cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20894953     EISSN : 2775815X     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
KUAT TEKAN BETON NORMAL DAN MORTAR YANG MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR SUNGAI FATUBENAO Hunggurami, Elia; Suri, Christianus A.; Hangge, Elsy E.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.358 KB)

Abstract

Beton dan mortar merupakan bahan yang paling sering digunakan dalam struktur bangunan modern saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dan mortar yang menggunakan agregat Sungai Fatubenao yang berada di Kelurahan Fatubenao Kecamatan Kota Atambua Kabupaten Belu, serta untuk mengetahui nilai perbandingannya terhadap beton dan mortar yang menggunakan agregat Sungai Takari. Benda uji beton berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Nilai kuat tekan yang direncanakan sebesar 15 MPa dan 25 MPa. Benda uji mortar berbentuk kubus berukuran 5x5x5 cm dengan komposisi campuran untuk mortar 1 PCC: 4 Psr, 1 PCC: 6 Psr, 1 PCC: 8 Psr dan 1 PCC:10 Psr. Waktu perawatan benda uji beton dan mortar adalah 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan beton dan mortar yang menggunakan agregat Sungai Fatubenao hari lebih rendah dari beton dan mortar yang menggunakan agregat Sungai Takari.Concrete is one of the construction materia that is often used in current modern building structure. The purpose of this research is to find out the concrete and mortar strength value that use aggregate from Fatubenao village Atambua City sub-district Belu District, also to know their comparison value on concrete and mortar that use aggregate from Takari. The concrete test sample that use cylindrical with a diameter of 15 cm and height is 30 cm with a total of sample tests are 18 pieces. Plan compressive strength values are 15 MPa and 25 MPa. In mortal test sample that use cuboid with a measure is 5x5x5 cm with mortar compositions are 1Pcc:4Psr, 1Pcc:6Psr, 1Pcc:8Psr, 1Pcc:10Psr and the total of sample tests are 36 pieces. The time of concrete and mortal sample test maintenance is 28 days. The result of this researcg shows that the concrete and mortar compressive strength value that use aggregates from Fatubenao is lower than the concrete and mortar that use aggregates from Takari.
ANALISIS ATAS DEBIT MAKSIMUM DAS MANIKIN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL DAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU Wuwur, Cyprianus W.; Nasjono, Judi K.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.255 KB)

Abstract

Pada Daerah Aliran Sungai Manikin volume debit pada musim hujan sangat besar, sehingga sering terjadi banjir pada daerah sekitar. Dalam penelitian ini, faktor curah hujan dan debit terukur pada Sungai Manikin perlu dievaluasi untuk melihat kecocokan debit maksimum yang terjadi. Perhitungan Debit maksimum terukur menggunakan persamaan rating curve berdasarkan tinggi muka air yang tercatat, sedangkan perhitungan debit maksimum akibat curah hujan menggunakan Metode Rasional dan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil perhitungan berdasarkan Persamaan rating curve dari debit maksimum dari tahun 2009-2015 yang terbesar terjadi pada tahun 2009 sebesar 154,901 m3/det sedangakan nilai debit maksimum terkecil pada tahun 2010 sebesar 20,982 m3/det. Hasil analisis menggunakan Metode Rasional nilai debit terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 107,735 m3/det,sedangkan yang terkecil terjadi pada tahun 2011 sebesar 52,750 m3/det. Untuk hasil analisis Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu nilai debit maksimum terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 95,841 m3/det,sedangkan nilai debit terkecil terjadi pada tahun 2011 sebesar 46,926 m3/det. Hasil evaluasi ketelitian menggunakan indikator kesalahan volume, kesalahan bentuk geolmbang dan kesalahan debit puncak untuk Metode Rasional yaitu 48,185%,14,100% dan 5,808 %, sedangkan untuk Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu yaitu 60,807 %,3,400 % dan 5,882%.The discharge volume on Manikin catchment area wa very high that often cause flood around the area. In this research, the rainfall factor and measurable discharge on Manikin River should be evaluated to find out the compatibility of maximum discharge that may happen. The calculation of measureable maximum discharge id uding recorded water level, whlie the calculation of rainfall maximum discharge is using Rational and Nakayasu Synthetical hydrograph. In this research, maximum discharge based on rating curve equation in 2009-2015 reported that highest maximum discharge happened in 2009 with 154,901 m3/sec, while the lowest maximum discharge happened in 2010 with 20,982 m3/sec. The highest maximum discharge calculated using Rational Method on Manikin Catchment Area happened in 2015 with 125,616 m3/sec,while the lowest maximum discharge happened in 2011 with 87,171 m3/sec. Based on NakayasuSynthetical Hydrograph, the highest maximum discharge happened in 2015 with 111,748 m3/sec, while the lowest discharge happened in 2011with 77,548 m3/sec. Based on error analysis of  maximum discharge for volume error,wave shape error,and peak discharge error of Rational Method are, 48,185%, 14,100% and 5,808%, meanwhile for Nakayasu Synthetical Hydrohraph are 60,807% , 3,400%, and 5,882%.
HUBUNGAN ANTARA KELANGSINGAN KOLOM BAJA DAN KAPASITAS AKSIAL PENAMPANG-NYA MENGGUNAKAN DAM PADA SAP 2000 DAN SNI 1729:2015 Simatupang, Partogi H.; Laiskodat, Patrik A. A.; Pah, Jusuf J. S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.435 KB)

Abstract

Teknologi semakin hari semakin berkembang diikuti dengan penggunaannya dalam berbagai bidang meningkat termasuk dalam perencanaan konstruksi struktur baja. Salah satu metode perencanaan konstruksi struktur baja yang memanfaatkan teknologi adalah Direct Analysis Method (DAM) atau metode analisis langsung. Banyak program komputer termasuk SAP 2000 yang telah menerapkan metode ini dalam proses analisisnya. Dalam peraturan konstruksi struktur baja Standar Nasional Indonesia terbaru (SNI 1729:2015) dikonfirmasi bahwa DAM dimasukan sebagai salah satu metode perencanaan untuk struktur baja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasiatas aksial penampang kolom baja dengan menggunakan DAM pada SAP 2000 dan berdasarkan Peraturan SNI 1729:2015. Struktur kolom yang dimodelkan memiliki tinggi 8,5 m dengan perletakan ujung bawah berupa sendi dan di ujung atas berupa sendi dimana d.o.f arah vertikal bebas. Penampang kolom menggunakan profil Wide Flange dan pipa masing-masing terdiri atas 5 variasi ukuran dengan mutu baja (fy) yang dipakai adalah 240 MPa dan 410 MPa. Sesuai hasil analisis tekuk elastis, perhitungan kapasitas aksial penampang kolom baja berdasarkan SNI 1729:2015 menunjukan nilai yang lebih kecil daripada analisis menggunakan program SAP 2000. Perbandingan hasil SAP 2000 terhadap SNI 1729:2015 pada profil WF adalah sekitar 126,316% - 126,858%. Sedangkan perbandingan untuk profil pipa pada kondisi kelangsingan besar adalah sekitar 126,412% ? 126,828%.Technology keep developing each day followed by its implementation in every sector including in steel structure construction design. One of steel structure construction design that use technology is Direct Analysis Method (DAM). There are many computer programs, including SAP 2000 that applied this method on its analysis. According to latest Indonesia National Standard (SNI 1729:2015) regulation about steel structur construction, confirmed that DAM inserted as one of steel structure design. This research aim to find out compressive strength of steel column section using DAM on SAP 2000 and SNI 1729:2015 Regulation. The column strcuture that modeled is 8,5 m in weight with the bottom end placement of the joint and at the top end of the joint where the free vertical direction d.o.f. Column section using Wide Flange profile and  pipes, each consist of 5 size varieties using quality steel (fy) are 240 MPa and 410 MPa. In accordance with elastic buckling analysis result, axial capacity of steel column section based on SNI 1729:2015 showed smalled number compared to analysis using SAP 2000. Comparison SAP 2000 to SNI 1729:2015  in WF profile is around 126,316% - 126,858%. Whereas comparions fro pipe profile on slenders condition is around 126,412% - 126,828%.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI KUPANG-SOE MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Landunau, Wila T.; Frans, John H.; Utomo, Sudiyo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.043 KB)

Abstract

Kota Soe biasa dijadikan tempat tujuan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan dijadikan tempat peristirahatan bagi wisatawan yang melewati kota ini. Ada 4 moda transportasi yang biasa digunakan untuk perjalanan Kupang-Soe yaitu bus, mobil travel, sepeda motor, dan mobil pribadi, dimana dalam pemilihan moda transportasi ini didasarkan pada anggapan bahwa proporsi permintaan perjalanan tergantung pada persaingan antar moda. Adanya perbedaan karakteristik antara keempat moda transportasi tersebut dengan rute Kupang-Soe mendasari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi seseorang dalam memilih moda untuk melakukan perjalanannya. Survey berupa kuisioner dimulai dengan menetapkan jumlah sampel yang dibutuhkan. Kemudian disebar di terminal bayangan, dan masyarakat kota Kupang yang sering melakukan perjalanan ke Soe dengan menggunakan bus, sepeda motor, dan mobil pribadi. Hasil survey dikumpulkan kemudian dilakukan analisis regresi logistik multinomial untuk mendapatkan model probabilitas dari masing-masing transportasi. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bawah karakteristik pengguna moda transportasi pada umumnya sama. Yang membedakan adalah beberapa faktor pemilihan untuk menggunakan moda transportasi yang diinginkan seperti alasan memilih kendaraan, tujuan/ maksud perjalanan, dan waktu tunggu sebelum berangkat. Dan berdasarkan hasil analisis logistik multinomial, probabilitas pemilihan moda transportasi terbesar adalah sepeda motor sebesar 26,75% dan probabilitas terkecil adalah mobil pribadi sebesar 23,75%.Soe city commonly being a destination for tourist to see beautiful scenery, and being transit site for tourist who pass by this city. There are four transportations commonly used for Kupang-Soe route, namely bus, public car, motorcycle and personal car, where in this transportations selecting, based on an assumption that proportion of traveling demand will depends on competition between transportation. Absence of difference between the four transport characteristic in Kupang-Soe route become this study foundation to give a question what factor affecting someone in selecting transportations to do his travel. A survey of questionnaire begun by setting the number of samples needed. Then deployed in unofficial terminal and citizen of Kupang who traveled in often frequently to Soe with bus, motorcycle, and personal car. The survey results are collected and used Multinomial Logistic Regretion  Analysis to found out model of probability from each transportation. Based on descriptive result, showed the characteristic of moda transportation user are generally typical. The differences are moda transportation selection factors, such destination and delay time. And based on multinomial logistic regretion analysis, highest probability of moda transportation selection are 26,75% for motorcycle and lowest probability of moda transportation selection are 23,75% for personal car.
PERHITUNGAN DEBIT SIMULASI DENGAN DEBIT TERUKUR PADA DAS MANIKIN Nomleni, Rosany A.; Nasjono, Judi K.; Bella, Rosmiyati A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.234 KB)

Abstract

Debit air yang mengalir di sungai sangat bergantung pada beberapa faktor antara lain bentuk sungai dan besarnya curah hujan yang turun. Semakin besar curah hujan yang turun maka semakin besar pula debit air di sungai oleh karena itu perlu dilakukan analisis debit maksimum di Daerah Aliran Sungai Manikin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai debit simulasi berdasarkan curah hujan metode Aritmtik, Thiessen dan Isohiet dan debit terukur berdasarkan data tinggi muka air. Debit Simulasi dan terukur diuji menggunakan metode Mean Square Error dan Nash Sutcliffe Efficiency. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah nilai hujan maksimum metode Aritmatik tahun 2009-2017 sebesar 681,000 mm, metode Thiessen sebesar 664,080 mm, dan metode Isohiet sebesar 982,111 mm. Nilai debit terukur yang terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 46,370 m3/dtk. Nilai debit simulasi terbesar menurut metode Aritmatik yaitu pada tahun 2014 sebesar 90,779 m3/dtk, metode Thiessen tahun 2011 sebesar 102,202 m3/dtk, dan metode Isohiet tahun 2015 sebesar 148,940 m3/dtk. Nilai MSE untuk metode Aritmatik sebesar 4439,522 dan nilai NSE sebesar -18,368, nilai MSE untuk metode Thiessen sebesar 4218,128 dan nilai NSE sebesar -17,403, nilai MSE untuk metode Isohiet sebesar 9319,230 dan nilai NSE sebesar -39,657.The discharge water flows in the river depends on several factors, including the shape of the river and the amount of rainfall that falls. The greater the rainfall that falls, the greater the water discharge in the river, therefore the maximum discharge analysis needs to be done in the Manikin Watershed. The purpose of this study is to obtain a simulated discharge value using the Rational method based on rainfall, arrhythmic, thiessen and isohiet methods and measured discharge based on water level data. Simulation and measured discharge were tested using the Mean Square Error and Nash Sutcliffe Efficiency methods. From the results of the study, the maximum rain value of the Arithmetic method in 2009-2017 is 681,000 mm, the Thiessen method is 664,080 mm, and the Isohiet method is 982,111 mm. The largest measured discharge value  occurred in 2015 at 46,370 m3/sec. The simulation discharge value is the largest according to the Arithmetic method, namely in 2014 amounted to 90.779 m3/sec, the Thiessen method in 2011 is 102.202 m3/sec, and the Isohiet method in 2013 is 148.940 m3/sec. The MSE value for the Arithmetic method is 4439,522 and the NSE value is -18,368, the MSE value for the Thiessen method is 4218,128 and the NSE value is -17,403, the MSE value for the Isohiet method is 9319,230 and the NSE value is -39,657.
PENGARUH VARIASI UKURAN BUTIRAN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BATA RINGAN JENIS CLC Pah, Jusuf J. S.; Sehandi, Krisogonus; Bella, Rosmiyati A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.117 KB)

Abstract

Bata ringan CLC adalah bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya dengan komposisi semen, pasir, air dan foam agent. Penelitian ini bertujuan mencari nilai kuat tekan dan berat volume bata ringan CLC menggunakan beberapa variasi ukuran butiran agregat. Variasi yang digunakan yaitu variasi A (1,18 < d ? 2,36 dan 4,75 < d ? 9,50), variasi B (0,60 < d ? 1,18 dan 2,36 < d ? 4,75), variasi C (0,30 < d ? 0,60 dan 1,18 < d ? 2,36), dan variasi D (d ? 4,75). Metode dalam penelitian ini yaitu pengujian laboratorium dengan membuat bata ringan CLC menggunakan pasir Takari yang telah diayak sesuai ukuran variasi yang direncanakan. Pengujian kuat tekan dan berat volume dilakukan pada bata ringan CLC berumur 7, 14, 21 dan 28 hari. Kuat tekan maksimum berasal dari variasi D sebesar 0,719 MPa, 0,753 MPa, 0,842 MPa, 0,897 MPa secara berturut-turut selama masa perawatan. Sementara berat volume maksimum juga dari variasi D selama masa perawatan secara berturut-turut sebesar 0,656 gr/cm3, 0,607 gr/cm3, 0,575 gr/cm3, 0,559 gr/cm3. Bata ringan dengan kinerja total terbaik berdasarkan perbandingan kuat tekan terhadap densitas dalam penelitian ini adalah bata ringan yang dibuat dengan menggunakan variasi B.CLC is a brick that has lighter density compared to usual brick composed by cement, sand, water and foam agent. This research aimed to search compressive strength value and lightweight brick CLC density using several variations of aggregate grain size. Variations used are variation A (1.18 <d? 2.36 and 4.75 <d? 9.50), variation B (0.60 <d? 1.18 and 2.36 <d? 4.75 ), variation C (0.30 <d? 0.60 and 1.18 <d? 2.36), and variation D (d ? 4.75). This research used laboratory testing method by making lightweight bricks CLC using sifted Takari sand according to variation size that has been planned before. Testing towards compressive strength and density tested on lightweight bricks CLC aged 7, 14, 21 and 28 days. Maximum compressive strength made using variation D in the amount of 0.719 MPa, 0.753 MPa, 0.842 MPa, 0.897 MPa in a row during treatment period. While the maximum density also came from variation D during treatment period in a row in amount of 0.656 gr/cm3, 0.607 gr/cm3, 0.575 gr/cm3, 0.559 gr/cm3. Lightweight brick with the best quality based on the ratio of compressive strength to density in this research is a lightweight brick that made using variation B.
RESPON STRUKTUR BANGUNAN BERATURAN 2 DIMENSI MENGGUNAKAN TIME HISTORY GEMPA EL-CENTRO Simatupang, Partogi H.; Kaputing, Arlend R. P.; Kumalawati, Andi
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.082 KB)

Abstract

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk daerah tektonik yang mengakibatkan sering terjadi gempa di wilayah perairan laut maupun daratan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon struktur dengan analisis riwayat waktu yang ditinjau berdasarkan displacement dan drift. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian tentang respon struktur pada salah satu portal Gedung Keuangan Negara Kupang dengan metode time history (analisis riwayat waktu). Analisis dilakukan dengan menggunakan software SAP2000 dan dibagi kedalam 2 jenis yaitu analisis linear dan analisis nonlinear.Hasil dari analisis tersebut digunakan untuk mengetahui seberapa besar displacement dan mengontrol level kinerja struktur. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan diplacement terbesar terjadi pada lantai paling atas sebesar 0,0123 m dalam arah memanjang dan sebesar 0,0248 m dalam arah melintang. Menurut Applied Technology Council (ATC) 40, gedung termasuk dalam taraf kinerja Immediate Occupancy (IO). DenganMaksimal Drift = 0.000436 m dan Maksimal In-elastic Drift = 0.000167 m dalam arah memanjang dan Maksimal Drift = 0,000881 m dan Maksimal In-elastic Drift = 0,000517 m dalam arah melintang. Analisis linear dan analisis nonlinear mendapatkan hasil yang sama baik itu displacement maupun level kinerja gedung.East Nusa Tenggara region is included in the tectonic region that always cause earthquake often in water and land region. The purpose of this research is to find the structure response with the time history analysis that considerate on the displacement and the drift of the structure.Based on that, the researcher has done some research on the structure response on one of the frame in Finances Building in Kupang with the time history method. The analysis that has been done by use the SAP2000 software and divided into 2 kind that are linear analysis and non linear analysis. The result of the analysis will be used to find how much the displacement that happen and to control the level of structure performance. The conclusion of this research is to show the highest displacement that happen on the high story that is 0,0123 meter in longitudinal direction and 0,0248 meter in transverse direction. According to Applied Technology Council 40, the building will be count as Immediate Occupanc. With the maximum drift is 0,000436 meter and the maximum in-elastic drift is 0,000167 meter in longitudinal direction and maximum drift is 0,000881 meter and the maximum in-elastic drift is 0,000517 meter in transverse direction. The linear analysis and the non linear analysis get the same results on the displacement and the performance level of the building.
KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH MENGGUNAKAN METODE HIND CASTING DI PANTAI NAMOSAIN KOTA KUPANG Bunganaen, Wilhelmus; Manafe, Windha M.; Nasjono, Judi K.
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.973 KB)

Abstract

Pantai adalah daerah pertemuan antara darat, laut dan udara dimana terjadi interaksi dinamis antara air, angin, dan material penyusun didalamnya. Hal ini menyebabkan pantai rentan terhadap perubahan, dimana perubahan tersebut dapat menjadi penyebab kerusakan pada daerah pesisir pantai.Gelombang adalah parameter utama yang menyebabkan perubahan pada garis pantai. Dalam penelitian inidilakukan pendekatan teori dan analisis terhadap transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Namosain Kota Kupang sebagai titik tinjauan penelitian. Berdasarkan analisa data yang dilakukan untuk kejadian angin dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2017 diperoleh persentasi kejadian angin terbesar berasal dari arah Barat Laut.Peramalan gelombang dengan metode hindcasting menghasilkan tinggi gelombang(H) = 3,225 meter dan periode gelombang(T) = 8,525 dtk. Koefisien refraksi sebesar 0,993 dan koefisien shoaling sebesar 0,972. Tinggi gelombang pecah yang didapat dari hasil perhitungan sebesar 4,414 meter pada kedalaman 41,00 meter.The beach is a meeting area between land, sea and air where there is a dynamic interaction between water, wind, and constituent material in it. This causes beaches to be vulnerable to change, where these changes can be a cause of damage to coastal areas. Waves are the main parameters that cause changes to the coastline. In this study a theoretical approach and analysis of the wave transformations that took place in the Namosain coastal area of Kupang City were conducted as a research review point. Based on the analysis of data carried out for wind events from 2008 to 2017, the largest percentage of wind events was from the North West. Wave forecasting with the hindcasting method produces wave height (H) = 3.225 meters and wave period (T) = 8.525 sec. The refraction coefficient is 0.993 and the shoaling coefficient is 0.972. The breaking wave height obtained from the calculation results is 4,414 meters at a depth of 41.00 meters.
RASIONALISASI KERAPATAN POS HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN-RODDA DI SUB DAS LESTI Alfirman, Zulfikar R.; Limantara, Lily M.; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.333 KB)

Abstract

Ketelitian data hujan yang tidak akurat sering menyebabkan pengelolaan SDA (sumber daya air) tidak berjalan sesuai harapan. Mengingat pentingnya informasi data hujan maka diperlukan kajian rasionalisasi atau perencanaan jaringan stasiun hujan yang efektif dan efisien. Studi ini dilakukan di Sub DAS Lesti dengan luas 378,2 km2 menggunakan metode WMO (World Meteorogical Organization) dan Kagan-Rodda. Hasil analisa berdasarkan standar WMO 100-250 km2/stasiun hujan, hanya 2 dari 5 stasiun hujan yaitu Dampit dan Poncokusumo yang memenuhi standar. Hasil analisa Kagan-Rodda berdasarkan nilai kesalahan perataan 5% adalah Sub DAS Lesti cukup memiliki 3 stasiun hujan. Hasil rasionalisasi dengan titik stasiun acuan Poncokusumo, menghasilkan rekomendasi menggeser stasiun Dampit sejauh 5,9 km ke utara dan membentuk stasiun hujan baru (A) yang berlokasi di sebelah tenggara stasiun hujan Dampit. Hasil rekomendasi tersebut memiliki luas pengaruh yang sesuai standar WMO untuk masing-masing stasiun hujan, yaitu: Poncokusumo 110,8 km2, Dampit 156,5 km2, dan A 110,9 km2.Accuracy of inaccurate rainfall data often results in inefficient management of water resources. Considering the importance of rainfall data information, an effective and efficient rational study or planning of a rain gauge network is needed. This study was conducted in the Lesti Sub-Watershed with an area of 378,2 km2 using the WMO (World Meteorogical Organization) and Kagan-Rodda methods. The results of the analysis based on WMO standards 100-250 km2/rain gauge, only 2 out of 5 rain gauges which is Dampit and Poncokusumo are qualified. The results of the Kagan-Rodda analysis based on a 5% leveling error value are that Lesti Sub-Watershed has enough 3 rain gauges. The results of rationalization with the Poncokusumo reference station point resulted in a recommendation to shift the Dampit station as far as 5,9 km to the north and form a new rain station (A) located to the southeast of the Dampit rain station. The results of the recommendation have an area of influence in accordance with the WMO standard for each rain gauge, namely: Poncokusumo 110,8 km2, Dampit 156,5 km2, and A 110,9 km2.
PERENCANAAN PARIT RESAPAN UNTUK MENGATASI BANJIR DI KUPANG Ledo, Yuliana; Udiana, I Made; Banunaek, Noni
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.175 KB)

Abstract

Air Hujan merupakan salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan, namun jika salah dalam pengaturannya, maka dapat menimbulkan masalah seperti banjir. Debit akibat intensitas curah hujan dijumlahkan dengan debit akibat sisa air kotor diperoleh debit rencana total (QTOTAL) sebesar 6,3796 m3/dtk. Besar debit saluran drainase eksisting (QS) adalah sebesar 6,0696 m3/dtk. Hasil perbandingan debit rencana total (QTOTAL) lebih besar dari debit eksisting (QS), sehingga dapat menimbulkan banjir. Pencegahannya perlu direncanakan saluran kosong untuk penampungan sementara debit banjir yang tidak mampu dialirkan oleh saluran drainase yang ada untuk diresapkan ke dalam tanah sebagai salah satu alternatif pencegahan banjir yaitu dengan merencanaan parit resapan sebanyak 38 buah dengan 2 type dimensi parit resapan yaitu panjang 1,2  (L1=L2) =10,00 m, lebar 1 (B1) = 8,00 m dan lebar 2  (B2) = 6,00 m dengan dalam 1,2 (D1=D2) = 2,50 m.Rainwater is one of source of water which can be exploited, but if wrong in its (the governing hence can generate problem like flooding. In calculation looking for maximum rainfall is applied  by Gumbel Type I Method and result of rainfall intensity discharge is summed up with debit as result of rest of sewerage is obtained total plan debit (QTOTAL) 6,3796 m3/sec. big charged drainage existing (QS) be 6,0696 m3/sec. Result of comparison of total plan debit (QTOTAL) bigger than drainage existing discharge (QS), causing can generate flooding. Its the prevention need to be planned zero passage for relocation whereas flooding debit which unable to be flown by the drainage passage to be soaked up into soil land ground as one of alternative of prevention of flooding that is with planning of infiltration trench amount 38 with 2 type infiltration trench dimension that is length 1,2  (L1=L2) =10,00 m, width 1 (B1) = 8,00 m and width 2 (B2) = 6,00 m, depth 1,2 (D1=D2) = 2,50 m.