cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 869 Documents
Everyday Racism and Racialized Experiences Among Indonesian Migrant Muslims in New York City: Perception, Resistance, and Self-Empowerment Diah Irawaty
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.827

Abstract

The election of Donald Trump as the 45th President of the United States of America increased public conversations about the situations of immigrants living in the country. Trump employed the issue of immigrants as a powerful weapon to win the presidential race. In my view, the way the American people excitedly responded to and accepted Trump’s ideas indicates how racism against immigrants still plays a pivotal role in the US political and social realms. My reflection on this hot issue on immigration led me to wonder about some of my colleagues and friends from Indonesia who migrated to the US. How are they? Are they in a good situation?
Fragmentasi Umat dan Penciptaan Otoritas Keagamaan: Tanggapan terhadap ‘Islam Lokal’ dan ‘Islam Asing’ di Indonesia
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.828

Abstract

Today, Islamist groups in Indonesia are apprehensive with Islam Nusantara, a catch-all term to refer to various expressions of localised Islam and socio-political thoughts and attitudes propagated by the country’s largest Muslim organisation, the Nahdlatul Ulama (NU). In response, the proponents of Islam Nusantara call for the unity of Indonesian Muslims to restrain what they perceive as an orchestrated effort to Arabize Indonesian Islam and eradicate local cultures and traditions. By looking at Banten and Madura through ethnographic fieldworks in between 2009-2018, this paper investigates the contestation between supporters of ‘local’ and ‘foreign’ Islam in defining their own Islam and making religious authority. While both supporters share the global viewpoints of Sunni Islam, the former is strongly characterised by local cultures and traditions that have been well preserved for centuries. The latter is well-known to display foreign-influenced, mostly Salafism from Gulf countries, expressions of Islam that include communal piety, religious commodification, Islamic populism, and popular Islamism. I argue that in both contemporary Banten and Madura, the defining of Islam and the making of religious authority have been frequently marked by conflicting responses in complex and fluctuated relationships. The relationships involve the phenomena of contestation between variants of Indonesian Islam and the fragmentation of the ummah.
Dari Fanatisme Ke Ekstremisme: Ilusi, Kecemasan, Dan Tindakan Kekerasan Amanah Nurish
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.829

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil observasi tentang bagaimana menjamurnya sekaligus suburnya gerakan radikalisme di Indonesia yang berujung pada tindakan kekerasan, baik kekerasan simbolik maupun kekerasan fisik. Sulit dipungkiri bahwasanya eskalasi tindakan ekstremisme bermula dari fenomena keagamaan yang berkembang dalam masyarakat melalui doktrin-doktrin keagamaan yang berimplikasi pada watak fanatisme. Bagaimana sikap fanatisme itu bermula? Setidaknya ada dua gerbang sebagai arena yang sangat memungkinkan individu atau kelompok masyarakat sangat mungkin terjangkit “penyakit fanatisme keagamaan”. Pertama, gerbang pendidikan yang di mana peran guru termasuk penceramah agama sekaligus kurikulum keagamaan turut memainkan peran signifikan di dalamnya. Kedua, melalui gerbang media di mana teks-teks berbau “demagog” atau hasutan termasuk ujaran kebencian antar umat beragama yang saling bergulir kemudian menjadi konsumsi sehari-hari. Maka dari itu intisari dari tulisan ini ingin menjelaskan bagaimana sikap fanatisme keagamaan masyarakat di Indonesia memiliki dampak cukup serius yang berujung pada menjamurnya gerakan-gerakan ekstremisme dan hal ini mengakibatkan tindakan kekerasan atas nama agama, termasuk aksi bom bunuh diri.   
GAYA HIDUP MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA PALEMBANG (Studi Pada Mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang) LISYA S PUTRI; Dadang Hikmah Purnama; Abdullah Idi
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.867

Abstract

Gaya hidup mahasiswa FoMO merupakan pola hidup yang di ekspresikan melalui aktivitas, minat, dan opini yang di dalamnya terdapat ruang sosial yang digunakan dalam mengimplementasikan gaya hidup. Tulisan ini mengupas gaya hidup mahasiswa pengguna media sosial yaitu mahasiswa FoMO di Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Tujuan dalam tulisan ini adalah untuk menunjukkan karakteristik gaya hidup mahasiswa FoMO, mengetahui ruang sosial yang digunakan dalam mengimplementasikan gaya hidup FoMO pada mahasiswa, dan untuk menunjukkan kelemahan dari mahasiswa FoMO, mengenai citra diri mahasiswa FoMO melalui gaya hidupnya. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif-verifikatif dengan strategi penelitian fenomenologi dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara secara mendalam, dokumentasi. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa gaya hidup mahasiswa FoMO dapat dikategorikan dari karakteristik, ruang sosial, dan citra diri yang melekat pada mahasiswa FoMO tersebut dimana gaya hidup merupakan pola yang membentuk kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari dalam sisi negatif dan positif.
Nasionalisme Indonesia dalam Dialektika Lokalitas dan Nasionalitas di Maluku Steve Gaspersz
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.870

Abstract

This article is an anthropological and historical reflections about the concept of nationalism which takes place on the dialectical interpretation on local and national identities in Maluku context. The main idea is on the effort to discover historical nexus about nationalism interpretatively that often disappear behind the grand narrative discourses about separatism of RMS (Republic of South Maluku) revolt whenever discussing the place of Maluku on Indonesian political map. By using combined methods of social hermeneutics and political anthropology paradigms, the elaboration developed in this article is unfolding new narrative of nationalism that might not be seen simply through centralistic viewpoint but analyzing various socio-political and historical interpretations of small narratives as the center of perspectives that must be considered within the discourse of Indonesian nationalism.
CITRA PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI (Sebuah Refleksi Struktural atas Dinamika Pembangunan) Gregorius Neonbasu SVD
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.875

Abstract

AbstraksiTulisan ini merupakan sebuah refleksi dari bidang Ilmu Antropologi terhadap praktek pendidikan kita selama ini di Indonesia. Terlebih analisis tertuju pada dunia pendidikan tinggi yang di satu sisi 'berbagai penelitian' seakan hanyalah diarahkan pada pendekatan etik¸dan kurang sekali memberi tekanan pada pola dan skema pendekatan emik. Seraya berlandas pada pelana Pulau Timor, atau Provinsi Nusa Tenggara Timur, pendulum tulisan ini akan bergerak bebas menuju sebuah telaahan yang lugas untuk mengkaji lebih dalam perspektif dunia pendidikan tinggi di Indonesia selama ini berkenaan dengan inbas dua sketsa pendekatan: etik dan emik.            Titik tuju yang bakal menjadi ancaran dari tulisan ini adalah meng-kreasi sebuah pendekatan pendidikan tinggi yang dapat memberi kontribusi yang kondusif kepada setiap penghuni lembaga pendidikan tinggi agar mereka akhirnya menemukan jati dirinya untuk berjumpa dengan berbagai temuan dan budaya akademik mancanegara. Secara kultural, pola dan sistem serta skema pendidikan tinggi kita haruslah memberi sebuah landasan home principle yang kuat, agar pada gilirannya setiap 'warga kampus' dapat memiliki kemampuan untuk memasuki gelanggang pilgrim principle yang bertampang.
Resignification: Wacana Balik Orang Papua dalam Menanggapi Rasisme Ubaidillah Ubaidillah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.876

Abstract

Terjadi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya oleh berbagai pihak, mulai dari tentara, satuan pamong praja, kepolisian, sampai organisasi masyarakat pada 16-17 Agustus 2019. Massa pengepung meneriaki mahasiswa Papua dengan kata monyet. Artikel ini menggunakan teori resignifation Judith Butler (1997) untuk melihat bagaimana orang-orang Papua sebagai korban ujaran rasial mampu berbicara balik kepada pelaku setelah mengemansipasi dirinya sendiri dari jejaring konteks sosial yang diskriminatif. Keutamaan resignification yang diusulkan Butler sebagai cara menanggapi ujaran kebencian adalah pemanfaatan logika internal ujaran yang disusun oleh pelaku sebagai sumber daya untuk menyusun wacana balik. Pola resignification yang dilakukan orang Papua adalah meliyankan diri sendiri dengan menggunakan frasa ‘monyet Papua’ dalam wacana baliknya. Frasa ‘monyet Papua’ ini merupakan bentuk reartikulasi pembedaan diri yang dilakukan dalam ujaran rasis ‘monyet’. Cara ini digunakan untuk melucuti otoritas pelaku ujaran, mempersatukan orang-orang Papua, dan mampu menjustifikasi tuntutan untuk merdeka dari kolonialisasi Indonesia. Peralihan fokus diskursus wacana balik orang Papua dari melawan rasisme menjadi tuntutan kemerdekaan Papua dapat pula dibaca sebagai upaya taktis untuk melakukan afirmasi kesetaraan status antara manusia Indonesia dan manusia Papua. Cara pandang bahwa perlakuan rasisme adalah bagian dari tindakan kolonialisasi Indonesia terhadap Papua melandasai pola interpretasi ujaran rasis Surabaya sehingga menghasilkan pola wacana balik yang demikian.Papuans Counter Speech toward Racism Speech
Framing and Navigating Breastfeeding as a Development Issue Sentiela Ocktaviani; Angga Sisca Rahadian
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.913

Abstract

This study addresses the issue of working mothers who give exclusive breastfeeding to their babies. During this time, public overlooks breastfeeding activities by considering breastfeeding merely as a mother's duty and a mundane matter. The involvement of her husband, family, community, and government to support the success of exclusive breastfeeding is still lacking. Workers' mothers have a dual role, domestic and public duties. Breastfeeding is often a barrier to women's performance in the public sphere and indirectly it impacts on household financial conditions. On the other hand, exclusive breastfeeding provides many benefits, primary for health and economic benefits. Therefore, this study wants to analyze breastfeeding activities through the development paradigm and finds the proper strategy for stakeholders to navigate breastfeeding as a development activity. The approach used in this research is qualitative by conducting interviews with stakeholders and literature review. The concepts of gender and development are applied to analyze the involvement of partners, families and communities in supporting the achievement of exclusive breastfeeding. The government also has an essential role in ensuring women and men have equal rights in the workplace and in the domestic sphere to do the household chores and bearing the children. The social movement also proved effective in providing an understanding to public that ensuring exclusive breastfeeding is a responsibility for all stakeholders.
Dampak Sosial-Ekonomi Pemindahan Paksa: Studi atas Penyintas Lumpur Lapindo, Jawa Timur Anton Novenanto
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.920

Abstract

This is a study to identify and discuss socio-economic impacts of forced-displacement in the course of Lapindo mudflow in East Java. The main conceptual framework of this study follows previous study which views Lapindo mudflow case as “disaster of development” for has caused massive forced-displacement of the populations (Novenanto, 2015c). Main themes of discussion of this study will concentrate on migration patterns, loss of access to land and buildings, changing type of work, disruption of access to public facilities and services, and social ties. This study relies on data collected from a community-based research to identify multidimensional impacts of Lapindo mudflow into 6 (six) partner-communities. The data is collected through questionnaire-based survey, focus group discussions, and observations. The research process involved members of each community from research design, collecting data, and data analysis. Such involvement is an implicit strategy to empower them through a continuous practice of critical thinking and logical reasoning which could be additional cultural capital for them in self-empowerment and advocation to the fulfillment and recovery of basic rights in the aftermath of the disaster.
Repertoar Masyarakat Migran: Sebuah Perjalanan Mencari Identitas Anggy Denok Sukmawati, MA
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.935

Abstract

Judul                         : Language and Migration in a Multilingual Metropolitan Berlin LivesPenulis                       : Patrick StevensonPenerbit                     : Palgrave Macmillan, LondonTahun Terbit               : 2017Jumlah Halaman         : 219 Dinamika kehidupan di kota besar sangat berpengaruh pada bahasa yang berkembang dan digunakan oleh penuturnya. Chríost (2007) menyatakan bahwa pengaruh itu bisa sangat kompleks dan seringkali evolusioner. Salah satu contoh dampak urbanisasi pada bahasa adalah hubungan antara kemunculan kota-kota pertama di dunia dan inovasi tulisan di sejumlah belahan dunia yang berbeda—Mesoamerika, Mesir Kuno, Sumeria, dan Cina. Kemudian, dalam konteks Eropa, evolusi tulisan, sastra, filsafat, dan berbagai aktivitas yang berpusat pada bahasa berkaitan erat dengan munculnya negara-kota di Yunani Kuno. Di dunia modern, keberadaan kota menjadi penting karena kota menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan sosial. Berkaitan dengan hal itu, jika dilihat dari sudut pandang ilmu Sosiolinguistik, kota merupakan tempat yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan tempat lain. Wardaugh (1998) mengatakan bahwa kota merupakan tempat yang lebih sulit dikarakterisasikan jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Variasi bahasa dan pola perubahan terlihat lebih jelas di kota, seperti struktur keluarga, mata pencaharian, serta kesempatan bagi masyarakat untuk naik kelas sosial—ataupun turun kelas sosial. Migrasi, baik itu ke dalam maupun ke luar kota, juga merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan kompleksnya dinamika bahasa di kota. Standardisasi dan difusi bahasa merupakan dinamika bahasa yang juga biasa terjadi di kota dan hal itu bisa berpengaruh di luar daerah administrasinya.

Filter by Year

1997 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 3 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021) Vol. 22 No. 3 (2020) Vol. 22 No. 2 (2020) Vol. 22 No. 1 (2020) Vol. 21 No. 3 (2019) Vol. 21 No. 2 (2019) Vol. 21 No. 1 (2019) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol. 20 No. 2 (2018) Vol. 20 No. 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol. 19 No. 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol. 19 No. 2 (2017) Vol. 19 No. 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol. 18 No. 3 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol. 18 No. 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol. 18 No. 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol. 17 No. 2 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 17 No. 1 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 16 No. 3 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol. 16 No. 2 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol. 16 No. 1 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol. 15 No. 3 (2013) Vol. 15 No. 2 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol. 15 No. 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012) Vol. 14 No. 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol. 14 No. 2 (2012) Vol. 14 No. 1 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 2 (2011) Vol. 13 No. 2 (2011) Vol. 13 No. 1 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 3 (2010) Vol. 12 No. 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol. 12 No. 2 (2010) Vol. 12 No. 1 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 2 (2009) Vol. 11 No. 2 (2009) Vol. 11 No. 1 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 2 (2008) Vol. 10 No. 2 (2008) Vol. 10 No. 1 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2007) Vol. 9 No. 1 (2007) Vol. 8 No. 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol. 8 No. 1 (2006) Vol 7, No 2 (2005) Vol. 7 No. 2 (2005) Vol. 7 No. 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 2 (2004) Vol. 6 No. 2 (2004) Vol. 6 No. 1 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 2 (2003) Vol. 5 No. 2 (2003) Vol. 5 No. 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 3, No.1 (2000) Vol 3, No.1 (2000) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.1 (1998) Vol 2, No.1 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.1 (1997) Vol 1, No.1 (1997) More Issue