cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
MANQUL: COMMUNICATING THE MESSAGE OF GOD TO THE DIVERSE ISLAMIC DISCIPLES Darman Fauzan Dhahir
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.258 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.523

Abstract

AGAMA DALAM DIMENSI SOSIAL DAN BUDAYA LOKAL Studi tentang Upacara Siklus Hidup Masyarakat Bolaang Mongondow Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 10, No 2 (1998)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.17 KB) | DOI: 10.31969/alq.v10i2.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan corak kehidupan keagamaan dalam kontekslokal (etnik 3olaang Mongondow) sebagaimana yang terwujud pada upacara siklus hidupdan berimplikasi ke berbagai aspek kehidupan sosial keagamaan. Metode yang digunakanmengkaji persoalan ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif.Upacara siklus hidup pada etnik Bolaang Mongondow adalah upacara yang berinisialkeagamaan yang memiliki dimensi sosial dan kultural. Penyelenggaraan upacara terdapataspek-aspek kebudayaan yang berbaur dengan aspek Islam. Masing-masing aspek secaratcrpisah berdiri sendiri dan tidak saling memasuki atau mengaburkan esensinya. Keduanyaberada dalam satu kesatuan dan keteraturan berdasarkan struktur. Begitu pula menyatu secarafungsional menuangkan harapan-harapan secara simbolik dari masyarakat pendukungnya.
PEMAHAMAN JIHAD KA LANG AN SI SWA TERN ATE Puritanisme tanpa Kekerasan Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 14, No 2 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.226 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i2.506

Abstract

This research aims to describe student of high school perspective onJihad. This research was conducted at three high schools in Ternate andtwo high schools in Makassar. Data was collected using questioner toamong 212 students of five high schools, and analyzed using quantitativemethod.The result of study indicates that (1) students of high school understoodJihad as struggling, sacrifice, war, and death as martyr; (2) this perspectiveof Jihad was influenced by social construction; (3) Although theirperspective tend to purity, but they reject the radicalism of religion assolution.
MERAWAT KERUKUNAN DENGAN KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Sabara Nuruddin
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.241 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kearifan lokal Muna yang telah diimplementasikandalam menciptakan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Muna. Adapun permasalahan dalampenelitian ini adalah bagaimana operasionalisasi kearifan lokal dalam merawat kerukunan umat beragamadi kabupaten Muna? Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk mendeskripsikanoperasionalisasi kearifan lokal Muna dalam membangun kerukunan umat beragama. Dari hasil temuanpenelitian didapatkan bahwa operasionalisasi kearifan lokal dalam membangun kerukunan umatberagama di kabupaten Muna dilakukan melalui pendekatan kultural dan struktural serta difungsikansebagai alat kuratif maupun preventif dari segala potensi yang merusak kerukunan umat beragama dikabupaten Muna. Terdapat beberapa kearifan lokal Muna yang secara fungsional cukup efektif dalammerawat suasana kerukunan di Muna. Yaitu; budaya gampola atau gotong-royong, tarian modure danlinda’, serta pesan-pesan bijak dari kabali seperti dapo Moa Moa Sioho (saling mengasihi satu sama lain),dapo angka angkatau (saling menghormati satu sama lain), dapo mo moologho (saling tolong menolongsatu sama lain), dapo adha adhati (saling menghargai satu sama lain), dan dapo pia piara/dapo bhinibhinikuli (saling asah, saling asih, saling asuh, saling tenggang rasa satu sama lain).
HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT MULTIETNIK DI KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN Abd. Hafid
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.887 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i2.353

Abstract

Masyarakat Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara merupakan masyarakat multietnik. Pada umumnya, mereka merupakan transmigrasi dari Jawa, Bali dan lombok. Sebagian juga, mereka berasal dari warga masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu Toraja dan Bugis. Dalam hubungan sosial sehari-hari, baik antarsesama etnik maupun antaretnik terjalin hubungan harmonis, rukun dan damai. Perbedaan budaya dan agama bukan menjadi hambatan dan pemisah dalam hubungan sosial, tetapi menjadi daya pemikat untuk saling menghargai dan menghormati. Kondisi seperti itu menciptakan hubungan sosial yang terintegrasi dalam kelompok masyarakat yang heterogen. Tulisan ini merupakan hasil penelitian, yang bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan tentang hubungan sosial masyarakat multietnik di pemukiman transmigrasi Sukamaju, dalam intraksi yang bersifat assosiatif dan disasosiatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif, dengan teknik wawancara, pengamatan dan studi pustaka dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang bersifat asosiatif terjalin dengan cara memperkuat solidaritas dan gotong-royong antar etnik. Walaupun ada perbedaan budaya dan agama yang mewarnai kehidupan sosial masyarakat, tetapi, masyarakat mampu menjalin hubungan sosial dengan baik melalui proses kerjasama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi. Hubungan sosial yang bersifat disasosiatif dikelolah dengan meminimalisir kemungkinan akan terjadinya konflik dari proses hubungan persaingan dan kontroversi. 
PERAN HIMPUNAN PENCERAMAH JAMBI DALAM PEMBANGUNAN BIDANG AGAMA DI KOTA JAMBI M. Agus Noorbani
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.327 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.207

Abstract

Pemuka agama memiliki peran penting di Indonesia, tidak saja dalam bidang keagamaan namun jugadalam bidang lainnya, terutama gerakan sosial kemasyarakatan. Menggunakan rancangan studi kasus,kajian ini berusaha menelaah peran para ustadz yang tergabung dalam Himpunan Penceramah Jambidalam mendukung pembangunan bidang agama di Kota Jambi. Penelitian ini mendapati bahwa paraustadz ini memiliki peran, tidak saja sebagai pembimbing dan pemberi landasan moral dan etis, merekajuga bertindak sebagai motivator dan mediator antara masyarakat dengan pemerintah dan pengusaha.
PERSEPSI DAN TINGKAT PARTISIPASI SUKU BAJO TERHADAP PEDIDIKAN ISLAM Abdullah Katutu
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.861 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.169

Abstract

Tujuan penelitian: 1) mendapatkan gambaran yang tepat mengenai pola dan orientasi hidup Suku Bajo;2) mengungkapkan persepsi Suku Bajo tentang pendidikan Islam. 3) memahami tingkat partisipasi SukuBajo terhadap pendidikan Islam. Dari penelitian ditemukan bahwa: 1) Pola hidup berorientasi laut padaSuku Bajo, karena laut dijadikan sebagai lumbung makanan, obat, lalu lintas, tempat menguatkan badan,tempat tinggal, sahabat dan tempat bersemayam roh nenek moyangnya. 2) Kemudian persepsi orangtua Bajo tentang pendidikan Islam masih sangat negatif, lemah, belum diminati dan belum dibutuhkan,karena ilmu yang dibutuhkan adalah ilmu mencari ikan, ilmu itu telah diwarisi dari leluhurnya dantidak mempunyai waktu untuk bersekolah di darat. 3)Tingkat partisipasi Suku Bajo terhadap pendidikanmasih sangat rendah karena sepanjang waktu beraktivitas di laut.
MELACAK AKAR DEMOKRASI DALAM SISTEM KERAJAAN MUNA MASA LAMPAU; DISCOVERING THE ROOTS OF DEMOCRACY IN THE PAST OF MUNA KINGDOM asliah zainal
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.245 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.291

