cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
Reflection of Religious Value in The Poem of Prayist Abdul Asis
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.483 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.493

Abstract

In Buginese society Elong ugi means song. In literature, elong ugi is a kind of poetry that has similarity to poem andtraditional poetry. Elong ugi is an effective medium to express feeling and thought. Elong ugi to panrita is divided intoelong onronna sempqjannge andpangaja panrita sulesanae. The research used descriptive qualitative method involvingcollecting and analyzing data. Research found some reflections of religious value in elong ugi, which were I)virtue of praying, 2) the virtue ofgood behavior, 3) keeping clean, 4) self controlling, 5) daily worshipping, 6) doingmore prayers, and 7) having firmer belief and piety
MEMAHAMI FORMASI POLITIK GERAKAN PENEGAKAN SYARIAT ISLAM DI MAKASSAR Abd. Azis
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.489 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.227

Abstract

Tulisan ini adalah hasil penelitian yang mengkaji tentang politik syariat Islam di Makassar pada kurunwaktu 2001-2005. Penelitian ini menggunakan metode analisis interpretatif yang dimaksudkan untukmendapatkan makna terhadap obyek-obyek, peristiwa, dan tindakan aktor. Data utama diperolehmelalui wawancara mendalam kepada sejumlah sumber data, kemudian ditunjang dengan studipelacakan dari berbagai literatur dan sumber-sumber pengkajian yang relevan dengan permasalahanpenelitian. Dari hasil penelitian dipahami bahwa gerakan penegakan syariat Islam di Makassar dalamperiode tersebut sangat kuat dipengaruhi oleh serangkaian formasi politik dominan, baik yang berasaldari faktor eksternal maupun internal yang begitu kuat mempengaruhi semangat dan perilaku paraaktifis pro syariat Islam. Bagian lainnya yang tidak kalah menarik adalah memahami strategi yangdibangun oleh para aktifis tersebut dalam rangka memperkuat soliditas formasi politik Islam lokal diMakassar dalam rangka menjamin keberlangsungan gerakan tersebut. Disini terlihat bahwa gerakanpenegakan syariat Islam di Makassar dibangun secara sangat rapih dan modern berdasar kepada basissebuah gerakan sosial yang massif.
POTRET PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQAA DI DESA BENTENG KAB. SIDRAP La Sakka
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.852 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i2.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pemberdayaan santri pada usaha-usaha ekonomi yang dilakukan Pondok Pesatren Al Urwatul Wutsqaa (PPUW) di Kabupaten Sidenreng Rappang. Usaha-usaha ekonomi yang dilakukan di PPUW adalah (1) usaha ternak ayam ras melalui Program Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM 3) yang bertujuan membantu menutupi sebahagian pembiyaan gaji guru, membantu pendanaan kegiatan ektrakurikuler santri, misalnya mengikuti berbagai macam lomba atau kejuaraan, dan melatih santri berwirausaha khususnya dalam bidang usaha agribisnis, (2) peternakan domba yang bertujuan memberikan kontribusi pada kegiatan sosial dan hubungan kemasyarakatan, misalnya menjamu tamu-tamu khusus, buka puasa bersama santri, guru dan tokoh-tokoh masyarakat, ibadah qurban, dan melatih santri berwira usaha khususnya dalam bidang usaha agribisnis, (3) praktek keterampilan usaha menjahit dan konveksi yang bertujuan meminimalisir biaya yang dikeluarkan santri dalam melengkapi seragam sekolahnya, dan melatih santri berwirausaha khususnya dalam bidang keterampilan konveksi dan menjahit, (4) warung serba ada (Waserda) koperasi pondok pesantren yang bertujuan menutupi seluruh beban pembayaran listrik, telepon dan jaringan internet pesantren setiap bulannya, dan untuk menutupi sebahagian gaji guru, dan (5) kantin sekolah yang bertujuan menutupi kebutuhan konsumsi santri setiap bulannya, dan untuk perbaikan beberapa fasilitas asrama yang rusak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan data primer dan data skunder yang telah terkumpul.Kata Kunci : pesantren, pemberdayaan, santri, SidrapĀ 
JEMAAT AHMADIYAH DAN RESPON MASYARAKAT DI KABUPATEN BUTON Sabara Nuruddin
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.047 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri eksistensi jemaat Ahmadiyah di kabupaten Buton sertarespon masyarakat terhadap keberadaan jemaat Ahmadiyah. Penelitian ini berfokus pada dua masalahpenelitin, yaitu: bagaimana eksistensi dan perkembangan jamaat Ahmadiyah di kabupaten Buton sertabagaimana respon masyarakat terhadap keberadaan jemaat Ahmadiyah di kabupaten Buton. Penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi,analisis data dengan metode deskriptif-analitis. Ahmadiyah di kabupaten Buton telah ada sejak tahun1983 dibawa oleh dua orang warga Buton yang telah menganut Ahmadiyah aliran Qadian di Jakarta.Hingga saat ini terdata 53 orang jemaat Ahmadiyah di Buton dan tinggal di kelurahan Saragi, kecamatanPasarwajo. Hubungan antara jemaat Ahmadiyah dan masyarakat sekitar tidak harmonis, masyarakatmerespon keberadaan jemaat Ahmadiyah dengan sikap resistensi yang tinggi, bahkan bermuara padakonflik horisontal pada tahun 2006, 2007, 2009, dan 2010. Saat ini, jemaat Ahmadiyah di Buton tidakdapat lagi melakukan aktivitas keagamaan.
ARTIKULASI RELIGI SAJAK-SAJAK BASUDARA DI MALUKU Abu Muslim
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.194 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.155

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mengidentifikasi petuah bijak dalammasyarakat. Fokus penelitian berorientasi pada penelusuran nilai-nilai keagamaan dalam artikulasinya,dengan persaudaraan (kerukunan) sebagai tema besarnya. Analisis isi digunakan untuk mengkajimuatan kandungan etik riligiusnya. Pengejewantahannya diperoleh dari masukan para informan yangkompeten dielaborasi dengan teori-teori etika keagamaan yang berkaitan. Di Maluku, perwujudannyadapat dilihat pada kapata, pantong, jugulu-jugulu serta kearifan lokal dalam ikatan pela dan gandongyang memuat nilai-nilai budaya dalam wujud sastra. Pengaplikasiannya sangat mendukung aktualisasinilai kerukunan. Kesemuanya menunjukkan relasi sosial yang tidak hanya sekadar menggambarkanprinsip hidup dan penghormatan antara satu dengan yang lainnya, tetapi pengamalannya dapatmenumbuhkembangkan kerangka kasih sayang dan kerukunan hidup antar warga Maluku yang sangatheterogen, baik dari kesukuan maupun keagamaan. Secara teknis, hal ini melahirkan sebuah falsafahkeberagamaan Salam-Sarane sebagai pola hidup beragama yang khas sebagai agama orang-orangbersaudara di bumi Maluku yang satu. Penguatan pemahaman petuah bijak berbasis keagamaan dapatmewujudkan sosok manusia Maluku yang utuh dan integral sekaligus menjadi harmoni religi untukmeningkatkan diri dalam kesadaran kolektivitas sebagai hamba yang bersaudara.
ANNANGGURU ABDURRAHMAN QADIR (Studi Biografi dan Karya Ulama Lokal di Kab. Majene Sulawesi Barat) ANNANGGURU ABDURRAHMAN QADIR (Biography Study and The Works of Local Islamic Cleric at Majene West Sulawesi) La Sakka La Sakka
Al-Qalam Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.431 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i1.106

Abstract

Dewasa ini, kondisi sosial masyarakat Man hari tanpak semakin kehilanganfigur tauladan, dan semakin merindukankehadiran sosok ulama sebagai penyejuk suasana sosialyang mudah tersulut amarah, penelitian ini bertujuan untukmengungkap revitalisasi peran ulama dalam kehidupan masyarakat, dengan mengungkap biografi dan karya tulisAnnangguru Abdurrahman Qadir di Majene secara deskriptif exploratif. Beliau memilikiperananpenting dalampenyebaranTharikat Naqsyabandiyah di Majene karena beliau merupakan Mursyid Tharikat Naqsyabandiyah yang dipercayakanmenyebarkan ajaran Tharikat Naqsyabandiyah di daerah tersebut. Pada silsilah Tharekat Naqsyabandiyah, ia merupakanmursyid^ang- ke-36 dengan menerima Ijazah dari Syekh Jalaluddinyang bermukim di Medan. Karya tulisnya adalah:1) Pengantar Ilmu Syariat Batin Tharikat Naqsyabandiyah, 2) Risalah Pengantar Singkat Ajaran Tarekat Naqsyabandiyahdalam Suluk, 3) Mukhtar Fiqh al-Islam Jilid I dan Jilid II serta 4) Idha al-Mubham Jilid I dan Jilid II. Buku-buku tersebutwalaupun berbeda tema, namun sama-sama bercirikan tasawuf yang merupakan pegangan bagi pengikut TarikatNaqsyabandiyah. Buku-buku tersebut tak satupun yang pernah diterbitkan sehingga distribusi, pemanfaatan sertapelestariannya masih sangat terbatas pada orang-orang tertentu.
KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA DI DESA KEDUNGAN KECAMATAN PEDAN KABUPATEN KLATEN PROPINSI JAWA TENGAH abu bakar surur
Al-Qalam Vol 4, No 1 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.121 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i1.652

Abstract

Kerukunan umat beragama di DesaKedungan adalah kerukunan yangmenyeluruh, yang mencakup hubunganhubunganpribadi, hubungan sosial danhubungan formal dalam masyarakat yangterdiri dari pcnganut agama Islam, Kristen,Katholik dan Hindu. Umat beragamamasyarakat kedungan dalam kehidupanny a,mereka mengembangkan sikap saling menghormatidan bckcrja sama, agar terciptakerukunan hidup diantara mereka, demiterpcliharanya kesatuan dan persatuan.Rukun berarti bcrada dalam keadaanselaras, tenang dan tentram tanpa perselisihandan pcrtentangan, bersatu dalammaksud untuk saling membantu (Mulder,1978 : 39). Kerukunan secara umum berartikedamaian dan kescpakatan. Ciri-cirinyaadalah hidup berdampingan dan tidaksaling menyerang, mengakui keberadaandan hak orang lain, serta menjalin hubungandan kerja sama.
PERAN FKKKHAUA DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI PAPUA Abubakar Tjaneng
Al-Qalam Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.65 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i2.570

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian evaluatif yang mengetahui tentangkesesuaian antara lembaga, ideal dengan kenyataan di lapangan. Secaraprosedural, penelitian ini menggambarkan realitas yang sebenarnyatentang keberadaan dan cara kerja bagi Forum Konsultasi dan KomunikasiKerukunan Hidup Umat Beragama (FKKKHAUA) dalam pembinaankerukunan umat beragama di Papua, kemudian memberikan penilaianseberapa efektifnya FKKKHAUA tersebut bekerja menangani persoalanumat.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sekalipun wadah tersebut telahlahir, tetapi belum banyak yang dapat dilaksanakan sebagaimana yangmenjadi harapan Visi dan Misi organisasi. Termasuk untuk sementaraprogram kerja forum sedang disesuaikan, sehingga pembahagian kerjapengurus belum berjalan sebagaimana layaknya sebuah organisasi.
PERANAN AGAMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BANTAENG SUL - SEL Alwy amien
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.62 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.661

Abstract

Pada tahun 1933 di zaman penjajahan Belanda,Bantaeng dibcntuk menjadi satu Afdcling(bagian) dcngan membawahi 4 (cmpat)ondcrafdclingyang bcrkcdudukan di Bantaeng,sedang khusus pemerintahan kcrajaan dijadikansuatu distrik dknana Bantaeng tcngah (KecamatanBantaeng) termasuk di dalamnya Bantaengyang berstalus kcrajaan yang diperintan oichseorang raja (Karaeng) yang melaksanakanpemerintahannya dibantu oleh adat 12 (duabelas)..Pada tahun 1945 - 1950 zaman Rcvolusi,Bantaeng dijadikan basts bagi para gcrilyawanpejuang kemerdekaan, karena tempatnya strategisdalam rangka penyusunan taktikdan strategiperjuangan melawan kaum penjajah Bclanda.
MELACAK JEJARING KITAB BAHARI DI PASER KALIMANTAN TIMUR Husnul Fahima Ilyas
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.36 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i1.218

Abstract

Artikel ini memberikan infomasi berkaitan maping kitab-kitab bahari di Paser Kalimantan Timur, berfokuspada kitab-kitab bahari atau naskah klasikyang masih tersimpan di masyarakat. Pemetaan ini dilalukanberdasarkan data-data inventarisasi yang telah diperoleh di lapangan sebanyak 31 naskah. Kitab bahariyang telah diinvetarisir ditulis mulai abad XVII sampai abad XX berdasarkan kolofon bahan alas yangdigunakan. Kondisi fisik ke-63 naskah yang telah ditemukan, diperkirakan sekitar 85% dalam keadaanbaik, utuh, dan masih bisa terbaca, selebihnya sekitar 15% rusakyang dipengaruhi oleh faktor usia, iklimtropis, zat kimiayang berasal dari tinta, seragga, debu, dan lain sebagainya.