cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 662 Documents
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG GURU DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MIA MAN WAJO Ahmadi ahmadi
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.768 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran persepsi siswa tentang guru matematika, minat belajar matematika, dan hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo, (2) pengaruh persepsi siswa tentang guru terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo, (3) pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo, dan (4) pengaruh persepsi siswa tentang guru dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo.Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X MIA MAN Wajo yang berjumlah 84 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu populasi itu sendiri. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala persepsi siswa tentang guru dan skala minat belajar serta dokumentasi untuk hasil belajar matematika. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yaitu dengan regresi linear berganda.Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk persepsi siswa tentang guru matematika diperoleh nilai rata-rata 73,19 berada pada kategori sedang dengan presentase 61%, untuk minat belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 62,35 berada pada kategori sedang dengan presentase 67%, dan untuk hasil belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 58,45 berada pada kategori sedang dengan presentase 64%. Adapun hasil analisis statistik inferensial pada regresi linear sederhana diperoleh nilai sig. < 0,050 (0,004 < 0,050) berarti terdapat pengaruh persepsi siswa tentang guru terhadap hasil belajar matematika siswa dengan sumbangan presentase 9,5%, sig < 0,050 (0,0001 < 0,050) berarti terdapat pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa dengan sumbangan presentase 24,2%. Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh Fhitung > Ftabel (16,268 > 3,960) yang menyimpulkan bahwa persepsi siswa tentang guru dan minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa dengan sumbangan 28,7%
INDUSTRI PERTENUNAN ATBM DI KAB. WAJO ( Suatu Studi mengenai Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Pengrajin ) Abdul Kadir M
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.913 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.675

Abstract

Kabupaten Wajo merupakan suatu daerahyang sudah terkenal sebagai penghasilpertenunan, baik berupa sarung, selendang,bahan baju dan lain-lain. Pertenunan denganAlat Tenun Bukan Mesin (ATBM) adalah suatupotensi usaha yang memberikan sumbanganbesar kepada pemerintah dalam bidang pembangunan.Pelaksanaan pembangunan yangsaat ini memasuki tahun pertama Pelita keLima semakin merata sampai ke pelosokpelosok desa. Masyarakat yang menghunidaerah pedesaan dan pinggiran pinggiran kotatidak terlepas dari sasaran pembangunan.Pemerintah Orde Baru sejak awal Pelitadan dalam Pelita lima memberikan perhatianyang besar dalam pembinaan dan pengembanganindustri kecil, termasuk industri sandang(pertenunan ATBM) dengan terus memberikanbimbingan teknis, bimbingan organisasidan managemen, pembinaan wiraswasta,pemberian kredit dan latihan, bantuan peralatandan bahan baku, bantuan tenaga ahlidan sebagainya, dalam upaya peningkatan taraphidup pengusaha kecil dan pengrajin, memperluaslapangan kerja dan kesempatan berusahaserta meningkatkan ekspor, khususnyaekspor non migas
AREK-AREK SUROBOYO: MENANGKAP HIKMAH DARE KONFLIK pat badrun
Al-Qalam Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.891 KB) | DOI: 10.31969/alq.v11i2.593

Abstract

Konflik-konflik sosial bernuansa agama yang terjadi dibeberapa daerah termasuk di daerah Jawa Timur, tidak dapat disangkaltelah memberikan dampak terhadap kerukunan umat beragama di KotaSurabaya. Namun demikian, dampak yang dipandang menonjol ialahmeningkatnya kewaspadaan pihak-pihak terkait yang disusul dengantindakan nyata sehingga konflik serupa tidak sempat terjadi diSurabaya.Penelitian ini menemukan bahwa setidaknya ada dua hal yangmendukung terciptanya kondisi tersebut, yakni: (1) tingkat kesadaranyang tinggi dari para pemimpin dan pemuka/tokoh agama danmasyarakat setempat tentang pentingnya menjaga dan memeliharakerukunan umat beragama yang juga berarti kerukunan masyarakat;(2) ciri dan sifat khas orang Surabaya (arek-arek Suroboyo) yaknipragmatis, egaliter, terbuka, lugas, dan kritis
PONDOK PESANTREN AS'ADIYAH Muhammad As&#039;ad
Al-Qalam Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.692 KB) | DOI: 10.31969/alq.v15i2.498

Abstract

This article is the summary of research on the oldest boarding school inSouth Sulawesi : As 'adiyah. It aims to describe its religious view, lecture,learning system, networks and relation with society.Result shows that As'adiyah boarding school embraces Ahlusunnahwal Jamaah based on Imam Syafi' teachings. It can be categorized, as"moderate group " applying tawazun and tasamuh principles to solvereligious issues.It is the oldest and parent boarding school where the alumni have alsobuilt many other boarding schools in other areas and formed a vastnetwork. The relationship between them is not formal but emotional,mainly based on its religious system and views. The network is not onlylimited to its own branch, but also to DDI's and to those developed by itsalumni and strengthened by the establishment of As'adiyah and DDIboth as formal religious and social organisations.The network with other boarding schools, communities and other institutionsis much depended on its leader (kiyai) as a center of all theiractivities. His charisma and popularity is the main factor in increasingthe popularity of, mainly among primordial community, and their interestto the boarding school.
TARIAN MA’ATENU DI PULAU HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH La Sakka
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.082 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.232

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berusaha mendeskripsikan proses pelaksanaanTarian Ma’atenu di Desa Pelauw ditinjau dari Aqidah Islam. Dalam penelitian ini, menggunakan metodeyang lazim digunakan dalam penelian kualitatif yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitianmengungkapkan bahwa Ma’atenu atau disebut juga cakalele adat adalah ritual perang khas masyarakatHatuhaha di pulau Haruku Maluku Tengah. Pelaksanaan Upacara tarian Ma’atenu dilaksanakan satukali dalam tiga tahun, dan makna yang terkandung dalam upacara ini adalah makna Agama, makna adatdan makna sosial. Tarian Ma’atenu perlu dilestarikan dan dipertahankan keutuhannya sebagai tradisikesenian yang bernuansa Islam dan perlu diwarisi kepada generasi berikutnya.
PERAN PENYULUH AGAMA DALAM PENGELOLAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Sabara Nuruddin
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.392 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i2.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama dalam pengelolaan kerukunan umat beragama di Mauku Tengah. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana situasi hubungan umat beragama di kabupaten Maluku Tengah?, bagaimana padangan penyuluh agama tentang kerukunan di kabupaten Maluku Tengah?, dan bagaimana keterlibatan penyuluh agama di kabupaten Maluku Tengah dalam meningkatkan kerukunan umat beragama?. Wilayah Maluku Tengah merupakan wilayah yang heterogen dari segi agama dan pernah mengalami sejarah konflik keagamaan pada tahun 1999-2003. Ekses dari konflik tersebut adalah segregasi pemukiman yang didasarkan pada agama (Islam dan Kristen). Rekonsiliasi konflik yang dilakukan menggunakan beberapa modal kultural yang berbasis kearifan lokal Maluku, yaitu gandong, pela, masohi, dan lain-lain. Pandangan penyuluh agama terhadap kerukunan di Maluku Tengah adalah bahwa segregasi pemukiman berdasarkan agama merupakan solusi sementara dan masih sangat rentan akan terjadinya konflik karena adanya jarak sosial yang terbangun. Untuk itu, perlu direncanakan sebuah model pembauran pemukiman agar kerukunan umat beragama dapat tercipta dalam suasana yang lebih kultural. Peran penyuluh agama dalam pengelolaan kerukunan di Maluku Tengah melalui program Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) integrasi di mana semua penyuluh agama PNS berhimpun dalam satu kelompok kerja yang sama untuk meudian melakukan beberapa program kerja bersama yang secara sinergis sebagai perwujudan kerukunan yang aktif antar tokoh agama. 
PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA YPK.KM SMA KATOLIK ST. THOMAS AQUINO MANADO Abd. Rahman Arsyad
Al-Qalam Vol 21, No 1 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.675 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i1.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pelaksanaan dan inovasi pembelajaran pendidikan agamaserta factor pendukung dan penghambat pembelajaran pendidikan agama pada YPK.KM SMA KatolikSt. Thomas Aquino Manado dengan menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan pembelajaran pendidikan agama dan pendidikan keagamaan diimplementasikansecara integrasi yang dilaksanakan pada dua tempat yaitu: sekolah (kelas) dan gereja. Dimana,sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan ibadah (misa bersama), berdoa dengan menggunakandua bahasa Indonesia dan inggris. Sedangkan kurikulum diatur lewat KWI, silabus yang digunakanmengacu/berpedoman pada Diknas dan Kemenag serta yayasan yang di kombainkan kedalam RPP.Sumber reverensi adalah Kementerian Agama dan KWI, sehingga peserta didik yang beragama lainmenerima materi hanya sebatas ranah kognitif dengan penilaian secara pluralitas. Faktor pendukung;merupakan sekolah unggulan, latar belakang pendidik adalah rata-rata sarjana, pihak sekolah danyayasan membangun komunikasi dan koordinasi secara berkesinambungan dalam mewujudkankerukunan dan keharmonisan sesama warga sekolah, sedangkan Faktor penghambat; terbatasnya guruagama, keterbatasan dalam berimvrofisasi, dan proses pembelajaran mengacu pada visi misi dan tujuanorganisasi sekolah, serta orang tua dan masyarakat menyepakati aturan pihak sekolah dan yayasan.
MASJID TUA SHIRATHAL MUSTAQIEM SAMARINDA: Fenomena Dahsyatnya Kekuatan Spiritual Muhammad As&#039;ad
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.858 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.161

Abstract

Kota Samarnda (Samarinda Seberang) adalah koloni orang Bugis dari Sulawesi Selatan pada masadahulu, sebagai hadiah dari kerajaan Kutai Kartanegara Negara di Kalimantan Timur, dan menjadibahagian dari padanya. Agama Islam berkembang di daerah ini sejak dahu dan meninggalkan tinggalanbudaya material, salah satu di antaranya ialah Masjid Sutathal Mustaqiem Samarinda. Masjid tua iniyang letaknya di Samarida Seberang dan berkonstruksi kayu merupakan cagar budaya yang dilindungioleh Pemerintah, dijaga kelestariannya. Meskipun merupakan tinggalan budaya yang harus dipeliharakeasliannya, tetapi secara parsial terjadi perubahan atau penggantian yang esensial, seperti padakemuncaknya, dan material yang diganti ini tidak terpelihara lagi. Masjid Sirathal Mustaqiem Samarindatetap difungsikan oleh umat Islam di Samarinda Seberang sebagaimana masjid-masjid lainnya, untukibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakat, meskipun di antaranya masih terbatas. Untukkepentingan itu, masjid menyediakan sarana-sarana ledinian yang dibutuhkan.
PESANTREN SALAFIYAH AL-HUSNA KOTA SAMARINDA Pesantren of Salafiyah Al-Husnah in Samarinda City Mujisatullah Mujisatullah
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.89 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.111

Abstract

Tulisan ini adalah ringkasan hasilpenelitian tint "Penyelenggaraan Pesantren Salafiyah di Kawasan Timur Indonesia".Penelitian ini dilakukan di Kota Samarinda dengan menjadikan Pesantren Salafiyah Al-Husna sebagai sasaran penelitian.Penelitian ini menggunakan metode knalitatif dengan wawancara sebagai alat utama yang digunakan untukpengumpulandata. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren Salafiyah Al-Husna di Samarinda, mendapatrespon positif dari masyarakat di sekitarnya. Ini terkait dengan visi dan mist pesantren yang bertujuan untuk menciptakansantri yang bertaqwa, beri/mu. dan berakhlak: menjawab kemajuan zaman yangpenuh tantangan dengan mengedepankanilmu agama dan amal yang nyata, yangmulia, serta eksis dalam segala bidang. 2) Pengasuh yang yang terdiri dari seorangkiyai dan beberapa orangguru, santri yang berasal dari luar Kola Samarinda. Masjidyang dipakai untuk ibadah dan kegiatanbelajar mengajar. 3) Melaksanakan pembelajaran kitab Alquran dan tajwid, nahwu dan sharof membaca maulid Habsyi,Hajab, Saraful Anam, dan Barzanji Adapun di luarpondok (di rumah dewan gurupondokpesantren), belajar kitab RisalatulOusairiyah dan Ta 'Urn Muta 'alim kitab Durratun Nasihin. 4) Metode penilaian yang digunakan merujuk berdasarkan padanilai hasil ujian baik secara lisan maupun tulisan. yang diberikan sebagai soal ujian berupa 10 soal pilihan ganda, 10 soalmenjodohkan, dan 10 soal essay. 5) Kurikulum mata pelajaran untuk Wajib Belajar Dikdas dan paket C berdasarkankurikulum dari Diknas dan tekhnis pelaksanaannya disesuaikan dengan Pondok Pesantren Al-Husna.
ORIENTASI PEMIKIRAN KEAGAMAAN MAHASISWA Abdul Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.143 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.657

Abstract

Secara common sense, adagejalapeningkatankesadaran mahasiswa terhadap kehidupan keagamaan.Hal itu boleh jadi, merupakan salah satusisi dari terjadinya degradasi kiprah mahasiswadalam masyarakat akibat adanya restrukturisasidan semboyan back to campus, pasca tahun 70-an. Di sisi lain, boleh jadi gejala itu sebagaibagian dari ekskalasi kesadaran beragama yangsecara umum terjadi dalam masyarakat. Yangpasti, mahasiswa menemukan dimensi bamdalam kehidupannya sebagai moral force, yanglebih berorientasi kc dimensi pergumulan religius.Gejala itu dapat dengan mudah ditemukandalam banyak hal. Masjid-masjid kampus saratdengan kegiatan keagamaan baik pengajian,pcngkajian maupun aktivitas belajar agamadalam bentuk lain. Dalam hal yang lebih transparan,mahasiswa wanita cenderung memperlihatkankesadaran keberagamaan secara formaldalam bentuk pemakaian busana berciri khasislami.