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menelusuri akar-akar demokratisasi dalam kerajaam Muna di masa lampau yang dibatasi pada kurun abad ke-16 sampai dengan abad ke-20 M. Dengan perspektif antropologi-historis, studi ini memotret implikasi nilai-nilai demokratisasi di kerajaan Muna pada sistem pemerintahan dan sistem kemasyarakatan yang dipengaruhi secara signifikan oleh nilai-nilai Islam. Nilai-nilai demokratisasi dalam tata kelola pemerintahan dapat ditelusuri pada perangkat-perangkat kerajaan di Muna dibentuk sebagai alat legitimasi sekaligus kontrol bagi sistem pemerintahan, seorang raja tidak harus dari keturunan langsung raja (kaomu); c) Seorang raja bukanlah penguasa absolut, sehingga ia dapat dihukum jika melanggar sumpahnya. Sementara itu, dalam tata kelola kemasyarakatan dapat dirujuk pada sistem pembagian golongan berdasarkan pada fungsi dan tanggung jawabnya, pola hidup sang raja mencerminkan filosofi bangunan kamali (istana) yang ditempatinya, tanpa perbedaan jenis kelamin dimana setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk menjadi pemimpin. Dalam konteks sekarang, fakta ini bisa menjadi pelajaran dalam mengatur tata pemerintahan berdasarkan demokrasi yang menjunjung tinggi hak yang sama atas semua rakyat secara adil dan egaliter yang bersumber dari nilai-nilai kultur, sosial, religius masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Demokrasi, kerajaan tradisional, Islam, politik dinasti.ABSTRACTThis paper attempted to analyzes the roots of democracy in the kingdom of Muna were limited 16th-20th century AD. By using anthropology-historical perspective, this paper will capture the implications of democracy in the kingdom of Muna significantly affected by Islamic values in governance and social system. Democratization in governance can be traced on formed Kingdom base on legitimacy as well as political control; there was not automatic king for the descendant (kaomu); none an absolute ruler. Meanwhile, in social system it can be referred to division of roles accordance with functions and responsibilities; the pattern of king’s life was reflected in palace construction (kamali); regardless of sex that possess the same rights and opportunities. In nowdays context, it could be a lesson to manage governance based on democracy that upholds the right and obligation for all people in justice and egalitarian which was in fact derived from Indonesian culture, social, and religious values.Keynote: Democracy, traditional kingdom, Islam, political dynasty. 
GELIAT MUALLAF DI KOTA SORONG PAPUA BARAT Abd Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.417 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.70

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian dengan genre riset kebijakan yang bertujuan untukmendeskripsikan pola pembinaan muallaf yang ditengarai belum optimal, baik yang diselenggarakanPemerintah maupun civil society khususnya lembaga keagamaan masih sangat minim. Denganmemanfaatkan metode penelitian kualitatif, ditemukan bahwa pola pembinaan muallaf di Kota Sorong,Papua Barat sifatnya sangat fluktuatif ditandai dengan aktivitas yang sifatnya insidentil. Aktivitaspembinaan yang diprakarsai sejumlah elit keagamaan, melalui berbagai yayasan/ormas keagamaanmenyebabkan keberadaan muallaf diakui sebagai satu komunitas muslim yang secara sistematismendapatkan perhatian umat Islam Sorong. Beberapa organisasi yang dulunya didirikan untukmerespons kepentingan muallaf seperti Bakomubin, Persatuan Muslim Anak Papua, kehilanganperanmenyusul para pendirinya yang sudah lama meninggalkan kota Sorong. Kecenderungan ideologisyang dianut para muallaf masih konsisten dengan doktrin Islam yang inklusif-moderat.
REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL & KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT WAMENA DI LEMBAH BALIEM KAB. JAYAWUAYA IRIAN JAYA* abu bakar tjaneng
Al-Qalam Vol 6, No 2 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.786 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i2.623

Abstract

Pembangunan sektor Agama dalampelita V diarahkan untuk menciptakan tigakondisi ideal, yakni (1) kader keimanandan ketaqwaan yang tinggi. (2) Wawasankeberagamaan yang luas dan matang,(3). Kerukunan kehidupan beragama yangmantap dan dinamis untuk mensukseskanpembangunan nasional.Agama sebagai salah satu bahagiandari pranata sosial merupakan aturanaturanyang berkenaan dengan kedudukandan penggolongan dalam suatu strukturyang mencakup satuan-satuan kehidupansosial, dan mengatur peran serta berbagaihubungan kedudukan dan peranan dalamtindakan-tindakan dan kegiatan kegiatanyang dilakukan. Yang paling banyak dalamkehidupan manusia ialah bagaimanaperanan agama dalam kehidupan keluarga,karene di dalamnya tercipta hubunganhubunganyang meliputi kebutuhar.hubungan kelamin (perkawinan)kemesraan, cinta kasih, makan dan minum,pakaian dan berbagai kegiatan ekonomi.