cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 869 Documents
Strategi Pengembangan Pariwisata Berdasarkan Preferensi Masyarakat Asli: Studi Kasus di Raja Ampat Ade Yunita Iriani
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.731

Abstract

Kepulauan Raja Ampat yang dikenal sebagai wisata bahari menunjukkan perkembangan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat tiap tahunnya. Namun di dalam perkembangannya, kegiatan pariwisata Kepulauan Raja Ampat mengalami permasalahan berupa keterlibatan masyarakat asli yang masih rendah dalam usaha pariwisata di Kepulauan Raja Ampat dan adanya kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat asli Kepulauan Raja Ampat terhadap dampak pengembangan pariwisata yaitu pada lingkungan maupun perekonomian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif untuk menjelaskan karakteristik perkembangan pariwisata; metode penilaian tingkat kepuasan dan tingkat preferensi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata berdasarkan skala likert; serta analisis lingkungan strategis (IFAS-EFAS) untuk mengetahui potensi dan masalah serta pemetaan strategi pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pengembangan pariwisata Kepulauan Raja Ampat terhadap lingkungan dan perekonomian berpengaruh positif bagi masyarakat asli namun belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat sehingga diperlukan strategi yang sesuai dengan kondisi tersebut. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata Kepulauan Raja Ampat yang sesuai untuk diterapkan adalah memanfaatkan peluang dan mengurangi kelemahan yang ada di Kepulauan Raja Ampat yaitu dengan meningkatkakn potensi sumberdaya lokal yang berdaya saing, kreatif dan inovatif.
Monica Wilson’s Model of Social Change: A Critical Discussion Heddy Shri Ahimsa-Putra
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.737

Abstract

Tulisan ini memuat sebuah telaah kritis atas model dan metode penelitian yang ditawarkan oleh Monica Wilson (seorang ahli antropologi Inggris, Murid B. Malinowski) dalam bukunya Analysis of Social Change, yang juga telah diterapkannya dalam penelitian di kalangan orang Nyakyusa, di Afrika. Ada beberapa ketidakonsistenan yang ditemukan oleh penelaah dalam model masyarakat yang dikemukakan oleh M. Wison, terutama dalam pendefinisian beberapa konsep analitis yang penting. Akibatnya, menurut penelaah, model tersebut lantas kurang mampu menjelaskan beberapa fenomena perubahan social yang ada di kalangan orang Nyakyusa. Untuk mengatasi kelemahan ini penelaah mengusulkan pendefinisian kembali konsep-konsep analitis tersebut, serta penerapan yang lebih konsisiten dalam penelitian
Wacana Sejarah dalam Ungkapan Teater Betawi Ninuk Klden-Probonegoro
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.738

Abstract

The assumption which underlies this paper is that theater in general can document empirical events which take place in a society as the surroundings of the theater, and that such a documentation is put down and undergoes as sort of fixation in the narrative of that theater. Based on such an assumption the author tries to look into the narratives of the Betawi theaters, lenong,topen. In fact certain sorts of narrative deserve, according to the author, a special attention, since they migh document certain since they might document certain ideas whiche, though not manifaest in the performance, migh to be of great importance and significance.
Prospek Masa Depan Timor Timur Ganewati Wuryandari
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.739

Abstract

Timor Timur (East Timor) has been a longtime problem for Indonesia and for its people. This caused by the process of become Indonesia part was not so simple. The Indonesia government is not aware about this situation. In developing effort of this new province, the government of Indonesia has not been paying attention to the social and cultural aspects of the local people. It seems that those people have been exploited and their right as humans was also been violated
Optimizing the Use of Local Potential to Create Sustainable Rural Community Development Rusydi Syahra
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.740

