cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
MENGEKSPLORASI PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA DARI PERSPEKTIF PENGGUNA Mieslenna, Cindy Fahni; Wibowo, Andreas
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.514 KB)

Abstract

Penerapan Building Information Modeling (BIM) di industri konstruksi di Indonesia masih dianggap rendah meski BIM bukan hal baru dan menawarkan keuntungan efisiensi dan kinerja selama tahap desain dan konstruksi. Literatur tentang aplikasi BIM di industri konstruksi Indonesia juga masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan BIM di Indonesia dari perspektif penggunanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan praktisi yang berpengetahuan dan berpengalaman dengan BIM. Berdasarkan hasil wawancara, alasan responden menggunakan BIM karena mendapatkan manfaat yaitu dapat mengontrol proyek konstruksi lebih baik, mendeteksi lebih dini potensi konflik selama fase desain, dan menjadi sarana promosi guna mendapatkan proyek baru. Kekurangan BIM sejauh ini belum ditemukan. Beberapa faktor penghambat adalah biaya investasi awal yang tinggi dan pergeseran budaya kerja. Responden sepakat bahwa BIM memiliki potensi yang baik ke depannya seiring dengan tumbuhnya kesadaran dari industri dan tren pasar. Dari perspektif akademis dan praktis, temuan ini setidaknya dapat memperkaya pengetahuan eksisting dan memberikan dasar untuk pemahaman yang lebih baik tentang penerapan BIM di industri konstruksi Indonesia.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN TANGGUL PANTAI DI TELUK JAKARTA DAN STRATEGI MITIGASINYA Suriadi, Andi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.263 KB)

Abstract

Bencana banjir yang sering terjadi di wilayah Teluk Jakarta selain karena tingginya debit air dari hulu, rob, dan penurunan tanah. Salah satu upaya untuk mengatasi banjir tersebut adalah dengan pembuatan tanggul pantai. Permasalahannya adalah di sepanjang lokasi pembangunan tanggul sudah ada berbagai jenis aktivitas masyarakat sehingga menimbulkan dampak sosial ekonomi. Untuk itu, tulisan ini hendak mengetahui pihak yang terdampak, jenis dampak sosial ekonomi dan strategi mitigasi permasalahan yang muncul.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode kajian literatur, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang menerima dampak sosial ekonomi adalah warga yang bermukim di areal pembangunan, pelaku usaha di sektor perikanan, nelayan/pengguna kapal nelayan, dan pengusaha pasir/besi tua. Jenis dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan adalah perceived impact dan real impact. Sedangkan strategi mitigasi yang dilakukan adalah struktural dan nonstruktural. Untuk itu, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beberapa dermaga/sandaran kapal serta kebijakan relokasi warga.     
PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL SCALING UNTUK EVALUASI STATUS KEBERLANJUTAN DANAU MANINJAU Mahida, Masmian; Hermawan K, FX; Permana, Galih Primanda
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.907 KB)

Abstract

Fungsi Danau Maninjau merupakan salah satu dalam 15 danau prioritas nasional pada tahun 2015-2019 untuk dilestarikan mengingat memiliki fungsi strategis bagi kehidupan masyarakat. Dalam observasi lapangan yang dilakukan tahun 2017 bahwa berbagai aktivitas industri dan domestik tersebut banyak di lakukan di area sempadan danau, seperti permukiman, restoran, pertokoan kelontong dan makanan, serta pertanian yang mana dari aktivitas tersebut dapat berpotensi mengakibatkan pencemaran pada perairan danau. Untuk itu tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah untuk mengetahui tingkat keberlanjutan Danau Maninjau berdasarkan 3 dimensi, yakni ekologi, sosial, ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah dengan penilaian cepat multi disiplin dengan analisis MDS (Multidimensional Scaling). Dari hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan pada dimensi ekonomi Danau Maninjau dengan status baik dengan faktor pengungkit : pemanfaatan ekonomi lainnya (air baku), pemanfaatan fungsi energi (PLTA), dan pemanfaatan fungsi pariwisata. Nilai indeks keberlanjutan pada dimensi sosial Danau Maninjau dengan status cukup berkelanjutan dengan faktor pengungkit : diversifikasi pekerjaan, kekerabatan masyarakat, dan kesadaran masyarakat. Dan nilai indeks keberlanjutan pada dimensi ekologi Danau Maninjau dengan status cukup berkelanjutan dengan faktor pengungkit : banjir, ketersediaan air di hulu, dan pembawa penyakit.
MODEL DINAMIKA PERKEMBANGAN KOTA-KOTA DI WILAYAH TIMUR INDONESIA Andjarwati, Dica Erly; Hermawan K, FX
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.563 KB)

