cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
SOSIALISASINILAI BUD AYA MAND AR (Studi Kasus Pada Generasi Muda di Kec. Balanipa Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat Idham Idham
Al-Qalam Vol 13, No 2 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.02 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i2.568

Abstract

This research is done in Balanipa regional district of Polewali MandarWest Sulawesi. The research covers the descriptive qualitative. Thedata is found and gathered with the technique of collecting data asfollows: a) depth interview, b) document study, and c) observation. Theprocessing and data analysis are done with analyzing all preparingdata from some sources.The result of the research shows that Mandarese culture is necessary tobe socialized for the next generation because it is an identity for supportingcommunity, process of Mandarese culture socialization in somemain note of the appropriating historical development, and Madareseculture still exist to the present suitable era especially an establishmentfor the next generation, especially in the case of agreement, maintenanceof low, looking for correctness, democracy, autonomy of territory,concept of leadership, unity of the people, keep the trusteeship,solidarity, transparency, insight to the front, accountability, supervisionor care, and professionalism.
TRADISI LISAN TARSUL PADA MASYARAKAT KUTAI KARTANEGARA Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v18i1.216

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menyoroti tradisi lisan tarsul bagi masyarakat KutaiKartanegara. Tradisi lisan merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai dan makna.Pelestariannya mengalami transformasi sehingga bersifat kedinian. Tarsul adalah tradisi lisanmasyarakat Kutai Kartanegara yang masih terpelihara dengan baik seiring dengan pelestarian berbagaiupacara siklus hidup masyarakat dan upacara lainnya. Tulisan ini mengungkapkan kecenderunganmasyarakat Kutai Kartanegara dalam pemeliharaan bahasa dan seni sastra sebagai cerminan darikehalusan budi dan bahasa. Tarsul adalah sastra lisan yang menggambarkan proses dan untaianperasaan berkaitan dengan inti, makna atau figur sentral dari pelaksanaan suatu upacara, sepertiupacara perkawinan.
DAKWAH ISLAM DI ERA GLOBALISASI: REVITALISASI PRINSIP MODERASI ISLAM Hamzah Harun al-Rasyid
Al-Qalam Vol 20, No 3 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.806 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i3.337

Abstract

Dalam pandangan Islam, ajaran normatif yang tidak boleh berhenti untuk dilaksanakan olehpenganutnya adalah mengajak umat manusia ke j a l an yang baik dengan melakukan hal-hal yang makrufdan menghindari perkara-perkara yang buruk dan keji dan ini yang dimaksud dengan terma "DakwahIslam". Menjalankan ajaran ini selalu menghadapi tantangan di semua babak sejarah terutama sekali diera globalisasi saat ini karena karakteristik-karakteristiknya yang unik. Penelitian ini akan membahasbagaimana cara menghadapi tantangan dakwah di era globalisasi dengan mengajukan gagasanrevitalisasi prinsip moderasi Islam sebagai cara yang dapat menarik simpati komunitas dakwah b a ik darikalangan muslim maupun nonmuslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristikkarakteristikera globalisasi yang berpotensi menjadi tantangan dakwah Islam kemudian mencobamengemukakan prinsip moderasi Islam sebagai sebuah cara yang tepat untuk menghadapi tantanganyang dimaksud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode diskriptif-kualitatif dengancara mencoba menggambarkan era globalisasi dengan spesifikasi spesifikasinya begitu pula prinsipmoderasi Islam dengan menganalisis karya-karya atau artikel-artikel yang berbentuk naskah dan bukubukuyang terkait dengan isu yang dimaksud. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa era globalisasiadalah merupakan era yang sangat kompleks dan rumit dan sangat berbeda dengan zaman awal Islam,dan dengan demikian era ini mesti diperlakukan dengan perlakuan yang berbeda. Karena sifatnyayang sanga spesifik gerakan "Dakwah Islam" harus lebih merevitalisasi prinsip Moderasi Islam dalammenghadapi tantangan globalisasi.
KOMPETENSI PENGAWAS MADRASAH DI KOTA KENDARI Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.819 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.184

Abstract

Posisi pengawas dalam sistem pendidikan nasional Indonesia sangat strategis.Tugas dan fungsi sebagaitenaga supervisor akademik dan manajerial serta evaluator terhadap peningkatan kualitas kepalamadrasah dan guru mata pelajaran menuntutnya untuk berkerja secara professional.Namun beberapahasil riset parsial menyatakan bahwa tingkat profesionalitas pengawas masih tergolong rendah.Risetkali ini menelusuri tingkat kompetensi pengawas secara komprehensif, yaitu mencakup kompetensiakademik, manajerial, evaluasi pendidikan kelitbangan, kepribadian, dan sosial.Penelitian survei diKota Kendari pada tahun 2012 mengumpulkan data dengan metode kuantitatif dan analisis deskriptifkuantitatif, terhadap 25 responden (pengawas).Penelitian bertujuan untuk menemukan tingkatkompetensi pengawas dengan harapan dapat bermanfaat terhadap kebijakan peningkatan kualitaspengawas madrasah.Ditemukan, bahwa secara umum tingkat kompetensi pengawas madrasah diKota Kendari terkategori ‘sedang’. Dan tingkat kompetensi pengawas berdasarkan karanteristikpengawas tampak variatif.Peningkatan kompetensi pengawas perlu diintensifkan terutama peningkatanpengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan pembinaan dan bimbingan terhadapkepala madrasah dan guru mata pelajaran, penelitian, penilaian kinerja, dan kemahiran membangunkemiteraan.
KREATIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA RAUDHATUL ATHFAL AS-SALAM KOTA AMBON DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA Baso Marannu
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.669 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.139

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, sosio emosional, bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini menganalisa Pelaksanaan Standar Pendidikan Anak Usia Dini sesuai Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 dikaitkan dengan pengembangan model Kepemimpinan RA. serta pengelolaan RA As-Salam dikaitkan dengan kreatifitas Kepemimpinan. Penelitian Kualitatif ini menyimpulkan Gaya kepemimpinan Kepala RA As-Salam lebih bersifat situasional dengan memadukan beberapa sekolah sukses, khusus kreatifitas kepemimpinan sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum, kedisiplinan, pengelolaan informasi, kegiatan ekstra kurikulur hingga sistem evaluasi, pada akhirnya sebuah RA yang dikoordinasikan oleh Kemenag juga dapat memperlihatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan pendidikan secara baik
RESPON MASYARAKAT TERHADAP MTS ALKHAIRAT PUSAT PALU Abdul Rahman arsyad
Al-Qalam Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.128 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap respon masyarakat terhadap madrasah terakreditasi padaMTs Alkhairat Pusat Palu. Hal ini merupakan bagian dari penelitian tentang informasi madrasahakreditasi, dengan melihat bagaimana tingkat pengetahuan, penilaian, dan; partisipasi masyarakat.."..7" MTs Alkhairat Pusat Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam analisis dataselain angket/quesioner akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kecendrungandan respon masyarakat terhadap madrasah terakreditasi. Adapun datayang diperoleh melalui wawancara,audi pustaka, dan dokumentasi. Hasil analisis disajikan lewat label dan grafik bagi data kuantitas dannaratif bagi data kualitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan penilaianmasyarakat terhadap MTs Alkhairat Pusat Palu terkategori tinggi dengan nilai rata-rata r= 3.3, sedangkanpartisipasi masyarakat terkategori cukup tinggi dengan nilai rata-rata r= 2.3.
KEHIDUPAN PENGANUT TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH DI PATI, JAWA TENGAH Hamdar Arraiyah
Al-Qalam Vol 5, No 1 (1993)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.593 KB) | DOI: 10.31969/alq.v5i1.641

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitianstudi kasus di Kabupaten Pad yangdifokuskan pada salah satu desa yang terletakdipesisirutaraPropinsi Jawa Tengah,yaitu Ngagel. Dalam tulisanini akandijelaskankchidupan penganut tarekat NaqsyabandiyahKhalidiyah (NK), salah satukclompok penganut agama Islam yangmenckankan kcsucian batin dengan jalansenantiasa mengingat Tuhan, mclakukanperbuatan yang baik, dan menghindari perbuatantercela mcnurut syari'at Islam.Penganut tarekat ini relatif tampak samadengan warga desa lainnya dari golongansantri, yaitu umat Islam yang taat menjalankankewajibanutamadalam Islam terutamashalat lima waktu, zakat, dan puasa.Mereka tak dapat diidentifikasi berdasarkanciri-ciri tertentu kctika berada di tempatumum, tempat kerja, dan pcrtcmuandengan warga desa lainnya
E L A I E M DI MALUKU (Mengelola Kerukunan dari Akar Rumput) Ismail Arifuddin
Al-Qalam Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.292 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i2.559

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian evaluatifterhadap keberadaan dancara kerja lembaga-lembaga kerjasama antar umat beragama dalammembina kerukunan di Kota Ambon. Data diperoleh melalui teknikpenjaringan data sesuai dengan konteks data yang dicari. Data primerakan dijaring melalui teknik wawancara dan pengamatan. Data yangdikumpulkan kemudian diolah dengan kategorisasi dan pengelompokansesuai dengan jenis data. Kemudian dilihat hubungan-hubungan antarfakta yang ada untuk membantu melakukan interpretasi dan analisis.Teknik analisisnya digunakan anaisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sejak masuknya agama-agamasamawi ke wilayah Maluku, konflik antara pemeluk agama telah terjadiberulang kali. Kenyataan sampai saat ini takpernah mencapai suatu titikpenyelesaian yang permanent, dari realitas tersebut, maka GerejaProtestan Maluku (GPM), Majelis Ulama Indonesia (Mill) WilayahMaluku, dan Keuskupan Ambonia, guna menjawab tuntutan tanggungjawab itulah maka ketiga lembaga resmi agama ini menyepakati sebuahprakarsa bersama untuk membentuk Lembaga Antar Iman untukKemanusiaan Maluku yang disingkat el AI eM. el AI eM dirasakanmanfaatnya oleh masyarakat Maluku, dimana lembaga ini adalah hasildari prasakarsa masyarakat. menurut menuturan responden, bahwalembaga-lembaga yang muncul butten up akan lebih bermanfaat biladibandingkan lembaga yang dibentuk top dawn.
SISTEM KEKERABATAN ORANG BUGIS DI SULAWESI SELATAN (SUATU ANALISIS ANTROPOLOGI - SOSIAL) Eliza Meiyani
Al-Qalam Vol 16, No 2 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.336 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i2.484

Abstract

Sistem kekerabatan masyarakat Bugis Bone memiliki struktur bati na wija sebagai pranata sosial yangmenjadi wadah pembentukan knalitas masyarakat untuk mendukung sistem sosial dan sistem budayamasyarakat yang harmonis. Masyarakat Bugis Bone sejak dahulu telah menjadikan bati na wija sebagaisarana yang membentuk sistem pemerintahan efektif dan efisien. Membantu pemimpin dan pemukamasyarakat yang berkualitas dan mampu menjadi pioner dalam membangun sistem kerajaan yang besaryaitu kerajaan Bone, Kerajaan Gowa dan Kerajaan Luwu. Namun, saat ini peran wija na bati mulaitergeser berangsur-angsur ke pembentukan kualitas individual, masyarakat dan pemimpin padapendidikan dan harta benda menjadi tolak ukur. Bergesernya peran wija na bati tersebut sebagai akibatlemahnya ketahanan budaya orang Bugis-Bone untuk menjadikannya sebagai sarana pembentukankualitas individual, kemimpinan dan kualitas masyarakat. Peranan sistem kekerabatan yang menyimpannilai-nilai kekerabatan yang dianut pada masa lalu tidak lagi menjadi sarana yang efektif membentukstruktur sosial masyarakat Bugis- Bone yang harmonis. Meskipun demikian, mash ada sebagian kecilkelompok masyarakat Bugis-Bone yang masih konsisten menggunakan nilai-nilai kekerabatan sebagaisarana pembentukan kualitas individual, pemimpin dan masyarakat, teruma pada daerah-daerah yangmasih terdapat orang-orang yang menjunjung tinggi tradisi budaya masyarakat Bugis-Bone yang diyakinisebagai tradisi yang sudah dianut oleh para pendahulunya.
PEMETAAN KUALITAS MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN KOLAKA Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.909 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.544

Abstract