cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
PENYELENGGARAAN PESANTREN SALAFIYAH SHOHIBUL QUR'AN DI KOTA KENDARI Rosdiana Muas
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.773 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kondisipenyelenggaraanpendidikan diPesantren Salafiyah Shohibul Qur 'anKendari. Penyelenggaraan pendidikan yang ditetapkan pondokpesantren Shohibul Qur'an adalah didasarkan padalama seorang santri dalam menamatkan hafalannya, dan masa pembelajaran bagi program Wajar Dikdas disesuaikandengan masa pembelajaran yang diberlakukan bagi program yang diikuti oleh santri. Kurikulum yang digunakan selainkurikulum formal,yakni kurkikulum kementerian Diknasdan kurikulum Kementerian Agama, juga menerapkan kurikulumpesantren. Metode pembelajaran yang digunakan di antaranya metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Metode lainyang digunakan adalah hafalan (muhafazah), demonstrasi (praktekibadah), Muhawarah (muhadasah), sorogan (privat)dan bandongan. Sistem penilaian yang digunakan pada pondok pesantren Shohibul Quran, karena belum ada rapor,maka yangdipakai adalah buku setoran hafalan. (setiap siswa diwajibkan menghafal 1 muka (satu halaman) satu hari),jadi siswa diharapkan mampu menghafal 1 juz satu bulan. Rata-rata siswa yang ada di pondok ini sekitar 70% mampumencapai target hafalan tersebut. Sistem evaluasiyang digunakan adalah evaluasi harian, mingguan, maupun bulanan.Ketentuan evaluasi ini didasarkan pada pokok bahasan/tema yang telah diberikan oleh ustaz/ustazah. Respon yangditunjukkan oleh masyarakat terhadap keberadaan Pondok Pesantren Shahibul Qur 'an sangantapresiatif baik terhadappenyelenggaraan pendidikan maupun pengembangan kemasyarakatan.
PENGAMALAN IBADAH SHALAT BERDASARKAN JENJANG PENDIDIKAN PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) ANAK KELAS IIB PAREPARE HARDI ARDI ANTO
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6789.301 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i1.383

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenjang pendidikan, memberi gambaran pelaksanaan ibadah shalat, menguraikan proses pelaksanaan ibadah shalat, dan mendeskripsikan hasil pembinaan ibadah shalat terhadap penghuni Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II B Parepare. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelusuran referensi dan penelitian lapangan yang memakai observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelanggaran hukum dengan  segala jenis kejahatan dilakukan dengan sadar atau tanpa pengetahuan warga masyarakat. Jalur pendidikan wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah, kurang berhasil menuntaskan kriminalitas antar pelajar atau pelanggaran hukum di masyarakat. Hal itu terbukti dengan melihat Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIB Parepare yang sudah  Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU/SMK). (2) Format kegiatan pembinaan yang dilakukan dalam pengamalan  ibadah shalat melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan. (3) Pembinaan pengamalan ibadah shalat melalui beberapa kegiatan spiritual,  metode yang dipraktekkan dalam pengamalan ibadah shalat bagi Narapidana, yaitu metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Keragaman jenjang pendidikan merupakan suatu kendala  dalam melaksanakan pembinaan ibadah shalat, tetapi dapat memberikan dampak positif dalam proses pembinaan ibadah shalat. (4) Hasil penerapan pembinaan ibadah shalat terhadap penghuni Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II B Parepare dapat diketahui melalui pengetahuan ibadah shalat setiap warga binaan dan kesadaran Narapidana Pembinaan ibadah shalat terlaksana dengan cukup baik karena terdapat faktor-faktor pendukung dan perlu pembenahan  yang menjadi faktor penghambat. Warga binaan selama mengikuti pelaksanaan pembinaan ibadah shalat terjadi perubahan pengetahuan dan perilaku keaktifan menjalankan ibadah shalat. Kata kunci: Jenjang Pendidikan, LAPAS Anak Kelas IIB Parepare dan Ibadah Shalat.  ABSTRACT This study aims to describe the level of education, to illustrate the implementation of prayer, describing the process of praying worship and describe the results of prayer worship services to the residents of Class II B Parepare Penitentiary. Methods of data collection used are reference search and field research using observation, interview, and documentation. The results showed that: (1) Violation of law with all kinds of crimes committed consciously or without knowledge of the community. The government's nine-year compulsory education pathway, failing to complete crime among students or lawlessness in society. This is evidenced by the look of Citizens of Class Preparation Class IIB Parepare who have been Elementary School (SD), Junior High School (SMP) and High School (SMU / SMK). (2) The format of coaching activities undertaken in the practice of worship through religious and educational activities. (3) Establishment of the practice of worship through some spiritual activities, methods practiced in the practice of worship for prisoners, namely lecture, demonstration and question and answer methods. Diversity level of education is an obstacle in carrying out the formation of prayer but can have a positive impact in the process of praying prayer. (4) The result of applying prayer worship to the residents of Class II B Parepare can be known through the knowledge of the worship of every citizen and the awareness of the Prisoners. The formation of the prayer worship is done well enough because there are supporting factors and need revamping which is the inhibiting factor. Residents assisted during following the implementation of praying prayer there is a change of knowledge and behavior of the activity of praying. Key woords: .
GAYA HIDUP PELACUR DI MAKASSAR Muhammad Irfan Syuhudi
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.233 KB) | DOI: 10.31969/alq.v20i1.177

