cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
ISSN : 1693685X     EISSN : 25802143     DOI : -
Core Subject : Education,
METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014" : 11 Documents clear
FUNGSI TEIDO NO FUKUSHI KONNANI, SONNANI, DAN ANNANI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG Rahadiyan Duwi Nugroho; Yuyu Yohana; Nani Sunarni
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.265 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.27

Abstract

TULISAN ini memfokuskan pada kajian fungsi adverbia konnani ‘begini; seperti ini’,sonnani ‘begitu: seperti itu’, dan annani ‘begitu; seperti itu’ dalam kalimat bahasaJepang. Adapun adverbia ini, di samping menerangkan satuan gramatikal, berfungsisebagai penunjuk (shiji kinou). Data bersumber dari novel Bottchan (2003). Masalahpenelitian ini dibatasi pada identifikasi struktur kalimat yang mengandung adverbiatujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, teridentifikasi bahwa adverbia konnani, sonnani, danannani dapat menerangkan satuan gramatikal, seperti verba, adjektiva, frasa nominal,frasa verbal, dan klausa, serta dapat menunjuk acuan, seperti orang, benda, perbuatan,perihal, peristiwa, dan situasi. Keterkaitan antara satuan gramatikal dengan acuantunjuknya terhubung melalui referensi anafora dan katafora.
WACANA "MENYANYAH" DALAM SURAT KABAR HARIAN HALUAN KEPRI: ANALISIS MAKROSTRUKTURAL Dwi Sutana
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.356 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.22

Abstract

WACANA sebagai dasar dalam pemahaman suatu teks sangat diperlukan oleh masyarakatbahasa dalam berkomunikasi dengan informasi yang utuh. Keutuhan informasi di dalamteks itu dibentuk dari unsur-unsur yang saling mengait sehingga membentuk suatuwacana. Penelitian ini mengkaji wacana "Menyanyah" dalam surat kabar harian HaluanKepri. Dengan pendekatan makrostruktural, yaitu analisis wacana yang menitikberatkanpada garis besar susunan wacana secara global untuk memahami teks secarakeseluruhan, diperoleh gambaran mengenai konteks situasi dan konteks sosiokultural.Selain itu, diperoleh pula pola penyajian rubrik "Menyanyah" yang pada umumnya terdiriatas tiga bagian, yaitu pendahuluan, batang tubuh, dan simpulan atau penutup.
SENTILAN ATAN SENGAT DI BULAN DESEMBER 2013 Raja Saleh
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.971 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.28

Abstract

TULISAN ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis sentilan Atan Sengat selamabulan Desember 2013 di Riau Pos dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Data dalam penelitian ini adalah sentilan Atan Sengat yang diterbitkan Riau Pos selamabulan Desember. Data itu diunduh Riau Pos setiap hari mulai dari tanggal 1 sampaidengan 31 Desember 2013. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis denganmenggunakan teori analisis wacana sehingga akan terurai apa sebenarnya yangdimaksudkan oleh Atan Sengat sesuai dengan konteks yang terjadi pada saat beritaditurunkan. Setelah dianalisis, data diklasifikasikan menurut jenis komentar. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa ada tiga jenis sentilan, yaitu 1) kritikan terhadap pemerintah, 2)sindiran, juga lebih banyak ditujukan kepada pemerintah baik pusat, provinsi, maupunkabupaten, 3) saran, Atan Sengat pada beberapa sentilan menyampaikan saran, baikkepada pemerintah, korban dalam pemberitaan tersebut, maupun kepada pelaku dalamsebuah kasus. Sentilan-sentilan tersebut disampaikan oleh Atan Sengat denganmenggunakan bahasa Melayu Riau Kepulauan. Sentilan tersebut merupakan percakapanlisan yang disampaikan dalam bentuk tulisan.
REALISASI KESANTUNAN TINDAK TUTUR KOMISIF BERJANJI DALAM BAHASA BANJAR NFN Jahdiah
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.142 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.23

Abstract

TULISAN ini membahas realisasi kesantunan tindak tutur komisif berjanji. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan tindak tutur komisif berjanji. Metodedasar yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik yang digunakanuntuk mengumpulkan data penelitian ini adalah observasi, pencatatan, perekaman, danwawancara. Dalam analisis data digunakan prinsip kesantunan Leech berdasarkan enammaksim, yaitu 1) maksim kebijaksanaan, 2) maksim kedermawanan, 3) maksimpenghargaan, 4) maksim kesederhanaan, 5) maksim permufakatan, dan 6) maksim simpati.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penerapan prinsip kesantunan yangdikemukakan oleh Leech, yaitu maksim permufakatan, maksim kemurahan hati, danmaksim kebijaksanaan. Selain itu, terdapat juga pelanggaran terhadap maksimkebijaksanaan.
MENYELISIK KOSAKATA BAHASA SUNDA DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA PUSAT BAHASA EDISI IV Umi Kulsum
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.533 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.29

Abstract

DALAM kaidah penyerapan bahasa Indonesia dinyatakan bahwa bahasa daerahmerupakan prioritas kedua, setelah bahasa Melayu, untuk menjadi bahasa sumber bagibahasa Indonesia, sementara bahasa asing diposisikan sebagai alternatif terakhir. Alasanprioritas ini merupakan langkah yang tepat dalam pemertahanan bahasa Melayu danbahasa daerah. Selain itu, hal tersebut bertujuan untuk mempertahankan identitas bahasaIndonesia supaya tidak terlalu banyak kosakata bahasa asing yang diserap ke dalambahasa Indonesia. Sebagai bahasa daerah dengan penutur yang cukup banyak, bahasaSunda mempunyai kemantapan, baik dalam korpus (tata bahasa, kamus) maupun dalampemakaiannya. Permasalahan tulisan ini adalah (1) kosakata apa saja dari bahasaSunda yang masuk ke dalam KBBI (bahasa Indonesia) dan (2) bagaimana karakteristik kosakata tersebut dilihat dari segi bentuk, kelas, makna, kemungkinan menjadi kosakatabahasa Indonesia, inkonsisten, dan kendala yang ada? Metode yang digunakan dalampenelitian ini ialah metode deskriptif. Tulisan ini dapat dijadikan masukan untuk revisiKBBI IV dan juga peluang unsur lain dari bahasa Sunda untuk masuk ke dalam KBBIedisi selanjutnya. Jumlah unsur Sunda yang masuk ke dalam KBBI (dilabeli Sd) ada161. Dari segi bentuk, kelas, dan makna unsur-unsur tersebut cukup beragam. Akantetapi, ada beberapa catatan, baik berupa peluang unsur Sunda, inkonsistensi, maupunkendala unsur bahasa Sunda yang masuk KBBI IV tersebut.
PEMANFAATAN FITUR METAFORA DALAM TEKS PIDATO POLITIK SHINZO ABE SEBAGAI PERDANA MENTERI JEPANG KE-96: ANALISIS WACANA KRITIS Hadi Hidayat
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.182 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.24

Abstract

TULISAN ini menganalisis fitur kebahasaan metafora dalam hubungannya dengankekuasaan dalam teks pidato politik Shinzo Abe yang dibacakan saat peresmiannyasebagai Perdana Menteri Jepang ke-96. Pilihan terhadap metafora tertentu mengandungsignifikansi ideologis tertentu. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikanpenggunaan metafora dalam teks pidato Shinzo Abe. Metode yang digunakan dalampenelitian ini berdasarkan analisis wacana kritis Fairclough (1992:194–197). Titik fokusperhatian Fairclough adalah melihat bahasa sebagai praktik kekuasaan. Temuanpenelitian ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan fitur metafora, Shinzo Abe telahmenyalurkan kekuasaannya. Praktik kekuasaan yang tampak adalah kekuasaan dalampelabelan identitas Jepang serta kekuasaan dalam mengendalikan pandangan danperilaku masyarakat. Selain itu, metafora juga dimanfaatkan oleh Shinzo Abe untukmengonkretkan konsep yang abstrak dengan cara mendeskripsikannya dengan suatuhal yang lain agar mudah dipahami oleh pengonsumsi teks.
PROSES PERUBAHAN KATA ANYAR, KU, TI, KEUR, DAN SOK DALAM BAHASA SUNDA NFN Kartika
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.943 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.25

Abstract

PERUBAHAN bahasa sering ditandai dengan adanya perubahan makna. Sebuah katayang pada awalnya hanya memiliki makna leksikal lama-kelamaan berubah maknanyamenjadi lebih gramatikal. Proses itu dinamakan gramatikalisasi. Tulisan ini membahasgramatikalisasi pada kata-kata bahasa Sunda, yang datanya diambil dari Kamus BasaSunda, yaitu anyar, ku, ti, keur, dan sok. Metode penelitian dalam tulisan ini adalahmetode deskriptif. Gramatikalisasi yang terjadi pada kata-kata itu dideskripsikan prosesperubahannya dan dicari pola perubahannya. Deskripsi perubahan yang terjadi padakata-kata bahasa Sunda itu mengikuti terminologi Heine dan Kuteva (2002:16–26).Temuan menunjukkan bahwa dari lima kosakata yang diteliti, tiga di antaranyamenunjukkan kecenderungan perubahan ke arah dimensi temporal. Pola perubahanyang terjadi pada umumnya adalah pola perubahan yang terjadi dalam dua tahap.
Bahasa Gaul Remaja Indonesia Muhamad Patoni
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.8 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.31

Abstract

Manusia sebagai pengguna bahasa adalahmakhluk yang heterogen. Artinya, manusiabukanlah makhluk yang seragam, tetapi makhlukyang beragam. Fakta tersebut juga yang padaakhirnya membuat bahasa sebagai produk manusiaberagam. Suatu bahasa tidak memiliki satu ragam,tetapi memiliki beberapa ragam. Artinya, dari faktatersebut, tidak ada satu pun bahasa yang tidakbervariasi (Sumarsono, 2011:8).
NOMINALIZATION STRATEGIES OF EXCLUSION REPRESENTED ON THE HEADLINES OF THE JAKARTA POST IN THE CASE OF FEUD OF KPK VS POLRI PART II: A STUDY OF CDA Muhammad Rayhan Bustam
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.423 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.26

Abstract

KPK (Corruption Eradication Commission) and Polri (Indonesian National Police) aretwo agencies that have the authority to handle the corruption perpetrators in Indonesia.The second feud between the two attracts Indonesian people's attention once again.Such widely reported feud caught my interest in analyzing the headlines published onThe Jakarta Post of August to October 2012's editions. The aim of this writing is todiscover the use of nominalization strategies of exclusion in representing the socialactors on The Jakarta Post headlines. The Critical Discourse Analysis method ofTheo van Leeuwen's is used to show how parties and actors (individual or group) arepresented on the news, especially the process of nominalization strategies of exclusion.The results show that the process occurred mostly on Polri. Such exclusion was intendedto focus readers' attention on the other actor (victim), namely KPK.
PEMBELAJARAN GENRE TULIS PEMBELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 Amrin Saragih
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.325 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.21

Abstract

TULISAN ini merupakan satu bagian dari hasil penelitian yang bertujuan untukmendeskripsi genre tulis yang telah diperoleh atau dicapai oleh pembelajar sekolahmenengah pertama (SMP) di Sumatra Utara dan mengajukan model pembelajaransesuai dengan Kurikulum 2013 berdasarkan perolehan genre itu. Desain penelitianadalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah 333 pembelajar SMP dan 18 guru darienam sekolah yang mewakili SMP yang tersebar di wilayah Provinsi Sumatra Utara.Dari sumber data itu diperoleh data berupa teks atau genre yang ditulis pembelajar SMP, deskripsi pembelajaran genre di kelas, dan transkripsi percakapan dengan guru yang masing-masing diperoleh dengan teknik elisitasi data, observasi pembelajaran menulis genre di kelas, dan wawancara dengan guru. Teks yang ditulis pembelajar dianalisis dengan teori linguistik fungsional sistemik (LFS). Data dari observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajar SMP telah memperoleh sembilan jenis genre yang pada prinsipnya didominasi oleh genre bercerita. Sejumlah unsur konteks sosial persekolahan di satu sisi menghambat dan di sisi lain memfasilitasi pembelajaran genre. Atas dasar unsur yang memfasilitasi dan yang menghambat itu, model pembelajaran genre berdasarkan Kurikulum 2013 diajukan yang pada dasarnya merupakan perpaduan antara genre-based learning dan pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam Kurikulum 2013.

Page 1 of 2 | Total Record : 11