cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN
ISSN : 18299903     EISSN : 25416944     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENELITIAN is a peer-reviewed journal published by LP2M IAIN Pekalongan with print-ISSN: 1829-9903 and online-ISSN: 2541-6944 Jurnal Penelitian is a religious studies journal containing research results from various aspects of discipline, religion, social, education, law, economy, politics, environment, language, art and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Volume 14 Nomor 2 2017" : 16 Documents clear
Spiritualitas Sains Modern: Pembacaan Terhadap Relasi Agama dan Sains Zuhri, Mishbah Khoiruddin
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.366 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1215

Abstract

Sains modern mendapat respon yang beragam dari Agamawan. Hal ini dilatarbelkangi oleh pembacaan terhadap teks-teks agama yang seringkali tidak sejalan dengan penelitian sains mutakhir. Kemajuan sains tidak terhubung dengan peningkatan spiritualitas. Spiritualitas menjadi dimensi lain dari sains. Dalam situasi tersebut, teori integrasi Ian G. Barbour mencoba untuk mengurai pola-pola relasi sains modern dan agama. Ada empat jenis relasi: konflik; independen; dialog; dan integrasi. Pendekatan tersebut jarang diimplementasikan dalam ranah kajian studi Islam (Islamic Studies). Penelitian ini berupaya mengimplementasikan pendekatan tersebut dalam studi Islam dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Penulis mendapati kecederungan ilmuan muslim lebih dominan pada eksplorasi kajian keislaman daripada sains. Sehingga relasi dominan antara sains dan agama adalah konflik; dialog dan teologi alam. Faktor yang melatarbelakanginya adalah latar belakang pendidikan ilmuwan muslim yang dominan kajian keagamaan; keterbatasan studi interdisipliner dan kurangnya keterbukaan dan pembaruan cara pandang (tajdīd) terhadap teks keagamaan.
Fikih Perlawanan Kolonialisme Ahmad Rifa’i Muftadin, Dahrul
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.704 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1218

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelusuri pemikiran Fikih K.H. Ahmad Rifai sebagai bentuk protes terhadap penjajahan Belanda yang mengakibatkan penderitaan rakyat di berbagai daerah. Melalui pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, baik pustaka maupun wawancara kepada para saksi sejarah, penelitian ini menghasilkan kesimpulan, bahwa produk fikih yang dihasilkan berorientasi pada perlawanan terhadap pemerintah kolonial yang dianggap kafir. Orang yang mendukung pemerintahan colonial dicap sebagai fasik, sehingga tidak sah menjadi imam sholat sekaligus melangsungkan pernikahan.
Propaganda Khilafah HTI di Indonesia Muzakka, Ahmad Khotim
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.772 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1217

Abstract

Penelitian ini menyajikan isu-isu kontemporer terkait dengan diskursus khilafah di media online, http://hizbut-tahrir.or.id. Situs tersebut merupakan halaman resmi milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Peneliti menfokuskan pada isu-isu kontemporer yang dibahas dalam halaman terkait. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui tema apa saja yang menjadi pembahasan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan konstruksi diskursus khilafah, khususnya dalam isu-isu kontemporer. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui karakter diskursus khilafah yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga isu utama di hizbut-tahrir.or.id. Pertama, mengenai bahayanya neoliberalisme dan neoimperalisme. Kedua, mengenai terorisme dan kekerasan. Ketiga, tentang isu lingkungan hidup. Karakter diskursus khilafah. Pertama, menggunakan sejarah sebagai legitimasi keagamaan. Kedua, penonjolan identitas keislaman yang mencolok.
Model Integrasi Sains dan Agama dalam Pendidikan Nasional Miftah, Muhammad
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.695 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1214

