cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
TULANG : TINJAUAN DARI SUDUT PANDANG FISIKA Julizar Nazar
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 2: Agustus 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.813 KB) | DOI: 10.22338/mka.v32.i2.p%p.2008

Abstract

AbstrakTulang secara fisika mempunyai peranan statika dan dinamika yang sempurna dan unik dibanding rancangan apapun juga. Kesempurnaan statika tulang terdapat pada bentuknya yang bervariasi dan penempatan yang sesuai dengan fungsi dari masing-masing tulang. Keunggulan dinamik tulang dibanding rancangan bangunan yang lain terdapat pada struktur dan komponen penyusunnya. Struktur penyusun tulang yang terdiri dari tulang kompak sangat kuat dan tidak mudah dipatahkan. Kompoenen tulang yang terdiri dari tulang trabecular berfungsi sebagai bantalan yang mampu menyerap energi yang besar ketika tubuh mendapat beban atau ketika tubuh terjatuh. Kombinasi tulang yang terdiri dari bagian yang kompak dan berongga ini mampu menahan beban 25 kali lebih besar dibanding granit yang mendapat beban yang sama.Kata Kunci: Tulang - Statika – Dinamika.AbstractPhysicsly, bone have role unique and perfect statics and dynamics compared to whatever designs. Perfection of bone statics there are on its various and location matching with function from each bones. Excellence of bone dynamic compared to other designs there are on structure and its compiler component. Structure compiler of bone which consist of compact bone very strong and is not easy to broken. Bone componen which consist of trabecular functioning as pad which capable to permeate large energi when body get burden or fallen down. Bone combination which consist of trabecular and compact can arrest burden 25 bigger times compared to granite getting same burden.Keywords: Bone - Statics - Dynamic
PERBEDAAN TINGKAT SIMTOM ANSIETAS DAN DEPRESI ANTARA PEKERJA SEKS KOMERSIAL YANG MENDERITA HIV/ AIDS DENGAN YANG TIDAK MENDERITA HIV/ AIDS Rini Gusya Liza; Elmeida Effendy; Freddy Subastian
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.034 KB) | DOI: 10.22338/mka.v37.i3.p198-204.2014

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat simtom ansietas dan depresi antara pekerja seks komersial (PSK) yang menderita HIV/ AIDS dengan yang tidak menderita HIV/ AIDS. Penelitian potong lintang, dengan nonprobability sampling, jenis cluster sampling. Tempat penelitian adalah di lokalisasi Kabupaten Bengkalis dan di klinik VCT RSUD Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Subjek penelitian adalah wanita yang bekerja sebagai PSK di lokalisasi PSK, kooperatif, bersedia diwawancara. Subjek berjumlah 96 orang PSK; 48 orang menderita HIV/ AIDS dan 48 tidak menderita HIV/ AIDS. Data tentang status HIV/ AIDS diambil dari laporan klinik VCT RSUD Kecamatan Mandau. Alat ukur yang digunakan adalah Hospital Anxiety and Depression Scale. Analisis data yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Didapatkan proporsi ansietas pada seluruh PSK adalah 22.9%, pada PSK yang menderita HIV/ AIDS 31.2% dan PSK tidak menderita HIV/ AIDS 14.6%, sedangkan proporsi depresi pada seluruh PSK adalah 25%, pada PSK yang menderita HIV/ AIDS 27.1% dan PSK yang tidak menderita HIV/ AIDS 22.9%. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna tingkat simtom ansietas dan depresi antara pekerja seks komersial yang menderita HIV/ AIDS dengan yang tidak menderita HIV/ AIDS. Simpulan, didapatkan tingginya ansietas dan depresi pada keseluruhan PSK itu sendiri. Disamping menjadi seorang PSK ditambah lagi dengan menderita HIV/ AIDS akan menambah beratnya simtom ansietas dan depresinya.AbstractThe aims of this study is to determine the differences of anxiety and depression symptoms level between commercial sex workers who suffer HIV/AIDS with not suffer HIV/AIDS.Cross sectional study, using nonprobability sampling technique, the type is cluster sampling. Location is in red light district of commercial sex workers in Kabupaten Bengkalis and in VCT clinic of general hospital of Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Subjects were women who worked as prostitutes in red light district, cooperative, willing to be interviewed. Sample size were 96 women, 48 suffer HIV/ AIDS and 48 not suffer HIV/AIDS. Data on HIV/ AIDS status are collected from the report of VCT clinic of general hospital of Kecamatan Mandau. Measuring instruments is the Hospital Anxiety and Depression Scale. Data analysis by using the Kolmogorov-Smirnov test. It was found the proportion of anxiety in all sex workers is 22.9%, in sex workers who suffer HIV/ AIDS is 31.2% and in sex workers who not suffer HIV/ AIDS is 14.6%. While the proportion of depression in all sex workers is 25%, in sex workers who suffer HIV/ AIDS is 27.1% and in sex workers who not suffer HIV/ AIDS is 22.9%. There was no significant differences the level of anxiety and depression symptoms between commercial sex workers who suffer HIV/ AIDS with not suffer HIV/ AIDS. In conclusion, we get the high proportion of anxiety and depression symptoms among commercial sex workers themselves. Beside to being a prostitute in addition to having HIV / AIDS will increase the severity of symptoms of anxiety and depression.
Preface and ToC - Vol 34, No 1 (2010) Redaksi MKA
Majalah Kedokteran Andalas Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.311 KB)

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PROFESIONAL DOKTER DI AWAL PEMERIKSAAN DAN KEPUASAN PELAYANAN DOKTER Arif Wicaksono
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3305.849 KB)

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PROFESIONAL DOKTER DI AWAL PEMERIKSAAN DAN KEPUASAN PELAYANAN DOKTER
SCHISTOSOMIASIS, Hubungan Respon Imun dan Perubahan Patologi Selfi Renita Rusjdi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.396 KB) | DOI: 10.22338/mka.v35.i2.p81-90.2011

Abstract

AbstrakSchistosomiasis merupakan suatu penyakit tropik yang disebabkan oleh cacing genus Schistosoma. Spesies yang dapat menginfeksi manusia antara lain Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, Schistosoma haematobium dan Schistosoma intercalatum. Penyakit ini telah menyerang 200 juta orang penduduk di negara berkembang. Penularan pada manusia terjadi dengan cara serkaria menembus kulit sewaktu kontak dengan air yang mengandung serkaria.Respon imun pada penderita schistosomiasis terhadap antigen cacing dan telurnya mempengaruhi perjalanan penyakit dan klinis yang ditimbulkan. Status imunitas menentukan perubahan patologi yang akan terjadi seperti pembentukan granuloma, gangguan terhadap organ atau bahkan melindungi penderita terhadap kejadian infeksi berat. Pada keadaan tertentu cacing schistosoma dapat bertahan selama bertahun – tahun meskipun hospes mempunyai respon imun yang kuat.Gejala schistosomiasis akut dapat berupa demam, malaise, mialgia, batuk, sakit kepala dan nyeri abdomen yang dikenal dengan sindroma Katayama. Gejala akut ini sering muncul pada orang yang mengalami infeksi pertama kali. Pada keadaan kronik, schistosomiasis dapat menimbulkan kerusakan organ berupa fibrosis, striktur dan kalsifikasi.Kata Kunci : schistosimiasis, sindroma Katayama, fibrosis, granulomaAbstractSchistosomiasis is a tropical disease which is caused by helminth of genus schistosoma.Species of schistosoma which can infect human are Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, Schistosoma haematobium and Schistosoma intercalatum. Schistosoma has infected 200 million people in developing countries. It is transmitted to human when the free living cercariae penetrate the skin in contaminated water.Immune response to somatic and egg antigen determine natural history of disease and clinical symptom. Immunity is responsible for pathological changes which formed granuloma, organ disfunction and even able to protect the body from heavy infection. In certain case, schistosomiasis can persist for years in host with strong immunity.TINJAUAN PUSTAKA82Symptoms of acute schistosomiasis also called Katayama syndrome are fever, malaise, myalgia, cough, headache and abdominal pain. The acute symptome frequently occur in first schistosomal infection. In chronic case, it can cause organ damage such fibrosis, stricture and calsification.Key word: schistosimiasis, sindroma Katayama, fibrosis, granuloma
HUBUNGAN KADAR UREA DENGAN HOMOCITRULINE PADA GAGAL GINJAL TERMINAL Verbrini Rifnayeni; Ellyza Nasrul; Hanifah Maani; Zelly Dia Rofinda
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.681 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i2.p124-129.2015

