cover
Contact Name
Puji Purwaningsih
Contact Email
pujipurwaningsih@unw.ac.id
Phone
+628164222138
Journal Mail Official
ijnr.fkep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro186 Ungaran Kab Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR)
ISSN : 26569590     EISSN : 26156407     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal is aimed at promoting a principled approach on health and nursing research by encouraging enquiry into relationship between theorycal and practical study.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
Edukasi Kesehatan Keluarga dalam Melakukan Perawatan dengan Masalah Pengelolaan Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif Aprilia Widjianingrum; Wulansari Wulansari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1775

Abstract

Ineffective health care is one of the nursing problems. These nursing problems can arise in families or individuals who have chronic illnesses. One of these diseases is gastritis or ulcer and this disease is also prone to attack the elderly. Changes in the lifestyle of the elderly and discomfort can occur due to ulcers. Individuals in the family with a history of ulcer disease need family support in planning treatment. Family support and self-care skills can improve if you receive proper health education. This study aims to determine the descriptive of ineffective health care management by providing health education to families with a history of gastritis. Descriptive research with a management approach or nursing care. Case management begins with an assessment. The results of the assessment are analyzed to be able to establish a nursing diagnosis. Ineffective health care nursing diagnoses given a health education plan to solve the nursing problem. Interventions that are arranged are continued to be implemented and formative and summative evaluations are carried out. Nursing actions taken, can be concluded that the problem of ineffective health care in the family is resolved with health education.Abstrak Pemeliharaan kesehatan tidak efektif merupakan salah satu masalah keperawatan. Masalah keperawatan ini dapat muncul pada keluarga atau individu yang memiliki penyakit kronis. Salah satu penyakit itu adalah gastritis atau maag dan penyakit ini juga rentan menyerang lansia. Perubahan pola hidup lansia dan ketidaknyamanan dapat terjadi karena maag. Individu dalam keluarga dengan riwayat penyakit maag memerlukan dukungan keluarga dalam merencanakan perawatan. Dukungan keluarga dan kemampuan perawatan diri dapat menjadi baik jika mendapat edukasi kesehatan yang tepat. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan pemeliharaan kesehatan tidak efektif dengan pemberian edukasi kesehatan pada keluarga dengan riwayat gastritis. Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan pengelolaan atau asuhan keperawatan. Pengelolaan kasus diawali pengkajian. Hasil pengkajian dianalisa untuk dapat tegaknya diagnose keperawatan. Diagnosa keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif diberikan rencana edukasi kesehatan untuk menyelesaikan masalah keperawatan tersebut. Intervensi yang disusun dilanjutkan di implementasikan dan dilakukan evaluasi formatif dan sumatif. Tindakan keperawatan yang dilakukan, dapat disimpulkan masalah pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada keluarga teratasi dengan edukasi kesehatan.
Tingkat Kecemasan Pada Pasien Preoperasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Anita Novi Kristanti; Noor Faidah
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1461

Abstract

Patients who willundergo surgical procedures such as sectio caesarea. Will cause an emotional reaction, such as prooperative anxiety. In Indonesia, based on the results of Basic Health Research in 2018, the prevalence of sectio caesarea in childbirth was 17.6%, the highest in the DKI Jakarta area (31,3%) and the lowest in Papua (6,7%). While the method of delivery by sectio caesarea in Central Java reached (17,1%). At Mardi Rahayu Kudus Hospital from 2016-2020, data on the number of sectio caesarea were obtained the highest was in 2017 which was 1.523 cases.The operation caused anxiety in presurgery sectio caesarea patients. This research aims to determine the level of anxiety in presurgery sectio caesarea patients at Mardi Rahayu Hospital Kudus. This type of research is descriptive using a cross sectional approach. The population is all presurgery patients who will undergo sectio caesarea surgery at the Mardi Rahayu Kudus Hospital. The sampling technique of this research was purposive sampling with a total sample of 30 respondents. The data analysis technique is univariate The results of the univariate analysis of the anxiety level of presurgery sectio caesarea at Mardi Rahayu Hospital in 30 respondents, no anxiety 2 respondents (6.7%), mild anxiety 11 respondents (36.7%), moderate anxiety 16 respondents (53.3%) , and severe anxiety 1 respondent (3.3%). It is hoped that it can provide intervention through education and information to patients who will undergo sergery.AbtsrakPasien yang akan menjalani prosedur operasi seperti sectio caesarea. Akan menimbulkan reaksi emosional, seperti kecemasan prooperatif. Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi sectio caesarea pada persalinan sebesar 17,6%, tertinggi di wilayah DKI Jakarta (31,3%) dan terendah di Papua (6,7%). Sedangkan cara persalinan dengan sectio caesarea di Jawa Tengah mencapai (17,1%). Di RS Mardi Rahayu Kudus dari tahun 2016-2020 didapatkan data jumlah sectio caesarea tertinggi pada tahun 2017 yaitu sebanyak 1.523 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien prabedah sectio caesarea di RSUD Mardi Rahayu Kudus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien prabedah yang akan menjalani operasi sectio caesarea di RS Mardi Rahayu Kudus. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik analisis data adalah univariat Hasil analisis univariat tingkat kecemasan praoperasi sectio caesarea di RS Mardi Rahayu pada 30 responden, tidak ada kecemasan 2 responden (6,7%), kecemasan ringan 11 responden (36,7%), kecemasan sedang 16 responden (53,3%), dan kecemasan berat 1 responden (3,3%). Diharapkan dapat memberikan intervensi melalui edukasi dan informasi kepada pasien yang akan menjalani operasi.
Gambaran Tingkat Nyeri Haid (Dysminorhea) pada Remaja Putri di Kelurahan Gedanganak Isabel Maria Marques; Suwanti Suwanti
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1810

Abstract

Dysmenorhea is pain felt in the lower abdomen during menstruation caused by uterine muscle spasms. This pain can be felt before and after menstruation which is colicky or continuous. Dysmonorhea often occurs in adolescents. To find out the description of the level of menstrual pain (dysminorhea) in young women in Gedanganak Village. This research is a descriptive research. The population is 1000 young women in the Gedanganak Village and a sample of 91 people with purposive sampling and using the NRS questionnaire with inclusion criteria. Data analysis with frequency distribution. The study showed an overview of the level of menstrual pain in young women in the Gedanganak Village, mostly in the moderate pain category, namely 43 respondents (43%), 7 respondents in the non-pain category (7%), 20 respondents in the mild pain category (20%), and 21 in severe pain. respondents (21%). It is hoped that young women can increase their knowledge and information about handling dysmenorrhea such as reading books, asking health workers or using facilities such as the internet.AbstrakDysmenorhea merupakan nyeri yang dirasakan pada perut bagian bawah selama masa menstruasi yang disebabkan oleh kejang otot uterus. Nyeri ini dapat dirasakan sebelum dan sesudah menstruasi yang bersifat kolik atau terus menerus. Dysmonorhea banyak terjadi pada remaja. Untuk mengetahui gambaran tingkat nyeri haid (dysminorhea) pada remaja putri di Kelurahan Gedanganak. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif. Populasinya adalah remaja putri di Kelurahan Gedanganak sebanyak 1000 orang dan sampel sebanyak 91 orang dengan purposive sampling dan menggunakan kuesioner NRS dengan kriteria inklusi. Analisa data dengan distribusi frekuensi. Penelitian menunjukkan gambaran tingkat nyeri haid pada remaja putri di Kelurahan Gedanganak sebagian besar kategori nyeri sedang yaitu sebanyak 43 responden (43%), kategori tidak nyeri 7 responden (7%), kategori nyeri ringan 20 responden (20%), dan nyeri berat 21 responden (21%). Diharapkan untuk remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang penanganan dysminorhea seperti membaca buku, bertanya kepada petugas kesehatan atau menggunakan fasilitas seperti internet.
Hubungan Tingkat Spiritual Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di Masa Pandemi Covid-19 Sukma Handayani; Yesi Hasneli; Yufitriana Amir
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1820

Abstract

Diabetes Mellitus sufferers have endurance and weak bodies thus vulnerable to infection with Covid-19. Diabetes Mellitus has an impact on physical and psychological which causes a decrease in quality of life. Good quality of life is an optimal functional condition in terms of physical, psychological, environmental, social, and spiritual aspects. One of the important contributors to health-related quality of life for people with Diabetes Mellitus to maintain their quality of life is spirituality. Spirituality can improve the health of people with Diabetes Mellitus in the face of the Covid-19 pandemic. Objective: This study was to determine the relationship between people's spiritual level and quality of life in diabetes Mellitus during the Covid-19 pandemic. This study used a descriptive correlation method and a cross-sectional. The sample used as many as 121 people with a total sampling technique. The measuring instrument used is the WHOQOL-BREF and DSES questionnaires which have been tested for validity and reliability Test calculation Chi-Square shows that there is a significant relationship between spiritual level and quality of life for people with Diabetes Mellitus during the Covid-19 pandemic p-value =0.000 (p< 0.05).The research concluded that the people’s spiritual level and quality of life with diabetes mellitus are high, and there is a relationship between the people’s spiritual level and quality of life with diabetes mellitus during the Covid-19 pandemic. Suggestion: As input for further researchers to be able to investigate further the factors that affect the spiritual level of people with Diabetes MellitusAbtsrakPenderita Diabetes Melitus memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga rentan terkena infeksi Covid-19. Diabetes Melitus menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis yang menyebabkan penurunan kualitashidup. Kualitas hidup yang baik adalah kondisi fungsional yang optimal dari segi fisik, psikologis, lingkungan, sosialserta spiritual. Salah satu kontributor penting health-related quality of life bagi penderita Diabetes Melitus untuk mempertahankan kualitas hidup adalah spiritualitas. Spiritualitas dapat meningkatkan kesehatan penderita Diabetes Melitus dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 121 orang dengan teknik pengambilan total sampling.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF dan DSESyang telah di lakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil perhitungan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19p-value=0,000 (p<0.05).Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa tingkat spiritual dan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus tinggi, serta ada hubungantingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19 Sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat spiritual pada penderita Diabetes Melitus.
Pengaruh Mindfulness Terhadap Tingkat Stres Pada Ibu yang Bekerja Sebagai Perawat Critical Care Prita Adisty Handayani; Meidiana Dwidiyanti; Muhammad Mu'in
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.879

Abstract

Ibu bekerja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. Tingginya angka partisipasi wanita bekerja harus diimbangi dengan pelayanan kesehatan yang memadai sehingga ibu bekerja dapat terhindar dari masalah kesehatan kerja termasuk stres kerja. Data stres kerja pada wanita cukup tinggi yaitu 1.880 kasus dimana perawat merupakan salah satu pekerja yang mengalami stres paling tinggi. Terapi mindfulness dikembangkan sebagai terapi supportive educative untuk menurunkan tingkat stres. Terapi ini merupakan latihan kesadaran diri untuk meningkatkan hubungan sosial dan kepuasan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap tingkat stres pada ibu yang bekerja sebagai perawat critical care. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol adalah 23 responden. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018 dengan pemberian terapi mindfulness S.T.O.P. Data dianalisa menggunakan uji Man-Whitney. Hasil penelitian mindfulness berpengaruh terhadap penurunan tingkat stres dengan nilai p.value=0.001 pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh dengan nilai p.value=0.068. Hasil analisis perbedaan pada kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p.value=0.001 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan tingkat stres pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan yang didapatkan bahwa mindfulness dapat menurunkan tingkat stress dari segi fisiologis, psikologis dan perilaku dengan memberikan efek psikologis yang positif, menurunkan perilaku reaktivitas terhadap emosi dan meningkatkan regulasi perilaku yang positif.
Hubungan Kontrol Diri dengan Penggunaan Smartphone pada Remaja Selama Masa Pandemi Covid-19 di Desa Puluhan Tengah Larasati Larasati; Puji lestari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.1004

Abstract

Selama pandemi covid-19 banyak terjadi perubahan dari interaksi, pembelajaran di sekolah yang diganti dengan daring, dan perubahan aktivitas pada remaja. Remaja menggunakan smartphone selama masa pandemi covid-19 untuk platform  perpesanan, media sosial, dan media hiburan. Penggunaan smartphone yang berlebihan yang dilakukan secara terus-menerus dan tidak menentu yang dapat mengakibatkan kecanduan smartphone. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi dari kecanduan penggunaan smartphone salah satunya adalah kontrol diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan penggunaan smartphone pada remaja selama masa pandemi covid-19 di desa Puluhan Tengah.Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi remaja yang ada di desa Puluhan Tengah yaitu sejumlah 237 remaja. Metode pengambilan sampel dengan cara proportion random sampling. Sampel 71 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian remaja memiliki kontrol diri tinggi sebanyak 32 responden (45,1%). Sebagian besar penggunaan smartphone yang tergolong dalam kategori non addiction smartphone sebanyak 44 responden (62,0%). Ada hubungan antara kontrol diri dengan penggunaan smartphone pada remaja selama masa pandemi covid-19 di desa Puluhan Tengah dengan P =0,00 <  =0,05.Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan orang tua agar lebih memperhatikan perilaku remaja dengan smartphone yang berlebihan yang dapat mempengaruhi kontrol diri pada remaja.
Pelayanan Keperawatan, Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Umi Faridah; M Purnomo; Yanti Kusmiyati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.1143

Abstract

The results of the Community Satisfaction Index survey conducted at dr. LoekmonoHadi Kudus, the results of the Community Satisfaction Index survey, amounted to 78.42% below the 90% target with communication services of 58.76% which is far below the 85% target, while nursing services have a community satisfaction index of 88.7% which is still in the below the 90% target. The results of observations made on 10 nurses showed that 4 nurses had good therapeutic communication and 6 nurses had communicated therapeutically, but only daily habits or routines were not fully in accordance with the expectations of the patient. To determine the relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus. Correlational analysis using cross sectional approach. The research sample was 69 people who were taken by proportionate simple random sampling technique. The research instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The statistical test used was the Spearman Rho. The hypothesis shows that Ha is accepted and Ho is rejected according to the results of the Spearman Rho test for nursing services obtained p value = 0.002 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.613 and for therapeutic communication obtained p value = 0.000 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.649. There is a relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Lama Rawat Inap Pada Pasien Ckb di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Tahun 2021 Maria Novita Sari; Galia Wardha Alvita
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1449

Abstract

Severe head injury or traumatic brain injury is currently one of the most common causes of disability and death globally since the head is the most crucial part of humans. There are several factors that can affect severe head injury patients with acute subdural haemorrhage, i.e. the time between trauma and evaluation of bleeding. Based on observations made at the Mardi Rahayu Kudus Hospital test.This growth depended on the triggering factors in the realm of health services. This study aims to determine the factors related to the length of hospitalization of TBI patients at Mardi Rahayu Kudus Hospital. The type of this research is Retrospective with a cross-sectional study design. The population in this study were all patients diagnosed with TBI at Mardi Rahayu Kudus Hospital. The sampling technique used Total Sampling, and the total sample was 52 respondents. The data analysis technique used the Spearman Rank test. The results of this study obtained the age (p 0.001, rho 0.500); gender (p 0.28, rho 0.150); GCS (p 0.001 rho -0.662); RBG (p 0.001 rho 0.5) factors. Age factor, gender factor, GCS factor, RBG factor affect the length of stay of CKB patients.
Kajian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Pengemudi Saat Mudik Ahmad Kholid
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v1i1.2

Abstract

Mudik merupakan proses migrasi dan juga simbol kultur yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Dari esensi sosiologisnya, tradisi mudik ini berhubungan dengan terjadinya interaksi sosial. Mudik juga erat kaitannya dengan aspek kekeluargaan, di mana mudik ini juga mempengaruhi biaya psikis seseorang yang telah lama jauh dari sanak saudara. Kelelahan akibat sering kali diartikan sebagai menurunnya efisiensi, performans kerja dan berkurangnya kekuatan / ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan yang harus dilakukan. Faktor yang paling banyak menyebabkan kelelahan adalah kurang tidur, kualitas tidur yang buruk termasuk jam internal tubuh. Disamping faktor-faktor umum ini, perpanjangan waktu mengemudi (time-on-task), terutama jika pengemudi tidak mengambil waktu istirahat yang cukup. Tujuan penelitian, secara umum adalah untuk hubungan antara umur, jenis kendaraan, durasi mengemudi, kondisi fisik, waktu istirahat, status gizi / IMT dengan terjadinya kelelahan pada pengemudi / pemudik. Jenis penelitian ini kuantitatif observasional untuk mengetahui kelelahan akibat mudik pada pengemudi pada rute jarak jauh dengan menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian pada variabel faktor didapatkan, faktor umur nilai (p = 0,320), jenis kendaraan (p = 0,248), durasi mengemudi (p= 0,016), kondisi fisik (p = 0,049), waktu istirahat (p= 0,021), status gisi / IMT (p= 0,010). Saran penelitian, keberadaan tol Jakarta – Cipali yang sangat panjang mencapai 364 KM, diharapkan perlu adanya  kerjasama lintas sector adanya klinik pratama setiap rest area sepanjang waktu, dan khususnya pada saat liburan panjang hari besar / hari raya terutama lebaran perlu adanya tim kesehatan mobile sepanjang jalur rawan (tidak hanya pos kesehatan) guna mengantisipasi kejadian musibah seperti halnya lebaran 2016 sebelumnya.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur pada Lansia di Desa Gondoriyo Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Anggi Prasetia Arnata; Rosalina Rosalina; Puji Lestari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v1i1.3

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir proses perkembangan. Lansia mengalami proses kemunduran baik dari aspek psikologis dan aspek fisiologis. Salah satu bentuk kemunduran yang terjadi adalah kualitas tidur. Ada dua jenis penatalaksanaan yang bisa dilakukan yaitu penatalaksanaan farmakologi dan non-farmakologi, penatalaksanaan non-farmakologi salah satunya adalah terapi Spiritual Emotional Freedom Technique(SEFT). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh terapi  SEFT  terhadap  peningkatan kualitas  tidur.  Desain  penelitian  ini  adalah Quasi-eksperimental dengan pendekatan Nonequivalent Control with Pretest and Posttest Design, populasi sebanyak 96 lansia dan jumlah sampel adalah 34 responden pada kelompok kontrol dan intervensi dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan  Instrumen Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi SEFT terhadap peningkatan kualitas tidur pre test dan post test pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan dengan nilai p value 0,188. Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan, diharapkan masyarakat menjadikan terapi SEFT sebagai penatalaksanaan non-farmakologi untuk meningkatkan kualitas tidur.

Page 7 of 17 | Total Record : 166