Abstract

Pembangunan ekonomi nasional yang terlalu mengandalkan sumberdaya dan bantuan luar negeri tanpa disertai upaya yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki sendiri telah mengalami kegagalan total begitu krisis moneter yang melanda sejak pertengahan tahun 1997 yang lalu. Strategi dan kebijakan pembangunan yang mengutamakan laju pertumbuhan yang tinggi melalui pemerian konsesi terlalu berlebihan pada usaha-usaha berskala beesar (konglomerasi) itu belakangan disadari sebagai suatu kekeliruan, karena telah menganaktirikan usaha-usaha kecil berbasis pertanian yang ternyata mampu bertahap menghadapi krisis. Pergesran penekanan strategi pembangunan dari produksi untuk pertumbuhan yang tinggi (production-centered development) kea rah people centered development atau yang popular dengan sebutan “ekonomi kerakyatan”, yangdianggap sebagai sebuah langkah penting untuk mengoreksi kekliruan tersebut, tidaklah dengan sendirinya akan dapat berhasil. Keterbatasan kemampuan wirausaha dan kebiasaan yang sudah mengakar dalam masyarakat yang menganggap setiap bantuan sebagai hadiah merupakan dua faktor utama yang potensial dapat menyebabkan terjadinya kegagalan. Tulisan ini yang didahului dengan pembahasan tentang pentingnya penggunaan pendekatan pengembangan komunitas atau community development, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya untuk mengatasi terulangnya kegagalan serupa. Didasarkan pada kaji tindak dengan intervensi terbatas di sebuah desa di Kabupaten Lebak, Jawa Barat, tulisan ini menyarankan perlunya ditumbuhkan melalui pendekatan dari bawah (bottom-up approach) suatu bentuk kelembagaan pada tingkat desa yang berfungsi dan bertanggungjawab mengelola setiap dana bantuan dari manapun sumbernya yang dimaksudkan untuk pengembangan usaha ekonomi rakyat. Untuk menegaskan statusnya sebagai milik bersama dan fungsinya guna melayani kepentingan seluruh warga, dalam akte pendiriannya, lembaga semacam itu, apakah berbentuk yayasan, koperasi, lembaga pengkreditan (credit union) perlu mencantumkan pembangunan komunitas desa secara terpadu dan berkelanjutan sebagai tujuan pokoknya.
Wayang Purwa dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Bikuwata Bikuwata
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 2, No.2 (1999)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v2i2.741

Abstract

The Media of Wayang Purwa and Macapat had been used by the Walls when they socialized the religion of Islam in Java. After the establishment of Javanese culture, although its function as medium still has been existing till now.
SASAK TRADITIONAL VILLAGES: A TOURISM POTENTIAL AND CONSERVATION EFFORT FOR CULTURE AND PLANTS Wawan Sujarwo
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.742

Abstract

In the millennial era, social-community conditions that have become increasingly urbanised have resulted in the loss of original roots. For some communities, the loss of their culture can be articulated by a loss of identity. One of the efforts to preserve culture and plants is to preserve and sustain traditional villages and encourage government programs to increase the number of traditional villages to be declared as “Tourism Traditional Villages”. This study aims to unravel the tourism potential of seven Sasak traditional villages related to traditional buildings, art performances, plant usage, and other economic potentials that could be created. The study was conducted by visiting and interviewing local residents in seven Sasak traditional villages on Lombok Island in Indonesia. The results of the study indicated that tourism traditional villages can provide many tangible benefits, which can be felt directly by villagers, such as employment or additional income, and intangible benefits, e.g. preservation of local culture, including cultural and plant knowledge. Traditional villages can also provide resilience and independence for their people to be a source of food, especially for vegetables and fruits, so they do not depend so much on the availability of consumer goods in traditional markets, which are subject to price fluctuations.
KRITIK SOSIAL DALAM SURAT KOPI KARYA JOKO PINURBO SURAT KOPI BY JOKO PINURBO: A SOCIAL CRITICISM Kun Andyan Anindita; Soediro Satoto; Sumarlam Sumarlam
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.756

Abstract

Social criticism has a very big role in creating balanced, safe and peaceful civil society harmonious life. This study described social criticism in poem anthology by Joko Pinurbo, Surat Kopi, using a qualitative descriptive research method with hermeneutics and stylistics method. The research instruments were the researchers assisted by informants. To examine the poems, the researcher interpreted the poems that contained social criticism then they were described. The results showed that social criticism in the ten poems with the theme of the letter was very effective and elegant, with four types of diction used: denotation, connotation, concrete, and abstract diction. Joko Pinurbo's poems were able to reflect the social conditions of the community while capturing various problems around them. Denotation and concrete dictions were widely used in the ten poems. This avoided confusion to the reader because they utilized minimum figurative language. The message of poems could be captured clearly and explicitly; there were not many interpretations arose but still promised a depth of meaning.
The Invention of Territories and Hopes in the Era of Ecotourism in West Papua Hatib Kadir
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 20 No. 3 (2018)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v20i3.758