Abstract

AbstrakPeningkatan kadar urea (uremia) ditemukan pada gagal ginjal terminal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar urea dengan homocitruline pada pasien gagal ginjal terminal. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional cross sectional pada 23 pasien gagal ginjal terminal yang menjalani Hemodialisis di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian berlangsung sejak Februari hingga Oktober 2014. Subjek diambil dengan consecutive sampling. Sampel serum diperiksa kadar ureanya dengan metode enzimatik glutamate dehidrogenase. Homocitruline diperiksa secara indirek ELISA. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah subjek sebanyak 52,2% perempuan dan 47,8 % laki-laki, dengan rerata umur 48,6+10,6 tahun, kadar urea 102,1+26,0 mg/dL, kadar homocitruline 1,2+0,7 ng/mL. Penelitian ini menunjukan ada korelasi negatif yang tidak signifikan (r=-0.2, p > 0.05) antara kadar urea dengan homocitruline pada pasien gagal ginjal terminal.AbstractIncrease urea (uremia) can be found at end stage renal disease. This study was know correlation between urea with homocitruline level at end stage renal disease. This is cross sectional observational analytic study at 23 patients with end stage renal disease on hemodyalisis in M. Djamil Hospital, Padang, from February 2014 until October 2014, with consecutive sampling. Urea level was determined from serum sample by kinetic enzymatic glutamate dehydrogenase, and homocitruline by indirect ELISA. Statistical analysis was done by pearson correlation. The research showed that 52.2% are women and 47.8% are men with mean age is 48.6+10.6 years old, mean urea level is 102.1+26.0 mg/dL, homocitruline level is 1.2+0.7 ng/mL. The correlation between urea level and homocitruline was not significant (r=-0.2, p > 0.05). There was negative weak correlation between urea level and homocitruline at end stage renal disease.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT ETNIK MINANGKABAU DI KOTA PADANG Delmi Sulastri; Elmatris Elmatris; Rahmi Ramadhani
Majalah Kedokteran Andalas Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.916 KB) | DOI: 10.22338/mka.v36.i2.p188-201.2012

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan di tengahmasyarakat dan mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Banyak faktor yangdapat memicu terjadinya hipertensi, salah satunya adalah obesitas.Penelitian dengan tujuan untuk melihat hubungan antara kejadian obesitas denganhipertensi ilakukan pada masyarakat etnik Minangkabau di 8 kelurahan di kotaPadang. Penelitian ini merupakan studi komparatif menggunakan desain crosssectional study, dengan jumlah sampel 204 orang. Pengumpulan data karakteritikdilakukan melalui wawancara dan pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggibadan, dan lingkar perut dilakukan dengan cara yang direkomendasikan WHO.Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square dan uji Independentsample T-test.Hasil penelitian menemukan bahwa lebih dari separuh penderita hipertensimengalami obesitas (56,6%) dan obesitas sentral (54,9%) terdapat hubunganbermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi (p<0,05; OR=1,82) danobesitas sentral dengan kejadian hipertensi (p<0,05; OR= 2,72). Uji Independentsample T-test menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05) dimana ada perbedaanrata-rata IMT (p= 0,025) antara responden hipertensi dan tidak hipertensi dan adaperbedaan rata-rata LP (p= 0,002) antara responden hipertensi dan tidakhipertensi.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubngan antara kejadian obesitasdan obesitas sentral dengan hipertensi pada masyarakat etnik Minangkabau dikota Padang.Kata kunci : Hipertensi, obesitas, obesitas sentralAbstractHypertension is a common health problem in the community and lead tohigh morbidity. Many factors can lead to hypertension, one of which is obesity.The Aim of this study was investigated the relationship of obesity with theincidence of hypertension, was conducted at the Minangkabau ethnic communitiesin 8 districts in the city of Padang. This research is a comparative study using across sectional study, with a sample of 204 people. Data collection was done withthe interview respondent characteristics. Measurement of blood pressure, weight,188ARTIKEL PENELITIANheight, waist and carried out by the WHO recommended. The statistical analysisused was chi square test and independent sample t-test.Results of the study found that more than half of obese patients with hypertension(56,6%) and central obesity (54,9%). Chi-square statistical test showed there wasa significant association between obesity and the incidence of hypertension (p<0,05; OR = 1,82). Likewise with central obesity, showed a significantassociation with the incidence of hypertension (p <0,05; OR = 2,72). Independentsample t-test showed there was a significant mean difference BMI (Body MassIndex) between hypertension respondent and normotension respondent (p= 0,025)and there was a significant mean difference WC (waist circumference) betweenhypertension respondent and normotension respondent (p= 0,002).The conclution of the study suggest association between obesity withhypertension in Minangkabau ethnic communities in the Padang city.Key word : Hypertension, Obesity, central obesity189
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ZAT PEWARNA PADA KERIPIK BALADO YANG BEREDAR DI BUKITTINGGI Elmatris Elmatris
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 1: April 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22338/mka.v32.i1.p75-82.2008

