cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Korelasi feritin serum dengan rasio PaO2/FiO2 pada pasien COVID-19 derajat kritis Chairunnisa Kusumawardhani; Rikarni Rikarni
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i2.p%p.2023

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menyebabkan badai sitokin yang menstimulasi hepatosit, sel Kuppfer, dan makrofag untuk mensekresi feritin. Badai sitokin akan menyebabkan kerusakan sel paru yang menimbulkan acute respiratory distress syndrome (ARDS). Rasio PaO2/FiO2 digunakan untuk menentukan berat ARDS.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi feritin dengan rasio PaO2/FiO2 pada pasien COVID-19 terkonfirmasi dengan derajat kritis. Metode: Penelitian analitik potong lintang. Pemeriksaan feritin dilakukan dengan metode ELFA dan rasio PaO2/FiO2 dihitung otomatis dengan blood gas analyzer. Data dianalisis dengan metode statistik uji korelasi Pearson, dinyatakan bermakna jika didapatkan nilai p <0,05. Hasil: Sampel terdiri dari 85 orang yaitu 46 laki-laki dan 39 perempuan. Rerata usia subjek 55,8(13,7) tahun. Rerata kadar feritin 895,06(516,048) ng/ml. Median dari rasio PaO2/FiO2=91,50 mmHg, rentang 42-296 mmHg. Hasil uji korelasi Pearson didapatkan korelasi kadar feritin dan log rasio PaO2/FiO2 pada pasien COVID-19 derajat kritis r=-0,076, p=0,487. Pembahasan: Rerata kadar feritin meningkat pada penelitian ini. Korelasi kadar feritin  dengan rasio PaO2/FiO2 pada pasien COVID-19 derajat kritis menunjukan hasil tidak bermakna dengan korelasi sangat lemah. Simpulan: Tidak terdapat korelasi antara kadar ferritin dan rasio PaO2/FiO2 pada pasien COVID-19 derajat kritis.Kata kunci: COVID-19, ferritin, rasio PaO2/FiO2
Gaucher Disease pada Bayi: Kasus Jarang Rikarni Rikarni; Harika Putra
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i2.p497-505.2023

Abstract

Pendahuluan: Gaucher disease (GD) adalah penyakit genetik yang ditandai dengan akumulasi substansi lemak di dalam sel atau organ-organ tertentu. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen glucosidase beta acid (GBA) yang mengakibatkan defisiensi enzim glukoserebrosidase. Insiden GD pada populasi umum secara global diperkirakan antara 0,39 dan 5,80 per 100.000 kelahiran hidup. Gaucher disease Tipe I (GD1) adalah bentuk kelainan yang paling umum, dengan manifestasi  kelainan hematologi yang khas. Laporan Kasus: Bayi perempuan usia 3 bulan dirawat dengan suspek GD. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan gambaran darah tepi dan aspirasi sumsum tulang. Konfirmasi diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan enzim glukoserebrosidase dan mutasi gen GBA. Kesimpulan: Karakteristik GD pada pemeriksaan sumsum tulang adalah ditemukan sel Gaucher berupa kelompok sel-sel besar (makrofag) dengan inti eksentrik, sitoplasma biru penuh dengan wrinkle tissue appearance. Kata kunci: Gaucher disease; glukoserebrosidase; aspirasi sumsum tulang
Leukositosis, Neutrofilia, Radiologi Pneumonia, dan Usia Lanjut sebagai Faktor Risiko Derajat Kritis Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Semen Padang : Studi Kasus Kontrol Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i5.p805-812.2023

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), telah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Banyaknya kasus terkonfirmasi di seluruh dunia mendorong pemahaman komprehensif tentang faktor risiko COVID-19, sehingga dapat membantu pencegahan penyakit, perkembangan penyakit, dan hasil yang dapat merugikan pasien. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan derajat keparahan penyakit pasien COVID-19 di Rumah Sakit Semen Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control menggunakan 100 data rekam medis pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Semen Padang pada tahun 2021. Parameter yang diperiksa berupa komorbid, rontgen foto toraks, dan parameter labor yaitu leukosit, neutrofil, limfosit, RNL, dan D-dimer. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil dianggap bermakna jika nilai p<0,05. Hasil: Karakteristik pasien rawatan COVID-19: laki-laki sebanyak 51% dan perempuan 49%, kelompok umur lansia (>60 tahun) sebanyak 45%, 65% pasien memiliki komorbid, 63% pasien memiliki hasil pemeriksaan radiologi pneumonia. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara kelompok umur, hasil pemeriksaan radiologi, jumlah leukosit, dan jumlah neutrofil dengan derajat keparahan pasien COVID-19. Simpulan: Kelompok umur lansia, radiologi pneumonia, leukositosis, dan neutrofilia menjadi faktor risiko pasien COVID-19 derajat kritis di Rumah Sakit Semen Padang tahun 2021.
Role Of Endoscopy To Reduce Extreme Hyperbilirubinemia In Lemmel Syndrome : A Case Report Rini Suswita
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p730-735.2023

Abstract

Duodenal diverticulum is a false diverticulum which is generally asymptomatic, frequently founded incidentally at endoscopy and 22% at autopsy. One to five percent of duodenal diverticulum have complications such as bilio-pancreatic complications. Lemmel syndrome is a complication of bilio-pancreatic characterized by jaundice, increased levels of bilirubin, liver and pancreatic enzymes. Reported a male patient, 72 years old, he complained abdominal pain in the right upper quadrant, yellow eyes and body, and dark tea-colored urine. Abdominal pain with Visual Analog Scale (VAS) value between 6 to 7. Blood test resulted prolonged APTT 37", PT 17.7", INR 1.66, increased in total bilirubin 26.0 mg/dL with a ratio of direct and indirect bilirubin was 15.0 mg/dL and 11.0 mg/dL consecutively, hyponatremia 133 mmol/L, and hypokalemia 5.2 mmol/L. Abdominal CT scan examination showed compression of the distal bile duct (common bile duct) and dilatation of the proximal bile duct, both intra and extra-hepatic bile ducts. ERCP with endoscopic sphincterotomy and biliary stent placement can be an option for drainage and decompression of the biliary tract to prevent further complications to severe hyperbilirubinemia and the effects of biliary tract obstruction.
Pengaruh Media Video Animasi terhadap Perilaku 5M sebagai Preventif Penularan COVID-19 Siswa Kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit Kota Padang YN Zuhal Chaisart Chaniago
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p609-620.2023

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian video animasi terhadap perilaku 5M sebagai tindakan preventif infeksi COVID-19 siswa kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 61 siswa kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit didapat melalui total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan Marginal Homogeneity Test dan Mc Nemar Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan dengan nilai signifikansi berturut-turut 0,023, 0,019, dan 0,001 (p<0,05). Pengaruh juga tampak dari peningkatan perilaku 5M, yaitu pengetahuan dalam kategori baik yang semula 48 menjadi 56 siswa, sikap dalam kategori positif yang semula 30 menjadi 41 siswa, serta tindakan dalam kategori baik yang semula 38 menjadi 52 siswa. Pemilihan video animasi dinilai sangat tepat karena dengan video yang dapat diulang serta visualisasi gambar bergerak dilengkapi suara dapat mempermudah siswa dalam menerima informasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan didapatkan adanya pengaruh pemberian video animasi terhadap perilaku 5M siswa kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit.
Trombosis Vena Dalam pada Sindrom Nefrotik Rudy Afriant; Avino Mulana Fikri; Alexander Kam
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p764-771.2023

Abstract

Seorang pasien laki-laki usia 34 tahun yang dirawat dengan dengan diagnosis deep vein thrombosis tungkai kanan dan sindrom nefrotik primer relaps. Trombosis pada sindrom nefrotik dapat timbul dari kebocoran protein dengan berat molekul yang tinggi sehingga menyebabkan hiperkoagulabilitas, peningkatan sintesis faktor yang mendorong trombosis, aktivasi dan agregasi trombosit, aktivasi sistem koagulasi, atau penurunan antikoagulan endogen. Pasien sudah diterapi dengan heparin dan terapi untuk sindrom nefrotik. Pasien dipulangkan dengan perbaikan klinis dan kontrol rutin ke poliklinik.
Sindrom Guillain-barre dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) Mardiana - Annisa
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p745-751.2023

Abstract

Sindrom Guillain-Barre (SGB) adalah penyakit autoimun yang menyerang saraf tepi, dapat dipicu oleh infeksi yang baru terjadi, dan mengenai segala usia. Gejala SGB berupa kelemahan progresif yang dimulai dari anggota gerak hingga otot kranial dan pernapasan, menyebabkan kelumpuhan total, kegagalan pernapasan, bahkan kematian. Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) adalah kumpulan gejala inflamasi multisistem berkaitan dengan infeksi COVID-19, yang dapat menyebabkan kegagalan organ multipel. MIS-C menyebabkan beberapa gejala neurologis pada anak dan remaja, termasuk sindrom Guillain-Barre (SGB). Pada laporan kasus ini kami membahas mengenai anak laki-laki berusia 1 tahun yang didiagnosis Sindrom Guillain-Barre dengan MIS-C. Pasien mendapatkan terapi IVIG, obat-obatan, dan terpasang ventilator. Pasien dirawat di ruang intensive anak dengan lama rawatan selama 18 hari. Kondisi pasien telah mengalami perbaikan dan pasien diperbolehkan untuk rawat jalan serta pemantauan ke poliklinik anak.Kata kunci: Sindrom Guillain-Barre; MIS-C
Reexpansion Pulmonary Edema diana nur asrini
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i5.p858-869.2023

Abstract

AbstrakReexpansion pulmonary edema (REPE) adalah edema paru non kardiogenik, biasanya bersifat unilateral. yang terjadi pada paru yang mengembang setelah periode kolaps akibat pneumotoraks atau efusi pleura. Walaupun kejadiannya jarang terjadi, namun tingkat mortalitasnya cukup tinggi. Faktor risiko REPE adalah multifaktorial dan etiologinya belum sepenuhnya jelas. Pendekatan klinis terbaik untuk REPE adalah dengan pencegahan. Penatalaksanaan REPE biasanya bersifat konservatif dan suportif yaitu dengan pemberian oksigen tambahan, dukungan ventilasi dan pemantauan hemodinamik.  Kata kunci: edema paru reekspansi, efusi pleura, pneumotoraks, pemberian oksigen tambahan, ventilasiAbstractReexpansion pulmonary edema (REPE) is non cardiogenic pulmonary edema, usually unilateral that occurs in the lung that expands after a period of collapse due to pneumothorax or pleural effusion. Although it is a rare case, the mortality rate is quite high. The risk factors for REPE are multifactorial and the etiology is not completely clear. The best clinical approach to REPE is prevention. Management of REPE is usually conservative and supportive with supplemental oxygen, ventilatory support, and hemodynamic monitoring Keywords: reexpansion pulmonary edema, pleural effusion, pneumothorax, supplemental oxygen, ventilatory support
Aktivitas Antijamur Infusa Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Kenny Jhody S
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p650-661.2023

Abstract

Tujuan: Mengetahui aktivitas antijamur infusa daun dandang gendis terhadap pertumbuhan Candida albicans dan mengetahui konsentrasi efektif infusa daun dandang gendis pada pertumbuhan Candida albicans; Metode: Skrining fitokimia infusa daun dandang gendis dilakukan dengan pengujian secara kualitatif. Pembuatan infusa daun dandang gendis dilakukan dengan merebus daun dandang gendis selama 15 menit dalam akuades yang telah dipanaskan dengan suhu 90oC. Pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Flukonazol 25 ug/cakram dan Itrakonazol 8ug/cakram digunakan sebagai kontrol positif dan akuades steril digunakan sebagai kontrol negatif; Hasil: Berdasarkan hasil uji metabolit, didapatkan kandungan metabolit sekunder infusa daun dandang gendis yaitu fenol, saponin, tanin, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Metabolit sekunder dominan pada infusa daun dandang gendis adalah fenol (+++). Pengujian infusa daun dandang gendis tidak menunjukkan adanya zona hambat meskipun diujikan pada konsentrasi 100%; Kesimpulan: Infusa daun dandang gendis tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans.
Hubungan Konsumsi Kopi, Aktivitas Fisik, dan Stres Akademik terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran Nurul Hikmah; Eka Ardiani Putri; Agus Fitriangga
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p592-599.2023

Abstract

Latar belakang: Kualitas tidur buruk dapat menurunkan performa aktivitas di siang hari. Sebagian besar mahasiswa kedokteran mengalami stres akademik dalam masa pendidikan karena durasi pendidikan yang lama dan beratnya beban.; Metode: Studi analitik potong lintang dilakukan pada lima puluh delapan mahasiswa kedokteran Angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura  yang mengonsumsi kopi; Hasil: Responden penelitian ini berusia 18-24 tahun dengan sebagian besar perempuan (66%). Berdasarkan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), didapatkan hasil bahwa sebagian besar (42 = 72,4%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan berdasarkan Global Physcical Activity Questionnaire (GPAQ) didapatkan hasil bahwa responden memiliki aktivitas fisik yang rendah (34 =58,6%). Berdasarkan Student Academic Stress Scale (SASS), paling banyak responden memiliki tingkat stres akademik yang sangat berat (24 =41,4%). Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk, konsumsi kopi sedang, aktivitas fisik rendah, dan stress akademik yang sangat berat. Analisis data yang dilakukan menunjukkan nilai p >0.05 untuk semua variabel. Konsumsi kopi (OR 1.8; 95% CI 0.56-0.58), aktivitas fisik (OR 0.87; 95% CI 0.27-2.80), dan stress akademik (OR 1.34; 95% CI 0.40-4.47); Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi, aktivitas fisik, stres akademik, dan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran Angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue