cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017" : 8 Documents clear
Pengaruh asupan tinggi fruktosa terhadap tekanan darah Desmawati Desmawati
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p31-39.2017

Abstract

Peningkatan jumlah konsumsi fruktosa, terutama dalam bentuk (high fructose corn syrup) HFCS, mempunyai hubungan yang erat dengan peningkatan tekanan darah. Artikel ini bertujuan untuk membahas pengaruh asupan tinggi fruktosa terhadap tekanan darah. Artikel ini ditulis berdasarkan review beberapa literatur dengan berbagai metode penelitian. Hasil penelusuran literatur didapatkan bahwa fruktosa dapat meningkatkan tekanan darah melalui beberapa mekanisme, meliputi peningkatan absorpsi natrium di usus halus, dan meningkatkan pembentukan asam urat, serta menstimulasi sistem saraf simpatik. Selain itu, fruktosa juga dapat meningkatkan regulasi sistem renin angiotensin yang merupakan mediator disfungsi vaskuler dan stres oksidatif. Mekanisme fruktosa dalam meningkatkan tekanan darah masih belum jelas, namun beberapa penelitian telah dilakukan untuk menggali hal tersebut.
Hypertrophic pulmonary osteoarthropathy with primary lung cancer Yulia Kurniawati; A.H.S. Kartamihardja
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.403 KB) | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p64-70.2017

Abstract

Hipertrophic Pulmonary Osteoarthropathy (HPO) merupakan sindrom paraneoplastik yang disebabkan oleh kelainan pada paru-paru. Angka kejadian HPO sangat rendah yaitu kurang dari 1%, dimana penyebab yang tersering (90%) adalah karsinoma bronkogenik. Gambaran klinis HPO timbul akibat kelainan sistemik pada sendi dan jaringan lunak berupa pembengkakan pada jari-jari, pembentukan tulang baru terutama pada tulang panjang ekstremitas bawah, serta gambaran  menyerupai artristis pada sendi dan jaringan periartikuler (pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan siku). Beberapa penelitian telah melaporkan manfaat sidik tulang (bone scintigraphy)  untuk penegakkan diagnosis dan penilaian pasca terapi pada HPO. Sidik tulang selain untuk menegakkan diagnosis dan mengetahui adanya metastasis, juga dapat menggambarkan secara lebih jelas keberadaan dan luasnya aktivitas sub-periosteal dibandingkan pemeriksaan radiologi. Berikut dilaporkan kasus HPO yang awalnya didiagnosis sebagai osteoarthritis dari pemeriksaan radiologi, selanjutnya didiagnosis dengan karsinoma bronkogenik dengan HPO  dari pemeriksaan sidik tulang.
Pengaruh uncaria gambir roxb terhadap ulkus gaster dan kadar malondialdehid hewan coba yang diinduksi etanol Miftah Irramah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.07 KB) | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p1-10.2017

Abstract

Ulkus peptikum dapat disebabkan berbagai faktor, seperti konsumsi alkohol yang berlebih. Alkohol menginduksi ulkus dengan membentuk radikal bebas yang merusak integritas mukosa sehingga terjadi ulkus. Di masyarakat, pengobatan secara tradisional adalah dengan mengonsumsi gambir. Tujuan: Untuk melihat pengaruh gambir terstandarisasi terhadap perbaikan ulkus dan malondialdehid pada tikus yang diinduksi etanol. Metode: Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar. Hewan coba dibagi atas 5 kelompok masing-masing K(-), K(+), P1, P2 dan P3. Selanjutnya diperlakukan sebagai berikut: Selama 4 hari K(-) mendapat 1 ml aqua dest, K(+) , P1, P2 dan P3 mendapat 0,01 ml etanol 50%/kg BB. Hari ke-5 sampai hari ke 18, K(+) diberi aqua dest 1 ml, P1, P2 dan P3 masing-masing  mendapat 1 ml larutan gambir 50, 100 dan 200 mg/kg BB per oral. Hari ke-19 hewan coba diambil darahnya melalui vena juguralis untuk penentuan kadar MDA. Selanjutnya hewan coba didekapitasi, diambil gasternya untuk menentukan perbaikan ulkus menggunakan kriteria Barthel-Manja yang telah dimodifikasi. Kadar MDA ditentukan dengan metode Placer. Hasil: Gambir terstandarisasi dapat memperbaiki ulkus gaster pada hewan coba. Terdapat perbedaan perbaikan ulkus pada pemberian gambir terstandarisasi dengan dosis yang berbeda. Dosis yang memberikan efek maksimum adalah 200 mg/kg BB. Pemberian gambir terstandarisasi juga dapat menurunkan kadar MDA serum akibat keberadaan radikal bebas ROS yang diinduksi etanol. Kesimpulan: Gambir terstandarisasi mempunyai peluang untuk menjadi obat biofarmaka yang potensial untuk ulkus peptikum. Untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk uji efek dan keamanannya pada manusia.
Perbedaan rata-rata pulsatility index dan resistance index arteri uterina antara preeklamsia berat dan kehamilan aterm normotensi Defrin Defrin; Yusrawati Yusrawati
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.732 KB) | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p11-18.2017

Abstract

Pemeriksaan aliran darah menunjukkan bahwa hipertensi yang disebabkan oleh kehamilan berhubungan dengan berkurangnya sirkulasi uteroplasenta akibat perubahan abnormal histomorfologi arteri spiralis, dan pemeriksaan Doppler dapat mendeteksi perubahan ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional pada wanita hamil aterm normal, preeklamsia berat onset dini (usia kehamilan 30-34 minggu) dan preeklamsia berat onset lanjut (usia kehamilan >34 minggu). Seluruh sampel dilakukan pemeriksaan Doppler untuk mengukur Pulsatility Index (PI) dan Resistance Index (RI) arteri uterina tanpa dilakukan intervensi. Analisis data menggunakan program komputer SPSS. Nilai rata-rata PI pada preeklamsia berat onset dini (PI=1,74) lebih tinggi secara bermakna dari PI preeklamsia berat onset lanjut (PI=1,01; p<0,05). Nilai rata-rata PI pada preeklamsia berat onset dini (PI=1,74) lebih tinggi secara bermakna dari PI kehamilan aterm normotensi (PI=0,72; p<0,05). Nilai rata-rata RI preeklamsia berat onset dini lebih tinggi (RI=1,23) secara bermakna dari RI preeklamsia berat onset lanjut (PI=0,83; p<0,05). Nilai rata-rata RI preeklamsia berat onset dini lebih tinggi (RI=1,23) secara bermakna dari RI kehamilan aterm normotensi (PI=0,52; p<0,05). Nilai rata-rata RI preeklamsia berat onset lanjut lebih tinggi (RI=0,83) secara bermakna dari RI kehamilan aterm normotensi (PI=0,52; p<0,05).
Pencegahan nyeri kronis pasca operasi Endy Suseno
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.355 KB) | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p40-51.2017

Abstract

Nyeri kronis pasca operasi merupakan salah satu nyeri kronis yang paling sering terjadi. Nyeri kronis tersebut memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental, kualitas hidup, dan perekonomian masyarakat. Penyebab dari nyeri kronis pasca operasi belum diketahui secara pasti, tetapi diduga bahwa perubahan plastisitas pada sistem saraf pusat berkontribusi dalam terjadinya nyeri kronis. Pencegahan terjadinya nyeri kronis pasca operasi dapat ditempuh dengan beberapa cara yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya sensitisasi pusat di sistem saraf pusat yang mengakibatkan nyeri kronis. Cara yang ditempuh dalam pencegahan nyeri kronis pasca operasi dengan mempertimbangkan faktor psikososial, pemilihan teknik operasi yang dapat meminimalisir kerusakan saraf perifer, pemilihan teknik anestesi, dan penggunaan preemptive analgesia. Dalam penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai patofisiologi nyeri kronis pasca operasi, cara yang ditempuh untuk mencegah terjadinya nyeri kronis pasca operasi, dan perlunya mempertimbangkan faktor psikososial selain intervensi farmakologis sebagai bagian dari pendekatan holistik dari penatalaksanaan perioperatif untuk mencegah nyeri kronis pasca operasi.
RETRACTED: Perubahan fungsi kognitif dan psikomotor residen anestesiologi dan terapi intensif setelah 32 jam kerja Muhammad Zulfadli Syahrul; Muhammad Ruswan Dachlan; Arif Hari Martono Marsaban; Diatri Nari Lastri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p19-30.2017

Abstract

RETRACTEDFollowing a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Majalah Kedokteran Andalas to article entitled "Perubahan fungsi kognitif dan psikomotor residen anestesiologi dan terapi intensif setelah 32 jam kerja" Vol 40, No 1, pp. 19-30, May 2017, DOI: http://dx.doi.org/10.22338/mka.v40.i1.p19-30.2017.This paper has been found to be in violation of the Majalah Kedokteran's Publication Ethics and has been retracted.The reason: Not all authors approve journal submission for publication based on the report from one of co-author.The document and its content has been removed from Majalah Kedokteran Andalas, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.
Disfonia akibat polip pita suara Ade Asyari; Novialdi Novialdi; Fachzi Fitri; Nur Azizah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22338/mka.v40.i1.p52-63.2017

Abstract

Disfonia merupakan gejala utama disebabkan adanya kelainan pada pita suara. Kelainan bisa berupa lesi jinak seperti polip pita suara, sering terjadi karena fonotrauma yang disebabkan vocal abuse. Polip pita suara yang tidak hilang dengan terapi konservatif maka pembedahan merupakan pilihan terapi. Tujuan: Memahami penyebab dan penanganan yang tepat pasien dengan disfonia.  Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus polip pita suara kanan pada seorang perempuan usia 30 tahun dengan keluhan utama disfonia. Disfonia pada pasien membaik setelah dilakukan terapi pembedahan. Kesimpulan: Polip pita suara merupakan salah satu lesi jinak dengan keluhan utama disfonia. Disfonia karena polip pita suara umumnya membaik setelah polip diangkat.
Preface and ToC - Vol 40, No 1 (2017) Redaksi MKA
Majalah Kedokteran Andalas Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.596 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue