Deiksis
Deiksis is a journal that aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts, and theories in Indonesian language and literature education focused on Language Learning and Indonesian Literature, Class Action Research (CAR) of the teaching of Language and Indonesian Literature, Indonesian Linguistics and Literature, Linguistic and Literary analysis as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least two peer-reviewers. Deiksis is managed to be issued twice in every volume. The scope of Deiksis is Indonesian Language and Literature Learning Model, Assessment and Evaluation of Teaching Indonesian Language and Literature, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, cognitive linguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies.
Articles
411 Documents
Representasi Tradisi dan Modernitas pada Antologi Puisi Mantra Orang Jawa Karya Sapardi Djoko Damono
Isnaini, Heri
Deiksis Vol 15, No 2 (2023): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v15i2.16939
Penelitian ini membahas representasi tradisi dan modernitas pada antologi puisi Mantra Orang Jawa karya Sapardi Djoko Damono. Representasi dan modernitas yang dimaksud dalam artikel ini menjadi pokok pembahasan yang didasarkan pada proses pengalihan bentuk dari puisi lisan (tradisi) menjadi puisi tulis (modern). Mantra Orang Jawa menjadi antologi puisi yang merepresentasikan alih wahana dari puisi tradisi menjadi puisi modern. Pengalihwahanaan ini akan merujuk pada tujuan penelitian ini, yakni: 1) menunjukkan struktur dan kaidah puisi lisan dan puisi tulis; 2) mendeskripsikan pola-pola pengalihwahanaan puisi lisan dan puisi tulis; dan 3) menggambarkan tradisi dan budaya yang melingkupi proses alih wahana tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini memfokuskan objek dan data penelitian pada teks puisi. Metode kualitatif menjadi acuan dalam penelitian ini dengan fokus pada pemanfaatan teori alih wahana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih wahana puisi lisan menjadi puisi modern didasari pada proses tranformasi dan transmisi yang rumit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan puisi lisan dan puisi tulis pada tataran struktur, konteks penuturan, proses penciptaan, dan fungsi. Temuan penelitian ini juga memaparkan adanya pola-pola alih wahana yang digunakan untuk mengubah puisi lisan menjadi puisi tulis. Di samping itu, gambaran tradisi dan budaya pada proses alih wahana puisi lisan menjadi puisi tulis dapat terlihat dengan jelas. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wacana komprehensif atas proses transformasi puisi lisan menjadi puisi tulis.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris
Lestari, Asti Ramadhani Endah;
Mufliharsi, Risa
Deiksis Vol 15, No 2 (2023): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v15i2.17146
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pendidikan dan nilai multikultural dari film “Raya and the Last Dragon”. Film mengandung banyak nilai-nilai Pendidikan karakterl yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi menonton film, membaca skenario, menggarisbawahi kata dan frasa, serta mengidentifikasi dan mengkategorikan data. Objek dalam penelitian ini adalah adegan dan naskah film “Raya and the Last Dragon”. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Penulis bahwa ciri-ciri karakter yang ditemukan dalam film ini adalah baik, rendah hati, percaya diri, kerja keras, pantang menyerah, peduli, dan kerja sama. Selain itu, nilai-nilai Pendidikan karakter ini juga dapat digunakan di dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya melalui kegiatan bermain peran.
Register in User Experience Articles from Nielsen Norman Group (Nngroup.Com)
Addina, Fara Ruby
Deiksis Vol 15, No 2 (2023): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v15i2.17305
Depending on the setting, language can vary according to the register. Convention, which people are partly required to follow, establishes it. For instance, the vocabulary used to discuss something with coworkers or professionals will differ from that used with family members. Abbreviations are used to communicate precisely in different contexts. This study aims to describe the types of registers used in the user experience (UX) filed by Nielsen Norman Group. The data is qualitatively analyzed. Each term found in the sample that can be considered a register will be grouped into kinds of word formation, dimensions of register, and functions of register. The results show that there are 11 compound words and two abbreviations. According to Pateda’s classification of the functions of the register, it can be said that seven of eight articles apply the oratorical (frozen) function, as these articles tell the audience how to do something in the right way. This study proved that the User Experience field also has its own register. Some words and phrases tend to be used among User Experience practitioners only.
Literasi Ekologi dalam Fabel Anak Tupai Yang Jera dan Kisah Lainnya Karya Yudhistira Ikranegara
Nurmawati, Fulusia;
Yulisetiani, Septi
Deiksis Vol 15, No 2 (2023): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v15i2.10588
Manusia dan alam semesta memiliki hubungan yang sangat erat. Kualitas hidup manusia di masa depan sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan saat ini. Untuk itu, manusia perlu menjaga dan melestarikan alam semesta. Pengetahuan cinta lingkungan harus dimiliki sejak dini. Anak-anak dapat memperoleh pengetahuan tersebut melalui cerita anak yang dibaca atau didengarnya. Penelitain terhadap cerita anak yang memuat pesan cinta lingkungan sangat diperlukan. Hasil studi pustaka dengan teknik analisis isi terhadap fabel Anak Tupai yang Jera dan Kisah Lainnya Yudhistira Ikranegara menunjukkan bahwa, cerita-cerita tersebut menyajikan sumber literasi ekologi. Hasil penelitian akan diperoleh muatan ekologis dari sumber literasi ekologi cerita seri dongeng fabel berdasarkan pembelajaran sastra yang relevan untuk sekolah dasar jika sesuai dengan pembelajaran sastra sekolah dasar. Analisis sumber literasi memuat deskripsi lingkungan dan alam semesta yang dapat dikaitkan dalam pembelajaran siswa sekolah dasar.
Teknik Penerjemahan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia dalam Lagu Nemen Karya Gilga Sahid
Kasmanah, Kasmanah;
Haerudin, Deden;
Hidayat, Arif
Deiksis Vol 16, No 1 (2024): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v16i1.22050
Penelitian ini mendalami proses penerjemahan lirik lagu dari Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia dengan fokus pada teknik yang digunakan oleh Mad Lyric, sebuah kanal YouTube yang terkenal dalam melakukan terjemahan lagu. Latar belakangnya meliputi naiknya popularitas lagu berbahasa Jawa dan dampaknya dalam melestarikan warisan budaya serta tantangan yang muncul dalam menjaga keaslian makna dan gaya bahasa saat menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap teknik-teknik penerjemahan yang digunakan oleh Mad Lyric serta memahami pentingnya mempertahankan kesesuaian makna dan gaya bahasa dalam konteks penerjemahan musik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi terhadap lirik lagu yang diterjemahkan oleh Mad Lyric di kanal YouTube mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mad Lyric menggunakan beragam teknik penerjemahan, seperti harfiah, reduksi, amplifikasi, dan modulasi. Mereka mengutamakan kesesuaian pesan asli dengan gaya dan nuansa Bahasa Indonesia sehari-hari, menciptakan terjemahan yang menghormati kedalaman makna dan gaya bahasa, bukan sekadar arti kata demi kata. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemahaman mendalam terhadap bahasa dan konteks budaya dalam mempertahankan esensi dari pesan asli dalam proses penerjemahan musik, yang dapat membantu meningkatkan kualitas penerjemahan di antara bahasa-bahasa yang berbeda.
Analisis Tindak Tutur Agus Yudhoyono dalam Podcast Deddy Corbuzier
Gita, Madiyati Manggala;
Pratiwi, Dini Restiyanti
Deiksis Vol 15, No 2 (2023): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v15i2.15488
Saat ini nama Agus Harimurti Yudhoyono menjadi ramai diperbincangkan karena keputusannya menjadi politikus muda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis apa saja jenis tindak tutur yang digunakan Agus Yudhoyono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber penelitian diambil dari akun youtube milik Deddy Corbuzier yang diunggah pada tanggal 19 November 2019 dengan durasi 1 jam 2 menit 2 detik. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini memanfaatkan teknik pustaka, dokumentasi, teknik simak dan catat. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode padan pragmatik. Metode padan pragmatik dalam penelitian ini penerapannya dengan cara mengklasifikasi tuturan narasumber. Kemudian didapati hasil bahwa jenis tindak tutur Agus Yudhoyono dalam Podcast sebanyak 33 tuturan yang terdiri dari 15 jenis tindak tutur asertif, 6 jenis tindak tutur direktif, 4 jenis tindak tutur komisif, 1 jenis tindak tutur ekspresif, 2 jenis tindak tutur deklaratif, dan 5 jenis tindak tutur rogatif. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis tindak tutur mendominasi adalah jenis asertif sub menceritakan. Adapaun jenis tindak tutur yang paling sedikit adalah jenis tindak tutur ekspresif dengan sub merasa ikut bersimpati.
Syntactical Pattern of News Headlines in The Jakarta Post and The Diplomat Reporting The 2024 Indonesian Presidential Election
Panji, Artha Nur Restia;
Kadir, Puspa Mirani;
Wagiati, Wagiati
Deiksis Vol 16, No 2 (2024): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v16i2.18411
The research discussed the syntactical pattern in news headlines between two different-country background news report channels, The Jakarta Post and The Diplomat reporting the same case, that was Indonesian Election 2024. The data source consists of twenty different news titles from both channels published on June 6, 2023. A qualitative approach with a descriptive analysis is used in this research. The Syntax underlying tree pattern by Van Valin et al (1997) serves as the framework for this research. The research findings showed that it was found that the Indonesian channel, Jakarta Post, have all sentential headline pattern in their ten news with nine simple sentences and one complex sentence, while The Diplomat which is from America, have eight sentential headlines and two phrased pattern from their ten news with simple sentence form at all headlines.
Mimikri dalam Hegemoni pada Film Serial Gadis Kretek
Pratiwi, Noor Komari;
Darni, Darni
Deiksis Vol 16, No 1 (2024): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/deiksis.v16i1.22074
Model adaptasi novel ke dalam bentuk film menjadi tren di dunia sastra saat ini. Film serial Gadis Kretek merupakan salah satu karya yang diangkat dari novel laris karya Ratih Kumala. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji praktik hegemoni dalam mimikri yang terdapat pada film serial Gadis Kretek. Metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan mimetik digunakan untuk menganalisis film serial ini. Pendekatan mimetik digunakan karena peneliti menitikberatkan kajian pada hubungan antara karya sastra dan rekaan atas realitas yang terjadi di masyarakat. Data dikumpulkan dengan teknik simak-catat. Dengan mengaplikasikan analisis teori hegemoni Gramsci dan pascakolonialisme Bhabha, kajian ini menemukan bahwa kelompok subaltern menerima ideologi dan kepentingan kelompok berkuasa sebagai sentralitas konsensus yang mengejawantah di tengah kehidupan masyarakat. Mimikri muncul sebagai konsep pertahanan diri sebagai akibat dari praktik-praktik hegemoni yang diterima oleh kelompok subaltern. Sebagai strategi yang bersifat ambivalen, mimikri justru dinikmati dan dilakoni oleh kelompok subaltern dalam proses imitasi. Mimikri dilakukan oleh tokoh-tokoh yang termasuk ke dalam kelompok subaltern sebagai cara untuk mempertahankan diri dari kekuasaan kelompok dominan yang melakukan praktik hegemoni dalam film serial Gadis Kretek.