cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
SEKOLAH ISLAM TERPADU DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Suyatno Suyatno
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.407 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.213

Abstract

Sekolah Islam Terpadu muncul sebagai respon atas ketidakpuasan para aktivis gerakan Islam terhadapsistem pendidikan nasional di Indonesia. Sistem pendidikan nasional dianggap melanggengkan dualismedalam pengelolaan pendidikan antara pendidikan agama dan umum. Oleh karena itu, dibutuhkansebuah model lembaga pendidikan alternatif yang mampu menghapus adanya praktek pendidikanyang dikotomis. Dalam perkembangannya, terjadi paradoks mengenai perkembangan Sekolah IslamTerpadu ketika mereka justru harus menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional. Penelitian inibertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah posisi Sekolah Islam Terpadu dalam peta sistempendidikan nasional Indonesia? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model studikasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi terlibat, wawancara mendalam, dandokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis induktif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Sekolah Islam Terpadu merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Indikasinyaadalah adopsi kurikulum dari kementerian pendidikan dan kebudayaan, penyesuaian sistem ujian, danprogram sertifikasi oleh guru-guru Sekolah Islam Terpadu. Kesediaan mereka untuk menjadi bagian darisistem pendidikan nasional merupakan salah satu upaya para aktivis gerakan Islam untuk melakukanislamisasi lembaga pendidikan formal di Indonesia.
PENYELENGGARAAN KEPENYULUHAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PELAYANAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT implementation of Religion Guiding as Implementation of Religious Services for The Community in Polewali Mandar Regency, Wes Abd. Kadir R
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.229 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.116

Abstract

Penelitian ini merupakan ringkasan hasil penelitian tentang penyelenggaraan kepenyuluhan sebagai^plementasi pelayanan keagamaan bagi masyarakat, dengan lokasi penelitian Kabupaten PolewaliJar. Penelitian ini berangkat dari asumsi lemahnya peran para penyuluh negeri dalam melaksanakankegaiatan kepenyuluhan. Penelitian bersifat kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara danrengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaran kepenyuluhan di masyarakat telah--:nalan dengan baik, akan tetapi belum optimalyang disebabkan oleh beberapa hal; 1) tenagapenyuluhseimbang dengan populasi masyarakat, 2) tingkat pendidikan yang relatif rendah, 3) anggarankementerian agama yang tidak memadai, 4) komitmen personal para penyuluh yang lemah, terutama-jiam menciptakan metode kepenyuluhan yang sesuai dengan situasi.
PUBLIKASI WACANA MULOKULTURALISME DI KORAN HARIAN FA JAR la sakka
Al-Qalam Vol 13, No 1 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i1.579

Abstract

This research was conducted in Makassar, South Sulawesi. Focus studyis Fajar dayly Newspaper. This research aims to describe the role ofmass media especially Fajar Newspaper in socializing multiculturalismidea. This research use qualitative method where data was collected byusing interview and article searching, and then analyzed by criticaldiscourse analysis (CDA).This research indicates that the role of mass media in socializingmulticulturalism issue is quite effective, even not yet maximal becauseof still appearance deflect in accommodating stakeholder
GENDER-BASED ON STAIN OF WATAMPONE LECTURERS PERFORMANCE IN THE EFL CLASS Aschawir Ali
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.56 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.76

Abstract

AbstractThe concept of modern teachers and the development of ideas such as 'professionalism teacher"historically is genderized and more often reflects the paradigm of political theory or patrilinialism.At the same time, research shows that gender as a relevant variable is more focused on the functionof the class and the teacher-student interaction. This study aimed to determine the effect of thegender of teachers to English students who are learning foreign language (EFL), particularly atthe high school of Islam that has its own challenges and contradictions of gender paradigm ofgender itself Contextual investigation showed that the development of democratic and learningabout democracy more often grab to the feminism, while the more traditional prescriptive environmentoften associated with masculinity that is considered less helpful in getting the success in thelearning process
Responsi Masyarakat Desa Terhadap Perkembangan Kaset Agama (Studi Kasus di Desa Datara Kab. Gowa) Abdul Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.801 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.629

Abstract

Menurut Onong Uchjana Effendy,media massa merupakan media komunikasiyang mampu menjangkau khalayak yangjumlahnya relatif amat banyak, heterogen,otonom, terpencar-pencar, sertabagi komunikatoryang menyebarkan pesannya bersifatabstrak. Media tersebut meliputi pers,radio, televisi, dan film, dengan cirinyayang utama menimbulkan keserempakan(simultanity) dan keserentakan (instantaneousness)pada khalayak tatkala diterpapesan-pesan yang disebarkan kepadanya.1Alvin Toffler dalam The Third Wave(1980) membagi tiga tahap perkembanganperadaban manusia, yaitu gelombang pertama,tahap agricultural, tahap kedua, tahapindustrial, dan tahap ketiga, tahap informasi,atau disebut pula gelombang ke tiga.Setiap gelombang memiliki ciri khas masing-masing, baik dalam bidang teknosfer,infosfer, sosiosfer, dan fiskosfer. Yangmenjadi sumberkekuatan gelombang ketigabukan lagi pada sumber daya alam danpemilikan alatproduksi, melainkan terletakpada informasi sebagai kekuatan utama
MENAKAR INTEGRITAS ANAK SERIBU PULAU DI MALUKU UTARA Baso Marannu
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.762 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.462

Abstract

Penelitian integritas peserta didik merupakan program Nasional dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Penelitian ini dipicu dengan banyaknya kasus-kasus yang bermunculan saat ini mulai dari maraknya tawuran antar sekolah, merebaknya penggunaan narkoba dikalangan pelajar, berkembangannya pergaulan bebas. Selain itu banyak sekolah yang kurang memperhatikan perkembangan perilaku peserta didik terkait kejujuran akademik, contek menyontek saat ujian, konsisten dengan apa yang dikatakan, tanggung jawab terhadap tugas, dan membangun relasi dalam kehidupan keagamaan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survey, dilaksanakan di 34 provinsi dengan jumlah sampel 1158 sekolah dengan rincian 708 Sekolah Menengah Atas (SMA) di 164 kabupaten/kota dan 450 Madrasah Aliyah (MA) di 133 kabupaten/kota, khusus di Provinsi Maluku Utara sekolah yang dijadikan sampel sebanyak 14 sekolah yang diwakili masing-masing 10 peserta didik, sehingga jumlah sebanyak 140 peserta didik. Dengan menggunakan analisis deskriptif dari empat variable yang telah ditetapkan yakni (1) Kejujuran, (2) Tanggungjawab, (3) Toleransi dan (4) Cinta Tanah Air. Pengukuran kejujuran Secara keseluruhan rata-rata persentasi kejujuran yang ditemukan pada responden masih rendah yakni 55%. Dimensi tanggungjawab, hasilnya masih rendah yakni 62%. Dimensi toleransi, rata-rata memberikan sikap integitas yang tinggi yakni 83% atau tinggi dan Dimensi cinta tanah air, sebesar 93% atau sangat tinggi
KONSTRUKSI RITUAL IBADAH HAJI PADA MASYARAKAT SEKITAR GUNUNG BAWAKARAENG KAB. GOWA Syarifuddin Idris
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.597 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.427

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Konstruksi Ritual Ibadah Haji pada Masyarakat sekitar Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Berdasarkan penelitian ditemukan dua versi yang muncul sekaitan dengan pelaksanaan ritual haji Gunung Bawakaraeng, pertama; terdapat kelompok yang menganggap bahwa mereka tidak melaksanakan ritual haji dan tidak mengakui pandangan orang luar yang menganggap mereka melaksanakan ibadah haji, karena melaksanakan ritual pada tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Mekah. Kelompok ini juga tidak mengakui gelar haji yang diberikan kepada mereka. Kedua; terdapat kelompok lain yang memang memiliki keyakinan bahwa mereka naik ke puncak Gunung Bawakaraeng itu adalah melaksanakan ibadah haji. Kelompok ini meyakini bahwa Gunung Bawakaraeng lebih mulia dibanding dengan Mekah. Kelompok ini juga tidak menganggap sesuatu yang salah, jika mereka diberi gelar Haji Bawakaraeng dari masyarakat luar
KHAZANAH NASKAH KEAGAMAAN DI PAMEKASAN MADURA subkhan ridlo
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.578 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.470

Abstract

Naskah keagamaan di Pamekasan Madura, terutama yang tersimpan di masyarakat, kurang mendapat perhatian, baik dari pemiliknya ataupun dari pemerintah. Khazanah naskah tersebut banyak yang tak terawat sehingga naskah banyak yang rusak akibat dimakan serangga ataupun cuaca. Seperti yang terjadi pada beberapanaskah di Jambul, Banyumas, Taposan, Sumber Anyar dan  Pangereman. Tidak jarang naskah Pamekasan-Madura tersebut dijual-belikan karena faktor ekonomi, atau kurangnya pengetahuan akan nilai naskah yang mengandung sejarah masa lampau. Oleh karena itu penelitian ini fokus pada upaya inventarisasi naskah keagamaan di Pamekasan Madura, dengan menggunakan metode filologi  dan kodikologi, yang tujuannya adalah mendeskripsikan khazanah naskah tersebut. Naskah keagamaan di Pamekasan Madura berjumlah 124 yang berada di sembilan tempat. Kesemua naskah tersebut diperkirakan ditulis pada abad 18. 
POLA PEMBINAAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH KOTAMADYA PASURUAN JAWA TIMUR Abd. Azis Alboneh
Al-Qalam Vol 10, No 2 (1998)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.375 KB) | DOI: 10.31969/alq.v10i2.597

Abstract

Tidak selamanya pesantren yang menganut sistem tradisional dalam arti tetap memberlakukanpola kepesantrenan sebagai ciri utama lembaga tertua di Indonesia tersebut cenderungditinggalkan orang. Bahkan dalam kasus tertentu "keantikan" itu justru menyimpan day a tanktersendiri. Tulisan ini mengedepankan hasilpenelitian yang dilakukan di Pesantren SalafiyahPasuruan, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk wawancara mendalamdan pengamatan, penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kuat peran sentral kyai atau ulamadalam pesantren akan semakin kokoh pesantren itu menunjukkan identitas kepesantrenannya.
BISSU YANG ENGGAN MEMBISU Proses Encountering Islam dan Kebugisan Syamsurijal Adnan
Al-Qalam Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.681 KB) | DOI: 10.31969/alq.v15i2.502

Abstract

article is derived from my own experience living with bissu communityin Pangkep last year. I could not say that my research was a pureresearch. I just lived with them, tried to learn to each other, between meand the bissu communityThis article aims to reveal the encountering process of Islam with one ofthe representations of Buginese culture: Bissu, a local community inSouth Sulawesi. In old days, Bissu was spiritual figure of old Buginesebelieved to descend to middle earth together with Batara Guru. Sincelong time ago, Bissu has led the ritual ceremony of the community andthe kingdom, before finally a majority of Buginese people embracesIslam. However, in small part of Buginese community, Bissu remainstheir spiritual leader. Islam and this small part of Buginese culture,since their early encounter, have filled each other. No domination. Bissuhas never kept quiet. They always play their negotiation role. Islam, onthe other hand, emerges with his kind face, although sometimes, particularlyin current times, this process of encounter is in tension.