cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2020)" : 15 Documents clear
KARAKTERISTIK KIMIA SARI BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) SELAMA PENYIMPANAN Dini Wulan Dari; Mutia Ananda; Dini Junita
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.189-195.2020

Abstract

Buah pedada yaitu buah mangrove yang hidup di perairan payau, bagian dasar dibungkus kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat jarang mengkonsumsi langsung buah pedada karena rasanya yang asam.  Buah pedada memiliki beberapa kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, namun buah pedada belum dimanfaatkan secara optimal. Buah tersebut dapat diolah menjadi produk pangan seperti sari buah. Pengolahan dan penyimpanan dapat mempengaruhi kandungan gizi produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia pada sari buah pedada (Sonneratia caseolaris) selama penyimpanan. Penelitian ini terdiri atas tiga perlakuan yaitu sari buah pedada tanpa penambahan gula (P1), sari buah pedada dengan penambahan gula 60% (P2), dan sari buah pedada dengan penambahan gula 70% (P3), sari buah yang telah diolah kemudian disimpan pada tiga waktu penyimpan (hari ke-0, ke-3 dan ke-6) pada suhu 7˚C. Pada setiap waktu penyimpanan dilakukan uji karakteristik kimia untuk mengetahui rasio kenaikan dan penurunan zat gizi dan kapsitas antioksidan yang terjadi pada sari buah pedada (sonneratia caseolaris) selama penyimpanan. Karakteristik kimia sari buah pedada selama penyimpanan 0 hari, 3 hari dan 6 hari padaa suhu 70C mengalami kenaikan pada parameter kadar abu yaitu sebesar 0,02% dan serat sebesar  0,81%.  Kadar karbohidrat dan serat mengalami kenaikan yaitu berturut-turut sebesar 0,9% dan 0,81% serta penurunan berturut-turut sebesar 0,2% dan 0,51%. Parameter yang lainnya mengalami penurunan yaitu kadar protein sebesar 0,16%, vitamin C sebesar 3,27 mg dan aktivitas sebesar 0,65%. Sari buah pedada dengan karakteristik kimia terbaik selama penyimpanan adalah pedada 200 g dengan penambahan gula 70%.
APLIKASI BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BODYSCRUB Nina Hairiyah; Nuryati Nuryati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.114-121.2020

Abstract

Bodyscrub adalah salah satu produk yang menjadi andalan konsumen dalam menjaga kebersihan dan kesegaran kulit tubuh, bodyscrub berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran pada kulit dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik pada pembuatan bodyscrub berbahan dasar beras ketan hitam dan madu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan sampel beras ketan hitam dan madu. Pengujian yang dilakukan adalah pengamatan terhadap sifat fisik organoleptik (warna, aroma dan tekstur), kelembaban kulit, iritasi kulit, pH dan stabilitas emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah bodyscrub dengan formulasi 4,6% beras ketan hitam dan madu yang memiliki warna mauve, aroma sedikit berbau khas beras ketan hitam dan madu, tekstur lebih banyak butiran scrub, pH 7, tidak terjadi iritasi kulit, nilai rata-rata kadar kelembaban kulit sebesar 18,60%, dan stabilitas emulsi sebesar 79,72%.
KAJIAN SIFAT FISIK, KIMIA, DAN SENSORIS SAMBAL TEMPOYAK (DURIAN TERFERMENTASI) BERKEMASAN RETORT POUCH Hesti Ayuningtyas Pangastuti; Lasuardi Permana; Dea Tio Mareta; Vita Fitriani; Amalia Wahyuningtyas
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.157-165.2020

Abstract

Tempoyak merupakan daging fermentasi durian yang diproses, dengan atau tanpa menggunakan garam. Tempoyak dapat divariasi menjadi berbagai olahan produk pangan, salah satunya adalah sambal tempoyak. Komersialisasi sambal tempoyak dapat dilakukan untuk meningkatkan umur simpan produk, salah satunya dengan menggunakan pengemasan retort. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat ke dan perbedaan waktu sterilisasi terhadap sifat fisikokimia dan sensoris sambal tempoyak dengan pengemasan retort untuk menghasilkan produk dengan kombinasi perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi penambahan asam sitrat dan perbedaan waktu sterilisasi memiliki pengaruh signifikan (p<0.05) terhadap parameter kadar air, pH, aktivitas air, viskositas, dan kecerahan pada produk. Setelah dilakukan teknik eliminasi menggunakan metode indeks efektivitas serta dilakukan evaluasi sensoris, diketahui bahwa perlakuan sambal tempoyak terbaik adalah produk dengan penambahan 3% asam sitrat dan waktu sterilisasi 35 menit.
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN ALKALI DALAM PROSES DEKAFEINISASI BIJI KOPI KERING TERHADAP KARAKTRISTIK FISIKOKIMIA KOPI BUBUK Ruri Wijayanti; Malse Anggia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.196-201.2020

Abstract

Kandungan kafein didalam kopi yang  cukup tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan alkali terhadap karakteristik fisiko kimia kopi bubuk yang dihasilkan dan menentukan konsentrasi alkali yang paling tepat digunakan agar diperoleh kadar kafein dan mutu kopi bubuk yang sesuai dengan SNI. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial 10 x 1 dengan 3 kali ulangan. Faktor perlakuannya adalah larutan alkali (NaOHdan Na2CO3) dengan 5 taraf yakni NaOH (Konsentrasi 3, 3.5, 4, 4.5, dan 5%) dan Na2CO3 (Konsentrasi 6, 6.5, 7, 7.5 dan 8%). Parameter yang diuji diantaranya adalah kadar air, kadar abu, dan kadar kafein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan larutan alkali memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, kadar abu dan penurunan kadar kafein bubuk kopi yang dihasilkan. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penambahan Na2CO3 7% dengan kadar air 1,5756%, kadar abu 4,7155 % dan kadar kafein 0,978%
PEMANFAATAN LINDI HITAM HASIL ISOLASI LIGNIN DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI ANTI MIKROBA Muhammad Ferdiansyah Mulya Harahap; Sri Hidayati; Subeki Subeki
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.122-128.2020

Abstract

Telah dilakukan isolasi lignin dari lindi hitam hasil proses pulping menggunakan metode formacell dari tandan kosong kelapa sawit.  Hasil monomer dari pemecahan lignin diduga memiliki senyawa yang bersifat anti mikroba.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi hasil pemecahan monomer lignin dengan perlakuan 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% terhadap daya hambat sebagai antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian menggunakan fraksi 3% MeOH:CHCl3 pada konsentrasi 12,5 dan 15% memiliki aktivitas antimikroba yang sama dan tertinggi terhadap E. coli dengan diameter zona hambat sebesar 6,33 mm, sedangkan aktivitas antimikroba terendah terhadap E. coli dimiliki fraksi 3% MeOH:CHCl3 pada konsentrasi 2,5% dengan diameter zona hambat sebesar 5,17 mm.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA PENYEWAAN AMMDES PENGOLAH KOPI UNTUK AKTIFITAS PENGOLAHAN KOPI HULLER DAN PULPER Fajar Maulana; Asep Yusuf; Ahmad Thoriq; Wahyu Kristian Sugandi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.166-171.2020

Abstract

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) pengolah kopi merupakan inovasi produk PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia. Keunggulan alat tersebut adalah dapat dioperasikan secara mobile dan dapat melakukan proses huller dan pulper dimana saja sesuai keinginan petani. Penelitian ini bertujuan mencari biaya sewa yang layak secara ekonomi pada mesin huller dan pulper AMMDes Pengolah Kopi. Metode yang digunakan adalah memperhitungkan biaya tetap dan biaya variabel. Mesin huller mempunyai jam kerja 2 jam perhari, sedangkan mesin pulper mempunyai jam kerja 6 jam perhari. Kapasitas produksi mesin huller sebesar 107,413 kg/jam, sedangkan kapasitas produksi mesin pulper sebesar 390,076 kg/jam. Hasil penelitian menunjukkan pada umur penyewaan AMMDes selama 120 bulan, diperoleh biaya jasa minimum pengolahan kopi layak secara ekonomi untuk huller sebesar Rp 500/kg dan pulper sebesar Rp 300/kg .
TRANSFORMASI DATA HUJAN – DEBIT MENGGUNAKAN MODEL GR2M PADA DAS AIR DINGIN Nika Rahma Yanti; Rusnam Rusnam
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.202-209.2020

Abstract

Pengelolaan sumberdaya air untuk masa yang akan datang sangat berkaitan dengan ketersediaan data. Terdapat beberapa model hidrologi yang telah dikembangkan untuk kegiatan pengelolaan DAS, salah satu model yang bisa digunakan adalah model GR2M. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas DAS Air Dingin terhadap perubahan curah hujan yang terjadi menggunakan model GR2M. Variabel utama yang dibutuhkan pada model ini adalah data curah hujan dan data evapotranspirasi. Penelitian ini dilaksanakan pada DAS Air Dingin dengan outlet debit yang tersedia pada DAS Air Dingin. Tahapan awal dalam pelaksanaan penelitian ini yakninya pengolahan data curah hujan,, evapotranspirasi bulanan, lalu penentuan parameter X1 (kapasitas simpanan kelembaban tanah) dan X2 (koefisien penyerapan air tanah), dilanjutkan tahapan kalibrasi serta validasi model. Hasil penelitian menunjukan pada tahapan kalibrasi diperoleh hasil koefisien deterministik (R2) sebesar 0,7 dan koefisien efisiensi model Nash (Q) sebesar 0,71 sehingga model GR2M mampu mempresentasikan DAS Air Dingin dengan kriteria memuaskan.
PERANAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN PORASI BONGGOL PISANG PADA PERTUMBUHAN KENCUR (Kaempferia galanga L.) Fitri Kurniati; Nur Arifah Qurota A’yunin; Elya Hartini; Miranda Miranda
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.129-137.2020

Abstract

Salah satu permasalahan dalam budidaya kencur (Kaempferia galanga L.) adalah periode dormansi yang lama sehingga pertumbuhan yang tidak seragam. Pematahan masa dormansi dapat dilakukan dengan perendaman dalam air atau pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain itu pada masa pertumbuhan diperlukan pula suplai unsur hara, salah satunya pupuk organik fermentasi (porasi) batang pisang. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan ZPT alami yang berinteraksi dengan porasi bonggol pisang terhadap pertumbuhan kencur. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Perlakuan yaitu : Faktor pertama ZPT, terdiri dari j0 = kontrol (tanpa ZPT), j1= bawang merah, j2 = rebung bambu, j3 = bonggol pisang. Faktor kedua porasi bonggol pisang , yaitu : p0 = tanpa porasi, p1 = 2,5 ton/ha porasi, p2 = 5 ton/ha porasi.  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara ZPT alami dengan dosis porasi batang pisang terhadap panjang akar umur 60 hari setelah tanam. Akar terpanjang terdapat pada dosis porasi 10 ton per hektar  tanpa perlakuan ZPT, sedangkan pada dosis porasi 5 ton per hektar, ZPT bawang merah lebih baik daripada ZPT lainnya. Secara mandiri ZPT alami, yaitu bawang merah, rebung bambu dan bonggol pisang menunjukkan peranan lebih baik daripada kontrol pada parameter  kecepatan tumbuh. Sedangkan pada parameter luas daun umur 60 HST, bawang  merah menunjukkan peranan yang lebih baik  daripada rebung bambu, bonggol pisang dan control
ANALISIS KUALITAS TIMPHAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) BERDASARKAN PERBEDAAN LAMA PENGUKUSAN DAN PENYIMPANAN BEKU Cut Nilda; Novi Safriani; Yanti Meldasari Lubis; Muhammad Chalid Isra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.172-177.2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan dan lama penyimpanan beku terhadap kualitas fisik dan hedonic timphan  ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu lama pengukusan (K1 = 15 menit, K2 = 30 menit) dan  lama penyimpanan  beku (T1=2 minggu, T2=4 minggu dan T3=6 minggu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengukusan berpengaruh nyata terhadap cooking time, hedonik warna dan aroma, sedangkan lama penyimpanan beku berpengaruh terhadap warna dan tekstur timphan secara hedonik. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan pengukusan 15 menit dan lama penyimpanan beku 2 minggu (K1T1) dengan kriteria cooking time 9.62 menit, cooking loss 11.41%, tingkat penerimaan hedonik rasa (3.55), warna (4.13), aroma (4.33) dan tekstur (4.21).
SISTEM INFORMASI ALAT DAN MESIN PERTANIAN BERBASIS APLIKASI ANDROID DI KECAMATAN PARIAMAN UTARA KOTA PARIAMAN Saddam Pebrianto; Andasuryani Andasuryani; Khandra Fahmy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.98-108.2020

Abstract

Fenomena ketidakmerataan distribusi alat dan mesin pertanian (aslintan), penurunan produksi padi dan menurunnya luas lahan sawah karena meningkatnya laju alih fungsi lahan yang terjadi di Kota Pariaman merupakan suatu persoalan yang sangat serius untuk ditangani pada saat ini (Putri et al., 2019). Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan menerapkan suatu sistem informasi alsintan dan lahan sawah yang terpadu berbasis digital (android) dalam bentuk tampilan database dan peta. Pesatnya Perkembangan penggunaan smartphone berbasis android pada saat ini khususnya petani akan membuka peluang untuk mengembangkan sistem informasi di bidang pertanian dalam bentuk aplikasi android. Berdasarkan data StatCounter (2019), penggunaan smartphone dengan sistem operasi android di Indonesia mencapai 84,99 % dari 355,5 juta pengguna telepon genggam. Penelitian ini memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan suatu sistem informasi alsintan dalam bentuk aplikasi berbasis android di Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Keluaran dari penelitian ini berupa aplikasi android yang dinamakan SINTAN PARUT (Sistem Informasi Alsintan Pariaman Utara). Aplikasi SINTAN PARUT dapat dioperasikan pada android API 18 (Jelly Bean) sampai dengan android API 28 (Pie) serta bisa diakses secara mobile dan online. Aplikasi ini menampilkan data perhitungan kebutuhan ideal alsintan di Kecamatan Pariaman Utara. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa distribusi khusus alsintan pengolahan tanah dari 17 Desa terdapat 41,18 % mengalami kekurangan alsintan, sedangkan 41,18 % mengalami kelebihan alsintan dan hanya 17,64% memiliki kebutuhan alsintan yang ideal. Selanjutnya untuk alsintan pascapanen dari 17 Desa terdapat 29,42 % mengalami kekurangan alsintan, sedangkan 17,64 % mengalami kelebihan alsintan dan 52,94% memiliki kebutuhan alsintan yang ideal.

Page 1 of 2 | Total Record : 15