cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING PADA POLA KEMITRAAN Sustainability Of Broiler Farming On Partnership Pattern RENI SURYANTI
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i3.446

Abstract

The low level of sustainability of the broiler farming related to the low business capacity of farmers. This condition causes sustainability were low at economic, ecological and social dimension. The study aims to analyze the level of sustainability of broiler farming on partnership pattern, and analyze the influence of capacity on the sustainability ts business. The study involved 247 broiler farmers in Sukabumi and Bogor Regency. The research was conducted from August to October 2018. Samples were determined by cluster random sampling technique with farmer clusters in two districts. Data analysis used descriptive analysis and inferencing with regression and correlation. The results show that siustanibility were low. The business capacity of broiler farmers were weak. The low level of business sustainability is supported by the weak ability of non-technical farmers. Economic sustainability is positively related to technical ability and entrepreneurship. Ecological sustainability has positively related to technical and managerial capabilities. Whereas social sustainability relates negatively to technical, managerial and entrepreneurial abilities. Enhancing technical capabilities is needed to support business sustainability. A significant relationship between technical capabilities, entrepreneurship, managerial and economic, ecological and social sustainability can be followed up by giving attention to these capabilities in the implementation of extension activities. 
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional NONO RUSONO
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i3.450

Abstract

I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan adalah dengan memperkuat cadangan pangan. 2. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 48 tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum BULOG dalam rangka ketahanan pangan, perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga tiga komoditas pangan pokok yaitu beras, jagung dan kedelai. Sementara untuk 8 komoditas pangan lainnya yaitu gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam dapat ditangani oleh BUMN lainnya atau Perum BULOG atas penugasan melalui Menteri Perdagangan dengan persetujuan Menteri BUMN dan berdasarkan rapat koordinasi. 3. Sesuai Perpres tersebut, Perum BULOG diberikan tugas sebagai berikut : 1) pengamanan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen; 2) pengelolaan cadangan pangan pemerintah; 3) penyediaan dan pendistribusian pangan; 4) pelaksanaan impor pangan dalam rangka pelaksanaan tugas; 5) pengembangan industri berbasis pangan; dan 6) pengembangan pergudangan pangan. 4. Sampai saat ini kebijakan cadangan pangan yang bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan stabilisasi harga pangan masih kurang efektif yang disebabkan beberapa permasalahan diantaranya jumlah cadangan pangan yang dikelola oleh pemerintah melalui BULOG tidak cukup dan peranan Pemerintah daerah masih kurang optimal. 5. Studi kebijakan ini hanya difokuskan pada kebijakan pengelolaan cadangan pangan beras. Tujuan dari studi kebijakan ini adalah untuk menganalisis efektivitas dampak kebijakan pengelolaan cadangan pangan beras terhadap harga di tingkat produsen dan konsumen, serta menganalisis permasalahan dan merumuskan rekomendasi kebijakannya agar pengelolaan cadangan pangan beras lebih efektif dan efisien.
Faktor Determinan Efisiensi Dan Inefisiensi Teknis Usahatani Kedelai Lokal Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Determinant Factors of Technical Efficiency And Inefficiency of Local Soybean farming in Grobogan Regency, Central Java) Chanifah chanifah; Dwidjono Hadi Darwanto; Joko Triastono
JURNAL PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v28i3.456

Abstract

AbstrakKabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra produksi kedelai nasional dituntut untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai nasional. Upaya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan kinerja usahatani kedelai melalui peningkatan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kedelai serta faktor-faktor determinan yang mempengaruhi efisiensi  dan sumber-sumber inefisiensi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pulokulon dan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Data primer diperoleh melalui metode survey terhadap 60 responden pada bulan April 2019. Data primer yang digali adalah data usahatani kedelai pada Musim Tanam (MT) I Tahun 2018-2019. Data dianalisis menggunakan Frontier 4.1 sehingga diperoleh fungsi produksi stochastic frontier.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani kedelai relatif tinggi yaitu mencapai 0,81. faktor determinasi yang mempengaruhi efisiensi teknis adalah luas lahan, jumlah benih, jumlah tenaga kerja luar keluarga, pestisida, dummy varietas dan dummy lokasi kecamatan. Sumber-sumber inefisiensi teknis berasal dari umur petani, pengalaman usahatani dan intensitas pendidikan non formal/penyuluhan. Semakin lama pengalaman petani dan semakin banyak intensitas penyuluhan yang diikuti petani maka akan semakin menurunkan inefisiensi teknis. Efisiensi teknis dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan sumberdaya yang tersedia dengan teknologi yang sudah ada, serta meminimalisir sumber-sumber inefisiensi. 
Pengaruh Waktu Penggilingan dan Teknik Pemasakan terhadap Kinetika Pengeringan Daging Giling Lia Ratnawati
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mengevaluasi pengaruh waktu penggilingan dan teknik pemasakan(kukus, presto dan sangrai) terhadap kinetika pengeringan daging sapi giling; dan (ii) membandingkan rasiokelembaban atau moisture ratio (MR) dari teknik pemasakan (kukus, presto dan sangrai) dengan MR yangdihitung menggunakan persamaan kinetika pengeringan untuk memperoleh model kinetika yang palingsesuai. Daging segar (kadar air 77,75 persen (basis basah) melewati proses penggilingan, pemasakandan pengeringan, sehingga diperoleh daging giling kering (kadar air <10 persen). Penelitian menggunakanmetode eksperimental dengan parameter waktu penggilingan (1, 3 atau 5 menit) dan teknik pemasakan(kukus, presto dan sangrai). Pengeringan dilakukan menggunakan pengering kabinet suhu 60oC selama 3 jam dan setiap 30 menit dianalisa kadar air dan aktivitas air (Aw). Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggilingan daging selama 5 menit dengan teknik pemasakan kukus merupakan waktu terbaik untukmempercepat proses pengeringan. Model matematika yang mewakili kinetika pengeringan daging yaitumodel Page yang mempunyai nilai k = 0,529–1,178 dan n = 1,332–2,088 spesifik untuk masing-masingvariabel, dengan R2 sebesar 0,974–0,992 dan RMSE sebesar 0,021–0,053. Pada proses pengeringandaging giling ini terjadi penurunan nilai aktivitas air (Aw) dari kondisi segar sebesar 0,94–0,97 menjadi0,11–0,29 pada kondisi kering.
Refleksi Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2013 terhadap Pembangunan Peternakan Berkelanjutan: Pemberdayaan Peternak Sapi Potong Amam Amam
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.549

Abstract

Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan peternak terhadap pembangunanpeternakan berkelanjutan. Variabel penelitian terdiri dari pemberdayaan peternak merujuk pada PP No.6/2013 dan 5 (lima) dimensi pembangunan peternakan berkelanjutan, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosialdan budaya, kelembagaan, dan teknologi. Penelitian dilakukan di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel,Kabupaten Bondowoso. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, Focus Group Discussion(FGD), dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan peternak memengaruhi secarapositif dan signifikan terhadap dimensi ekologi juga sosial dan budaya, namun berpengaruh negatif dansignifikan terhadap dimensi kelembagaan dan teknologi, maka rekomendasi yang diusulkan ialah dibutuhkanrevitalisasi pemberdayaan peternak sesuai dengan PP No. 6/2013 dengan cara meningkatkan perananpemerintah dalam mendukung upaya pembangunan peternakan berkelanjutan dan rutin mengadakanprogram penyuluhan peternakan terkait inovasi teknologi, serta peternak pun harus aktif mengikuti programpenyuluhan tersebut.
Analisis Kebutuhan Fungsional dan Pemodelan Informasi Ketelusuran Pada Rantai Pasok Beras: Functional Requirements Analysis and Traceability Information Modeling in the Rice Supply Chain Pradeka Brilyan Purwandoko; Kudang Boro Seminar Seminar; Sutrisno Sutrisno; Sugiyanta Sugiyanta
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.557

Abstract

Beras merupakan hasil pertanian yang banyak dikonsumsi oleh seluruh masyarakat di dunia. Di Indonesia, manajemen transparansi rantai pasok masih menjadi masalah utama karena belum tersedianya informasi yang dapat diakses seluruh anggota rantai pasok. Sangat sulit untuk mendapatkan informasi pada setiap aktor untuk keperluan pengawasan dimana hal ini menimbulkan risiko dan ketidakpastian. Ketelusuran menjadi kebutuhan penting untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pasok beras di Indonesia dan mengusulkan pemodelan sistem ketelusuran menggunakan Unified Modeling Language (UML). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok beras terdiri dari lima aktor yang berperan. Transisi keadaan dalam proses produksi dan informasi ketelusuran telah diidendifikasi melalui Critical Traceability Point (CTP) yang menyajikan informasi produk, kualitas produk, dan semua transformasi. Lebih lanjut, persyaratan kebutuhan fungsional sistem dan kebutuhan informasi disajikan dalam sequence dan uml static diagram. Terakhir, arsitektur sistem diuraikan dalam paper ini untuk mewujudkan transparansi serta pengendalian kualitas dan keamanan produk.
Inkorporasi Maizena dan Tepung Beras ke dalam Penyalut Kacang Disko yang Berbasis Terigu Umi Laila
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.561

Abstract

Pengaruh tepung beras dan maizena pada pembuatan kacang disko telah dikaji melalui variasikomposisi penyalut (terigu: maizena: tepung beras), yaitu A (50 persen: 37,5 persen: 12,5 persen), B(50 persen: 25 persen: 25 persen), dan C (50 persen: 12,5 persen: 37,5 persen). Selanjutnya, dilakukankarakterisasi kimia, sensoris, dan fisik terhadap kacang disko. Dilakukan juga uji water absorption capacity(WAC), oil absorption capacity (OAC), serta sifat pasting tepung penyalut. Penelitian menunjukkanbahwa seluruh formula menghasilkan tingkat kesukaan sensoris yang sama. Dari sisi tekstur, formula Amenghasilkan crispness terbesar dan F break terkecil. Sementara, kedua parameter tersebut sama untukformula B dan C. Formula A memiliki fracture yang lebih kecil dari formula C, walaupun tidak berbeda nyatadengan formula B. Kadar abu, protein, dan lemak tertinggi dihasilkan oleh formula C. Formula B memilikikadar protein yang lebih tinggi dari formula A. Namun, formula A memberikan kecerahan dan warna kuningyang lebih tinggi. Formula A memberikan OAC yang paling rendah, walaupun WAC-nya sama denganformula lain. Berdasarkan analisis pasting, formula A memiliki viskositas puncak, viskositas breakdown, danviskositas setback terkecil. Formula B menjadi formula terpilih karena karakter sensoris dan fisiknya yangsama dengan formula A, namun kandungan zat gizinya lebih tinggi dari formula A.
Preferensi dan Adopsi Petani terhadap Varietas Unggul Baru Padi di Provinsi Jawa Tengah Anggi Romdon
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.569

Abstract

Peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan menerapkan inovasi teknologi, salah satunyavarietas unggul baru padi (VUB). Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis tingkat preferensi dan tingkatadopsi petani terhadap VUB Inpari 32, Inpari 42 dan Inpari 43. Penelitian dilaksanakan pada bulan Julisampai November 2020, melalui survei dan observasi lapang terhadap 90 petani di Kabupaten Pemalangdan Tegal. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis Mann-Whitney U test. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tingkat preferensi petani terhadap VUB padi Inpari 32, inpari 42 maupun inpari 43berada pada kategori tinggi. Sebagian besar (66,67 persen) petani memiliki preferensi tinggi pada Inpari 32karena produktivitasnya. Selebihnya 18,89 persen dan 14,44 persen petani memiliki preferensi yang tinggipada Inpari 43 dan Inpari 42 karena produktivitas dan rasa nasinya. Tingkat adopsi petani berada padatahap attention dan tahap desire (pada kategori tinggi dan sangat tinggi) atau mampu menarik perhatiandan menumbuhkan hasrat untuk menggunakan VUB. Adopsi VUB ternyata tidak dipengaruhi oleh preferensipetani terhadap varietas tersebut, tetapi oleh pihak lain di antaranya pedagang benih dan pembeli gabah/penebas sehingga pelibatan pihak tersebut penting untuk keberlanjutan dan pengembangan VUB.
Efek Metode Pemanasan terhadap Sifat Fisikokimia Beras Pecah Kulit Hitam Fermentasi Budi suarti
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan karakterisasi sifat fisikokimia beras pecah kulit berpigmen hitam (varietas Jowo Melik) fermentasi. Analisis yang dilakukan yaitu warna, proksimat, profil pasting, amilosa, pati, serat pangan larut air, serat pangan tidak larut air, dan total serat pangan. Fermentasi Beras Pecah Kulit menggunakan R. oligosporus dengan lama waktu fermentasi 72 jam, kemudian diberi perlakuan pemanasan dengan menggunakan pemanggangan 150 oC, 10 menit, pengukusan 85 oC, 20 menit, dan microwave 220 V, 50 Hz, 3 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanasan beras pecah kulit hitam fermentasi dengan menggunakan pemanasan microwave memiliki warna L*, protein, lemak, amilosa dan serat pangan lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pemanasan lainnya, selain itu dapat menurunkan karbohidrat dan pati. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanasan dengan menggunakan microwave dapat meningkatkan sifat fisikokimia beras pecah kulit hitam fermentasi.
Ulasan Ilmiah: Peluang Pengembangan Beras Analog Fortifikasi dari Berbagai Bahan Baku Lokal dalam Mengurangi Defisiensi Mikronutrien Rista Fitria Anggraini; Slamet Budijanto; Azis Boing Sitanggang
JURNAL PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v31i1.579

Abstract

Pola konsumsi pangan pokok masyarakat menjadi salah satu penyebab defisiensi mikronutrien dimana proporsi konsumsi nasi mencapai 51–60 persen, sedangkan beras sosoh hanya mengandung 1 mgFe dan 0,63 mg Zn/100 gram. Salah satu upaya penanggulangan defisiensi mikronutrien adalah denganpengembangan beras analog. Proses produksi dan pemilihan bahan baku memengaruhi sifat fisikokimiaproduk beras analog. Proses produksi menggunakan ekstrusi panas dengan suhu barel antara 70–90ᵒCpaling banyak digunakan. Pembuatan beras analog dari berbagai bahan lokal menghasilkan nilai karbohidrat46,45–91,54 persen, protein 0,61–18 persen, lemak 0,66–7,57 persen, nilai L 48,9–75,35 dengan metodepengeringan oven suhu 60–70ᵒC selama 3–5 jam. Kandungan Fe dan Zn relatif stabil terhadap pengeringansampai 20 minggu penyimpanan. Retensi asam folat berkisar 95 persen dan 75 persen selama penyimpanan3 dan 9 bulan berturut-turut. Kerusakan vitamin A sebagian besar terjadi karena adanya cahaya pada prosespenyimpanan (28,5–40 persen). Bahan lokal yang sering digunakan dalam pembuatan beras analog adalahtepung mocaf, tepung jagung, sagu, sorgum, tepung kedelai. Fortifikan Fe-pirofosfat dan antioksidan sejauhini menjadi fortifikan yang disarankan dalam beras analog fortifikasi. Beras analog fortifikasi dari berbagaibahan baku lokal memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan di masyarakat dalam mengurangidefisiensi mikronutrien.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue