cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
ISSN : 16934415     EISSN : 25278851     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2012)" : 5 Documents clear
PENERAPAN METODA TIE-LINE LEVELLING PADA DATA MAGNET LAPANGAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI KOREKSI HARIAN Sahudin Sahudin; Subarsyah Subarsyah
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.97 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.224

Abstract

Metode Tie-line levelling adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menghilangkan perbedaan data karena pengaruh perbedaan waktu pengukuran sehingga lintasan-lintasan survey dengan lintasan-lintasan pengikat (Tie lines) dititik yang sama akan memiliki nilai yang sama ketika berpotongan. Persyaratan utama metode ini yaitu keterdapatan data yang berpotongan yang berfungsi sebagai titik ikat, sehingga dalam setiap survey disarankan selalu melakukan pengambilan data dengan lintasan yang memotong lintasan-lintasan utama. Metode Tie-line leveling cukup efektif diterapkan sebagai alternatif pengganti koreksi variasi harian dalam pengolahan data magnit apabila pengukuran variasi harian tidak dapat dilakukan karena area survey yang terlalu jauh dari lokasi base station. Kata kunci : Anomali magnet total, metode tie-line leveling, koreksi. Tie-line leveling method is a technique used to adjust the data along each survey line so that survey lines and tie lines will have the same values where they intersect. The main method is that have intersection data that used as tie line, so that in each survey data suggested always have taking crossline that cuts survey lines. Tie-line leveling method is effective applied as the alternatif for substitute correction of daily variations in magnetic processing data when daily variation measurements cannot be done because survey area is too large from the base station. Keywords : Total field anomaly, tie-line leveling, correction
PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR PULAU JAWA DITINJAU DARI ASPEK KERENTANAN KAWASAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMUNGKINAN BENCANA KENAIKAN MUKA LAUT Harkinz Prabowo; Prijantono Astjario
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.96 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.225

Abstract

Dampak pemanasan global, yaitu berupa kenaikan muka laut dengan kecepatan 2-8 mm/tahun yang tampaknya lambat dan tidak berarti, akan tetapi dalam 100 tahun mendatang kenaikan muka laut tersebut mampu untuk menggenangi kawasan pesisir P. Jawa yang memiliki morfologi pantai yang landai dan bersudut lereng kecil. Kenaikan muka laut merupakan bencana alam yang lambat dan bisa diprediksi, namun dengan sifat yang demikian justru manusia cenderung lupa segera menanganinya. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, serta mengurangi bahkan memperkecil dampak negatif risiko bencana tersebut, perlu memasukan komponen manajemen risiko bencana alam (risk management of natural disaster) di dalam penyusunan tata ruang wilayah (RTRW). Kata kunci: kenaikan muka laut, manajemen risiko bencana alam, Pulau Jawa, pesisir The impact of global warming, in the form of sea level rise by the rate 2-8 mm/year which seems slow and insignificant, but in the next 100 years sea level rise are can inundate coastal areas of Java which has a low slope beach morphology and small slope angles. Sea-level rise is a natural disaster that slow and predictable, but the nature of such people tend to forget it immediately. Therefore, to anticipate disasters and reduce or even minimize the negative impact of disaster risks, it is need to include components of risk management of natural disaster in the preparation of the spatial planning. Keywords: sealevel rise, risk management of natural disaster, Java, coastal
POTENSI MIGAS BERDASARKAN INTEGRASI DATA SUMUR DAN PENAMPANG SEISMIK DI WILAYAH OFFSHORE CEKUNGAN TARAKAN KALIMATAN TIMUR Priatin Hadi Widjaja; D. Noeradi; A.K. Permadi; Ediar Usman; Andrian Widjaja
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.283 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.221

Abstract

Kajian geologi migas di Cekungan Tarakan relatif sangat kurang dibandingkan dengan Cekungan Kutai, diantaranya mengenai analisis stratigrafi sekuen yang lebih detil dan komprehensif, tingkat variasi lapisan sedimen di daerah transisi dengan laut dangkal sampai sedang dan keterkaitan dengan penentuan potensi migas. Padahal eksplorasi minyak dan gas bumi di Cekungan Tarakan, Kalimantan Timur telah mengalami proses waktu yang sangat panjang bahkan termasuk salah satu eksplorasi tertua di Indonesia. Namun eksplorasi di wilayah lepas pantai termasuk di timur Pulau Tarakan masih belum ditemukan lapangan migas yang bernilai ekonomis. Ini sangat berbeda dengan hasil eksplorasi Cekungan Kutai di lepas pantai dan laut-dalam yang telah mengalami kemajuan signifikan dalam 10 tahun terakhir setelah ditemukan beberapa lapangan migas laut-dalam seperti West Seno dan Gendalo. Berdasarkan pada pemerolehan data yang terdiri dari penampang seismik 2D, log sumur, rangkuman data biostratigrafi dan data check-shot, kajian dilakukan secara bertahap mulai dari analisis sekuen dan korelasi log sumur, interpretasi dan analisis seismik stratigrafi, pemetaan bawah permukaan, dan penentuan lokasi yang berpotensi migas. Tahapan metodologi kajian ini menggunakan beberapa perangkat lunak yang diproses secara integratif. Hasil akhir kajian dari integrasi peta struktur kedalaman dan peta isopach serta dukungan data petrofisik dari aspek kualitas batuan reservoir diperoleh dua lokasi yang berpotensi migas: Potensi Migas-1 di bagian tenggara dekat Pulau Tarakan merupakan jebakan struktur antiklin yang dikontrol sesar-sesar inversi dan Potensi Migas-2 di lepas pantai bagian timur wilayah kajian berupa jebakan struktur hidrokarbon sebagai sebuah antiklin yang memanjang relatif arah SEE – NWW. Kata kunci: Tarakan, sekuen, seismik, potensi migas Study of Petroleum geology in the Tarakan Basin is relatively less than in the Kutai Basin such as detailed and comprehensively sequence stratigraphy, variation of sediment layering from transition to outer-neritic zone and its related to determination of oil and gas potential locations. Oil and gas exploration in Tarakan Basin, East Kalimantan, has been carried out for the last a hundred years ago and its include as the oldest basin in Indonesia. Unfortunately, oil and gas field in eastern part of offshore Tarakan Island has not yet been discovered significantly. In contrast, offshore and deep-water oil and gas fields of Kutai Basin has been discovered significantly i.e. West Seno and Gendalo Fields. Based on data of 2D seismic in SEGY-files, well log in LAS-file, biostratigraphy and check-shot data, then steps of research followed by a sequence analysis, wells correlation, interpretation and analysis of seismic stratigraphy, subsurface mapping and determination of oil and gas potential locations. The results of this study are oil and gas potency 1 and potency 2. Potency 1 is located in south-eastern part of Tarakan Island where anticlinal traps are controlled by inversion faults. In contrast, potency 2 is an anticlinal trap located in offshore at the eastern part of the study area. Key words: Tarakan, sequence, seismic, oil and gas potential
GAS BIOGENIK DAN UNSUR MINERAL PADA SEDIMEN DELTA KAPUASKALIMANTAN BARAT Yudi Darlan; Sahudin Sahudin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4275.226 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.222

Abstract

Gas metan biogenik merupakan gas metan yang terbentuk akibat aktivitas anaerobik. Gas biogenik yang terdapat di daerah penelitian merupakan gas biogenik yang terdapat pada sedimen Kuarter. Sedimen Kuarter yang mengalasi daerah telitian terdiri atas perselingan pasir dan lempung yang mengandung unsur pembentuk mineral dan material organik. Pada sumur bor BH-3 yang mengandung gas biogenik, kandungan bakteri metanogenik sebesar 1,5% dari total bakteri umum, kandungan karbon total sekitar 4%, unsur utama, unsur logam berat, dan unsur tanah jarang (REE) mengalami perubahan yang signifikan. Pada sumur BH-1, BH-2, dan BH-4 kandungan unsur-unsur tersebut tidak menunjukkan perubahan yang mencolok. Penelitian ini adalah untuk memahami keberadaan gas biogenik di daerah Delta Kapuas dengan melihat keragaman sedimen dan unsur pembentuk mineral Kata kunci: gas metan biogenik, bakteri metanogenik, karbon total, unsur utama, unsur logam berat, unsur tanah jarang, Delta Kapuas, Kalimantan Barat Biogenic methane was formed by anaerobic activity. The biogenic gas was found in the Quaternary sediments in the study area. This sediments consist of alternating sand and clay that contain the element-forming minerals and organic material. Analysis metanogenik bacteria(1,5%), total carbon content(4%), major elements, heavy metals, and rare earth elements (REE) in borehole BH-3 containing biogenic gas is significantly changing. In the borehole of BH-1, BH-2, and BH-4 content elements do not show significant changes. This research is to understand the existence of biogenic gas in the Kapuas Delta region by looking at the diversity of sediment and mineral-forming elements. Keywords: biogenic methane, bacteria metanogenik, total carbon, major elements, heavy metal elements, rare earths, Delta Kapuas, West Kalimantan
KARAKTERISTIKA PANTAI DALAM PENENTUAN ASAL SEDIMEN DI PESISIR bAYAH KABUPATEN LEBAK, BANTEN Deny Setiady; Yudi Darlan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.081 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.223

Abstract

Karakteristika pantai di daerah penelitian terdiri atas pantai bertebing dan pantai landai. Pantai landai dicirikan oleh morfologi datar berupa pasir lepas, sedangkan pantai bertebing dicirikan oleh morfologi bergelombang disusun oleh batuan keras yang masif, seperi batuan intrusif, batupasir dan konglomerat. Data bor yang diperoleh dari 10 lokasi di sepanjang pantai Bayah, menunjukkan bahwa bagian atas merupakan sedimen lanau-pasirsedang dengan ketebalan antara 50 cm sampai 110 cm, sedangkan sedimen pasir kasar terdapat di bagian bawah dengan ketebalan antara 120 cm sampai 210 cm. Kata Kunci: Karakteristika pantai, sedimen, Bayah, Banten Coastal characteristics in the study area consists of the cliff and gentle coasts. The gentle coasts are characterized by flat morphology and placer sand sediments. While the cliff coasts are characterized by an undulated morphology composed by massive hard rocks. Drilled data from 10 locations along Bayah coastal area, indicate that the upper part consists of silt-sand sediments with 50-110 cm in thickness, while coarse sand sediment found at the bottom part with 120-210 cm in thickness. Keyword: coastal characteristics, sediment, Bayah, Banten

Page 1 of 1 | Total Record : 5