cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2010)" : 6 Documents clear
TINJAUAN ASPEK EKONOMI PADA KEBIJAKAN BERWAWASAN GENDER ( Studi kasus di lingkungan kementrian pekerjaan umum ) Lumongga, Retta Ida
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.705 KB)

Abstract

Isu gender merupakan bagian dari isu global. Dan sebagai bagian dari komunitas global, Kementerian PekerjaanUmum, sebagai suatu lembaga pemerintah, perlu memasukkan gender ke dalam strategi perencanannya. Isugender secara global terkait dengan permasalahan ekonmi, untuk melihat bagaimana kebijakan berperansertaterhadap pemecahan permasasalahan yang ada. Seluruh kebijakan yang responsif gender dan data yangdiimplementasi dikumpulkan dari lingkup pekerjaan umum. Permasalahan umumnya yang ditemui dalam isugender global, adalah diskriminasi gaji, bidang kerja yang terbatas dan produktivitas kerja yang rendah yangdisebabkan kondisi kerja yang tidak didukung. Hasilnya menunjukkan beberapa kebijakan berjalan denganbaik untuk memecahkan permasalahan, tetapi beberapa hal lain butuh untuk diperbaiki. Informasi ini dapatberguna sebagai masukan untuk pengembangan kebijakan responsif gender lebih jauh.
PERSPEKTIF SOSIAL EKONOMI TERHADAP APLIKASI TEKNOLOGI RUMAH RISHA Nugraha, Dimas Hastama
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.522 KB)

Abstract

RISHA sebagai hasil penemuan teknologi permukiman memiliki banyak keunggulan teknis . Tetapi penerapanRISHA di daerah, khususnya di daerah yang tidak menerima program rekonstruksi pasca bencana, dinilaibelum optimal. Dari aspek sosial ekonomi, penerapan RISHA, telah dikenal oleh masyarakat akan tetapibelum menemukan mekanisme pasar yang baik. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yangmenganggap RISHA sebagai varian alternatif, bukan sebagai tujuan utama rumah. Penelitian ini ditujukanuntuk menerangkan bagaimana aplikasi RISHA sejauh ini dari aspek sosial ekonomi di 3 (tiga) daerah yaituJawa Barat, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.Temuan penting menunjukkan bahwa RISHA bersifatvisible tetapi belum bankable, maka diperlukan sosialisasi untuk penyebarluasan persepsi pengembanganRISHA mengingat sebagian responden belum mengetahui informasi secara lengkap
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TEKNOLOGI SUMUR RESAPAN AIR HUJAN DAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (Studi Kasus : Kabupaten Tangerang Selatan ) Angguniko, Bastin Yungga
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.323 KB)

Abstract

Air memainkan peran penting dalam hidup kita, tetapi hanya sedikit orang yang berpikir untuk menjaga danmelestarikannya. Namun, kemampuan alam meresapkan air tidak seimbang dengan kegiatan manusia yangmenyebabkan semakin langkanya air. Ini dapat menimbulkan dampak negatif, seperti: kekurangan air, banjirdan penurunan tanah. Dengan mengetahui, memahami, dan melaksanakan pembuatan sumur resapan airhujan (SRAH) dan lubang resapan biopori (LRB) sebagai alternatif pengembangan teknologi terapan, manusiadapat menyimpan air, menyelamatkan lingkungan, dan mengatasi kelangkaan air tersebut. Tujuan penelitianadalah untuk mengetahui seberapa jauh persepsi masyarakat hingga saat ini dalam sosialisasi dan penerapanteknologi SRAH dan LRB. Pendekatan ini diharapkan untuk memberdayakan potensi lokal, memupuk rasa milikdiri, meningkatkan nilai manfaat, dan menjamin keberlanjutan. Artikel ini menggunakan metode penelitiantindakan dengan lokasi di Tangerang Selatan. Kajian ini ingin mengobservasi penerapan partisipatif dalamteknologi SRAH dan LRB sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam setiap tahap proyek /pembangunanmelalui proses uji coba secara bertahap pada tingkat RT/RW, kelurahan/kecamatan, dan perumahan. Sebagaihasil, selain mengatasi masalah sampah di lingkungan perumahan akibat genangan, pejabat pemerintahditempatkan sebagai pendukung / fasilitator, sementara kontrol terhadap proses pembangunan lebihdipercayakan kepada publik. Persepsi tingkat penerimaan terbesar dalam tahap sosialisasi 49.70% (168orang) dan penerapan 87.28% (295 orang) adalah pada tingkat Rukun Tetangga / Rukun Warga.
AKSEPTIBILITAS MASYARAKAT TERHADAP ASPEK OPERASI DAN PEMELIHARAAN JEMBATAN CABLE STAYED PALIBAJA DI SUKABUMI Raksono, Satrio Sang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.488 KB)

