan. Hasil: tujuh artikel menyatakan peningkatan saturasi oksigen setelah posisi tengkurap. satu artikel menemukan bahwa tidak ada efek pada saturasi oksigen setelah posisi tengkurap. Kesimpulan: durasi intervensi pada posisi tengkurap dianjurkan untuk dipertahankan minimal 16 jam per hari berapapun jumlah sesinya dan disesuaikan dengan daya tahan dan kenyamanan pasien. posisi pronasi pada pasien ards memiliki manfaat yang baik untuk meningkatkan luaran klinis dan merupakan implementasi alternatif untuk pasien covid-19 dengan gejala ringan atau sedang. Kata Kunci : Posisi Rawan, Saturasi Oksigen, COVID-19
Efektifitas Intervensi Aktifitas Fisik Jalan dan Aerobik terhadap Pencegahan Komplikasi pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Pasca Percutaneous Coronary Intervention: Review Studi Intervensi: Intervensi aktifitas fisik jalan dan aerobik
Putri, Agustri Lestari;
Kurniawan, Catur;
Wicaksana, Anggi Lukman
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.49 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1253
Latar Belakang: Tatalaksana Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dilakukan untuk mengurangi penyempitan atau penyumbatan akibat plak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Aktifitas fisik berjalan dan aerobik dapat mencegahan komplikasi setelah tindakan PCI namun belum ada ringkasan terkait hal tersebut. Tujuan: Studi ini dimaksudkan untuk mencari bukti terkait pengaruh intervensi aktifitas fisik jalan dan aerobik dalam mencegah komplikasi pada pasien PJK paska PCI. Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian literatur dengan sistematis pada publikasi artikel 10 tahun terakhir dari database: PubMed, Science Direct, dan Ebsco. Kata kunci yang digunakan adalah “Coronary heart disease patient after Percutaneous coronary intervention” OR “Coronary artery disease patient after Percutaneous coronary intervention” AND “walking” AND “aerobic” AND “prevent complications”. Peneliti hanya memilih artikel original dan hasil review dengan kriteria inklusi: teks artikel utuh dalam Bahasa Inggris, dan menjawab tujuan penelitian. Sementara studi tanpa PCI dan bukan penelitian intervensi akan dikeluarkan dalam review. Pencarian literatur mengikuti panduan PRISMA. Hasil: Terdapat 3 artikel dari hasil pencarian yang memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas fisik berjalan dan aerobik dapat menurunan jumlah depresi segmen ST (ΣST) (p<0.05), frekuensi angina (p<0.05), meningkatkan sirkulasi darah di miokardium sehingga mencegah pebentukan aterosklerosis, dan VO2MAX lebih tinggi signifikan (p<0.05). Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik aerobik dan berjalan dapat mecegah komplikasi pada pasien PJK paska PCI.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH: A COMPARATIVE STUDY
Husna, Cut;
Nur Rauzah;
Samsul Bahri, Teuku;
Darliana, Devi;
Cyntia Kasih, Laras
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.803 KB)
Penyebaran pandemi COVID-19 menyebabkan masalah kesehatan terbesar pada semua negara di dunia. COVID-19 menimbulkan gejala pada berbagai sistem tubuh seperti gangguan sistem pernapasan, pencernaan, neurologis, dan muskuloskeletal. Proses penularan COVID-19 sangat cepat yang diperburuk dengan kondisi faktor komorbid dari pasien menyebabkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia dan di dunia. Perawat sebagai frontliners dan care providers pada pasien COVID-19 harus didukung dengan pengetahuan dan sikap yang memadai dalam merawat pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada perawat Instalasi PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dan perawat Instalasi PINERE RSUD Meuraxa (RSUM) Banda Aceh, Indonesia. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Instalasi PINERE RSUDZA dan RSUM Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 110 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dalam bentuk skala Dichotomous dan kuesioner sikap dalam skala Likert masing-masing terdiri dari 20 pernyataan. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan menggunakan K-R 20 (Kuder Richardson 20) dengan nilai 0,97 dan kuesioner sikap menggunakan Cronbach alpha dengan nilai 0,96. Analisis data menggunakan bivariat dengan menggunakan uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,554>0,05) dan tidak ada perbedaan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,163 >0,05) pada kedua ruang PINERE tersebut. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya kesamaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada kedua rumah sakit tersebut.
PENGARUH STRATEGI KOPING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA NERS DI ERA PANDEMI COVID-19
Sumeru, Annas;
Mulyaningrat, Wahyudi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.887 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1489
Mahasiswa profesi ners jurusan keperawatan Unsoed dihadapkan pada situasi yang dilematis yaitu apabila pembelajaran sepenuhnya secara daring maka tidak mendapatkan keterampilan klinik, namun dengan praktik di rumah sakit memiliki risiko terpapar Covid-19. Ketidakpastian di masa pandemi menyebabkan kecemasan termasuk bagi mahasiwa profesi ners. Studi tentang strategi koping dan kecemasan diperlukan untuk mengetahui bagaimana gambaran dan hubungan kedua variabel tersebut pada mahasiswa profesi ners. Melalui penelitian ini dengan desain penelitian explanatory mixed method maka diketahui data kuantitatif, selanjutnya dari data kuantitatif yang diperoleh dilakukan dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif didapatkan pemahaman yang mendalam. Hasil pada penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan dari kedua variabel dengan nilai α > 0,05. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh lima buah tema yaitu: 1) Profesi ners sebagai kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman klinik, 2) Ketidakpastian merupakan hal yang meningkatkan kecemasan, 3) Motivasi diri dan support system (teman dan keluarga) yang baik menurunkan kecemasan, 4) APD dan protokol kesehatan selalu melindungi diri dari Covid-19, dan 5) Penularan Covid-19 pada perawat terjadi di luar rumah sakit. Keputusan dalam menurunkan mahasiswa profesi ners ke lahan praktik perlu persiapan yang matang dan kejelasan karena hal tersebut paling dirasakan oleh mahasiswa berimplikasi terhadap meningkatnya kecemasan. Dukungan support sysyem yang baik juga perlu baik dari dalam diri mahasiswa maupun lingkungan termasuk pembimbing klinik dan akademik. Key words : coping strategy, anxiety, nursing student, Covid-19
THE QUALITY OF LIFE AND ITS DETERMINANTS AMONG ELDERLY WHO LIVING WITH CHRONIC NON-COMMUNICABLE DISEASE
Harisa, Akbar;
Asrina, Asrina;
Abdullah, Lilian Arifka Juli;
Soleha, Dinda;
Yodang, Yodang
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.377 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1543
Background: Chronic diseases include non-communicable diseases have been a health burden globally particularly for older people. Since the ageing population is being increased during few decades. The incidence of non-communicable diseases among older people also increased, and continues to rise as alongside the growth of aging. There many studies identified that chronic disease affect the health-related quality of life among older people. Purposes: This study aims to identify the quality of life and its determinant among older people who living with chronic non-communicable disease. Methods: This study applied a cross section survey design. The study participants are elderly who visit primary health care, and older people who have a chronic disease. The study conducted in two primary health care facilities, in Makassar. Results: there are 41 participants who involve in this study. Predominantly participants were late older in group of age (48.8%), female (75.6%), have secondary level in education (41.5%), currently employ (85.4%), divorce status (58.5), have hypertension history range from 1-5 years (73.2%), and have complications (58.5%). The complication of disease shows significant impact on the quality of life (p<0.05, p=0.022). Since the sample size was small this may affect the study results. Conducting research in large sample and add some characteristics are needed in order to improve the evidence. Keywords: Quality of life, Elder people, Non communicable disease
DIABETES MELLITUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN PADA PASIEN COVID-19 DEWASA : A SCOPING REVIEW
Agus Herianto;
Setiyarini, Sri
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.998 KB)
|
DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1604
Covid-19 menyebabkan kematian yang tinggi terutama pada pasien-pasien dengan komorbid. Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu komorbid yang menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai dengan saat ini DM menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Pencarian literatur dilakukan di database Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “Covid-19 AND risk factors diabetes mellitus AND mortality AND adult”. Sebanyak 2.233 artikel didapatkan dari dua database tersebut dan 1 artikel hand searching yang berupa artikel review dan artikel riset original yang kemudian diskrining duplikasi, tahun terbit Desember 2019-Maret 2022, open access/free fulltext, dan berbahasa Inggris, serta subyek merupakan pasien dewasa (>18 tahun) sehingga didapatkan 20 artikel yang masuk dalam review ini. Enam belas artikel menunjukkan bahwa DM adalah factor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Empat artikel menunjukkan bahwa secara statistik, DM bukan merupakan faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa akan tetapi berpengaruh terhadap beratnya gejala yang dialami. DM merupakan faktor resiko terhadap kematian pasien Covid-19 dewasa dan memperparah gejala. Apabila DM pada pasien Covid-19 dikelola dengan baik tingkat kematian dan keparahan gejala dapat menurun. Kata KunciCovid-19, diabetes mellitus, kematian, SARS Cov-2, faktor risiko