cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Mathematics Education Research
ISSN : 22526455     EISSN : 25024507     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat pembelajaran yang tersedia belum mengarah pada aktivitas pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran model PBL dengan pendekatan open-ended untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model Thiagarajan atau 4-D. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, Buku Siswa, LKS, dan TKPM. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, dokumentasi, tes, dan observasi. Teknik analisis data kevalidan perangkat pembelajaran berdasarkan tim ahli, kepraktisan berdasarkan kemampuan guru mengelola pembelajaran dan respon siswa, serta keefektifan berdasarkan uji-z, uji pengaruh dan uji peningkatan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) perangkat pembelajaran yang dikebangkan valid dengan skor (a) silabus 4,3, (b) RPP 4,3, (c) buku siswa 4,4, (d) LKS 4,3, dan (e) TKPM 4,4 dari skor maksimal 5; (2) perangkat pembelajaran praktis dengan skor (a) kemampuan guru mengelola pembelajaran baik dengan skor rata-rata 4,171, (b) respon siswa positif dengan rata-rata persentase 84,5%; (3) perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif, ditunjukkan (a) tuntas klasikal 96,2% siswa, (b) kontribusi uji pengaruh keterampilan proses dan rasa ingin tahu terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 89,3% , (c) rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, (d) peningkatan kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen tinggi sebesar 0,702 lebih baik dari kelas kontrol sebesar 0,549 dengan kategori sedang.
Kemampuan Aljabar Siswa pada Pembelajaran Kooperatif Berbasis Concept Mapping
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan aljabar merupakan suatu bentuk penalaran yang melibatkan variabel, generalisasi, representasi berbagai bentuk hubungan dan abstraksi dari bentuk perhitungan. Pembelajaran kooperatif berbasis concept mapping digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pencapaian kemampuan aljabar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji kualitas pembelajaran kooperatif berbasis concept mapping pada pencapaian kemampuan aljabar siswa; dan (2) mendeskripsikan kemampuan aljabar siswa pada pembelajaran kooperatif berbasis concept mapping. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan strategi concurrent embedded. Penelitian kuantitatif menggunakan nonrandomized control group. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII. Data kuantitatif diuji dengan uji z dan Independent t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis concept mapping berkualitas. Secara kualitatif, hasil penilaian perangkat oleh validator ahli masuk pada kategori baik; hasil observasi kualitas dan keterlaksanaan pembelajaran masuk pada kategori baik; dan respon positif siswa terhadap pembelajaran melampaui 70%. Sedangkan secara kuantitatif, proporsi siswa yang mencapai ketuntasan melampaui 75%; kemampuan aljabar siswa pada pembelajaran kooperatif berbasis concept mapping lebih tinggi dari kemampuan aljabar siswa pada pembelajaran ekspositori; dan peningkatan kemampuan aljabar siswa pada pembelajaran kooperatif berbasis concept mapping lebih tinggi dari peningkatan kemampuan aljabar siswa pada pembelajaran ekspositori. Siswa kelompok tinggi telah mampu menggunakan aljabar sebagai alat pemecahan masalah, siswa kelompok sedang mampu membuat model matematika berdasarkan permasalahan yang diberikan, namun kurang mampu dalam menyelesaikannya, sementara siswa kelompok rendah telah mampu menggunakan aturan dasar aljabar namun belum mampu memodelkan masalah matematika dan menyelesaikannya.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dan Pembentukan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran Open Ended Berbasis Etnomatematika
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis (KBKM) siswa dan pembentukan karakter rasa ingin tahu siswa merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran Open Ended (OEL) berbasis etnomatematika, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan KBKM siswa dan pembentukan Karakter Rasa Ingin Tahu (KRIT) siswa. Penelitian ini bertujuan : (1) mendeskripsikan kondisi awal KBKM siswa, (2) menguji keefektifan pembelajaran OEL bernuansa etnomatematika terhadap KBKM, (3) menganalisis hasil pembentukan KRIT siswa pada pembelajaran OEL bernuansa etnomatematika, (4) menganalisis hasil pembentukan Keterampilan Proses Berpikir Kreatif Matematis (KPBKM) siswa pada pembelajaran OEL bernuansa etnomatematika,(5) menganalisis hasil pembentukan Karakter Cinta Budaya Lokal (KCBL) siswa pada pembelajaran OEL bernuansa etnomatematika. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential exploratory. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kondisi awal kemampuan berpikir kreatif siswa rata-rata berada pada tahap kemampuan yang rendah ; (2) Efektifitas pembelajaran ditunjukkan dengan rata-rata KBKM siswa kelas eksperimen mencapai KKM yaitu 70 mencapai 87%, Uji ketuntasan diperoleh , Uji beda rata-rata diperoleh KRIT siswa berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, dengan besar pengaruh 51,7% dengan persamaan dan uji gain selisih beda rata-rata diperoleh dengan 3) Diperoleh analisis pembentukan KRIT siswa dan peningkatan KRIT siswa dengan skor gain setiap pertemuannya 0,05; 0,12; 0,58; 0,52; 0,33; 0,89; peningkatan keterampilan proses berpikir kreatif siwa dengan skor gain setiap pertemuannya 0,07; 0,13; 0,54; 0,31; 0,36; 0,84; peningkatan karakter cinta budaya lokal siswa pada skor angket pertemuan pertama dan terakhirnnya dengan rata-rata 3,06 dan 4,27.
Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Karakter Tanggung Jawab pada Model Brain Based Learning
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pembelajaran model BBL menggunakan pendekatan saintifik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari karakter tanggung jawab dalam pembelajaran matematika dengan model BBL menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed methods) dengan tipe strategi embedded konkuren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran dengan model BBL menggunakan pendekatan saintifik berkategori baik yang ditunjukkan dengan: (1) pada tahap perencanaan, perangkat pembelajaran yang telah disusun valid, (2) pada tahap pelaksanaan, keterlaksanaan pembelajaran berkategori baik dan mendapatkan respon positif dari siswa, serta (3) pada tahap evaluasi, telah memenuhi uji keefektifan. Selain itu, siswa dengan karakter tanggung jawab tinggi sudah mampu mencapai kelima aspek kemampuan berpikir kritis matematika, sedangkan siswa dengan karakter tanggung jawab sedang dan rendah belum mampu mencapai kelima aspek kemampuan berpikir kritis matematika.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Metakognisi Siswa pada Model Pisa-Cps
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model PISA-CPS dan mendeskripsikan kemampuan literasi matematika (KLM) ditinjau dari metakognisi siswa pada model PISA-CPS. Jenis penelitian yang digunakan adalah Mixed Methods dengan concurrent embedded desaign. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang, Jawa Tengah. Kemudian dilakukan analisis data kuantitatif dan kualitatif berdasarkan metakognisi siswa kelompok rendah, sedang dan tinggi. Setelah itu diambil KLM dari metakognisi siswa rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran PISA-CPS tuntas dan kemampuan literasi matematika ditinjau dari metakognisi siswa yang diajarkan dengan pembelajaran PISA-CPS lebih tinggi dari pembelajaran ekspositori. Metakognisi siswa rendah memiliki KLM kurang baik, Metakognisi siswa sedang memiliki KLM cukup baik, metakognisi siswa tinggi memiliki KLM sangat baik. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran PISA-CPS efektif terhadap KLM siswa. Untuk meningkatkan KLM siswa maka guru perlu memberikan penguatan berupa latihan soal-soal literasi matematika supaya KLM siswa pada level 5 dan level 6 tercapai.
Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu pada Model Problem-Based Learning dengan Masalah Open Ended
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis dan rasa ingin tahu merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Diperlukan model pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan rasa ingin tahu yaitu pembelajaran model problem-based learning dengan masalah open ended. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji keefektifan pembelajaran model problem-based learning dengan masalah open ended terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan rasa ingin tahu, (2) menguji pengaruh rasa ingin tahu terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, (3) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis dan rasa ingin tahu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian mix methods. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Semarang tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran problem-based learning dengan masalah open ended efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan rasa ingin tahu siswa. Terdapat pengaruh yang signifikan variabel rasa ingin tahu siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis. Pada analisis kemampuan berpikir kreatif matematis, siswa kelompok atas menguasai keempat indikator, siswa kelompok tengah menguasai tiga indikator dan belum menguasai indikator keterincian (elaboration). Sedangkan siswa kelompok bawah hanya menguasai indikator kelancaran (fluency) dan keaslian (originality), serta belum menguasai indikator keluwesan (flexibility) dan keterincian (elaboration). Pada analisis rasa ingin tahu, kelompok atas memiliki empat indikator rasa ingin tahu, kelompok tengah memiliki tiga indikator rasa ingin tahu dan belum memiliki indikator upaya mencari masalah yang menantang. Sedangkan kelompok bawah sudah memiliki kemampuan untuk aktif dalam bertanya dan berupaya mencari sumber lain, namun belum memiliki upaya untuk mencari masalah yang lebih menantang dan keinginan mengetahui lebih mendalam materi yang dipelajari.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis melalui Pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Scaffolding
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding terhadap kemampuan literasi matematis siswa dan menganalisis karakteristik kemampuan literasi matematis siswa melaui pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengantipe concurrent embedded Design, Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan True experimental design dengan bentuk posttest-only control design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sanggau Ledo, Kalimantan Barat. Selanjutnya dilakukan pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding pada kelas eksperimen. Kemudian dilakukan pengambilan data dengan melakukan tes kemampuan literasi matematis pada tiap sampel. Untuk memperdalam hasil penelitian dilakukan wawancara terkait karakteristik literasi matematis pada subjek yang sudah dipilih. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding tuntas. Kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding lebih baik dari siswa pada pembelajaran ekspositori. Karakteristik kemampuan literasi matematis pada siswa kelompok atas, tengah, bawah relatife baik karena pembelajaran ini mampu memberikan hasil yang baik pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding efektif terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Pembelajaran inkuiri dengan strategi scaffolding dapat dijadikan alternatif model pembelajaran diterapkan di kelas dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi matematis.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa pada Model Project Based Learning Bernuansa Etnomatematika
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model Project Based Learning bernuansa etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dan (2) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian mixed method dengan desain sequential explanatory. Subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan analisis gaya kognitif menggunakan Group Embedded Figure Test (GEFT) pada siswa kelas VIIIA SMP N 1 Wates, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan wawancara. Efektivitas dianalisis berdasarkan (1) uji kesamaan rata-rata; (2) uji ketuntasan dan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Project Based Learning bernuansa etnomatematika efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Siswa dengan gaya kognitif Field Independent (FI) cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan gaya kongnitif Field Dependent (FD). Siswa FDL mampu memahami masalah, namun kurang mampu merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian serta tidak mampu memeriksa kembali. Siswa FDK mampu memahami masalah dan merencanakan rencana penyelesaian, namun kurang mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali. Siswa FIL mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian, namun kurang mampu memeriksa kembali. Siswa FIK mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, serta memeriksa kembali dengan baik.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika melalui Model Missouri Mathematics Project dengan Pendekatan Open-Ended
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui kualitas pembelajaran model Missouri Mathematics Project (MMP) dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp, (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa pada pembelajaran model MMP dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp di tinjau dari kemampuan awal matematika siswa, dan (3) mendeskripsikan kemandirian belajar siswa pada pembelajaran model MMP dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp. Jenis penelitian ini adalah mixed methods menggunakan model concurrent embedded dengan sampel penelitian terpilih kelas X MIPA 8 kelas eksperimen dan kelas X MIPA 7 kelas kontrol. Cara pengumpulan data menggunakan metode pemberian tes, angket respon siswa, observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran model MMP dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp memenuhi kategori minimal baik, kemampuan literasi matematika siswa kelompok atas sangat baik, kemampuan literasi matematika siswa kelompok tengah kategori baik, dan kemampuan literasi matematika siswa kelompok bawah kategori cukup baik. Kemandirian belajar siswa melalui pembelajaran model Missouri Mathematics Project dengan pendekatan open-ended berbantuan whatsapp mencapai kategori baik dengan peningkatan sedang dan respon siswa mencapai kategori baik. Melalui grup diskusi belajar pada whatsapp dapat membantu siswa menyelesaikan tugas yang di berikan guru.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Pada Pembelajaran Cps Berbantuan Hands On Activity
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 6 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui kualitas pembelajaran matematika pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity; (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari kecerdasan emosional setelah diajar dengan model pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity; dan (3) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari keterampilan Hands on Activity setelah diajar dengan model pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods model concurrent embedded. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan inventori kecerdasan emosional, Tes Kemampuan Literasi Matematika (TKLM) dan lembar observasi. Data akhir dianalisis dengan uji rata-rata, uji proporsi, uji beda proporsi dan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pembelajaran CPS berbantuan Hands on Activity berkualitas baik secara kualitatif dan kuantitatif; (2) siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dan sedang belum menguasai ketujuh komponen literasi matematika sedangkan siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sudah menguasai tujuh komponen literasi matematika dan (3) siswa yang memiliki keterampilan Hands on Activity rendah dan sedang belum menguasai ketujuh komponen literasi matematika sedangkan siswa yang memiliki keterampilan Hands on Activity tinggi sudah menguasai tujuh komponen literasi matematika. Guru perlu memberikan penekanan pada komponen literasi matematika yang belum dikuasai siswa dengan menjadikannya sebagai soal-soal untuk tugas atau PR. _______________________________________________________________ _ The purposes of this research are: (1) to know the quality of mathematics learning resulted from the class which applies CPS learning supported by Hands on Activity; (2) to describe mathematical literacy ability of students regarded from emotional intelligence after applying CPS learning model supported by Hands on Activity; and (3) to describe mathematical literacy ability of students regarded from Hands on Activity skill after applying CPS learning model supported by Hands on Activity. This research uses mixed method type of research using concurrent embedded model with quantitative method as the primary method. The data in this research were obtained by using emotional intelligence inventory, TKLM and observation sheets. Final data analysis using mean test, proportional test, proportional differentiation test, and mean differentiation test. Results of the research proved that: (1) CPS learning supported by Hands on Activity resulted in good learning quality viewed from both qualitative and quantitative aspects; (2) student with low and average emotional intelligence cannot thoroughly comprehend seventh components of mathematical literacy while student with high emotional intelligence were able to comprehend seven components of mathematical literacy. Student with low and average Hands on Activity skill cannot thoroughly comprehend seventh components of mathematical literacy, while student with high Hands on Activity skill were able to comprehend seven components of mathematical literacy. The teacher needs to give emphasis on mathematical literacy component which had not been mastered by students by using it as a task or homework.