Abstract

Pembangunan jembatan cable stayed Palibaja di Sukabumi menggantikan jembatan gantung sederhana yang telahrusak. Jembatan ini merupakan upaya peningkatan fungsi aksesibilitas sehingga memudahkan terjadinya pertukaranbarang dan jasa serta mobilitas manusia. Kebutuhan mobilitas masyarakat terbatas oleh kapasitas beban dan lebarjembatan. Kondisi tersebut memerlukan operasi dan pemeliharaan (O&P) partisipatif pemanfaatan jembatan yangmelibatkan unsur masyarakat. Keterlibatan masyarakat dimaksudkan agar jembatan berfungsi optimal sertapengamanan dan pelestarian pemanfaatan jembatan tetap terjamin. Selama ini O&P Jembatan yang dibangunpemerintah selalu dilakukan oleh pemerintah dengan pihak mitra kerja (swasta). Masyarakat secara mandiri telahmelaksanakan O&P untuk jembatan sederhana. Pengalaman tersebut dapat diartikan sebagai modal sosial. Prosespersiapan keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting terkait O&P partisipatif pemanfaatan jembatan. Untukitu perlu dilakukan penelitian guna memahami persepsi masyarakat tentang bagaimana akseptibilitas masyarakatterhadap pentingnya O&P jembatan. Tujuannya untuk (a) menilai kemauan dan kemampuan mengoperasikan danmemelihara jembatan; (b) memetakan modal sosial untuk pembentukan kelompok dalam melaksanakan O&P; (c)memetakan jenis-jenis pelanggaran yang berhubungan dengan O&P; (d) menggali persepsi masyarakat tentangpentingnya tindakan mencegah pelanggaran. Metode penelitian dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner,wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) untuk menggali data primer serta penelusuran datasekundair yang diperlukan. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaakseptibilitas masyarakat terhadap aspek O&P jembatan cable stayed cukup tinggi.
PERAN INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP DINAMIKA SOSIAL DAN EKONOMI DI KAWASAN PERBATASAN INDONESIA--PAPUA NEW GUINEA Suriadi, Andi; Kundjono, Kundjono; Osnidar, Osnidar
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.394 KB)

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan lintas Papua di kawasan perbatasan RI – PNG pada dasarnya diharapkanberperan untuk membuka isolasi daerah-daerah pedalaman sehingga dapat meningkatkan kondisi sosial danekonomi masyarakat. Pertanyaannya adalah bagaimana peran jalan terhadap peningkatan kondisi sosial danekonomi masyarakat yang ada di sepanjang jalan lintas Papua. Untuk itu, melalui metode penelitian kualitatif,terungkap bahwa dari sisi sosial dampak akibat pembangunan jalan adalah meningkatnya berubahnya polamobilitas, serta semakin baiknya hubungan sosial antara sesama suku asli Papua maupun dengan sukupendatang. Demikian pula, dari sisi ekonomi, pembangunan jalan telah berdampak pada meningkatnyapendapatan masyarakat akibat semakin mudahnya penjualan hasil bumi dan pasokan kebutuhan pokok.Namun demikian, tidak selamanya kondisi jalan baik. Pada musim hujan ternyata berdampak sebaliknya,yakni menghambat terjadi hubungan sosial dan meningkatnya biaya transportasi hampir 3 kali dan kenaikanharga kebutuhan pokok 40-100 %.
Pengaruh Peningkatan Jumlah Produksi AsbutonTerhadap Indikator Ekonomi Wilayah Kabupaten Asbuton Kristiawan, Andreas
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.941 KB)

Abstract

Indonesia saat ini mengimpor aspal karena produksi aspal minyak tidak mencukupi kebutuhan aspal untukpembangunan jalan. Padahal Indonesia mempunyai cadangan aspal yang cukup besar di Pulau Buton.Pemerintah mengeluarkan kebijakan pemanfaatan aspal buton untuk mengurangi impor. Respon PemerintahKabupaten Buton memberikan kemudahan bagi perusahaan yang bergerak di bidang aspal untuk menambangaspal di Buton. Hal ini menjadi peluang dalam peningkatan ekonomi wilayah Buton. Tujuan penelitian iniadalah membuktikan pengaruh peningkatan produksi asbuton terhadap PDRB, PAD dan pertumbuhanekonomi wilayah. Untuk itu, penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa peningkatan produksi asbuton berpengaruh positif dan sigifikan pada PDRB. Sedangkan terhadap PADdan pertumbuhan ekonomi wilayah, peningkatan produksi asbuton berpengaruh postif tetapi tidak signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6