cover
Contact Name
Puji Purwaningsih
Contact Email
pujipurwaningsih@unw.ac.id
Phone
+628164222138
Journal Mail Official
ijnr.fkep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro186 Ungaran Kab Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR)
ISSN : 26569590     EISSN : 26156407     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal is aimed at promoting a principled approach on health and nursing research by encouraging enquiry into relationship between theorycal and practical study.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Pengaruh Latihan Jalan Tandem terhadap Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia Penderita Hipertensi di UPT Puskesmas Gondangrejo Wahyuningsih Safitri; Risma Eka Pristasari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4318

Abstract

Increased blood pressure in the elderly can affect the body's ability to distribute blood containing oxygen to various parts of the body, including the brain which acts as a center of balance regulation resulting in falls. Therefore, the elderly need self-care management as a step to control hypertension, one of which is through physical activity. Tandem walking exercise is an exercise that can help improve lateral balance, which contributes to reducing the risk of falls in the elderly. The purpose of this study was to determine the effect of tandem walking training on the level of risk of falls in elderly people with hypertension at UPT Puskesmas Gondangrejo. This study used a quantitative research design. The type of design used is pre-experiment design with pre test and post test. The population in this study amounted to 93 elderly people. The sampling technique used nonprobability sampling using purposive sampling method with the inclusion criteria of elderly people who experienced grade 1, 2, and 3 hypertension, as well as elderly people who experienced the risk of falling, obtained a sample size of 48 respondents. The duration of tandem walking training is carried out for 5-7 minutes with 3 exercises and the fall risk research tools used are MFS, SOP, and tape. The results of univariate analysis of pre test and post test using frequency distribution obtained pre test results amounted to 37 elderly low risk and post test amounted to 45 elderly low risk. While the results of the Wilcoxon test obtained a p value of 0.001 <0.05, which means that there is an effect of tandem walking training on the level of risk of falling in the elderly with hypertension at UPT Puskesmas Gondangrejo. Abstrak Peningkatan tekanan darah pada lansia dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mendistribusikan darah yang mengandung oksigen ke berbagai bagian tubuh, termasuk otak yang berperan sebagai pusat pengaturan keseimbangan yang mengakibatkan terjadinya jatuh. Oleh karena itu, lansia memerlukan pengelolaan perawatan diri sebagai langkah untuk mengendalikan hipertensi, salah satunya melalui aktivitas fisik. Latihan jalan tandem merupakan latihan yang dapat membantu meningkatkan keseimbangan lateral, yang berkontribusi dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan jalan tandem terhadap tingkat risiko jatuh pada lansia penderita hipertensi di UPT Puskesmas Gondangrejo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Jenis desain yang digunakan pra eksperiment desain dengan one-grub pre test dan post test. Populasi pada penelitian ini berjumlah 93 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling menggunakan metode purpossive sampling dengan kriteria insklusi lansia yang mengalami hipertensi tingkat 1, 2, dan 3, serta lansia yang mengalami risiko jatuh, didapatkan jumlah sampel 48 responden. Durasi latihan jalan tandem dilakukan selama 5-7 menit dengan 3 kali latihan dan alat penelitian risiko jatuh yang digunakan yaitu MFS, SOP, dan pita. Hasil analisa univariat pre test dan post test menggunakan distribusi frekuensi didapatkan hasil pre test berjumlah 37 lansia risiko rendah dan post test berjumlah 45 lansia risiko rendah. Sedangkan hasil wilcoxon test didapatkan hasil p value 0.001<0.05, yang berarti adanya pengaruh latihan jalan tandem terhadap tingkat risiko jatuh pada lansia penderita hipertensi di UPT Puskesmas Gondangrejo.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group terhadap Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pertolongan Pertama Luka Bakar Derajat II Riska Indah Damastuti; Atiek Murharyati; Galih Priambodo; Wahyuningsih Safitri
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4356

Abstract

Burns are damage to the skin caused by external factors, such as heat, cold, radiation, electricity, chemicals, and friction. Health education is an effort to provide health information regarding first aid for burns. The peer group method allows group interaction and generates social interaction. The aim of this study is to find out whether there is an influence of health education using the peer group method on the knowledge of first aid for second-degree burns in housewives. The method used in this study was Pre-Experiment using Pre-Post Test Design Without Control. The sampling technique used was Purposive Sampling with 40 respondents. The results of the study showed that most respondents were 36-45 years old, with 19 respondents (45.5%), and had senior high school as their last level of education, with 16 respondents (40.0%). Pre-test score for knowledge was in the low category with 40 respondents (100%). Meanwhile, 35 respondents (87.5%) had good post-test scores, while 5 respondents (12.5%) had moderate post-test scores. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05). Based on this value, it can be concluded that there is an influence of health education using the peer group method and knowledge of first aid for second-degree burns in housewives   Abstrak Luka bakar adalah kerusakan pada kulit tubuh yang disebabkan oleh faktor luar seperti panas, dingin, radiasi, listrik, bahan kimia, dan gesekan. Pendidikan kesehatan merupakan upaya memberikan informasi kesehatan tentang pertolongan pertama luka bakar. Metode peer group memungkinkan interaksi kelompok dan menghasilkan rasa sosial. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode peer group terhadap pengetahuan pertolongan pertama luka bakar derajat II pada ibu rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre Eksperimen dengan menggunakan desain penelitian yaitu Pre-Post Test Design Whitout Control. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling sebanyak 40 responden. Hasil penelitian ini karakteristik responden adalah sebagian besar berusia 36-45 tahun sejumlah 19 (45,5%), berpendidikan terakhir SMA dengan jumlah 16 (40,0%) responden. Nilai pre-test pengetahuan kategori kurang sebanyak 40 responden (100%). Sedangkan untuk nilai post-test dengan kategori baik sebanyak 35 responden (87,5%), kategori  cukup 5 responden (12,5%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p˂0,05), berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode peer group terhadap pengetahuan pertolongan pertama luka bakar derajat II pada ibu rumah tangga.
Pemanfaatan “Buku Kia 2025” sebagai Media Edukasi Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Puskesmas Wania Jeni Oktavia Karundeng; Jeanne Rosalia Kutanggas; Rosmitha Tanan; Ferdi Bunga Pakarang; Renny Endang Kafiar; Yeli Mardona; Diliani; Apriliani Agustina Naroba
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4449

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects child growth. Education for pregnant women using the Maternal and Child Health (MCH) Book can be a preventive measure. Objective: To determine the effectiveness of stunting prevention education among pregnant women using the MCH Book at Wania Health Center. This study employed a descriptive case study with pre-post design involving two primigravida mothers in their first trimester who had not previously received information about stunting. Prior to education, the first respondent had poor knowledge, and the second had fair knowledge. After education, knowledge improved to fair (first respondent) and good (second respondent). Education using the MCH Book increasing pregnant women’s knowledge of stunting prevention.   Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak. Edukasi kepada ibu hamil dengan memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dapat menjadi langkah preventif. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi pencegahan stunting pada ibu hamil dengan media Buku KIA di Puskesmas Wania. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif, dengan pendekatan pre-post test pada dua ibu hamil primigravida trimester pertama yang belum pernah mendapatkan informasi tentang stunting. Hasil: Sebelum edukasi, responden pertama memiliki pengetahuan kategori kurang, responden kedua kategori cukup. Setelah edukasi, pengetahuan meningkat menjadi cukup (responden pertama) dan baik (responden kedua). Kesimpulan: Edukasi menggunakan Buku KIA dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan stunting.
Hubungan Lingkar Lengan Atas (Lila) dengan Tekanan Darah pada Pra Lansia Sasmita Sari, Nala; Widodo, Gipta Galih
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4579

Abstract

Blood pressure is one of the vital parameters that reflect the function of the heart and blood vessels. Pre-elderly individuals are at risk of developing high blood pressure as they age. One contributing factor to increased blood pressure is nutritional status. This study aims to determine the relationship between MUAC and blood pressure in pre-elderly individuals in Kesongo Village, Tuntang District, Semarang Regency. This study used a descriptive correlational design with a sample of 94 respondents selected through cluster random sampling. MUAC was measured using an anthropometric measuring tape, and blood pressure was assessed using a digital sphygmomanometer. The results showed that most respondents had normal MUAC, while 10,6% were categorized as obese. The average systolic blood pressure was 150.7 mmHg. Statistical analysis indicated a significant positive relationship between MUAC and systolic blood pressure (p = 0.000; r = 0.464). There is a significant positive correlation between MUAC and systolic blood pressure in pre – elderly individuals. MUAC measurement can be used as an indicator of hypertension risk in pre-elderly individuals. Health education on a healthy lifestyle is essential to prevent obesity and control blood pressure.   Abstrak Tekanan darah merupakan salah satu parameter vital yang mencerminkan fungsi jantung dan pembuluh darah. pra lansia berisiko mengalami tekanan darah tinggi seiring bertambahnya usia. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam peningkatan tekanan darah adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara LiLA dengan tekanan darah pada pra lansia di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan jumlah sampel 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. pengukuran LiLA menggunakan pita pengukur antropometri dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki LiLA dalam kategori normal, sedangkan 10,6% mengalami obesitas. Rata – rata tekanan darah sistolik adalah 150,7 mmHg. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara LiLA dan tekanan darah sistolik (p = 0,000; r = 0,464). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan tekanan darah sistolik pada pra lansia. Pengukuran LiLA dapat digunakan sebagai indikator risiko hipertensi pada pra lansia. Diperlukan edukasi tentang pola hidup sehat untuk mencegah obesitas dan mengontrol tekanan darah.
Behaviors to Prevent Needle Stick Injury Among Nursing Students : A Systematic Literature Review Saparwati, Mona; Trimawati; Achmad Syaifudin
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4582

Abstract

The highest incidence of accidents and safety issues among nursing students during clinical practice is needle stick injury (NSI). Various efforts have been made to develop behaviors that prevent such incidents. This study is a literature review adapted from the Arskey and O'Malley framework. The Prisma-Scr flowchart was used to display the literature search flow. Articles for this study were searched using  five search engines: PubMed, Sage, Wiley, Scopus, and ScienceDirect. The keywords used for literature search were occupational injury OR accidental AND needlestick injury AND nursing student AND program. The inclusion criteria used were publication between 2013 and 2023, articles in English, and a focus on preventing needle stick injuries among nursing students. The review results showed that there were 25 potentially relevant articles, and 10 articles met the selection criteria. The articles were from several different countries, and 10 articles that met the criteria used quantitative and qualitative designs. This review revealed three themes, namely the incidence of needle stick injuries among nursing students, nursing students' understanding of preventing NSI, and efforts to prevent NSI. NSI incidents still occur among nursing students who conduct clinical practice in hospitals. Nursing students' understanding of preventing NSI is obtained through education from academic institutions and hospitals. Efforts to improve knowledge, attitudes, and behaviors to prevent NSI are carried out through education, training, the use of safe needles, and communication.
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Kayu Manis Terhadap Perubahan Nyeri pada Remaja Putri yang Mengalami Dismenorea Maulidiya Rizkiyah; Purnama, Yugi Hari Chandra
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i2.4589

Abstract

Dysmenorrhea results from elevated prostaglandin levels during menstruation and is frequently associated with symptoms such as back pain, nausea, fatigue, and headaches. Non-pharmacological approaches, including cinnamon consumption, may help alleviate these symptoms. This study was conducted to determine the effect of cinnamon tea on pain severity in adolescents with dysmenorrhea. This study used a pre-experimental design with a pretest-posttest design. The study involved 34 female students from SMAN 1 Mumbulsari who experienced dysmenorrhea, selected using accidental sampling over a one-month period. The intervention consisted of administering cinnamon decoction. Pain intensity was measured using the NRS. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to compare pre- and post-intervention numeric pain scales. The findings demonstrated a significant reduction in pain intensity following the administration of cinnamon decoction, with a mean pain scale decreased from 6.29 to 1.50. (p < 0.05). This result indicates that cinnamon decoction effectively alleviates menstrual pain in adolescents with dysmenorrhea. Consumption of cinnamon decoction has been demonstrated to alleviate menstrual pain among female students at SMAN 1 Mumbulsari. This outcome is associated with the bioactive constituents of cinnamon, which possess anti-inflammatory and analgesic effects.   Abstrak Dismenorea muncul akibat peningkatan produksi hormon prostaglandin selama menstruasi. Sebagian besar perempuan melaporkan bahwa nyeri haid sering disertai gejala lain, seperti nyeri punggung, mual, kelelahan, dan sakit kepala. Penatalaksanaan dismenorea dapat dilakukan melalui metode nonfarmakologis, salah satunya dengan pemberian air rebusan kayu manis. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas air rebusan kayu manis terhadap perubahan tingkat nyeri pada remaja putri dengan dismenorea. Studi ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Populasi pada penelitian ini yaitu siswi SMAN 1 Mumbulsari yang mengalami disminorea dan teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling yang mana didapatkan 34 responden selama satu bulan. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu pemberian air rebusan kayu manis dan perubahan intensitas nyeri. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi, dengan penurunan rata-rata skala nyeri dari 6,29 menjadi 1,50 (p < 0,05). Pemberian air rebusan kayu manis terbukti dapat mengurangi keluhan nyeri menstruasi pada siswi SMA 1 Mumbulsari. Efek tersebut terkait dengan kandungan senyawa aktif dalam kayu manis yang memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian MP-ASI Instan pada Bayi Usia 6-11 Bulan di Desa Tum Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur Supriyanto
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4580

Abstract

Curently, there are two types of complementary feeding,instan and handmade. Complementari feeding are foods and drinks containing complete nutrition that are given tu babies starting 6 months of age in addition to elusive breastfeeding to archieve normal growth. However, the use of instant MPASI should not be too frequent so that children are not only exposed to instant flavors and preservatives, but also need to be supported by serving natural and fresh food from the family. This study aims to determine the factors related to the provision of instant MP-ASI in babies aged 6-11 months in Tum Village, Werinama District. Method: Using a Cross-sectional design and a sample of 43 respondents using a total sampling technique using an instrument in the form of a questionnaire. The analysis used is the Chi- Square test. The results: show that there is a relationship between knowledge and the provision of instant complementary feeding to infants aged 6-12 months in Tum Village, Werinama District Seram Bagian Timur Regency with a value (p-value = 0.000), there is a relationship between maternal occupation and the provision of instant complementary feeding to infants aged 6-12 months in Tum Village, Werinama District Seram Bagian Timur Regency with a value (p-value = 0.002) and there is a relationship between family support and the provision of instant complementary feeding to infants aged 6-11 months in Tum Village, Werinama District Seram Bagian Timur Regency with a value (p-value = 0.000) Conclusion: there is a relationship between knowledge, maternal occupation and family support with the provision of instant complementary feeding to infants aged 6-11 months in Tum Village, Werinama District Seram   Abstrak Pada saat ini ada dua jenis makanan pendamping ASI (MP-ASI) yaitu MP-ASI instan dan MP-ASI buatan tangan. MP-ASI adalah makanan dan minuman yang mengandung nutrisi lengkap yang  diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan disamping ASI ekslusif untuk mencapai pertumbuhan normal. Namun, penggunaan MPASI instan sebaiknya tidak terlalu sering agar anak tidak hanya terpapar cita rasa instan dan zat pengawet, melainkan juga perlu didukung oleh penyajian makanan alami dan segar dari keluarga. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI instan pada bayi usia 6-11 bulan di Desa Tum Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode: Menggunakan desain Cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 43 responden menggunakan teknik total sampling dengan menggunakan Instrumen berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil: menunjukan bahwah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemberian MP- ASI Instan pada bayi usia 6-11 bulan di Desa Tum Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur dengan nilai  (p-value =0.000), terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI Instan pada bayi usia 6-11 bulan di Desa Tum Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur dengan nilai  (p-value =0.002) dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI Instan pada bayi usia 6-11 bulan di Desa Tum Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur dengan nilai (p-value =0.000) Terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan ibu dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI Instan pada bayi usia 6-11 bulan di Desa Tum Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur.
Pengaruh Edukasi Pena Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Pada Anak Usia 0-5 Tahun Faizatul Aini; Indanah; Diana Tri Lestari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4609

Abstract

Malnutrition among children remains a significant public health problem that requires serious attention. This condition is generally caused by mothers’ low level of knowledge regarding the importance of balanced nutrition, inappropriate feeding patterns, and limited access to attractive and easy-to-understand nutritional information. Increasing mothers’ knowledge through nutrition education using interactive media is a strategic step in preventing malnutrition from an early age. This study aims to determine the effect of education using the “Pena Gizi” video on mothers’ knowledge regarding the prevention of malnutrition in children aged 0–5 years. This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach involving 68 mothers, consisting of 34 in the intervention group and 34 in the control group. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney U Test. The results showed that the median score of mothers’ knowledge in the intervention group significantly increased from 70 (pretest) to 90 (posttest) with p = 0.000, while the control group also showed a statistically significant difference (80 to 80; p = 0.008), although the improvement was not practically significant. The Mann-Whitney test indicated a significant difference in posttest scores between the intervention and control groups with p = 0.000. These findings indicate that education using the “Pena Gizi” video is effective in improving mothers’ knowledge regarding the prevention of malnutrition in children. It is recommended that interactive video-based nutrition education be routinely implemented in Posyandu to enhance mothers’ awareness and support children’s nutritional health.     Abstrak Masalah malnutrisi pada anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola makan anak yang kurang tepat, serta kurangnya akses terhadap informasi gizi yang menarik dan mudah dipahami. Upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi gizi berbasis media interaktif menjadi langkah strategis dalam mencegah malnutrisi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video Pena Gizi terhadap pengetahuan ibu mengenai pencegahan malnutrisi pada anak usia 0–5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan 68 ibu yang dibagi menjadi 34 ibu pada kelompok intervensi dan 34 ibu pada kelompok kontrol. Kriteria inklusi meliputi ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun yang terdaftar dan aktif di Posyandu Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, bersedia menjadi responden, memiliki buku KMS, memiliki telepon genggam dengan aplikasi YouTube dan WhatsApp, serta bersedia mengikuti penelitian hingga selesai. Kriteria eksklusi adalah ibu yang tidak mengikuti seluruh tahapan penelitian (pretest dan posttest) serta ibu dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai median pengetahuan ibu pada kelompok intervensi meningkat secara signifikan dari 70 (pretest) menjadi 90 (posttest) dengan p = 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol juga menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (80 menjadi 80; p = 0,008), meskipun peningkatannya tidak signifikan secara praktis. Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada nilai posttest antara kelompok intervensi dan kontrol dengan p = 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media video Pena Gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan malnutrisi pada anak. Disarankan agar edukasi gizi berbasis video interaktif diterapkan secara rutin di Posyandu untuk meningkatkan kesadaran ibu dan mendukung kesehatan gizi anak.
Penerapan Si PERI EMA Sebagai Strategi Edukasi Preventif Anemia Pada Remaja Putri di SMP An Nur Ungaran Umi Aniroh; Tina Mawardika
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4738

Abstract

Anemia prevention is crucial because this condition of hemoglobin deficiency has serious impacts on health and productivity, such as chronic fatigue, decreased concentration and academic achievement, and weakened immune systems. In adolescent girls and pregnant women, anemia increases the risk of childbirth complications, premature births, low birth weight (LBW), and stunting. Anemia in adolescent girls remains a serious public health problem in Indonesia. Preventive efforts through health education are crucial, particularly with engaging media approaches such as animated videos. The aim is to determine the effectiveness of anemia risk prevention education (Si PERI EMA) on adolescent girls' knowledge of anemia risk prevention. This study used a quasi-experimental pretest–posttest with a control group design. The sample consisted of 30 respondents, divided into 15 respondents in the intervention group, who received a 10-minute animated video about Anemia Risk Prevention in Adolescent Girls, and 15 respondents in the control group. Data were analyzed descriptively (mean and SD), using paired sample t-tests to compare pretest and posttest results within each group, and independent sample t-tests to compare posttest results between groups. The average knowledge score increased significantly in the intervention group from 10.164 to 12.401, while in the control group the increase was insignificant from 9.283 to 9.342, with a p-value of 0.001 < α (0.05). Therefore, it can be concluded that education on anemia risk prevention using animated audiovisual media is effective in increasing knowledge among female students at An Nur Ungaran Middle School. Regular education about anemia using animated video media can be widely used in schools as part of adolescent health education programs.   Abstrak Pencegahan anemia sangat penting karena kondisi kekurangan hemoglobin ini berdampak serius pada kesehatan dan produktivitas, seperti kelelahan kronis, penurunan konsentrasi dan prestasi belajar, dan daya tahan tubuh lemah. Pada remaja putri dan ibu hamil, anemia meningkatkan risiko komplikasi persalinan, bayi prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), serta stunting. Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia.  Upaya pencegahan melalui pendidikan kesehatan sangat penting, terutama dengan pendekatan media yang menarik seperti video animasi dengan tujuan mengetahui efektifitas edukasi pencegahan risiko anemia  (Si PERI EMA) terhadap pengetahuan pencegahan risiko anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental pretest–posttest with control group design. Sampel terdiri dari 30 responden, yang terbagi menjadi  15 responden  pada kelompok intervensi yang diberikan perlakuan berupa pemberian  edukasi melalui video animasi berdurasi ±10 menit tentang Pencegahan Risiko Anemia pada Remaja Puteri  dan 15 responden untuk kelompok kontrol. Data dianalisis secara deskriptif  (mean dan SD) dan Paired Sample T-Test untuk membandingkan pretest dan posttest dalam masing-masing kelompok, dan Independent Sample T-Test untuk membandingkan hasil posttest antar kelompok. Rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan pada kelompok intervensi dari 10,164 menjadi 12,401, sedangkan pada kelompok kontrol peningkatan tidak signifikan dari 9,283 menjadi 9,342 dan nilai p-value (0,001) < α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi   tentang pencegahan risiko anemia dengan media audiovisual  animasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan pada siswi SMP An Nur Ungaran. Edukasi tentang anemia secara teratur menggunakan media video animasi dapat digunakan secara luas di sekolah-sekolah sebagai bagian dari program edukasi kesehatan remaja.
Analisis Multivariat Durasi Operasi sebagai Prediktor Independen Post-Operative Nausea and Vomiting (PONV) pada Pasien Bedah Ortopedi: Sebuah Studi Kohort Retrospektif Muhammad Rossy Rachasiwi; Bayu Despriyanto Pratama
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4739

Abstract

Postoperative nausea and vomiting (PONV) remains a frequent and distressing complication affecting recovery, particularly in prolonged orthopedic surgeries. To determine whether surgery duration exceeding 120 minutes acts as an independent predictor of PONV in orthopedic surgery patients. A retrospective cohort study was conducted on 45 adult patients (ASA physical status I–II) undergoing Open Reduction Internal Fixation (ORIF) under general anesthesia. Data were collected using structured data collection sheets and analyzed using multiple logistic regression. The overall PONV incidence among 45 subjects (predominantly female and non-smokers) was 57.8%. Bivariate analysis indicated significant associations between surgery duration, sex, and smoking status with PONV (p<0.05). Multivariate analysis confirmed surgery duration >120 minutes as the strongest independent predictor (adjusted Odds Ratio [aOR] 8.41; 95% CI 2.10–33.65; p=0.003). Surgery duration exceeding 120 minutes is an independent determinant of PONV and should serve as a basis for implementing multimodal antiemetic prophylaxis.   Abstrak Post-Operative Nausea and Vomiting (PONV) masih menjadi komplikasi pasca-anestesi yang sering dan mengganggu pemulihan, terutama pada bedah ortopedi dengan durasi operasi panjang. Mengetahui apakah durasi operasi >120 menit merupakan prediktor independen PONV pada pasien bedah ortopedi. Studi kohort retrospektif terhadap 45 pasien dewasa ASA I–II yang menjalani ORIF dengan anestesi umum instumen penelitian menggunakan lembar observasi / lembar pengumpul data (Data Collection Sheet); data dianalisis menggunakan regresi logistik ganda. Insidensi PONV pada 45 subjek (dominan perempuan dan bukan perokok) mencapai 57,8%. Durasi operasi, jenis kelamin, dan status merokok berhubungan signifikan dengan PONV pada uji bivariat (p<0,05). Analisis multivariat mengonfirmasi durasi operasi >120 menit sebagai prediktor independen terkuat (aOR 8,41; 95% CI 2,10–33,65; p=0,003). Durasi operasi >120 menit merupakan determinan mandiri PONV dan perlu dijadikan dasar pemberian profilaksis antiemetik multimodal.​