cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN" : 7 Documents clear
Karakteristik Fisik dan Kimia Beras Lokal Sawah di Provinsi Riau (Physical and Chemical Characteristics of Local Rice Fields in Riau Province) Fahroji, Fahroji
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.697

Abstract

           Meskipun Kementerian Pertanian telah banyak menghasilkan Varietas Unggul Baru (VUB) padi, petani di Provinsi Riau masih mengembangkan varietas lokal. Varietas padi lokal memiliki keunggulan seperti ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik pada agroekosistem spesifik, kebutuhan input produksi yang rendah, serta cita rasa nasi yang sesuai dengan preferensi petani. Namun, keberagaman varietas padi lokal di Provinsi Riau masih belum banyak diteliti, terutama karakteristik dan mutu berasnya. Kondisi ini menyulitkan petani untuk menentukan varietas lokal yang layak dikembangkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik beras padi lokal sawah di Provinsi Riau guna memberikan informasi yang bermanfaat bagi petani dalam memilih varietas lokal berkualitas tinggi untuk budidaya. Beras dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif untuk: karakteristik sifat fisik, meliputi panjang (P), lebar (L), ketebalan (T), rasio P/L, diameter ekuivalen (De), luas permukaan (Lp), spherecity (Ø) dan volume (V); karakteristik kimia meliputi kadar abu, lemak, protein, serat kasar, pati dan amilosa. 14 varietas padi lokal sawah di Provinsi Riau yaitu Buku, Cendani, Serai, Kuning, Kecik, Kretek Putih, Karya, Lembu Sawah, Ramos, Saiya, Benangsari, Pagarsari, Pandan Wangi, dan Seribu Gantang diuji karakteristik fisik dan kimianya. Berdasarkan ukuran beras, ke-14 varietas tersebut memiliki ukuran sedang dan panjang,sedangkan berdasarkan bentuknya yaitu medium dan ramping. Kadar air semua varietas memenuhistandar mutu SNI 6128:2020 yaitu 7,27-11,58 persen, kadar abu 0,37-0,62 persen, kadar lemak 0,20-0,48 persen, kadar protein 6,73-9,57 persen, kandungan serat kasar 0,07-0,27 persen, dan kandungan pati 73,62- 83,74 persen. Varietas yang diuji memiliki kadar amilosa 20,59-33,55 persen yang menunjukkan nasi bertekstur sedang dan tinggi.              Although the Ministry of Agriculture has released many New Superior Varieties (VUB) of rice, farmers in Riau Province continue to grow local varieties due to their advantages—such as resistance to local environmental stresses, low input requirements, and preferred taste. However, the diversity and quality of these local rice varieties remain understudied, making it difficult for farmers to identify and select high-quality types for further development. Therefore, this study aimed to examine the characteristics of local lowland rice in Riau Province, helping farmers choose high-quality local rice varieties for cultivation. Rice was analyzed qualitatively and quantitatively for its physical and chemical properties. Physical characteristics were length (P), width (L), thickness (T), P/L ratio, equivalent diameter (De), surface area (Lp), spherecity (Ø) and volume (V). Chemical analysis included ash, fat, protein, crude fiber, starch and amylose content. A total of 14 local rice varieties in Riau Province, namely Buku, Cendani, Serai, Kuning Kecik, Kretek Putih, Karya, Lembu Sawah, Ramos, Saiya, Benangsari, Pagarsari, Pandan Wangi, and Seribu Gantang were evaluated for their physicochemical characteristics. Based on the size, the 14 varieties have medium and long sizes, while based on their shape, they are medium and slender. The moisture content of all varieties met the quality requirements of SNI 6128:2020, which ranged 7.27-11.58 percent. Ash content ranged 0.37-0.62 percent, lipid content ranged 0.2-0.48 percent, protein content ranged 6.73-9.57 percent, crude fiber content ranged 0.07-0,27 percent, and starch content ranged 73.62-83.74 percent. Amylose content ranged 20.59-33.55 percent which indicated medium and high textured rice.
Transmisi Harga Cabai Merah Keritingdi Kabupaten Bangka Tengah (Price Transmission of Curly Red Chiliesin Central Bangka Regency) Purwasih, Rati
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.794

Abstract

         Terdapat perbedaan yang besar antara harga cabai merah keriting tingkat petani dan konsumen di Kabupaten Bangka Tengah yaitu sebesar Rp10.871,00 per kilogram. Rantai pemasaran yang panjang atau penyalahgunaan market power oleh pelaku pemasaran dapat menyebabkan disparitas harga yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transmisi harga terjadi dalam distribusi pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Bangka Tengah. Data yang digunakan yaitu harga cabai merah keriting tingkat petani dan konsumen di Kabupaten Bangka Tengah berupa data time series mingguan dari Maret 2020 hingga November 2022. Pendekatan analisis data yang digunakan untuk memenuhi tujuan penelitian adalah dengan metode Asymmetric Error Correction Model (AECM). Penelitian mengungkapkan bahwa perubahan harga cabai merah keriting tingkat petani ditransmisikan secara simetri ke konsumen di Kabupaten Bangka Tengah baik dalam jangka pendek ataupun dalam jangka panjang. Hasil ini menandakan bahwa pemasaran cabai merah keriting di Kabupaten Bangka Tengah efisien dari segi efisiensi harga. Tetapi petani perlu meningkatkan kualitas cabai merah dan pemasarannya dilakukan secara kolektif agar dapat meningkatkan market power petani dalam penentuan harga jual.               In Central Bangka Regency, curly red chilies have a price disparity of IDR10,871,00 per kilogrambetween farmers and consumers. This issue stems from a lengthy market chain and merchants’ market power. This study analyzed price transmission at each stage of the market chain. Using weekly timeseries data from March 2020 to November 2022, the research examined price dynamics at both farmer and consumer levels. The Asymmetric Error Correction Model (AECM) was applied to assess market efficiency. The findings indicated that price changes are transmitted symmetrically, suggesting an efficient market structure in Central Bangka Regency. The findings indicated that price changes are transmitted symmetrically to consumers in both the short and long run, suggesting that the curly red chili market in Central Bangka Regency operated efficiently in terms of price transmission. However, farmers need to improve the quality of red chili peppers, and marketing should be done collectively to enhance farmers’ market power in determining selling prices.
Persepsi Konsumen terhadap Serbuk Minuman Tempeuntuk Kesehatan (Consumer Perceptions of Tempe Drink Powder for Health) Astawan, Made; Laut, Bimaris Tranoya; Aries, Muhammad
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.844

