cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
LEKTUR AGAMA DALAM AKSARA LONTARA BERBAHASA BUGIS Abubakar Surur
Al-Qalam Vol 7, No 2 (1995)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.363 KB) | DOI: 10.31969/alq.v7i2.609

Abstract

Propinsi Sulawesi Selatan didiamiempat suku yang merupakan pendudukasli, masing-masing memiliki bahasatersendiri sebagai bahasa induk, yaitusuku Bugis, Makassar, Mandar dan SukuToraja.Bahasa Bugis tersebar luas, bukanhanya di Sulawesi Selatan, tetapi menyebatsampai ke seluruh pelosok tanah air.Suku Bugis yang suka merantau sampaikeluar negeri dengan menggunakanperahu khas yang disebut "pinisi",banyak yang mendiami negara-negaratetangga, seperti Malaysia, Singapura,Brunei, Saudi Arabia dan negara lainnya.Walaupun mereka telah menjadi warganegarapada negara atau propinsi lainyang didiaminya, mereka masih ketatmenggunakan bahasa Bugis sebagaibahasa komunikasi antarmereka seharihari.Disamping bahasa, orang Bugismemiliki juga tulisan khusus yang dikenaldengan tulisan lontara, masih tetapdigunakan, baik dalam surat-menyurat,maupun dalam menyusun buku-bukutermasuk lektur agama (Islam).Penyebaran dan perkembanganAgama Islam di Sulawesi Selatan, sejakawal menggunakan bahasa Bugis danaksara Lontara, didukung dengan kenyataanbahwa orang-orang Bugis, yangumumnya beragama Islam, lebih sukamenggunakan dan mempertahankanpemakaian Bahasa Bugis sebagai saranakomunikasi intern, disamping masihbanyak orang Bugis yang masih sulitberkomunikasi dengan memakai bahasanasional, terutama mereka yang berdomisilidi pedesaan.Penjelasan Undang-Undang Dasar1945, pasal 36 menyebutkan :"Di daerah-daerah yang mempunyaibahasa sendiri, yang diperliharaoleh rakyatnya dengan baik danbahasa-bahasa itu akan dihormatidan dipelihara oleh nagara. Bahasa-bahasa itupun merupakan sebahagiankebudayaan Indonesia yanghidup".Dengan demikian, Bahasa daerahBugis dengan aksara Lontarak yang dimilikinyasampai sekarang masih banyakberedar dan dimiliki masyarakat sertadibaca oleh penduduk yang menggunakanbahasa Bugis, bahkan masih ada yangadigunakan sebagai buku-buku rujukan diPesantren, Madrasah Diniyah dan MajelisTaklim.Untuk mengetahui lebih dalam,perkembangan Lektur Agama tersebut,penelitian dilakukan di Kotamadya Parepare,Kota Sengkang, Watansoppengdan Kota Watampone, sebagai sampelyang dianggap tersedia sumber data dantempat tinggal Ulama, pengarang LekturAgama berbahasa Bugis dapat ditemukan.No. 12 Th. VII Juli/Desember 1995LEKTUR AGAMA DALAM AKSARA LONTARABERBAHASA BUGIS 25Pengumpulan data dilakukan melaluiwawan-cara dengan Ulama pengarang,tokoh masyarakat, guru-gufu Madrasahdan penerbit. Disamping itu, penelitimelakukan juga pengamatan langsung kePesantren dan Madrasah Diniyah.Pengolahan dan analisis data dilakukandengan analisis kuantitatif dan analisiskualitatif.
PANDANGAN KEAGAMAAN GERE JA BETHANY INDONESIA Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.697 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i1.515

Abstract

This writing is a conclusion of research, that was conducted in Palu,Central Sulawesi. This writing aims to describe the religious perspectiveofGBI (Gereja Bethany Indonesia), that was considered as a part offundamentalism movement on Christ.The result of study showed that (1) the basic of religious faith of GBI isGod Jesus Christ, and confession that Jesus is messiest, the living Son ofGod. (2) Bible is never wrong. The truth of Bible works at anywhere andanytime. Men have to believe and do what Bible said. (3) Confession toApostle Creed. (4) The church is God institution to realize God in theworld. Church not only means as construction but also means as peopleunited to live in same faith, hope, and love to Jesus Christ. (5) Themovement of GBI emphasis to morality and spirituality especially toyoung generation; (6) their motto is Successful Bethany Family
INSKRIPSI HURUF ARAB DAN RAGAM HIAS PADA MASJID TUA AL-MUJAHIDIN KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN Muslihin Sultan
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.284 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i1.248