Abstract

Pembangunan yang lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa menyebabkan Pulau Jawa menjadi lebih maju dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Hal tersebut kemudian menimbulkan ketimpangan struktur ekonomi yang mencolok antara Pulau Jawa dan luar Pulau jawa. Daerah yang relatif kaya mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sehingga berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di daerahnya. Hal ini sangat jauh berbeda dengan daerah-daerah yang relatif miskin khususnya kawasan timur Indonesia.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Desember 2017, di 4 Kota/Kabupaten di Timur Indonesia antara laian Jayapura, Sorong, Ternate dan Manggarai Barat. Adapun tujuan dari penelitian untuk membangun model dalam pengembangan kota di Wilayah Timur Indonesia, simulasi skenario kebijakan dalam pengembangan kota di Wilayah Timur Indonesia dengan pendekatan yang digunakan adalah sistem dinamik. Berdasarkan hasil simulasi dimana penduduk di daerah wisata akan cepat berkembang seperti Kabupaten Manggarai Barat, tingkat kemiskinan di Wilayah timur dibandingkan rata-rata di Indonesia sudah membaik sampai tahun 2017 tetapi kedepannya akan terjadi gap kembali terhadap rata-rata tersebut.  Sedangkan rata-rata pengangguran di wilayah timur cenderung sama dan mendekati rata-rata Indonesia. Yang perlu menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah yang masih belum optimal sehingga masih memerlukan alokasi lahan untuk sampah kedepannya.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN KEBUMEN Apriyanti, Dwi
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.125 KB)

Abstract

Salah satu faktor penghambat pembangunan jalan adalah sulitnya pengadaan tanah, yang seringkali disebabkan kurangnya partisipasi masyarakat. UU No. 2 tahun 2012 menjamin dan memberi ruang lebih bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam seluruh tahapan pengadaan tanah sampai dengan pelaksanaan pembangunan, melalui prinsip keterbukaan dan keikutsertaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan pengadaan tanah, terutama melihat sejauhmana partisipasi masyarakat , kemudian dibandingkan dengan peraturan perundang undangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan di dua lokasi pembangunan jalan  di Kabupaten Kebumen. Analisa dilakukan dengan mengelompokkan hasil catatan lapangan sesuai tema  yang kemudian ditafsirkan dan dihubungkan dengan konsep atau teori. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan pengadaan tanah di Kebumen tidak sesuai dengan tahapan dalam undang undang, terutama untuk pengadaan tanah skala besar.  Ketidak sesuaian adalah pada tidak adanya sosialisasi sebelum dikeluarkannya penetapan lokasi dan penentuan harga satuan tanah yang didasarkan pada buku status tanah tahun 1960.  Warga berpartisipasi dalam pengadaan tanah karena keterpaksaan dan mengharapkan ganti rugi yang tinggi atas aset yang terkena dampak. Dari penelitian ini diharapkan perbaikan pelaksanaan pengadaan tanah agar dilakukan sesuai dengan undang undang, termasuk dalam penilaian harga satuan harus didasarkan pada  kondisi saat pengadaan tanah dilakukan, sehingga warga bisa berpartisipasi secara sukarela. Kata Kunci : partisipasi masyarakat, pengadaan tanah, pembangunan jalan
PEMETAAN KESIAPAN PENERAPAN SISTEM TEKNOLOGI UPRATING DI REMBANG, SELAYAR DAN MERAUKE Heston, Yudha Pracastino; Wardhani, Saraswati Tedja
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.149 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk, meningkatkan pula kebutuhan air bersih, selain dari kebutuhan primer lainnya. Balitbang Kementerian PUPR telah mengembangkan sistem teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi instalasi pengolahan air (IPA). Sistem teknologi itu adalah “uprating”yang merupakan upaya rehabilitasi IPA hingga dapat berproduksi sampai dua kali debit awal. Penerapan sistem teknologi ini, dikembangkan dari IPA berbahan beton ke IPA dengan bahan baja. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesiapan penerapan teknologi Uprating pada tiga PDAM yaitu Rembang, Kepulauan Selayar dan Merauke. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah dengan menggunakan deskriptif kualitatif untuk menentukan kelayakan penerapan sistem Teknologi Uprating. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa PDAM Rembang memiliki kecukupan syarat untuk menerapkan teknologi. Sedangkan dua PDAM yang lain yaitu Merauke dan Kepulauan Selayar belum mencukupi syarat untuk penerapa teknologi uprating.

Page 1 of 1 | Total Record : 6