Abstract

AbstrakGizi dan kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia merupakan masalah kesehatan utama, sehingga sangat penting untuk diperhatikan. Penyalahgunaan bahan makanan tambahan dapat memberikan dampak terhadap gizi dan kesehatan manusia. Salah satunya adalah pencemaran bahan kimia dari produk makanan, misalnya penggunaan pewarna sintetis yang tidak sesuai aturan pemerintah. Penelitian zat pewarna pada keripik balado yang beredar di Bukittinggi yang bersifat deskriptif dilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan Padang dari bulan Maret-Juli 2008. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui zat pewarna yang digunakan, jenis zat pewarna sintetis dan kadar zat pewarna sintetis yang digunakan pada kripik balado. Analisis kualitatif dan penentuan jenis zat pewarna dilakukan melalui metode kromatografi kertas, sedangkan analisis kuantitatif zat pewarna dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel kripik balado yang dianalisis terdapat lebih dari separoh sampel (75%) menggunakan zat pewarna sintetis. Kadar zat yang digunakan ternyata 53,3% melebihi ketentuan yang ditetapkan Departemen Kesehatan (DepKes). Jenis zat pewarna sintetis yang digunakan adalah Ponceau 4R dan Erythrosin, yang diizinkan oleh DepKes, dan 73,3% di antaranya adalah Erythrosine. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa zat pewarna sintetis masih digunakan dan kurang dari separoh sampel menggunakannya tanpa melebihi kadar yang ditetapkan DepKes, untuk memerahkan kripik balado yang beredar di Bukittinggi.Kata kunci: Analisis kualitatif, analisis kuantitatif, zat pewarna sintetisAbstractNutrition and health problem in developing countries such as Indonesia is a major health problem, therefore it’s very important to supervise. Abuse of food can result in additional impact on health and nutrition. One of them, the chemical addition of synthetic coloring substances on food products that does not follow government’s regulation. Descriptive research on the coloring substances of chilly chip (‘keripik balado’) sold in Bukittinggi, West Sumatera was conducted in Health Laboratory Facility in Padang from March until July 2008. The purpose of this research is to identify the substances used, the type and its concentrations in chilly chips. Qualitative analysis and determining the type of substances were performed using paper chromatography, while quantitative analysis was conducted with dye spectrophotometer. The result showed that from the sample of 20 types of chilly chips, more than half (75%) were using synthetic substances. Of the substances used, 53.3%ARTIKEL PENELITIAN76exceeded the maximum allowed concentrations specified by Health Department. Types of substances used were Poceau 4R and Erythrosin, and 73.3% of those were Erythrosin. It is concluded that synthetic substances are still in use, and less than half does not exceed the specified health department requirements, to redden chilly chips sold in Bukittinggi.Keywords: Qualitative Analysis, Quantitative Analysis, Coloring Substances Synthetic
PERANAN SEL CLARA PADA INFEKSI PARU KRONIS Ida Yuliana; Soenanto Roewijoko
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.88 KB) | DOI: 10.22338/mka.v37.i2.p129-135.2014

Abstract

AbstrakPenyakit paru kronik seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan peningkatan komorbiditas dan biaya pengobatan. Hal ini telah membuat para peneliti mencoba mencari berbagai hal yang dapat digunakan untuk dapat mencegah, mendeteksi dan mengintervensi penyakit paru kronik agar didapatkan terapi yang efektif dan spesifik untuk penyakit tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan karakteristik sel Clara (sel yang terdapat pada dinding bronchioles paru) dan peranannya pada infeksi paru kronis di tingkat molekuler. Beberapa penelitian membuktikan adanya penurunan fungsi sel Clara akibat remodeling epitel pada infeksi paru kronik. Peranan sel Clara diketahui dapat meregulasi proses inflamasi melalui regulasi prilaku makrofag (anti-inflamasi) dan mengembalikan sel epitel respirasi yang rusak ke arah normal (progenitor stem sel). Dengan adanya fungsi yang luas ini diharapkan sel Clara dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan terapi terbaru dalam pengobatan penyakit infeksi paru kronik.AbstractChronic obstructive pulmonary disease (COPD) and asthma are global health problems which increase comorbidities and therapy costs. This has led researchers to find out strategies that can be used to prevent, detect and intervene the chronic lung diseases in order to develop specific and effective therapies for the diseases. This article aimed at describing the characteristic of Clara cells (a type of cell in lung bronchioles wall) and its role in chronic lung infection. Previous research studies provided some evidences of an imparment of Clara cell functions due to epithelial remodeling as seen in chronic lung infection. It is obvious that Clara cells are able to regulate inflammatory process via regulation of macrophage behavior (anti-inflammatory effect) and are able to restore damaged respiratory epithelial cells into the normal ones (stem cells progenitor). Based on these functions, it is expected that Clara cells can be used as a basis for developing the latest therapies in the treatment of chronic lung infection.
Peningkatan kualitas hidup pasien kanker dengan metastasis tulang yang menjalani radiasi paliatif Rhandyka Rafli; Mutiara Anissa
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.042 KB) | DOI: 10.25077/mka.v42.i1.p1-10.2019

Abstract

Tujuan: Radioterapi dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh kanker dengan metastasis tulang. Penilaian hasil pengobatan berdasarkan informasi klinis sedangkan informasi kualitas hidup jarang dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk menilai peningkatan kualitas hidup pasien yang menjalani radiasi paliatif untuk metastasis tulang. Metode: penelitian kohort prospektif dengan sampel pasien kanker metastasis tulang yang berkunjung ke-4 pusat radioterapi di Sumatera, dari bulan Mei-September 2018. Jumlah sampel adalah 18 orang dengan teknik pengambilan total  sampling. Perbaikan kualitas hidup dinilai dengan kuesioner EORTC QLQ C-30. Analisis statistik dengan uji T berpasangan. Hasil: Rerata Global Health Status sebelum dan sesudah terapi adalah 39,81 dan 64,81 dengan perbedaan kuat dan bermakna (r=0,75; p<0,001) dengan rerata peningkatan skala adalah 25.  Rerata Functional Scales sebelum dan sesudah adalah 44,32 dan 58,27 dengan perbedaan sedang dan bermakna (r=0,48; p=0,042) . Peningkatan rerata Functional Scales adalah 13,95. Rerata Symptoms Scales sebelum dan sesudah adalah 46,15 dan 29,48 dengan perbedaan rerata yang kuat dan bermakna (r=0,743; p<0,001). Rerata penurunan Symptoms Scale sesudah terapi adalah 16,67. Simpulan: Radioterapi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan gejala secara signifikan, namun memperbaiki fungsi pada sebagian sampel.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue