cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
Dampak Volatilitas Harga Daging Sapi terhadap Industri Pengolahan Daging Sapi di Indonesia Komala Wati
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i1.402

Abstract

Daging sapi merupakan salah satu komoditi pangan pokok di Indonesia. Volatilitas harga daging sapi yang cenderung meningkat di tingkat konsumen tentunya mengkhawatirkan. Volatilitas harga yang meningkat dapat mempengaruhi industri pengolahan daging sapi, terutama usaha mikro kecil, menurunkan daya beli, menyumbang terhadap inflasi komoditi pangan lainnya, mengganggu stabilitas perekonomian dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pergerakan harga yang terjadi di Indonesia dan implikasinya terhadap konsumen, terutama pelaku usaha mikro kecil. Penelitian ini menggunakan data harga harian daging sapi di tingkat konsumen tahun 2008-2016 yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Volatilitas harga diukur dengan menggunakan model GARCH dan EGARCH. Hasil estimasi dari model GARCH (2,3) menunjukkan bahwa harga daging sapi memiliki volatilitas dengan persistensi tinggi dalam jangka panjang. Hasil estimasi EGARCH (2,3) menunjukkan bahwa volatilitas harga daging sapi cenderung merespon secara asimetri terhadap informasi yang meningkatkan harga daging sapi atau isu negatif. Harga daging sapi yang cenderung volatil setiap harinya menunjukkan perlunya kebijakan jangka pendek pemerintah yang dapat mengatasi berkurangnya ketersediaan daging sapi. Salah satu kebijakan jangka pendek yang dapat memenuhi ketersediaan daging sapi adalah kebijakan impor daging sapi dengan tetap memperhatikan kontinuitas ketersediaan daging sapi harian dan kebutuhan industri mikro kecil pengolahan daging sapi.
Analisis Permintaan Impor Daging di Indonesia: Pendekatan Error Correction Almost Ideal Demand System Ahmad Syariful Jamil
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i1.403

Abstract

Adanya peningkatan permintaan konsumen, produsen daging diminta untuk meningkatkan produksinya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi daging. Sejumlah impor daging yang berasal dari beberapa negara digunakan untuk memenuhi kesenjangan kebutuhan daging domestik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi elastisitas permintaan dan pendapatan daging impor baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, Error Correction Almost Ideal Demand System digunakan untuk menganalisis pasar impor. Data ekspor tahunan dari tiga negara dengan pangsa ekspor terbesar dari tahun 1967 sampai 2013 didapatkan dari United Nation Commodity Trade (UN Comtrade). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Australia memiliki pangsa tersebesar sebagai eksportir daging terbesar ke Indonesia. Nilai elastisitas harga sendiri menunjukkan bahwa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang adalah inelastis, hal itu berarti bahwa konsumsi daging impor tidak terpengaruh oleh perubahan harga. Berdasarkan nilai elastisitas pendapatan menunjukkan bahwa daging impor adalah barang normal. Selain itu, New Zealand mempunyai nilai elastisitas tertinggi dalam jangka pendek dan Australia dalam jangka panjang. Elastisitas harga silang menunjukkan bahwa terdapat hubungan kompetisi diantara ketiga negara tersebut.  
ANALISIS POTENSI PRODUKSI TEBU DENGAN PENDEKATAN FUNGSI PRODUKSI FRONTIR (Studi Kasus di PT. Perkebunan Nusantara X) Ahmad Zainuddin
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i1.404