Abstract

Pendidikan agama di Sekolah Dasar selama ini hanya dijadikan sebagai pelengkap dari proses pembelajaran, perhatian serta komitmen pemerintah dalam mengembangkan pendidikan agama masih sebatas dalam memenuhi kewajiban atas Undang-undang yang ada. Tema yang diusung dalam kurikulum 2013 tematik integratif memberikan harapan baru dalam pembelajaran pendidikan agama yang akan disandingkan dengan pelajaran-pelajaran yang lain dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 lahir ditengarai adanya perilaku menyimpang dikalangan peserta didik mulai dari kemerosotan moral serta hilangnya etika yang dimiliki peserta didik kita. Terobosan baru dalam kurikulum 2013 diharapkan dapat menjawab dari berbagai persoalan sosial yang sudah lama menjamur di dunia pendidikan. Dalam tulisan ini mencoba mengungkap model integrasi agama dengan sains yang ada di kurikulum baru yang dapat ditemukan dari penyatuan materi pelajaran, melalui pengintegrasian kompetensi dasar yang dimiliki masing-masing mata pelajaran kedalam suatu tema yang berkaitan dengan alam dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, pengintegrasian materi pelajaran kedalam beberapa tema ini diharapkan agar siswa mampu memahami materi pelajaran secara holistik (menyeluruh) tidak parsial (sepotong-potong).
Dinamika Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren Kholilah, Fitri
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.735 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1219

Abstract

Since the beginning of its development in Indonesia, ilmu falak (astronomy) can not be separated from pondok pesantren (Javanese traditional Islamic boarding school). After studying under their teachers, the scholars then teach the knowledge they obtain through their study to the santri (students at a pondok pesantren). Based on the observation, there are several boarding schools that have developed astronomy, such as Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes Central Java, Pondok Pesantren Salafiyah Kajen Pati Central Java, Pondok Pesantren Tremas Pacitan East Java, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri and Pondok Al-Falah Ploso Kediri East Java. This research uses field approach (Field Research) through observation, documentation, and interview. The results of this study indicate that the five pondok pesantren are permanent institutions and quite serious in the development of the science of astronomy, as evidenced by incorporating astronomy into the learning curriculum. In general, the development model of astronomy developed by the boarding schools above is to combine the two theories of calculation, namely classical and contemporary theories.
Pesan Profetik Lingkungan dalam Hadis Akmaluddin, Muhammad
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.503 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1211

Abstract

Pemahaman teks keagamaan yang kurang, pandangan antroposentrik dan kurangnya kesadaran integral manusia di alam semesta menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Pemahaman tentang pesan profetik lingkungan dalam hadis menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kalimat yang berkaitan dengan menjaga lingkungan dalam hadis adalah ḥafiẓa dan ra‘ā, sedangkan yang berkaitan dengan merusaknya adalah fasada dan halaka. Dengan menggunakan pendekatan tematik terhadap kalimat tersebut dalam berbagai redaksi hadis, ditemukan ide-ide dasar tentang pesan profetik lingkungan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Dalam menjaga lingkungan, pesan profetik meliput tujuan pemeliharaan, kepemilikan inklusif, kontribusi positif, pemanfaatan berdasarkan asas guna, program yang berkelanjutan, pemanfaatan terbatas dan pemanfaatan yang diawasi bersama. Adapun perusakan lingkungan meliputi tujuan yang eksploitatif, kepemilikan eksklusif, kontribusi negatif, pemanfaatan yang salah, program yang tidak berkelanjutan, tidak terbatas dan hanya diawasi sendiri. Teks-teks keagamaan tentang lingkungan yang ada dalam hadis bukanlah teks yang mati. Teks ini harus selalu dihidupkan untuk membawa penafsiran baru atas fenomena lingkungan yang ada.
Eko-Sufisme Islam Aboge Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas Amin, Mochammad Lathif
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.665 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1212

Abstract

This study aims to explore the concept of environment-based spiritual ethics (eco-sufism) by exploring the values of Islamic Aboge Cikakak culture in order to answer the environmental crisis. The consciousness of the deity is transformed into a consciousness of the environment. Religion is not merely a ritual of worship, but is also practiced in solemn regard to the environment. This study used a qualitative approach with observation data collection techniques, interviews, and documentation. Data collected is related to 1) teaching, 2) ritual/tradition, 3) meaning and cultural value, 4) implementation of environmental awareness. Data analysis with fixed comparison includes data identification, categorization, and linking between categories. The result of the research shows that the root of Aboge Islamic culture is the Islamic teachings of Kejawen (Javanism) brought by Kiai Mustoleh through the Aboge calendar (Alip Rebo Wage) which is a relic of Mataram, Jaro Jab tradition, Muludan and the existence of Saka Tunggal Mosque (oldest mosque in Indonesia). The Aboge Cikakak style of Islamic ecosystem is summarized in the process of understanding the dynamic life towards God, the symbolic meaning of the names of years of the Aboge calendar (ada-ada tumandang gawe lelakon urip bola bali marang suwung), the appreciation of the unity of God-man-nature, the transformation of the servant of God (abdullah) to become khalīfatullāh or the representation of God, natas (consciousness, self-emptying), nitis (filling the nature of God into the self), and netes (overwhelming the goodness to others).
Analisis Struktur Modal Perbankan Syariah di Indonesia Istiqamah, Mila; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.122 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1216

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  faktor-faktor  yang berpengaruh terhadap struktur modal perbankan syariah di Indonesia selama periode 2011-2015. Penelitian ini menggunakan data time series triwulan yang dianalisis dengan regresi berganda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah  8  bank  syariah  di  Indonesia  dan  dipilih  secara  purposive  sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, tingkat pertumbuhan  perusahaan,  stabilitas  pendapatan,  struktur  aktiva  dan  variabel terikat dalam penelitian ini adalah struktur modal. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, tingkat pertumbuhan perusahaan, stabilitas penjualan dan struktur aset berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, dan hasil uji F menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, tingkat perusahaan pertumbuhan, stabilitas pendapatan dan struktur aktiva secara bersama-sama mempengaruhi struktur modal. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh bank dalam menentukan struktur modal adalah komposisi  aktiva dan  pendapatan  yang  diperoleh.  Oleh  karena itu,  perbankan syariah di Indonesia perlu mengoptimalkan pendapatan dan total akiva yang dimiliki.
Pesan Profetik Lingkungan dalam Hadis Muhammad Akmaluddin
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1211

Abstract

The lack of understanding of religious texts, anthropocentric views and lack of integral human consciousness in the universe is one of the causes of environmental destruction. Understanding of environmental prophetic message in ḥādīth is one way to solve the problem. The sentences relating to maintaining the environment in the ḥādīth are ḥafiẓa and ra'ā, while those pertaining to corrupting are fasada and halaka. Using the thematic approach to the sentence in various editorials of the ḥādīth, I found the basic ideas about the prophetic message of the circulation conveyed by the Prophet Muhammad. In keeping with the environment, prophetic messages cover maintenance goals, inclusive ownership, positive contributions, use-based usage, sustainable programs, limited utilization and jointly controlled use. The environmental destruction includes exploitative goals, exclusive ownership, negative contributions, incorrect use, and unsustainable, unlimited and self-supervised programs. The religious texts on the environment in the ḥādīth are not dead texts. This text should always be turned on to bring a new interpretation of the existing environmental phenomenon.
Eko-Sufisme Islam Aboge Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas Mochammad Lathif Amin
Jurnal Penelitian Volume 14 Nomor 2 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v14i2.1212

Abstract

This study aims to explore the concept of environment-based spiritual ethics (eco-sufism) by exploring the values of Islamic Aboge Cikakak culture in order to answer the environmental crisis. The consciousness of the deity is transformed into a consciousness of the environment. Religion is not merely a ritual of worship, but is also practiced in solemn regard to the environment. This study used a qualitative approach with observation data collection techniques, interviews, and documentation. Data collected is related to 1) teaching, 2) ritual/tradition, 3) meaning and cultural value, 4) implementation of environmental awareness. Data analysis with fixed comparison includes data identification, categorization, and linking between categories. The result of the research shows that the root of Aboge Islamic culture is the Islamic teachings of Kejawen (Javanism) brought by Kiai Mustoleh through the Aboge calendar (Alip Rebo Wage) which is a relic of Mataram, Jaro Jab tradition, Muludan and the existence of Saka Tunggal Mosque (oldest mosque in Indonesia). The Aboge Cikakak style of Islamic ecosystem is summarized in the process of understanding the dynamic life towards God, the symbolic meaning of the names of years of the Aboge calendar (ada-ada tumandang gawe lelakon urip bola bali marang suwung), the appreciation of the unity of God-man-nature, the transformation of the servant of God (abdullah) to become khalīfatullāh or the representation of God, natas (consciousness, self-emptying), nitis (filling the nature of God into the self), and netes (overwhelming the goodness to others).

Page 1 of 2 | Total Record : 16