Abstract

This paper examines people from the bottom in responding new policies on nature conservation. They create their own territory based on the memories about their ancestors. The goal to preserve the nature and culture is even to be more integrated to the market exchanges. The research is conducted in Raja Ampat. A new kabupaten that defines their entire area as a protected place from natural exploitation. This approach is different from the previous treatment to nature of Raja Ampat. To earn cash means to destroy the forest. Rather, through ecotourism, the project expects to give a hope to the people. While preserving the nature, people even can get economic advantage. This paper is based on an ethnographic account. I hiked to the several important spots that also become the place of local people's ancestor. The aim was to get to know people's interaction with the nature and animals. Also, their social relations with other family clan and international NGO's.
Etika Media dalam Kultur New Technology (Mengkaji Etika Internet versus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) ana windarsih windarsih; Wahyuni Choiriyati
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.763

Abstract

Perkembangan sistem komunikasi yang masif, khususnya internet menjadi bagian terpenting dalam berbagai bidang kehidupan termasuk ekonomi maupun politik. Di pihak lain perkembangan teknologi baru, termasuk televisi digital, juga menawarkan perubahan besar di bidang komunikasi massa. Istilah media konvergen kemudian digunakan dalam arti bergabungnya layanan yang dahulu terpisah, termasuk internet, televisi, kabel dan telepon. Salah satu penyebab terjadinya media konvergen adalah persoalan teknik, karena lebih banyak isi media dimasukkan dalam format digital dalam bentuk bit. Namun kemajuan teknologi tidak lepas dari implikasi etis. Pemerintah telah menyadari dampak destruktifnya, salah satunya dengan sigap mengatur pemanfaatan sumber internet sebagai media baru dengan sebuah piranti lunak yang mampu memblokir situs amoral. Dalam level praktis penegakan etika terhadap isi media interaktif ini harus terus dikaji agar tidak menjadi sebuah adagium kebijakan tanpa tindakan. Kajian etika media dalam hal ini menjadi arena yang terlibat membangun wacana baru dalam perspektif komunikasi massa agar internet menjadi rujukan yang konstruktif bagi masyarakat.

Filter by Year

1997 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 3 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021) Vol. 22 No. 3 (2020) Vol. 22 No. 2 (2020) Vol. 22 No. 1 (2020) Vol. 21 No. 3 (2019) Vol. 21 No. 2 (2019) Vol. 21 No. 1 (2019) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol. 20 No. 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol. 20 No. 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol. 19 No. 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol. 19 No. 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol. 19 No. 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol. 18 No. 3 (2016) Vol. 18 No. 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol. 18 No. 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol. 17 No. 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 17 No. 1 (2015) Vol. 16 No. 3 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol. 16 No. 2 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol. 16 No. 1 (2014) Vol. 15 No. 3 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol. 15 No. 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol. 15 No. 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012) Vol. 14 No. 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol. 14 No. 2 (2012) Vol. 14 No. 1 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol. 13 No. 2 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol. 13 No. 1 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol. 12 No. 3 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol. 12 No. 2 (2010) Vol. 12 No. 1 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 2 (2009) Vol. 11 No. 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol. 11 No. 1 (2009) Vol. 10 No. 2 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol. 10 No. 1 (2008) Vol. 9 No. 1 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol. 8 No. 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol. 8 No. 1 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol. 7 No. 2 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol. 7 No. 1 (2005) Vol. 6 No. 2 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol. 6 No. 1 (2004) Vol. 5 No. 2 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol. 5 No. 1 (2003) Vol 3, No.1 (2000) Vol 3, No.1 (2000) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.1 (1998) Vol 2, No.1 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.1 (1997) Vol 1, No.1 (1997) More Issue