Abstract

Salah satu kondisi yang dihadapi industri gula nasional dalam bidang on-farm adalah ketersedian lahan tebu yang terbatas. Pertumbuhan lahan tebu secara nasional mengalami penurunan. Produktivitas tebu nasional hanya berkisar antara 60-70 ton/ha (idealnya lebih dari 100 ton/ha). Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi adanya peluang untuk meningkatkan potensi produktivitas tebu melalui peningkatan efisiensi, besaran nilai efisiensi dan faktor-faktor penentu inefisiensi usahatani tebu. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja PTPN X. Sampel diambil secara purposive dengan memilih 35 orang responden petani tebu. Pendugaan parameter fungsi produksi frontier stokastik (SFPF). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan adalah luas lahan, pupuk anorganik, pestisida dan tenaga kerja. Nilai indeks rata-rata efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi usahatani tebu di wilayah kerja PTPN X berturut-turut adalah sebesar 0,77, 0,60, dan 0,45 yang mengindikasikan bahwa usahatani tebu efisien secara teknis, namun belum efisien secara alokatif dan ekonomi karena biaya produksi yang masih tinggi dengan harga gula yang masih belum memberikan keuntungan kepada petani tebu. Potensi produksi tebu di wilayah kerja PTPN X masih dapat ditingkatkan menjadi 151,40 Ton/Ha bahkan mampu meningkat sampai dengan 156,67 Ton/Ha dengan menggunakan teknologi bud chip, peningkatan kompetensi dan melakukan manajemen produksi yang baik.
ANALISIS STRUKTUR DAN PERILAKU PADI PADA PEMASARAN BERAS ORGANIK DI KABUPATEN BOYOLALI yuyun niarti
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i1.406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur dan perilaku pemasaran padi gabah organik di Kabupaten Boyolali. Metode dasar penelitian ini adalah metode penelitian diskriptif analitik. Responden penelitian merupakan lembaga pemasaran yang terdiri dari petani produsen padi organik dan pedagang padi organik. Responden penelitian terdiri dari 50 petani, 6 penggilingan padi umum, 2 pedagang pengumpul desa dan 1 koperasi.  Tujuan ini dapat dicapai dengan menggunakan analisis pangsa pasar, konsentrasi pasar, Herfindahl-Hirschman index (HHI) dan statistik deskriptif. Analisis jumlah penjual dan pembeli di pasar padi organik menunjukkan bahwa banyak penjual dan beberapa pembeli, responden merupakan anggota asosiasi pemasaran, ada kebebasan keluar masuk pasar, ada arus informasi pemasaran di pasar beras organik, penetapan harga beras organik ditentukan oleh pedagang/pembeli dengan dasar pada harga yang berlaku saat ini. Responden memperoleh informasi pemasaran dari perantara/pedagang. Struktur pasar beras organik ditemukan adalah oligopsoni. Perilaku responden antara lain mayoritas responden menjual padi segera setelah panen, responden bergantung pada pendanaan koperasi atau asosiasi pasar, penjual tidak berkolusi untuk menentukan harga, serta tidak mengiklankan hasil panen untuk dijual, dan mayoritas responden rutin menghadiri pelatihan tentang budidaya atau pemasaran padi.
PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS TEBU (Studi Kasus di PT. Perkebunan Nusantara X) Ahmad Zainuddin; Rudi Wibowo
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i1.409

Abstract

Permasalahan dari segi perbibitan yang menyebabkan rendahnya efisiensi industri gula nasional adalah tidak seimbangnya komposisi varietas-varietas tebu yang ditanam yaitu antara varietas masak awal, masak tengah dan masak akhir sehingga rendemen tidak optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis preferensi petani terhadap atribut bibit/varietas tebu. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja PTPN X. Sampel diambil secara purposive dengan memilih 45 orang responden petani tebu. Preferensi petani dianalisi dengan menggunakan pendekatan multiatribut Fishbein. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat 10 atribut yang dianggap paling penting bagi petani dalam menentukan pemilihan varietas bibit tebu. Selain itu, sikap responden petani berbeda-beda terhadap ketiga jenis varietas tebu. Petani tebu cenderung lebih menyukai varietas masak akhir dibandingkan masak awal dan akhir. Petani juga lebih menyukai tebu varietas masak awal dibandingkan dengan varietas masak akhir. Hal ini dikarenakan varietas masak akhir diyakin oleh petani memiliki potensi produktivitas dan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas masak awal atau tengah.
Antioxidant Activity of Pigmented Rice and Impact on Health Arfina Sukmawati Arifin
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i1.416

Abstract

The high number of free radicals that are not balanced with the amount of antioxidants in the body triggers oxidative stress. Oxidative stress causes impaired vascular function, damage to proteins and lipids in membrane cell, and nucleic acid (DNA) mutations. Chronic cell damage has a negative effect on tissue that triggers various diseases such as neurodegenerative diseases (Alzheimer's, Parkinson's), cardiovascular diseases (hypertension, arteriosclerosis, and others), cataracts, retinal damage, maculopathy, rheumatoid arthritis, asthma, stroke, diabetes mellitus , immunodepression, cancer, aging, hyperoxia, dermatitis, and others. The application of a healthy lifestyle for example by consuming food sources of bioactive compounds can minimize health risks. Rice is the staple food of the Indonesian people. Some types of rice contain red and black pigments which are known to have high antioxidant activity compared to white rice. The pigment comes from anthocyanin and proanthocyanidin. Various studies in vitro and in vivo prove that anthocyanin and proantocyanidine act as antioxidants and potency as a preventative for various diseases such as cardiovascular, diabetes mellitus, and etc.
Kaji Ulang Kebijakan Perberasan Khudori Khudori
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i1.421

