cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 3 (2011)" : 5 Documents clear
MODEL KUALITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN UNTUK PEREMAJAAN KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN Nugraha, Dimas Hastama
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.253 KB)

Abstract

Cigugur Tengah merupakan kawasan kumuh di Kota Cimahi, Jawa Barat yang harus diremajakan, seraya memperbaiki kualitas lingkungannya. Namun, program peremajaan tersebut tidak serta merta dapat diterima oleh masyarakatnya. Hal tersebut berakibat pada tertundanya pelaksanaan program yang telah direncanakan oleh Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat. Dalam rangka mengantisipasi dampak yang lebih besar lagi, dilakukan penelitian tentang faktor faktor penyebab penolakan masyarakat terhadap program peremajaan kawasan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan pendampingan. Penelitian diawali dengan melakukan pemetaan terhadap kondisi dan potensi wilayah ditinjau dari aspek demografi maupun fisik serta ketersediaan prasarana dan sarana permukiman. Pemetaan kualitas lingkungan dilakukan dengan memakai indikator kepadatan penduduk, prosentase penduduk pendatang, prosentase berpenghasilan rendah dan pendidikan rendah. Sedangkan pemetaan permasalahan kawasan dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Hasil pemetaan kualitas lingkungan permukiman (IK2KIM) secara demografis menyimpulkan bahwa RT 03 di Kelurahan Cigugur mempunyai kualitas lingkungan terbaik dan RT 07 memberikan hasil yang paling tidak baik. Hasil pemetaan permasalahan kawasan secara fisik menyimpulkan bahwa semua RT yang ada memberikan gambaran permasalahan fisik yang rata- rata relatif sama.
INDIKATOR PERUBAHAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PASCA PEMBEBASAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN Rianto, Nanang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.96 KB)

Abstract

Maraknya permasalahan terkait pengadaan lahan menarik untuk diketahui mengingat masyarakat telah diberi kompensasi dalam berbagai bentuk seperti uang atau lahan di lokasi lain. Tulisan ini akan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kesejahteraan masyarakat pasca pembebasan lahan akibat pembangunan infrastruktur. Kajian singkat ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menjabarkan faktor-faktor berpengaruh tersebut ke dalam sebuah instrumen pengukuran berupa variabel-variabel dan indikator. Untuk melengkapi sifatnya yang normatif, dilakukan juga wawancara dan diskusi dengan sejumlah informan dan partisipan dari unsur masyarakat yang terkena pembebasan lahan) serta instansi pemerintah (pihak yang membebaskan lahan) yang relevan dan menguasai perihal konsep dan dimensi kajian. Temuan kajian mendapati faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat pasca pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur adalah: 1) Pendapatan; 2) pengeluaran; 3) akses wilayah ke tempat perekonomian; 4) akses ke pelayanan publik. Proses pembuatan instrumen secara umum dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yakni: 1) mendefinisikan konsep kesejahteraan; 2) membuat kerangka konseptual dan mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan; 3) membuat cara mengaplikasikan instrumen.
KEMAMPUAN ADAPTASI MASYARAKAT DI PERMUKIMAN KUMUH TERHADAP BANJIR ROB : STUDI KASUS KELURAHAN KEMIJEN KOTA SEMARANG Febrianty, Dessy; Kusumartono, FX. Hermawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.942 KB)

Abstract

Salah satu lokasi hunian di bagian timur Kota Semarang yang cukup fenomenal adalah Kelurahan Kemijen. Di kelurahan tersebut, terdapat sebuah permukiman yang masuk dalam kategori kumuh. Secara historis bertalian erat dengan pelbagai perusahaan, pusat perdagangan, dan industri yang tumbuh di sekitarnya yang memiliki hubungan dalam menopang pertumbuhan permukiman tersebut. Secara historis pula banjir rob menjadi langganan yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi aktifitas sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat dikaitkan dengan kemampuan adaptasi masyarakat terhadap banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui metode ini diharapkan dapat diperoleh gambaran riil tentang kehidupan masyarakat serta bagaimana mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan mereka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan kajian literatur. Sedangkan Analisis data dilakukan dengan empat tahap, yaitu tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kemampuan adaptasi masyarakat di permukiman kumuh Kemijen didukung oleh munculnya berbagai kegiatan ekonomi (usaha subsisten dan shadow ekonomi), kedekatan dengan tempat kerja, mudahnya akses serta kekuatan organisasi sosial (organisasi bentukan pemerintah, organisasi luar, dan organisasi bentukan masyarakat lokal) yang membantu keberlangsungan kehidupan warga. Hal-hal tersebut yang menyebabkan mereka bertahan di lokasi ini.
TANTANGAN KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN SITU BERKELANJUTAN Setianto, Suryawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.95 KB)

Abstract

Situ adalah salah satu ekosistem yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air sementara. Dengan demikian, peran situ menjadi penting dalam siklus hidrologi air. Pentingnya peran situ tidak kemudian menjadikan masyarakat peduli dan mau melindungi keberadaan situ. Justru sebaliknya, situ banyak mengalami pencemaran serta pengurugan. Munculnya permasalahan ini terkait dengan lemahnya pengawasan serta ketidakjelasan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting situ di Jabodetabek dan permasalahan kelembagaan yang muncul untuk kemudian merumuskan strategi dalam pengelolaan yang berkelanjutan. Pendekatan yang dipakai adalah kualitatif deskriptif karena dianggap bisa memetakan peran stakeholders yang terlibat dengan komprehensif. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa untuk bisa mewujudkan pengelolaan situ yang berkelanjutan diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dengan mempertimbangkan kesetaraan derajat sharing, konversi potensi lokal menjadi collective action, serta perkuatan intergovernmental networks.
MODEL PENILAIAN KESIAPAN TEKNOLOGI UNTUK DIMANFAATKAN MASYARAKAT SECARA BERKELANJUTAN Panggabean, Elias Wijaya
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.687 KB)

Abstract

Rendahnya pemanfaatan produk hasil litbang dalam pembangunan infrastruktur PU mengindikasikan belum siapnya teknologi untuk dimanfaatkan masyarakat. Dalam siklus litbang, fase ujicoba skala penuh merupakan fase paling krusial karena pada fase ini seringkali muncul permasalahan yang berakibat tidak optimalnya keberberlanjutan pemanfaatan teknologi. Hal ini mengindikasikan bahwa teknologi yang dirancang belum siap untuk diterapkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan teknologi adalah dengan menyusun instrumen penilaian kesiapan teknologi yang dapat memandu periset mematangkan teknologi sebelum dimanfaatkan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan datanya dikumpulkan melalui wawancara dan studi literatur. Instrumen tersebut dikembangkan dari model BPPT yang dikombinasikan dengan teori konsepsi-adopsi teknologi. Penilaian terdiri dari sembilan tingkatan dan terbagi dalam tiga tahapan riset yaitu riset dasar, riset terapan dan riset pengembangan. Hasil uji coba instrumen pada hasil penelitian dan pengembangan PU tahun anggaran 2011 menyimpulkan bahwa kesiapan teknologi pada setiap tahapan riset belum maksimal, karena ada beberapa parameter yang belum dicapai secara optimal, khususnya parameter sosial, ekonomi dan lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5