cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
ANGNGALLE ALLO: TRADISI DAN PERILAKU SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TURATEA Muhammad Jumatang Rate
Al-Qalam Vol 20, No 3 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.126 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i3.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa sistem kepercayaan angngalle alio dengan perilaku sosial budayamasyarakat Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif normatif. Dilihatdari perilaku masyarakat Turatea, penjelasan dan laporan terhadap fenomena yang akan dibahas,maka penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Dalam pengumpulan datanya, penulisbertindak sebagai instrument penelitian, untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan. Datayang dikumpulkan meliputi sistem kepercayaan angngalle alio dan perilaku sosial budaya masyarakatTuratea. Data diperoleh melalui informan, dokumentasi dan pengamatan langsung kepada sosial budayamasyarakat tersebut. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui melihat fenomena perilakumasyarakat Turatea, wawancara, dan, dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa denganmenggunakan analisa kategorisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angngelle alio sangat erathubungannya sistem kepercayaan dengan perilaku sosial budaya yang sudah menjadi tradisi masyarakatTuratea sejak awal masuknya agama Islam di daerah ini, sekitar abad ke tujuh belas.
PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA DINI DI R.A. DDI ADDARIYAH KOTA PALOPO Muhammad Ali Saputra
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.935 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemahaman tentang penanaman nilai-nilai agama padaanak-anak usia dini di Palopo, RA DDI Addariyah sebagai subjek. Pertanyaan penelitian adalahbagaimana lembaga pendidikan agama mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anakpeserta didiknya dan faktor-faktor apakah yang berpotensi menjadi pendukung maupun penghambat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam upaya menanamkan nilai-nilai agama pada anak pesertadidik, RA DDI Addariyah Palopo memadukan kurikulum Kementerian Agama (Kemenag) maupunkurikulum Kementerian pendidikan Nasional (Kemendiknas) maupun beragam metode penanaman.Sebagai faktor pendukung, para guru memiliki motivasi yang tinggi kendatipun tidak diimbangi denganpendapatan yang memadai dalam melakukan tugasnya. Sedangkan, minimnya fasilitas dan kurangnyapendanaan dapat menjadi faktor penghambatnya. Sebagai rekomendasi, Kemenag memberi perhatiandan bantuan untuk meningkatkan fasilitas bagi lembaga-lembaga pendidikan usia dini tersebut maupunmemberi pelatihan secara reguler kepada para gurunya.
ALIRAN “BERMASALAH” DALAM LANSKAP NALAR PUBLIK: Respon Masyarakat Kota Samarinda Terhadap Aliran Bermasalah Muhammad Rais
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.778 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.149

Abstract

Penelitian dengan genre kebijakan ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan respon publik terhadap aliran keagamaan yang ditengarai, bahkan sebagian telah divonis, sebagai sempalan dan sesat. Salah satu alibi yang dijadikan sebagai pijakan argumentasi (illat hukm) keluarnya regulasi terkait penanganan mereka adalah reaksi, dan resistensi masyarakat yang potensial mengganggu stabilitas sosial. Dengan memanfaatkan metode survey, melalui instrumen utama berupa 100 kuesioner dalam proses penjaringan data primer, ditemukan respon publik yang mengindikasikan respon evaluative yang cenderung masif negatif terkait keberadaan aliran bermasalah. Secara kognitif, responden dominan tahu tentang eksistensi aliran sempalan di Indonesia, bahkan yang eksis di lingkungannya sendiri, mereka juga sepakat divonis sesat. Namun mekanisme penanganan yang tepat, kalangan responden lebih memilih jalur hukum, termasuk setuju dengan regulasi yang dibuat pemerintah, dalam konteks Kota Samarinda, pembekuan aktivitas Ahmadiyah ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota berdasarkan rekomendasi MUI setempat, paralel dengan respon dan aspirasi publik. Dengan demikian, nalar elite bersesuaian dengan nalar publik.
KONTEKSTUALISASIPANGNGADERENG DALAM PENEGAKAN SYART AT ISLAM PAD A MASYARAKAT BUGIS BONE Contextualization of Pangngadereng in the Enforcement of Islamic Shqriah in Bugineese Bone Community Rahmatunnair Rahmatunnair
Al-Qalam Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.994 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara pangadereng dengan syari'at Islamserta konsepsi dan proyeksi kontekstualidsasi pangadereng dalatn penegakan syari'at Islam padamasyarakat Bugis Bone. Dengan demikian, penelitian ini berupaya untuk merumuskan dan menemukanteori sebagai solusi terhadap kemungkinan terjadinya benturan antara pangadereng dengan penegakansyari 'at Islam, khususnya pada masyarakat Bugis Bone. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitianungan yang bersifat deskriptif-kualitatif. Dalam menganalisis data digunakan pendekatan filosofis-sosiologis, sedangkan dalam menganalisis data digunakan metode induktif dan deduktif. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa pangadereng sebagai lata nilai yang berlaku bagi masyarakat Bugis Bone mestiJiberikan ruang untuk menegaskan eksitensinya dalam sistem penegakan syari'at Islam. Pangaderengsebagai sistem budaya, sarat dengan nilai dan ajaran moral, sehingga sangat prospektif dijadikan sebagaipranata penegakan syari 'at Islam, khususnya pada masyarakat Bugis Bone.
EKSISTENSI INSTITUSI SYARA' DAN PROSPEK PENGEMBANGAN PERANANNYA DALAM PEMBINAAN KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT SULAWESI SELATAN pat badrun
Al-Qalam Vol 4, No 2 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.29 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i2.647

Abstract

Di kalangan masyarakat umat Islampcnduduk asli Sulawesi Sclatan tcrdapatsebuah institusi kcagamaan yang fungsi danperanannya mcmasyarakat, yakni syara'.Umat Islam di daerah ini sccara umum lcbihmcngcnal pcjabat syara' scpcrti kali(kadhi),imang (imam), katte (khatib) bilal/bidal,dan doja dengan tugas dan kewcnanganmasing-masing daripada mengenal syara'sebagai institusi.Mcnurut scjarahnya, syara' dibcntuksebagai salah satu perangkat struktur pcmerintahan(kcrajaan) di Sulawesi Selatansctelah islam diterimamenjadi agama resmi.Melalui syara', hukum Islam secara berangsurdiintegrasikanke dalam hukum adatyang discbut pangngadereng*) dan padagilirannya memberikan warna dan corakyang "Islam" terhadap Pengngadereng secarakeseluruhan; hingga pada akhirnyaumat Islam di daerah ini, dengan melaksanakanpangngadereng, merekamerasakan kesatuan identitas dengan Islam.
FUNGSI DAN PERAN TRADISI MAPALUS DALAM MASYARAKAT MINAHASA, SULAWESI UTARA la mansi
Al-Qalam Vol 13, No 2 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.966 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i2.565

Abstract

This research was conducted in Minahasa, North Sulawesi. This researchaims to describe the function and the role of Mappalus in maintainingsocial unity in Minahasa society. This uses qualitative method,where data was collected by interview and observation. Then data wasanalyzed by descriptive-qualitative.This research indicates that Minahasa people still use this Mappalusto construct their social relation. This tradition has five principles are:family affairs, working together, unity, democratization, and religious.The tradition has function in maintaining the unity and harmonizationamong the plural people at Minahasa. The tradition based on situotimou tumoutou, torang samua basudara, and kaihake sumaheke, itmeans that man was born to do humanization, man lives to give a lifefor another man, and man lives to respect another man.
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI II DAN PERSEPSI MASYARAKAT DI PALU SULAWESI TENGAH M.Arsyad Parany
Al-Qalam Vol 7, No 2 (1995)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.301 KB) | DOI: 10.31969/alq.v7i2.615

Abstract

Penguasaan Ilmu Pengetahuan danTeknologi akan mempengaruhi keberhasilanmembangun masyarakat majudan mandiri. Pembangunan Ilmu Pengetahuandan Teknologi diarahkan agarpemanfaatan, pengembangan, dan penguasaannyadapat mempercepat prosespembaharuan, meningkatkan produktivitasdan efesiensi, memperluas lapangankerja meningkatkan kesejahteraan rakyat(GBHN : 19.93).Untuk menggapai semua itu, ditempuhjalan yang paling bijak adalahlewat pendidikan. Pendidikan merupakantanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah, termasukjuga dalam hal biaya penyelenggaraanpendidikan. Jenjang pendidikanyang termasuk jalur pendidikan sekolahterdiri atas pendidikan dasar, pendidikanmenengah, dan pendidikan tinggi.Pendidikan menengah terdiri ataspendidikan menengah umum, pendidikanmenengah kejuruan, pendidikan menengahluar biasa, pendidikan menengahkedinasan," dan pendidikan menengahkeagamaan. Pendidikan menengahumum adalah pendidikan pada jenjang* Resume hasil penelitian ini diseminarkanpada Seminar Agama dan Kemasyarakatanpada tanggal 30 Nopember 1995 di Ujungpandang.** Staf P e n e l i t i Balai P e n e l i t i a n LekturKeagamaan.pendidikan menengah yang mengutamakanperluasan pengetahuan dan peningkatanketerampilan siswa. SekolahMenengah Umum (SMU) dan SMUberciri khas agama Islam atau MadrasahAliyah (MA), yang mengutamakanpenyiapan siswa untuk melanjutkanpendidikan pada jenjang pendidikantinggi dengan pengkhususan yang diwujudkanpada tingkat-tingkat akhir masapendidikan (UU No. 2 : 1989 dan PPNo. 29 : 1990).Madrasah Aliyah (MA) adalahSMU yang berciri khas agama Islamyang diselenggarakan oleh DepartemenAgama (SK Mendikbud Nomor0489/U/1993 Pasal 1 butir 6).Persepsi pada hakekatnya adalahproses kognitif oleh setiap orang didalam menekuni informasi tentang lingkungannya.baik lewat penglihatan, pendengaran,penghayatan, perasaan danpenciuman (Thoha, 1983 : 138).Kunci untuk memahami persepsimenurut Thoha, adalah terletak padapengenalan, bahwa persepsi itu merupakansuatu penafsiran yang unik terhadapsituasi (stimulasi), bukannya suatu pencatatanyang benar terhadap situasi tersebut
PEMETAAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.506 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i1.521

Abstract

This writing is a research conclusion, that was conducted at severalplaces. They are Manado, Ternate, Jayapura, Makassar, Ambon, Palu,Samarinda, Mamuju, and Kendari. Data was collected using interviewand questioner. Data was analyzed using qualitative description.This study indicates that (1) local government and society support toIslamic school is very good; (2) organization of school is conducted byparticipative; (3) This schools output is very good
THE ROLES OF STATE RELIGIOUS CONSELORS IN PROMOTING PEACE AND HARMONY IN AMBON CITY muhammad rais
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.107 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.280

Abstract

AbstractThe aim of this research was to describe about the performances of religion counselor, a counselor who has a strategic role and position as State Civil Servant, who is on the front guard in giving religious services to the general public. A religion counselor is a representative of Indonesia Ministry of Religious Affairs that got the constitutional mandate to deliberate society’s needs related to development in the religious field, especially in the field of counseling that uses ‘religion language’. For the context of Ambon City, the characteristics were relatively specific as this region was in the category of high level conflict potential; so it was necessary that there be Civil Servants who had the performances and capabilities in portraying the public socio-cultural condition. Therefore, what became the priority for the context of Ambon was the reinforcement of each religion counselor’s capacity to carry out his counseling activities and to be proactive in the process of managing the living harmony among religion believers. Through the qualitative method used in this research, the social realities concerning religion counselor’s performance and contribution in managing the living harmony among religion believers in Ambon City could be described effectively.
MOLAPE SARONDE DAN MOTIDI DALAM BINGKAI ADAT DAN AGAMA DI GORONTALO Syarifuddin Amir
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.027 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.264

Abstract

Sejak Sultan Amai menganut Agama Islam sekaligus menjadikannya sebagai agama resmi kerajaan di Gorontalo, terjadi proses islamisasi adat dan tradisi pada masyarakat Gorontalo. Akhirnya, nilai-nilai lokal yang berkembang di Gorontalo bermuara dari nilai-nilai Islam. Dengan falsafah “Adati Hulo-Huloqa To Saraqa, Saraqa Hulo-Huloqa To Kuruqani” (Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Alquran), nilai Islam selalu mewarnai seluruh upacara  adat tak terkecuali upacara adat pernikahan. Molape Saronde dan Motidi sebagai bagian dari upacara adat pernikahan pada tahap Mopotilantahu (mempertunangkan), tak lepas lepas dari nilai Islam. Tari Molape Saronde (ditarikan oleh pengantin laki-laki)  dan Motidi (ditarikan oleh pengantin perempuan) diadakan pada malam hari acara pernikahan dirangkaikan dengan acara khatam Alquran bagi pengantin perempuan. Menjunjung tinggi adat serta berpegang tegang etika islami menjadi tema sentral dalam Tradisi Molape Saronde dan Motidi. Tradisi ini juga sekaligus menjadi nasihat bagi kedua calon mempelai sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan rumah tangga yang penuh tantangan