Abstract

         Meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat. Tren ini mendorong industri pangan untuk memproduksi makanan maupun minuman yang lebih sehat. Serbuk Minuman Tempe (SMT) merupakan salah satu produk olahan tempe yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol dan menjaga tekanan darah tetap normal. Akan tetapi, studi terkait persepsi konsumen terhadap manfaat kesehatan SMT masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi konsumen terhadap SMT dengan metode survei menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan persepsi konsumen. Analisis chi-kuadrat dan korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik responden dan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen terhadap SMT sangat positif, ditandai dengantingginya minat konsumen untuk mencoba serta kesediaan mereka membayar lebih mahal untuk produk tersebut. Responden juga menyukai atribut rasa, aroma, tekstur, dan warna SMT, serta menilai sertifikasi produk sebagai aspek yang sangat penting. Karakteristik umur memiliki hubungan positif dengan minat mencoba produk SMT (Rs=0,171). Tingkat pendidikan berhubungan positif dengan preferensi tempat pembelian (Rs=0,171), sementara tingkat pengetahuan berhubungan positif dengan manfaat SMT (Rs=0,208). Selain itu, rentang pendapatan memiliki hubungan signifikan terhadap harga produk per kemasan (Rs=0,256). Hasil ini menunjukkan bahwa potensi pasar SMT yang menjanjikan sebagai produk kesehatan.             The increasing mortality rate due to cardiovascular disease has raised public awareness of the importance of living a healthy lifestyle. This trend has encouraged the food industry to produce healthier food and beverages. Tempe Drink Powder (TDP) is a processed tempe product that can potentially lower cholesterol levels and maintain normal blood pressure. However, studies on consumer perceptions of TDP’s health benefits remain limited. This study aimed to evaluate consumer perceptions of TDP using a survey method with a questionnaire instrument. Data were analyzed quantitatively using descriptive statistics to describe consumer characteristics and perceptions. Chi-square analysis and Spearman’s Rank correlation were used to identify relationships between respondent characteristics and research variables. The results showed that consumer perception of TDP were positive, marked by high consumer interest and willingness to pay more for the product. Respondents also liked TDP’s taste, aroma, texture, and color attributes and considered product certification a highly important aspect. Age characteristics positively correlated with interest in trying TDP products (Rs = 0.171). Educational level was positively related to purchase place preference (Rs=0.171), while knowledge level was positively related to perceived benefits of TDP (Rs=0.208). In addition, income range had a significant relationship with product price per pack (Rs=0.256). These results indicated that the TDP market potential is promising as a health product.
Preferensi Konsumen terhadap Pembelian Gula Pasirdi Kabupaten Jember (Consumer Preferences for Purchasing Granulated SugarIn Jember Regency) Magfiroh, Illia Seldon
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.854

Abstract

             Gula pasir merupakan bahan pokok yang digunakan sebagai pemanis dan pengawet dalam minuman. Bagi produsen atau pemasar, penting untuk mengetahui preferensi dan kesukaan konsumen terhadap produk yang mereka pasarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi dan tingkat kepuasan konsumen terhadap pembelian gula pasir di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Multiatribut Fishbein dan Customer Satisfaction Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap gula pasir di wilayah pedesaan Kabupaten Jember, berdasarkan perhitungan sikap konsumen (A0) terhadap 12 atribut gula pasir, mencerminkan adanya atribut dengan nilai sikap positif hingga negatif. Preferensi konsumen terhadap gula pasir di wilayah pedesaan Kabupaten Jember yaitu harga, kemudahan memperoleh gula pasir, jenis gula pasir curah, kebersihan gula pasir, warna, ukuran pembelian satu kilogram, ukuran kristal, ukuran pembelian kurang dari satu kilogram, merek, iklan dan kemasan lebih dari satu kilogram. Nilai indeks kepuasan konsumen gula pasir di wilayah pedesaan Kabupaten Jember sebesar 72,25 persen. Nilai tersebut berada dalam kriteria puas yang berarti secara umum konsumen gula pasir di wilayah pedesaan merasa puas terhadap produk gula pasir yang dikonsumsi.               Granulated sugar is a staple ingredient used as a sweetener and preservative for drinks. Asproducers or marketers, it is important to understand consumers’ preferences regarding the products. This research aimed to determine consumer preferences and satisfaction with purchasing granulated sugar in Jember Regency. This research was conducted in Jember Regency. The samples used consisted of 120 respondents. The data analysis method were Fishbein Multiattribute and Customer Satisfaction Index. The research results showed that consumer preferences for granulated sugar in the rural areas of Jember Regency, based on consumer attitude calculations (A0) towards 12 sugar attributes, included attributes with both positive and negative attitude values. Consumer preferences for granulated sugar in rural areas of Jember Regency were price, ease of obtaining granulated sugar, bulk granulated sugar, cleanliness of granulated sugar, colour, purchase size of one kg, crystal size, purchase size less than one kg, brand, advertising and packaging more than one kg. The consumer satisfaction index value for granulated sugar in the rural area of Jember Regency was 72.25 percent. The value falls within the satisfied criteria, which means that granulated sugar consumers in rural areas are generally satisfied with the granulated sugar products they consume.
Dampak Pembangunan Infrastruktur Pertanian terhadapKesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi di Malang (The Impact of Agricultural Infrastructure Development on The Welfareof Rice Farming Household in Malang) Ramadhani, Desi; Suhartini, Suhartini; Tri Wahyu Nugroho; Abdul Wahib Muhaimin; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.859