Abstract

Archaeology is history; archaeological research cannot be separatedfrom the history, because historyreveals the story of material culture. The Old Mosque is part of a cultural thing that will describe thehistory of the Islamic society and the reconstruction of the mosque building in accordance with localcultural character of local genius in its time. The Old Mosque of al-Mujahidin Watampone is the oldestand the first mosque of the royal heritage of Bone in Islam development era. The mosque has specificstylistic and architecture that describes how the Islamic symbols interacted with local culture and art.The strong influence of Islamic teachings was implicitly reflected in a wide variety of the mosqueornaments. This research aims to reveal the decoration and Arabic inscriptions located in theOld Mosque, to promote the history and archaeological traces of the Islamic kingdom of Bone, and torecommend to the local government of Bone to make Qadi's cemetery as part of archeological historyof the kingdom Bone that deserve to be considered by the community and the Government of Bone as acultural heritage of the archipelago to be protected as Objects of Cultural guaranteed by IndonesianLaw Number 5 of 1992 about Objects of Cultural Property. The research methodology was a fieldresearch with a survey which is descriptive, archaeological, historical, and explanative on the OldMosque al-Mujahidin, Watampone, Bone regency, South Sulawesi. The techniques of collecting datain this study were: literature data, field data (archaeological assessment, observation, and interviews),documentation and recording, surface surveys, and the withdrawal of sampling. This study also usedthe architectural analysis on the mosque, i.e. morphological, technological, stylistic, and contextualanalysis.
PAHAM KEAGAMAAN ANTUNG MUHTAR DI TARAKAN KALIMANTAN UTARA mursalim mursalim
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7116.245 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.391

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengkaji sebuah paham keagamaan yang dahulu disebarkan oleh seorang yang bernama Antung Muhtar di Kota Tarakan, Kalimantan Timur dan sekitarnya, yang berlangsung sejak tahun 2008 sampai 2013, menurut pengakuannya sebagai seorang yang pernah belajar di Mekah dan di Oxford, Inggris. Metode penelitian kualitatif dimanfaatkan sebagai kerangka analisis. Melalui pengumpulan data yang lazim dalam metode kualitatif, baik melalui wawancara mendalam, observasi, maupun dari sumber pustaka. Maka, ditemukan bahwa, paham yang diajarkan Antung Muhtar berkisar pada keimanan, ibadah dan akhlak. Namun, dari ketiga aspek ini, ada banyak hal yang tidak sesuai dengan pokok-pokok ajaran Islam, misalnya dalam bidang ibadah, yaitu shalat. menurutnya shalat lima waktu yang selama ini dianggap sebagai shalat fardhu sejatinya tidaklah wajib, sebab  yang diwajibkan adalah shalat tahajjud dan puasa juga demikian yang ada adalah puasa bicara. Demikian pula dalam bidang tasawuf atau tarekat misalnya konsep ma’rifat, yaitu apabila sampai kepada maqam ma’rifatullah, maka tasawuf tidak memerlukan ilmu dan amalan, yang ada adalah sifat. Demikian pula tentang ajaran tarekat yang dia pahami, yang secara factual telah jauh menyalahi faham-faham tarekat yang berkembang dan dianut umat Islam selama ini, salah ajaran dalam tarekat versi Antung Muhtar adalah konsep“A – I – U”yang kemudian dimaknai sendiri olehnya, seperti lafadz  A adalah Junub, I adalah istinja’ dan U adalah syahadat.
HISTORIOGRAFI ISLAM DI KERAJAAN BANTAENG La Sakka
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.086 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.175

Abstract

Penelusuran data informasi dalam penelitian ini dimulai dari proses pencarian arsip, buku-buku,naskah/lontara dokumen-dokumen lainnya maupun informasi lisan. Penelitian ini menunjukkanbahwa di Kerajaan Bantaeng adalah kerajaan besar yang memiliki 7 kampung atau disktrik yakni: Onto,Bissampole (Karatuang), Sinewa (Kambittana), Gantarang Keke, Mamampang (Bungaya), Lawi-lawi(Mangngepong), Katapang (Ulu Galung). Proses islamisasi di Kerajaan Bantaeng dimulai Pada akhirtahun 1607 sewaktu kerajaan Bantaeng di perintah oleh seorang karaeng yang bernama Penelitian inidilakukan untuk mengetahui eksistensi kerajaan di kabupaten Bantaeng melalui Sombaya KaraengMa’jombea (raja ke XIV), Dengan penjelasan di atas maka dapat dipastikan bahwa islamisasi diBantaeng berada dalam kaisaran priode awal abad XVII M. Meskipun agak terlambat dibandingkanpusat-pusat perkembangan agama Islam di Kerajaan lainnya. Proses islamisasi yang terjadi di Bantaengkemungkinan besar dibawa oleh muballigh atau misionaris Kerajaan Gowa, jadi bukan dilakukan olehDatuk ri Tiro (Khatib Bungsu) yang mengislamkan Karaeng Tiro (Bulukumba), sebagaimana pendapatbeberapa pihak. Besar kemungkinan adalah syech Nurun Baharuddin Nasabadiyah sebagai muballighyang sengaja dikirim oleh Raja Gowa Sultan Alauddin.
MIGRASI KAUM MUSLIM KE SORONG PAPUA BARAT Migration of Moeslems to Sorong, West Papua Saprillah Saprillah
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.263 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.119

Abstract

Tidisan ini merupakan resume hasil penelitian tentang Sejarah Islam dan Perubahan Sosial di PapuaBarat, dengan mengambil lokasi penelitian di Kota Sorong. Penelitian dilakukan dengan menggunakanmetode penelitian sejarah sosial. Tulisan ini menunjukkan bahwa kedatangan orang-orang Islam diTanah Papua (Barat) sejak abad ke 15 memberi pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan socialmasyarakat di tanah Papua. Selain karena migran muslim mempercepat proses pembangunan di Papua,kehadiran mereka juga memperkuat posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski demikian,kedatangan migran muslim menyisakan beberapa problem seperti fluktuasi relasi dengan masyarakatlokal, ketegangan antara umat Islam-Kristen yang sewaktu-waktu dapat meledak menjadi kericuhansosial, dan terpinggirkannya masyarakat suku dari tanah mereka sendiri.
VARIAN PEMIKIRAN DAN GERAKAN KEAGAMAAN MAHASISWA DI BERBAGAI UNIVERSITAS Sulaiman Sulaiman
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.471 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.79

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untukmengetahui varian pemikiran dan gerakan keagamaan mahasiswa di berbagaiuniversitas. Dalam hal ini, fokus kajian berada di tiga universitas, yakni UGM Yogjakarta, UniversitasAirlangga Surabaya, dan UNS Surakarta. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah mixedmethods, yakni suatu pendekatan yang merupakan kombinasi kuantitatif dan kualitatif Pendekatan inidimaksudkan untuk memperkuat kesahihan temuan-temuan penelitian, sehingga teknik pengumpulan datakuantitatif menggunakan questioner dan hasil temuannya ditindaklanjuti dengan pengumpulan dataobservasi, wawancara dan FGD (focus group discussion). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikirankeagamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gerakan keagamaan mahasiswa, meskipuntemuannya tidak sinergis antara kedua variabel itu. Pemikiran keagamaan cenderung cukup kontekstual,namun gerakan keagamaan cenderung radikal. Hal ini mungkin terjadi karena orientasi pemikirankeagamaan mahasiswa bukan kepada ideologi gerakannya, melainkan kegiatan keislamannya.
KERUKUNAN fflDUP ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI SEKEHA TEMPEK DI DESA MEDEWI KECAMATAN PEKUTATAN KABUPATEN JEMBRANA PROPINSI BALI Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.419 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.632

Abstract

Satu hal yang menarik bahwa, asalmula dibukanya lahan persawahan danperkebunan sertapemukiman DesaMedewi,diprakarsai oleh orang-orang Islam. Sejakpemerintahan secara resmi dari tahun 1941sampai dengan tahun 1945 dikepalai olehorang Islam.Ada dua umat yang mendiami wilayahDesa Medewi, di wilayah Desa Adat dihunioleh mayoritas Umat Hindu, disebagiankecil wilayah Desa (Kelurahan) dinas dihunioleh minoritas Umat Islam.Masyarakat adalah suatu satuankehidupan sosial manusia yang menempatisuatu wilayah tertentu, yang keteraturandalam kehidupan sosial tersebut telahdimungkinkan karena adanya seperangkatpranata-pranata sosial yang telah menjaditradisi dan kebudayaan yang mereka milikibersama. (Suparlan, 1982 : 82).
MENENGOK KEBERISLAMAN KELOMPOK MAJELIS ILMI AL-AMIN DI KABUPATEN BOALEMO St. Arafah
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.459 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.441

Abstract

Munculnya kelompok yang dianggap sempalan akan berpontesi melahirkan konflik, mereka hadir membawa paham dan praktik keagamaan yang berbeda dengan yang dianut kebanyakan umat di Indonesia dan secara kuantitas jumlah mereka sangat sedikit. Disisi lain, kehadiran kelompok atau paham yang berbeda ini akan membawa pada sikap destruktif. Penelitian mendeskripsikan tentang keberadaan kelompok Majelis Ilmi Al-Amin, yang oleh pembimbingnya mengkalim telah menerima ilham, hidayah bahkan menyebutnya “wahyu”,  mengenai ilmu kegaiban melalui proses dialog. Proses penelusuran data dengan menggunkana teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok  Majelis Ilmi Al-Amin telah eksis sejak 2007 hingga kini walaupun telah mengalami pelemparan dan pengusiran oleh masyarakat hingga akhirnya kelompok ini berpindah tempat untuk melakukan aktifitas. Kelompok ini oleh masyarakat dan pemerintah menklaim sebagai kelompok yang memiliki ajaran yang menyimpang utamanya dalam hal pelaksanaan syari’ah, bahkan bagi para jama’ah tidak lagi melaksanakan shalat sebagaimana lazimnya karena kelompok ini tidak mau dikatakan “riya” jika mereka melaksanakan shalat khususnya berjama’ah di masjid, sehingga shalat itu dilakukan secara bhatin saja, pada pelaksanaan puasa mereka telah berada pada tingkatan al-khawaisul khawas, dan haji tidak perlu ke tanah suci.
IDENTIFIKASI SENI BUDAYA BERNUANSA KEAGAMAAN DI PALU DAN POSO SULAWESI TENGAH Nurman Kholis
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.198 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.433

Abstract

tidak ada abstrak