cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20894953     EISSN : 2775815X     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
TEKNIK PENGUJIAN TEKANAN AIR PADA PEKERJAAN GROUTING PROYEK BENDUNGAN/WADUK NIPAH MADURA-JAWA TIMUR Udiana, I Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.268 KB)

Abstract

ABSTRAKInjeksi semen bertekanan (grouting) adalah suatu proses, di mana suatu cairandiinjeksikan/disuntikan dengan tekanan sesuai uji tekanan air (water pressure test) kedalam rongga, rekah dan retakan batuan/tanah, yang mana cairan tersebut dalam waktutertentu akan menjadi padat secara fisika maupun kimiawi.Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk memperkirakan jumlah cairan injeksi(grout) yang diperlukan dan proporsi campuran susu/bubur semen (cement milk). Disamping untuk menentukan kemungkinan dapat dilaksanakan grouting atau jugamelihat apakah batuan/tanah yang diinjeksi/disuntik cukup aman pada tekanan groutingyang diberikan nantinya, juga dimaksudkan untuk menentukan besarnya angkakelulusan air dalam batuan/tanah (lugeon value) serta untuk mengetahui besarnya angkakoefisien permeabilitas dalam batuan tersebut yang nantinya akan dipergunakan untukmenentukan kepekatan campuran bubur semen yang dipakai dalam pelaksanaan injeksisemen bertekanan (grouting).Hasil dan pembahasan ternyata dari hasil perhitungan pada P.1 stage pertamaangka lugeon (Lv) = 31,534 lt/menit/m’, P.2 stage kedua Lv = 31.822 lt/menit/m’, S.1stage pertama Lv = 31.373 lt/menit/m’, S.2 stage kedua Lv = 31.525 lt/menit/m’, T.1stage pertama Lv = 53.644 lt/menit/m’ dan T.2 stage kedua Lv = 51.955 lt/menit/m’, inidapat diambil hasil kesimpulan bahwa besarnya angka lugeon (Lv) untuk semua stage >15,000 lugeon. Dengan demikian, maka dapat ditentukan bahwa besarnya kepekatancampuran bubur sementasi adalah dengan perbandingan 6 : 1
KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS SUNGAI BENLELANG DAN SUNGAI LEMBUR SERTA AGREGAT KASAR SUNGAI LEMBUR Mau, Meihizkia Y.; Hunggurami, Elia; Sir, Tri M. W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.501 KB)

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan konstruksi terus meningkat sehingga kebutuhan akan material untuk pembangunan juga meningkat, salah satunya adalah beton. Kebutuhan akan material beton sangatlah tinggi sehingga perlu adanya eksplorasi tempat baru untuk pengambilan material beton.Masyarakat Alor yang bermukim di dekat aliran sungai memanfaatkan agregat sungai sebagai material beton.Biasanya pasir sungai yang digunakan oleh masyarakat berasal dari pasir sungai Benlelang di Kecamatan Alor Tengah dan pasir sungai Lembur di Kecamatan Lembur.Tujuan dari penelitiaan ini untuk mengetahui nilai kuat tekan betonyang menggunakan bahan agregat halus Benlelang dan Lembur serta agregat kasar Lembur dan membandingkan nilai kuat tekannya dengan beton yang menggunakan agregat Takari. Benda uji yang dipakai berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan mutu rencana 15 MPa dan 25 MPa dengan durasi curing 28 hari.Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan untuk mutu beton 15 MPa dan 25 MPa yang direncanakan, nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat Takari lebih tinggi dibandingkan dengan Benlelang dan Lembur.The need for building materials for construction work continues to increase so that the need for materials for development also increases, one of which is concrete. The need for concrete material is so high there is a need for exploration of new places for concrete material retrieval. Alorcommunity who live near the river flow utilize river aggregateas a concrete material. Usually the river sand used by the community comes from the sand of the river Benlelang in the Sub-district south Alor and the sand of Lembur River in Lembur Sub-district.This study aims determine the compressive strength of concrete using fine aggregate Benlelang and Lembur and coarse aggregate Lembur and compare the value of compressive strength using Takari aggregate. Concrete test specimens that are used in the form of cylinder with diameter 15 cm and height 30 cm with quality plan 15 MPa and 25 MPa with curing duration 28 days. Based on the results of the compressive strength test for the planned concrete quality of 15 MPa and 25 MPa, The value of concrete compressive strength using fine aggregate Takari is higher than Benlelang and Lembur.
ANALISIS EFISIENSI DAN KEHILANGAN AIR PADA JARIRINGAN UTAMA DAERAH IRIGASI AIR SAGU Bunganaen, Wilhelmus
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.709 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis besarnyaefisiensi dan kehilangan air pada jaringan irigasi Air Sagu, yang terletak di DesaNoelbaki, Kabupaten Kupang. Penelitian dilakukan pada saluran primer, sekunder, dansaluran tersier.Efisiensi dan kehilangan air dianalisis dengan menggunakan metode DebitMasuk – Debit Keluar. Data – data yang dipakai dalam analisis ini adalah data primerberupa data kecepatan aliran dengan current meter untuk saluran primer dan sekunderserta data kecepatan aliran dengan pelampung untuk saluran tersier. Selain data primerjuga dipakai data sekunder berupa data evaporasi 10 tahun terakhir dari StasiunKlimatologi Lasiana.Berdasarkan hasil analisis, Kehilangan air secara keseluruhan pada jaringanirigasi Air Sagu adalah 39.67%. Kehilangan air yang terjadi akibat evaporasi sangatkecil, sehingga air yang hilang lebih disebabkan oleh faktor fisik saluran dengankehilangan yang banyak terjadi pada saluran sekunder 1, sekunder 4, dan saluran tersiertanah. Efisiensi rata – rata secara keseluruhan pada jaringan irigasi Air Sagu adalah60.33% dengan efisiensi saluran primer sebesar 93.36%, saluran sekunder sebesar83.02%, dan saluran tersier sebesar 77.84%.
ANALISIS KERAPATAN JARINGAN STASIUN CURAH HUJAN Dimu Ratu, Yerison; Krisnayanti, Denik Sri; Udiana, I Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.775 KB)

Abstract

The rain that falls on the surface of the earth is influenced by several factors that are not evenly spread to a region of the river. It can be determined by the proper placement of rain station, good location, number and pattern of spread. However, the placement of the rain stations are generally based only on immediate needs, so do not pay attention to the development of water resources as a whole. This research is specifically done on Aesesa with area of 8.202,41 km2. Methods to be used in this study is the method of Kagan. Analysis of the WS Aesesa obtained daily rainfall correlation coefficient 0,184 and 0,293 monthly. Existing density of rainfall stations in the WS Aesesa 1.025,0 km2 /Station. For daily rainfall, averaging 5% error obtained an area 195,295 km2/stations and 42 stations, alignment errors of 10% obtained an area of 585.886 km2/stations and 14 stations. While 5% for monthly rainfall, obtained an area of 182,276 km2/ stations and 45 stations, 10% error obtained an area 546,827 km2/stations and 15 stations. The number of stations is not the only factor affecting the level of rainfall forecast accuracy, but the pattern of spread also plays a role in determining the level of accuracy.
DESAIN CAMPURAN SEMEN DAN AIR PADA PEKERJAAN GROUTING Udiana, I Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.469 KB)

Abstract

Injeksi semen bertekanan/sementasi (grouting) adalah suatu proses, di mana suatu cairan diinjeksikan/disuntikan dengan tekanan sesuai uji tekanan air (water pressure test) ke dalam rongga, rekah dan retakan batuan/tanah, yang mana cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat secara fisika maupun kimiawi. Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mendapatkan desain perbandingan campuran semen dan air serta volume cairan injeksi (grout) yang diperlukan dalam pekerjaan grouting berdasarkan besarnya angka lugeon (Lv). Berdasarkan hasil perhitungan pada lubang grouting P.1 stage pertama didapat Lv = 31,534 lt/menit/m’(lugeon), pada P.2 stage kedua didapat Lv = 31,822 lt/menit/m’, pada S.1 stage pertama didapat Lv = 31,373 lt/menit/m’, pada S.2 stage kedua didapat Lv = 31,525 lt/menit/m’, pada T.1 stage pertama didapat Lv = 53,644 lt/menit/m’dan pada T.2 stage kedua didapat Lv = 51,955 lt/menit/m’. Berdasarkan hasil perhitungan didapat besarnya angka lugeon (Lv) rata-rata untuk semua stage > 15 lt/menit/m’(lugeon), maka dapat disimpulkan bahwa desain perbandingan campuran semen dan air untuk grouting adalah 1 : 6. Dari angka lugeon > 15 lugeon dipakai perbandingan campuran semen dan air 1 : 6, maka berat jenis campuran 1 : 6 didapat sebesar 19,90 t/m3 dengan memakai campuran dalam volume mixer sebesar 200 liter, maka didapat berat semen sebesar 31,66 kg. Jadi volume cairan injeksi (grout) yang diperlukan dengan komposisi volume semen sebesar 10,05 liter dan volume air sebesar 189,95 liter.
KAJIAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UMUM JALUR TERMNAL MARDIKA-AIR SALOBAR DI KOTA AMBON Walsen, Selviana
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.803 KB)

Abstract

Operational cost of transportation route by Air Salobar on Ambon City is a cost incurred by public transport entrepreneurs in running the business operation, while achieving the goal of safe transportation desires, comfortable, economical and smooth , need to pay attention to the condition of the existing public transportation that operates at the route. Especially services that are considered very meggangu the city transport service users as well as in Indonesia today , and in particular Ambon city transport routes Mardika’s Terminal – Air Salobar. So it’s it is precisely when reviewing how service levels to be very low right now. So that needs to be revisited once the city transport fares set by the government and compared to public transportation operating costs to be incurred by the manager of public transportation to take a step back calculation. Public transportation cost calculations are calculated based on the calculation of fixed and variable costs. For variable costs consisting of fuel costs, the cost of lubricating oil, tire usage costs , driver wages and repair costs. Vehicle operating costs per passenger per trip Mardika’s Terminal – Air Salobar IDR 2000 of the calculation results, obtained vehicle operating costs per passenger per trip is greater than revenue means businesses operate vehicles transport on this route loss.
ANALISA NILAI SISA KAPASITAS BANGUNAN ATAS JEMBATAN BAHANAPU DENGAN MENGGUNAKAN METODE RATING FACTOR Shintike, Yosephine L.; Pah, Jusuf J.S.; Bunganaen, Wilhelmus
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.854 KB)

Abstract

Jembatan dapat mengalami kegagalan secara tiba-tiba karena akibat pengaruh dari keadaan eksternal jembatan, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sisa kapasitas bangunan atas jembatan dengan menggunakan metode rating factor. Perhitungan analisis rating factor berpedoman pada draf Pedoman Penentuan Nilai Kapasitas Jembatan dari Dirjen Bina Marga dengan melakukan analisis terhadap kondisi harian (inventory) dan kondisi khusus (operating). Dari hasil analisis diperoleh nilai rating factor terhadap komponen-komponen jembatan. Untuk komponen pelat lantai kendaraan posisi Dial Gauge 2, nilai rating factor terbesar dan terkecil adalah 4.53 dan 0.75, sedangkan pada komponen pelat lantai kendaraan posisi Dial Gauge 3 memiliki nilai rating factor terbesar dan terkecil sebesar 4.35 dan 0.58. Pada komponen gelagar utama jembatan posisi Dial Gauge 1 menurut tinjauan operating rating factor memiliki nilai terbesar dan terkecil sebesar 1.01 dan 0.51, sedangkan menurut tinajuan inventory rating factor adalah sebesar 0.60 dan 0.31. Pada komponen gelagar utama jembatan posisi Dial Gauge 4 menurut tinjauan operating rating factor memiliki nilai terbesar dan terkecil sebesar 1.83 dan 0.71, sedangkan menurut tinjauan inventory rating factor adalah sebesar 1.09 dan 0.42. Dari nilai rating factor ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan jembatan memiliki nilai rating factor < 1, sehingga diperoleh hasil evaluasi bangunan atas Jembatan Bahanapu harus diberlakukan pembatasan beban lalu lintas dan juga perbaikan jembatan secara keseluruhan. The bridge can fail suddenly because due to the influence of external circumstances bridge, therefore this study aims to determine the residual value of the building capacity on the bridge by using the method of rating factor. The rating factor analysis calculation based on the draft Guidelines for Determination of Capacity Value Bridges of DGH by analyzing the daily conditions (inventory) and special conditions (operating). From the results obtained by analysis of rating factor value of the components of a bridge. To position the vehicle floor plate component Dial Gauge 2, the value of the largest and smallest factor rating is 4:53 and 0.75, whereas the components of the vehicle floor plate Dial Gauge position 3 has a value rating of the largest and smallest factor of 4:35 and 0:58. In the main girder bridge component position Dial Gauge 1 rating factor according to a review of operating the largest and smallest values of 1:01 and 0:51, while according to rating factor tinajuan inventory amounted to 0.60 and 0:31. In the main girder bridge component Dial Gauge position 4 according to a review of operating rating factor has the largest and smallest values of 1.83 and 0.71, while according to inventory review rating factor is equal to 1:09 and 0:42. The rating factor of the value of this can be concluded that the overall bridge rating factor has a value of
ANALISIS BIAYA PRODUK ASPHALT MIXING PLANTS (AMP) DI PULAU TIMOR Messah, Yunita A.; Bella, Rosmiyati A.; Klomang, Gerry B.
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.766 KB)

Abstract

Pada proses produksi dan distribusihotmix, jarak antara sumber material dan jarak antara lokasi permintaan hotmix dengan AMP akanberpengaruh pada biaya transportasi dan kualitas campuran yang dikirim ke lokasi pekerjaan. Penelitian dilakukan pada lokasi-lokasi yang terdapat Asphalt Mixing Plant (AMP) di Pulau Timor.Metode penelitian yang dilakukan ialah dengan observasi langsung (survei) ke lokasi dan melakukan wawancara langsung.Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisa perhitungan produktivitas alat dan perhitungan biaya.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 unit AMP di Pulau Timor, dengan rincian 4 unit AMP di Kabupaten Kupang, 2 unit AMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 2 unit AMP di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan 4 unit AMP di Kabupaten Belu. Berdasarkan lokasi-lokasi tersebut, maka setelah dilakukan analisis perhitungan produktivitas kerja alat dan biaya maka diketahui bahwa produktivitas kerja alat sangat mempengaruhi waktu pekerjaan sebuah proyek jalan yang menggunakan hotmix, di mana dengan angka produktivitas kerja alat yang rendah akan mengakibatkan biaya yang digunakan untuk pekerjaan proyek jalan semakin besar, dan juga kualitas hotmix yang digunakan akan berkurang.
SISTEM DRAINASE ZONA V RENCANA INDUK DRAINASE KOTA KUPANG Kollawila, Aryanto A.; Bunganaen, Wilhelmus; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.875 KB)

Abstract

Kota Kupang sudah banyak terdapat jaringan drainase yang terbagi dalam IX zona. Zona V merupakan Daerah Pengaliran Sungai (DPS) dari sungai Liliba dan sungai Lasiana. Kawasan ini sering mengalami masalah genangan air di beberapa ruas jalan yang disebabkan oleh adanya pendangkalan pada saluran seperti endapan lumpur dan sampah yang terbawa air pada saat hujan, selain itu juga disebabkan oleh belum tersedianya jaringan drainase di beberapa titik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi saluran eksisting, faktor – faktor yang mempengaruhi luapan, dan memberikan solusi terhadap permasalahan drainase pada Zona V Rencana Induk Kota Kupang.Dalam penelitian ini perhitungan debit rencana menggunakan data curah hujan 27 tahun terakhir pada lokasi penelitian. Berdasarkan hasil analisa frekuensi dan uji kecocokan dengan metode Log Pearson Tipe III dengan nilai hujan rencana untuk kala ulang 2 tahun sebesar 118,154 mm. Kemudian dilakukan perencanaan saluran drainase dan menghitung debit saluran. Berdasarkanperhitungan dari hasil penelitian diperoleh saluran berbentuk persegi sebanyak 16 saluran dan berbentuk trapesium sebanyak 9 saluran. Terdapat 9 saluran yang lebar dasar saluran tetap diambil dari data saluran eksisting, sedangkan tinggi saluran eksisting diubah sesuai perencanaan berdasarkan perhitungan debit banjir rencana. Kupang city had alot of drainage networks that are divided into IX zones. Zone V is a river drainage area from Liliba River and Lasiana river. This area often experiences water puddle problems in some road segments caused by silting of channels such as mud sediments and water-borne debris, but also due to unavailability of drainage networks at some point. This study purpose is to figure out the condition of existing channels, overflowing factors, and give solution for that drainage problem at Zone V The Masterplan of Kupang City.Based on frequency analysis and fit test using Log Pearson type III method with rainfall of 2 year rework plan equal to 118,154 mm. Then do the planning of drainage canals and calculates the discharge canal. Rated discharge chute must be greater than the discharge plan in order to avoid flooding.Based on the calculation of the results obtained by the rectangular canal as many as 16 canals and a trapezoid shape as many as 9 canals. There are 9 canal base width of the canal remains were taken from the existing canal data, while existing canals steeper modified according to plan based on the calculation of flood discharge plan.
KAJIAN SEBARAN PANAS PADA OUTLET PLTU BOLOK KUPANG Cornelis, Remigildus
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.375 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rambatan panas akibat temperatur air yang keluar dariout let PLTU Batu bara Bolok masih sangat tinggi dibanding suhu air disekitarnya. Hal ini dapatmengganggu kondisi lingkungan disekitarnya sehingga diperlukan usaha untuk mengetahui bagaimanarambatan panas dan sejauh mana pengaruhnya.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode experimental dan kajian analisis finite elementmenggunakan program SMS versi 8.1. Data suhu pada daerah air laut diasumsikan sedangkan data suhuair laut eksisting disekitarnya didapat dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan danberdasarkan data sekunder disamping itu. Berdasarkan data – data tersebut selanjutnya dilakukansimulasi dengan program SMS versi 8.1Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil simulasi pola arus menunjukkan bahwakecepatan sebaran temperatur mengikuti kecepatan arus air yaitu maksimum 0.238 m/det sehinggakecepatannya adalah 500 m per 30 menit. Suhu pada daerah outlet PLTU dengan debit 3000 liter/detmeningkatkan suhu eksisting hingga 20C dalam radius 100 m. Perbedaan suhu akan semakin menurunseiring bertambahnya radius jangkauan dengan rata-rata 30% setiap jarak 100 m dengan waktu rambatansaat arus puncak 6 jam. Kondisi ini akan berbalik apabila letak pipa outlet dan inlet cukup berdekatan.

Page 11 of 19 | Total Record : 185