cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
MENAKAR HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN MAMUJU SULAWESI BARAT Abd. Kadir Rahman
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.146 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.199

Abstract

Kerukunan antar umat beragama di Indonesia menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Selama ini kondisikerukunan beragama di Indonesia belum bisa dikatakan kondusif. Konflik antara umat beragama,konflik internal agama, kekerasan atas nama agama masih menjadi hal yang jamak kita saksikan. Ditengah itu masyarakat bangsa ini seperti kehilangan pegangan terhadap nilai-nilai luhur bangsa ini yangsangat menghargai perbedaan. Dalam konteks semacam itulah penelitian ini dilakukan. Penelitiantentang kerukunan umat beragama ini telah dilakukan secara berseri di kawasan Timur Indonesia. Salahsatu daerah yang menjadi lokasi penelitian adalah Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, di mana penulismelakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana indeks kerukunan umatberagama di Kabupaten Mamuju, dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penjaringan data dilakukandengan penyebaran angket kepada responden sebanyak 360 orang yang menjadi sampel penelitian. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang dipakai mengukur, hasil rata –rata indeks yangdicapai adalah 3,03 yang menujukkan kategori tinggi. Tingginya tingkat kerukunan ini ditunjang olehkearifan lokal di daerah ini yang menjadi basis dalam mebangun kerukunan. Meski demikian, adabeberapa problem yang masih menjadi bantu sandungan dalam mengembangkan kerukunan yang lebihaktif. Yaitu belum adanya kesadaran pemeluk agama yang berbeda untuk hidup dan bekerja sama secaraaktif.
KIPRAH HJ. SITTI CHADIDJAH TOANA MEMPERJUANGKAN HAM PEREMPUAN DI PALU Biografi Kehidupan Tokoh Agama Perempuan Muh. Subair
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.496 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.160

Abstract

Tulisan ini adalah hasil penelitian biografi kehidupan Sitti Chadijah Toana yang berlokasi di Kota PaluSulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode pengalaman hidup “Life history technique” (sebagaibagian dari metode biografi) yaitu suatu metoda yang mengungkap riwayat hidup seseorang dalamaspek tertentu yang disajikan secara kualitatif deskriptif. Sitti Chadijah Toana mempunyai fase hidupyang menarik dalam hal perjuangannya membela hak-hak perempuan yang tertindas. Pembelaannyaterhadap perempuan tidak hanya dalam hal menyelamatkan mereka dari suatu penindasan. Melainkanjuga sangat menekankan pentingnya menyelamatkan kehidupan spiritual mereka. Sehingga corakpembinaannya terhadap korban yang ditanganinya lebih bersifat edukatif dan religius, di bawahorganisasi yang beliau rintis yaitu Pondok Pesantren Dhuafa yang sekaligus merupakan lembagaperlindungan terhadap perempuan, remaja dan anak-anak korban kekerasan dan ketidakadilan.
MAJELIS TAKLIM HID AYATULLAH DI PERUSAHAAN NON MUSLIM KUDUS Suatu Fenomena Kerukunan Umat Beragama Majlis Taklim of Hidayatullah in Non Muslim Company, Kudus a Phenomenon of Religious Harmony Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.71 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.110

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan dari penelitian tentang fenomena kerukunan antar umat beragama diKudus, dengan menjadikan Majlis Taklim Hidayatullah di Perusahaan Nonmuslim sebagai sasaranpenelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada pendiri dan pengurus majlis taklim.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Majlis Taklim Hidayatullah sejak tahun 1990 telahmenjadi katalisator bagi terciptanya kerukunan umat beragama di Kudus, terutama di dalam perusahanPT. Djarum Kudus. Proses pembelajaran keagamaan di majlis lebih diorientasikanpada penguatan nalarkeagamaan para pekerja yang bersifat Islam damai. Kehadiran majlis ini diperusahaan nonmuslimmerupakan bagian dari tanggungjawab sosial dari perusahan untuk memenuhi kebutuhan spritual parakaryawan perusahaan.
NGAGEL DESA PADAT MUSHALLAH Arraiyah, Hamdar
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.219 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.656

Abstract

Tulisan ini akan membahas kchidupan bcragamadi Dcsa Ngagel yang diibkuskan padapcmanfaatan rumah ibadah dan madrasah sebagaiwadah pembinaan umat.Ngagel adalah scbuah dcsa di pcsisir utaraJawa Tengah. Letaknya 103 km dari Semarang,ibukota propinsi, dan 30 km dari Pali, ibukoiakabupaten. Dcsa yang luasnya 466 ha ini mempunyaipenduduk scbanyak 7384 jiwa (1990),mempunyai kepadatan penduduk tertinggi dalamwilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.Bagian terbesar dari penduduknya bekcrja scbagaipetani. Jumlah buruh tani (1105) lebihbanyak dibanding pclani sendiri (765) karenalahan pertanian yang tcrscdia yaitu sawah yangditanamipadi,palawija,atautebuh sangatscdikit.Pckerjaan lain yang banyak ditckuni pendudukyailu buruh industri, buruh bangunan, pedagang,dan pegawai.
KONTRIBUSIPSIKOLOGIRADIKAL FRANTZ FANON DALAM PENDAMPINGAN KOREAN KONFLIK SOSIAL DIPOSO George Junus Aditjondro
Al-Qalam Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.278 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i2.574

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggunakan teori Psiko Analisi FranztFanon untuk menganalisis pergolakan kejiwaan masyarakat korban konfliksosial di Poso. Sejauh ini program re-healing untuk masyarakat korbankonflik sosial dengan menggunakan pendekatan psiko-sosial dan ekonomihanya bersifat karitatif dan menimbulkan ketergantungan. Psikologiradikal Frantz Fanon, menawarkan suatu pendekatan yang lebihmenyeluruh, tanpa mengawetkan ketergantungan masyarakat korban padabadan-badan bantuan.
FENOMENA PERCERAIAN PADA MASYARAKAT MUSLIM DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH Paisal Umar
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4059.276 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.378

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh makin signifikannya peningkatan angka perceraian setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya peningkatan perceraian pada masyarakat muslim di Kota Palu dan untuk mengetahui upaya meminimalisir perceraian pada masyarakat muslim di perkotaan Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan tiga metode, yaitu wawancara mendalam, observasi lapangan digunakan untuk mengamati fenomena perceraian yang terjadi di lokasi penelitian, dan pemanfaatan dokumen tertulis untuk melengkapi dan sekaligus mengkonfirmasi data yang didapatkan. Adapun informan dalam penelitian ini adalah; Pengadilan Agama Kota Setempat, Pejabat terkait di lingkungan Kementerian Agama baik provinsi ataupun Kota, Badan Penasihatan Perkawinan Perselisihan Dan Perceraian (BP4), tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta masyarakat yang bercerai maupun yang batal bercerai karena ishlah atau mediasi. Penelitian ini menemukan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan di Kota Palu dalam beberapa tahun terakhir. Cerai gugat sangat dominan dibandingkan dengan permohonan talak yang diajukan pihak suami. Fenomena makin meningkatnya perceraian dominan disebabkan oleh faktor ketidakharmonisan, tiada tanggung jawab, selingkuh, KDRT fisik/psikis, krisis akhlak dan faktor ekonomi. Belum ada upaya terpadu dan efektif untuk menekan terjadinya perceraian, di jajaran Kemenag umumnya hanya proses pembinaan pra pernikahan yang telah terlaksana dengan baik, meski disadari pola penasehatan dan pembinaan yang dilaksanakan juga belum maksimal dalam mencegah terjadinya kehancuran sebuah lembaga perkawinan.
HASIL PENELITIAN TENTANG REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN MASYARAKAT NELAYAN (KASUS DESA MOSSO KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE) Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.43 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.665

Abstract

Sejak beberapa tahun terakhir ini, kajiantentang wilayah pantai mendapat perhatian daribanyak kalangan. Perhatian yang meningkatini terutama disebabkan oleh beberapa faktor.Pertama, Indonesia adalah negara maritimdengan wilayah laut yang luas, terutama lagidengan disepakatinya Konvensi Hukum LautInlernasional, yant telah semakin memperluaswilayah laut Indonesia. Wilayah laut yang luasini telah menyebabkan bahwa banyak kegiatanekonomi penduduk, khususnya merekayang bermukim di wilayah pantai, secaralangsung atau tidak langsung berkaitan denganpemanfaatan sumber daya laut. Kedua,ada kesan pada sementara kalangan bahwakebijaksanaan ekonomi dan pembangunanyang telah dilaksanakan selama tiga Pelita,yang diprioritaskan pada pembangunan sektorpertanian, temyata lebih banyak meneyentuhdan menguntungkan wilayah-wilayah pedalaman.Hal ini, antara lain terbukti dari kenyataanbahwa dari berbagai kelompokmasyarakat di Sulawesi Selatan, kaum nelayanyang menghuni wilayah pantai ini merupakankelompok masyararakat dengan tingkat penghasilanpaling rendah (Basri Hasanuddin,1985:106).
PERAN MEDIA MASSA DALAM PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP MAS YARAKAT DIKABUPATEN MAMUJU Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 13, No 1 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.483 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i1.583

Abstract

This research was conducted in Mamuju, West Sulawesi. Focus study isRadar Sulbar Newspaper and Radio Suara Manakarra. This researchaims to describe the role of mass media in socializing and constructingpluralism and multiculturalism. This use qualitative method where datawas collected by interview and article searching, and then analyzed bydescriptive analysis.This research indicates that the role of mass media in socializing andconstructing pluralism and multiculturalism is quite well. Process ofsocialization take place substantively. The program and rubric of thesemass media more for Islam people, as resident of majority, but it isn'tdiscriminative action.
GELIAT KAUM NAHDIYYIN DI KOTA MANADO Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.138 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.488

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan penelitian tentang organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Manado. Penelitianmenggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam sebagai alat pengumpulan data.Tulisan ini menunjukkan bahwa kehadiran NU di Kota Manado sangat penting. Ini karena potret demograjis masyarakatManado sangat plural dengan basis masyarakat Islam tradisional. Kontur demograjis seperti ini memerlukan modelkeberagamaan yang terbuka dan saling menghargai. Para tokoh NU yang sebagian besar menjadi dai telah lama mengawalmasyarakat Islam Manado tumbuh sebagai komunitas agama yang memiliki perspektif multikulturalisme.
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM ERA MODERN Husain Hamka
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.039 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i1.222

Abstract

Perempuan dalam era modern ini sudah menjalani fungsi yang signifikan di ruang publik. Merekatidak lagi terkungkung dalam ruang domestik. Bahkan banyak diantaranya telah menjadi pemimpindi komunitas, oirganisasi tertentu bahkan menjadi pemimpin negara. Meski demikian tak jarangperempuan masih diposisikan sebagai makhluk kedua (the second sex). Kenyataan ini nampak masihmuncul dalam konteks keagamaan. Misalnya dalam kepemimpinan Islam mereka diposisikan sebaiknyatidak menempati jabatan tertinggi. Perempuan tetap di anggap tidak memiliki karakter laki-laki sepertipemberani dan kuat yang di anggap sebagai potensi untuk menjadi pemimpin. Tulisan ini akan mencobamengurai persoalan kepemimpinan perempuan dengan menggunakan analisis sosiologi agama danhasilnya agama dalam hal ini Islam memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk berkiprahdalam berbagai hal.