Abstract

         Pemerintah menginvestasikan dana besar dalam pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan petani di daerah pedesaan yang rentan terhadap kemiskinan. Infrastruktur pertanian, seperti jalan, irigasi, dan fasilitas penyimpanan, memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan dan menurunkan pengeluaran rumah tangga petani. Namun, dampak pembangunan infrastruktur tidak merata di seluruh kelompok pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak infrastruktur terhadap kesejahteraan rumah tangga petani dengan menggunakan metode Unconditional Quantile Regression (UQR) di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dengan 100 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pendapatan petani di semua kuantil. Rumah tangga dengan pendapatan tinggi (kuantil ke-80) merasakan dampak yang lebih besar, terutama dalam bentuk peningkatan akses ke pasar dan pengurangan biaya transportasi. Sebaliknya, dampak terhadap pengeluaran lebih signifikan pada rumah tangga berpendapatan rendah (kuantil ke-20), mencerminkan peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang heterogen dalam pembangunan infrastruktur. Kebijakan yang memprioritaskan akses ke pasar dan fasilitas dasar akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani berpendapatan rendah serta meningkatkan ketahanan ekonomi desa. Hal ini sangat penting dalam mengurangi ketimpangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di pedesaan.             The government has made substantial investments in infrastructure to enhance the welfare of farmers in rural areas, which remain vulnerable to poverty. Agricultural infrastructure, including roads, irrigation systems, and storage facilities, is crucial in improving farmers’ household income and expenditure. However, the impact of infrastructure development is not evenly distributed across different income groups. This study aimed to analyze the effect of agricultural infrastructure on the welfare of rural farming households using the Unconditional Quantile Regression (UQR) method. The research was conducted in Gondowangi Village, Wagir District, Malang, involving 100 randomly selected respondents. The findings revealed that agricultural infrastructure positively and significantly influences household income across all income quantiles. Households with higher incomes (80th quantile) benefited more from infrastructure, primarily through improved market access and reduced transportation costs. Conversely, the effect on household expenditure was more pronounced among lower-income households (20th quantile), reflecting improved access to basic needs. These results highlight the importance of a heterogeneous approach in agricultural infrastructure development. Policies prioritizing better access to markets, transportation, and essential services can significantly benefit low-income farming households while enhancing rural economic resilience. This approach is crucial for reducing inequality and fostering sustainable rural development.
Vermikompos untuk Mengurangi Cekaman Suhu Tinggi dalamProduksi Bawang Merah di Lahan Pesisir (Vermicompost to Reduce High Temperature Stress in Shallot Productionin Coastal Areas): Review Ayat, Taufik Hidayat; Fahrurrozi; Sumardi; Novianto
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.861