Abstract

Pengumuman data baru produksi padi harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua kebijakan perberasan nasional. Sejak BPS tidak mempublikasikan data produksi padi pada 2016-2017, pemerintah membuat aneka kebijakan perberasan seperti harga eceran tertinggi (HET), Satgas Pangan, Tim Serap Gabah Petani (Sergap), dan merubah pengadaan dan operasi pasar, dan merubah subsidi beras dari bentuk natura menjadi bantuan pangan nontunai (BPNT). Setelah koreksi data produksi padi, terbukti asumsi yang digunakan sebagai dasar membuat aneka kebijakan perberasan tidak benar. Karena itu, kebijakan HET beras, keterlibatan Satgas Pangan dalam stabilisasi harga, dan Tim Sergab dalam pengadaan gabah/beras Bulog perlu ditinjau ulang. Pada saat yang sama, aturan standar beras perlu dipastikan, dan HPP dalam Inpres Nomor 5/2015 perlu disesuaikan dengan diikuti perubahan harga beras tunggal diubah jadi harga multikualitas dan memperbesar cadangan beras pemerintah.
Correlation between High Carbohydrate Foods with Glycemic Index Frendy Ahmad Afandi
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i2.422

Abstract

High carbohydrate food has been perceived as a food with high glycemic index (GI). Meanwhile, the risks of diabetes are frequently associated with the GI carbohydrate based foods. Therefore, a comprehensive study based on the literature review regarding the relationship between high-carbohydrate food and the glycemic index needs to be conducted. High-carbohydrate foods can be grouped into the available carbohydrates type and non-available carbohydrates type. Food with available carbohydrates such as glucose, disaccharide, digestible oligosaccharides, and starch have positive correlation with the GI. The non-available forms of carbohydrates are hardly digested by the body, so they usually have low GI. The non-available carbohydrates foods are fructooligosaccharide (FOS) and galactooligosaccharide (GOS), raffinose, stachyose, and verbascose. High-carbohydrate foods can have low GI value due to complex carbohydrates or resistant starches. The type of carbohydrate can be turned into non-available due to chemical modification, processing, or interacting with other components. This information is necessary because recently, people have high awareness in choosing carbohydrate food. Not only the amount consumed, but also its carbohydrate content, types of carbohydrates, and how they are processed are important to be observed.
Akses Pangan Dan Kejadian Balita Stunting: Kasus Pedesaan Pertanian Di Klaten Vanda Ningrum
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i1.424

Abstract

Akses pangan di tingkat rumah tangga masih menjadi salah satu permasalahan utama yang berkontribusi pada terjadinya balita stunting. Berdasar hal tersebut, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan rumah tangga dalam mengakses pangan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, dan ekonomi serta dampaknya terhadap kondisi stunting dengan mengambil kasus di 4 Desa Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Metode pengambilan data menggunakan kombinasi teknik kuantitatif dan kualitatif seperti survey rumah tangga, wawancara mendalam, observasi, dan diskusi terfokus. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumsi dalam mengakses dan mengelola pangan keluarga yang dipengaruhi oleh modernisasi di pedesaan. Selanjutnya, masalah terbesar bagi penduduk untuk memenuhi nutrisi adalah keterbatasan ekonomi dalam membeli makanan yang beragam dan bergizi. Keterbatasan ini berdampak langsung pada kebiasaan konsumsi pangan yang beragam, pada keluarga dengan balita stunting cenderung tidak menyukai makanan yang beragam khususnya sayur mayur dan makanan yang berasal dari laut. Membiasakan masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang beragam tidak hanya cukup dengan program sosialisasi, namun juga perlu dimulai dari meningkatkan kemampuan rumah tangga untuk mendapatkan pangan yang beragam melalui bantuan non tunai pangan baik dalam bentuk karbohidrat dan protein. Selain itu, memperluas akses pangan keluarga dapat dilakukan dengan membudayakan kembali pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya pangan.
Pendugaan Luas Panen dan Produksi Jagung Nasional Menggunakan Pendekatan Modeling Agil Muhammad
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i1.425

Abstract

Stabilitas produksi merupakan salah satu kendala dalam pengembangan jagung di Indonesia. Penelitian focus pada pengembangan model untuk menduga luas panen dan produksi jagung di Indonesia menggunakan dua model yaitu Arima dan Dumped trend. Data seri waktu dikumpulkan dari periode 1960-2016. Data yang menunjukkan pola gejolak distandarisasi terlebih dahulu menggunakan natural logaritma. Hasil pendugaan menunjukkan kedua model dapat memprediksi dengan baik krend produksi jagung dengan nilai koefisien korelasi >0.98. Sementara itu trend luas panen lebih sulit diprediksi karena pola gejolak data lebih ekstrim. Nilai koefisien korelasi luas panen 0,78 dengan model Arima serta 0,74 dengan model Dumped. Hasil pengujian model menunjukkan bahwa proyeksi tingkat produksi jagung pada tahun 2036 diperkirakan luas panen jagung naik menjadi 4.512.000 ha. Sementara itu hasil ramalan produksi jagung menunjukkan adanya kenaikan produksi dari 23 juta ton pada 2017 menjadi 36 juta ton atau naik sebesar 13 juta ton. Sementara itu Dumped trend menduga produksi jagung lebih tinggi yaitu 23 juta ton pada tahun 2017 dan naik menjadi 41 juta ton pada tahun 2036.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN More Issue