Abstract

Tulisan ini ingin mengetahui fenomena pelacur di Makassar. Pelacur bekerja dengan “menjual”tubuhnya untuk dinikmati oleh laki-laki demi meraup uang. Penelitian bertujuan mendeskripsikankondisi ekonomi pelacur dan apa-apa saja strategi mereka untuk menggaet laki-laki. Pengumpulan datadengan wawancara dan observasi, serta penentuan informan dengan purposive. Penelitian menemukan,kehidupan ekonomi sebagian pelacur di Makassar tergolong sejahtera. Gaya hidupnya pun menunjukkankategori menengah atas. Ini dilihat dengan barang-barang pribadi yang mereka miliki, termasuk mobil.Strategi yang diterapkan untuk menggaet laki-laki adalah memperhatikan penampilan dengan selaluterlihat cantik dan bergaya. Mereka biasa nongkrong di kafe-kafe dan rumah makan.
MASUKNYA ISLAM DAN MUNCULNYA BIMA SEBAGAI PUSAT KEKUASAAN ISLAM DI KAWASAN NUSA TENGGARA The entry of Islam and the emergence of BIMA as the Central Powers of Islam in Nusa Tenggara area Tawalinuddin Haris
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.956 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.121

Abstract

Kapan agama Islam masuk dan berkembang di Bima belum dapat ditentukan secara pasti, namun dariberbagai informasi dalam historigrafi tradisional sumber asing bahwa islamisasi berlangsung secara damaimelalui kontak dagang, dakwah dan perkawinan,maupun dengan kekuatan senjata atau peperangan.Bima muncul dan berkembang sebagai pusat kekuasan Islam sekitar abad ke-17, ketika raja Bimayang ke-15 memeluk agama Islam yaitu Sultan Abdul Kahir. Sebagai pusat kekuasaan Islam, Bima kemudian tumbuhdan berkembang, mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin danSultan Nurudin. Ketika itu datang atau didatangkan ulama-ulama dari berbagai pelosok Nusantara untukmenyebarkan dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat Bima.
KETEGUHAN DALAM SASTRA MAKASSAR "PARUNTUKKANA" Mustafa Mustafa
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.721 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i2.81

Abstract

AbstrakMakalah ini bertujuan mengungkap nilai keteguhan yang terkandung dalam sastra Makassar"paruntukkana". Sebagai produk budaya daerah yang sarat dengan nilai-nilai budaya yang bermanfaatbagi kehidupan. Nilai-nilai tersebut perlu diungkap ke permukaan, kemudian dikemas dengan "warna'baru atau "jiwa" baru agar tetap lestari dan aktual. Selain itu, pengungkapanyang estetik dan artistikterhadap nilai-nilai yang terkandung dalam paruntukkana diharapkan dapat menangkal munculnyanilai-nilai baru yang belum tentu cocok dengan budaya yang berlaku di masyarakat. Makalah inimenggunakan pendekatan struktural, sosioligis, dan intuitif. Adapun metode yang dipergunakan adalahmetode kualitatif. Data makalah dikumpulkan melalui studipustaka. Dari hasil analisis dapat diungkapkanbahwa bahwa nilai keteguhan yang terkandung dalam Paruntukkana adalah salah satu nilai luhur yangmasih tetap dipertahankan yang dapat dijadikan bahan nasihat para orang tua dalam mendidik anakanaknyaagar tidak salah langkah dikemudian hah, dan juga merupakan falsafah hidupyang mempunyaiperanan sebagai pembentuk alam pikiran, media komunikasi, adat istiadat, pembentuk sifat, dan sika..
KERUKUNAN BERAGAMA (STUDI TENTANG PERAN "HUHU KEBIE" SEBAGAI SARANA INTEGRASI DI PULAU SABU NTT) aziz albone
Al-Qalam Vol 5, No 1 (1993)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.582 KB) | DOI: 10.31969/alq.v5i1.634

Abstract

Bumi Indonesia terkcnal scbagai ternpatpertemuan agama-agama besar dansccara resmi diakui keberadaannya di Indonesia,sepcrti Islam, Kristen, Protestan,Katholik, Hindu dan Budha. Disampingagama- agama resmi, di Pulau Sabu yangmenjadi sasaran penelitian ini tcrdapatagama lokal yang disebut "Jingitin" (Halaik).Kehadiran agama-agama besar, tidakhanya mempengaruhi kedudukan agamaasl i, te-tapi juga mcnimbulkan kctegangankctegangandidalammasyarakat.Bagi ketigaagama, yaitu Islam, Hindu dan Budha, tidakhanya bergcrak dibidang spiritual, teapidalam bidang politik (kenegaraan). Bagimcrcka sccara prinsip, agama identikdengan ncgara. Hal demikian tcrwujuddalam scjarah Nusanlaradengan berdirinyakcrajaan Hindu, Budha dan Islam. DalamNcgara RI mcrdeka, agama sebagai sumberkctcgangan dan pcrselisihan agak dapatd i rcdakan dengan di terim anya Pancasi 1 a danUUD 1945, dimana prinsip kebesaran bcragamaditetapkan menjadi hukum ncgara.Namun demikian, hal itu tidak berarti kcricuhantidak terjadi sama sekali. Walaupunumat agama-agamabesar hidup bcrdampingandalam masyarakat yang sama, harusdiakui bahwa jarak jiwa sosial dari golonganyang satu dengan yang lain, scbclumtahun 1965-an cukupjauh. Agamaagamaitu saling mcnulup diri, masingmasinghidup dalam dunianya sendiri.Komunikasi terbatas pada hubungan urusanhidup sehari-hari tidak pemah ada pcrgaulanantarapemcluk-pcmulukitu sebagaiumat bcragama ang baik. Keadaan sepcrtiitu penyebab dari keresahan-keresahantcrscbut di atas (Hendropuspito, 1984 :188 - 189).
SIMBOLIKHAJI: Studi Deskriptif Analitik pada Orang Bugis Andi Agustang
Al-Qalam Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.12 KB) | DOI: 10.31969/alq.v15i2.552

Abstract

As stated by Berger, Hajj as religious practice is attached to culturalcontext and meaning dialecticism. The difference of hajj symbol as culturalproduct construction from others laid on its transcendence and itsreligious dimension. Its cultural meaning has also changed overtime.This change can be looked on the newly hajj interpretation which hasdeviated from its true meaning written in Islamic texts, and implicatedto the current Buginese community social and cultural practice andinter relation. As the symbol of hajj relatively attached more to the femalehajj, the number of female hajj, as its implication, is more higherthan male hajj.
PLURALISME KEAGAMAAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL (Studi Sosiologis Filosofis tentang Pluralisme pada Pondok Pesantren di Kabupaten Bone) Afifuddin Afifuddin
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.669 KB) | DOI: 10.31969/alq.v18i1.448

Abstract

Pesantren dalam peranannya sebagai social change adalah lembaga yang dapat mengubah struktur-stmkturide dan pemikiran dalam masyarakat. Karena itu pesantren dapat menjadi institusi yang penting dalampembentukan masyarakatpluralis dengan terlebih dahulu mengembangkan hal tersebut dalam lingkungannyasendiri. Penelitian yang dilakukan di pesantren al-Junediyyah Biru dan pondok pesantren al-Ikhlas Ujungdengan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasilpenelitian ini menunjukkan di dua PondokPesantren di Kabupaten Bone telah dikembangkan pluralisme dalam konteks gagasan, ide, sikap dan pemikirankiai, ustazd, dan para santri. Saranayang efektif untuk penanaman nilai ini adalah melalui proses pembelajarandan pendidikan. Pola hidup dan tradisi keilmuan yang akrab dengan perbedaan dan kemajemukan pemikiranpada kenyataannya menumbuhkan budaya kepesantrenan yang pluralis.
BUDAYA KERJA DALAM PENGEMBANGAN KINERJA GURU MTs DI KABUPATEN DEMAK Noor Miyono; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.655 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.526

Abstract

MODEL PENDEKATANA AGAMA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI MALUKU Pat Badrun
Al-Qalam Vol 10, No 2 (1998)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.834 KB) | DOI: 10.31969/alq.v10i2.602

Abstract

Penelitian tentang Model Pendekatan Agama dalam Pengentasan Kemiskinan di Malukubertujuan untuk mengetahui lembaga-lembaga keagamaan yang turut berkiprah melakukanupaya pengentasan kemiskinan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat lembaga alternatifsebagai model pendekatan agama dalam pengentasan kemiskinan di daerah ini, masingmasing: (1) RINAMAKANA (Katolik) di Ambon (2) Yayasan Bala Keselamatan (Gereja BalaKeselamatan) di Ambon (3) KSM-BMT Citra Ummat (Islam) di Ambon; dan (4) Yayasan AlIkhlas (Islam) di Masohi.