Abstract

         Bawang merah (Allium Cepa L.) merupakan komoditas sayuran hortikultura populer yang berperan sebagai sumber nutrisi dan pemberi cita rasa masakan di Indonesia. Konsumsi bawang merah per kapita masyarakat Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun produksinya mengalami penurunan sejak tahun 2021. Pemanfaatan lahan marginal di kawasan pesisir merupakan alternatif strategis untuk meningkatkan produksi bawang merah. Salah satu kendala dalam produksi bawang merah di kawasan ini adalah cekaman suhu tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan vermikompos untuk mengurangi cekaman suhu tinggi dalam produksi bawang merah di lahan pesisir. Vermikompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik oleh cacing tanah, terutama cacing Lumbricus yang mampu menjaga suhu dan kelembapan tanah secara optimal dengan memperbaiki aerasi tanah serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Vermikompos mengandung unsur hara makro dan mikro seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), dan mangan (Mn) yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Penggunaanvermikompos dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi cekaman suhu tinggi pada produksi bawang merah di wilayah pesisir dengan meningkatkan kualitas fisik tanah, biologi tanah dan sifat kimia tanah. Aplikasi vermikompos pada lahan di wilayah pesisir mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil bawang merah.             Shallot (Allium Cepa L.) is a popular horticultural vegetable commodity that serves as a source of nutrients and culinary flavor in Indonesia. Per capita consumption of shallots among Indonesian people has increased from year by year, however, its production has decreased since 2021. Utilization of marginal land in coastal areas is a strategic alternative to increase shallot production. One of the major challenges in shallot production in these area is high temperature stress. This article aims to examine the use of vermicompost to reduce high temperature stress in shallot production on coastal areas. Vermicompost is an organic fertilizer produced through the decomposition of organic matter by earthworms, especially Lumbricus, which can maintain optimal soil temperature and humidity by improving soil aeration and enhancing water retention. Vermicompost contains macro and micronutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), magnesium (Mg), iron (Fe), copper (Cu), and manganese (Mn), which are beneficial for increasing plant growth and yields. The use of vermicompost can be an effective solution to overcome high temperature stress in shallot production in coastal areas by improving the physical, biology, and chemical properties of the soil. Application of vermicompost on coastal lands has been shown to improve both the productivity and quality of shallot yields.
Preferensi Konsumen terhadap Daging Sapi di Kabupaten Jember:Suatu Analisis Konjoin (Consumer Preferences for Beef in Jember Regency: A Conjoin Analysis) Zainuddin, Ahmad; Rahman, Rena Yunita; Suciati, Luh Putu; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.890

Abstract

           Kebutuhan produk ternak khususnya daging sapi di Kabupaten Jember terus mengalami peningkatan pada beberapa periode terakhir. Dalam memutuskan untuk membeli daging sapi, konsumen mempertimbangkan beberapa atribut yang merupakan ekspresi dari preferensi konsumen. Berdasarkan hal itu, penelitian mengenai preferensi konsumen terhadap daging sapi di Kabupaten Jember menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Jember. Sampel diambil secara insidental dengan memilih 120 orang responden konsumen daging sapi yang berbelanja di pasar tradisional dan supermarket. Preferensi konsumen daging sapi dianalisis menggunakan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen daging sapi di Kabupaten Jember menyukai atribut daging sapi yang bertekstur empuk, berwarna merah cerah, tidak berlemak, ukuran potongan daging sapi yang besar, aroma segar, ukuran pembelian 1-2 kg, dan harga daging sapi yang relatif murah yaitu berkisar antara Rp100.000,00 – Rp120.000,00. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam mengonsumsi daging sapi adalah harga. Untuk mengakomodasi variasi preferensi konsumen, produsen perlu menawarkan varian produk daging sapi yang berbeda dengan harga yang berbeda. Sebagai regulator, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga daging sapi di pasar untuk mengendalikan inflasi.              The demand for livestock products, especially beef in Jember Regency has continued to increase in recent periods. In deciding to buy beef, consumers consider several attributes that are an expression of consumer preferences. Based on this, research on consumer preferences for beef in Jember Regency is important to conduct. This study was conducted in traditional and modern markets in Jember Regency. Samples were taken incidentally by selecting 120 beef consumer respondents who shopped at traditional markets and supermarkets. Beef consumer preferences were analyzed using conjoint analysis. The results showed that beef consumers in Jember Regency preferred beef attributes that were tender in texture, bright red in color, with no fat, large beef cut size, fresh aroma, purchase size of 1-2 kg, and relatively cheap beef prices ranging from Rp100,000,00 - Rp120,000,00. The most considered attribute in consuming beef was price. To accommodate variations in consumer preferences, producers need to offer different variants of beef products at different prices. As a regulator, the government needs to maintain the stability of beef prices in the market to control inflation.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 3 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue